Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak HUT Ke-103 RSUD Wangaya Denpasar

Komitmen Peningkatan Sarana Prasarana dan SDM, Terus Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Loading

BALIILU Tayang

:

HUT rsud wangaya
HUT RSUD WANGAYA: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-103 RSUD Wangaya Kota Denpasar di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Sabtu (6/1/2024). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Rumah sakit tertua di Bali, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar memperingati Puncak HUT ke-103 yang dipusatkan di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Sabtu (6/1/2024). Kegiatan yang mengusung tema utama ‘‘Pembaharuan Skrining dan Preventif Penyakit pada Anak dan Remaja Menuju Generasi Sehat‘‘ ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana.

Hadir pula jajaran Forkopimda Kota Denpasar, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Mantan Direktur RSUD Wangaya, Staf, Pegawai, Nakes, Dokter di Lingkungan RSUD Wangaya, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga turut diserahkan penghargaan bagi pegawai berprestasi. Puncak Peringatan HUT ke-103 RSUD Wangaya juga dimeriahkan penampilan hiburan dari pegawai, pensiunan, Celekontong Mas hingga Balawan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutannya mengatakan, Pemkot Denpasar dalam visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini merupakan upaya berkelanjutan dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota sehat dengan generasi sehat didalamnya.

Pihaknya juga mengapresiasi atas komitmen RSUD Wangaya untuk terus meningkatkan sarana prasarana, infrastruktur dan pengembangan SDM guna secara berkelanjutan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan nilai survei kepuasan masyarakat yang mencapai 87,92 dengan kategori baik di tahun 2023 ini.

Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara juga menekankan agar RSUD Wangaya terus bertransformasi mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Dari sisi pelayanan, pihaknya menekankan agar RSUD Wangaya terus mengoptimalisasi pengembangan cakupan pelayanan prioritas, seperti halnya Layanan Kanker, Jantung, Stroke dan Urenofrologi (KJSU), serta terus berinovasi meningkatkan pelayanan berbasis digitalisasi.

Baca Juga  Menkes Budi Sadikin Langsung Tindaklanjuti Usulan Gubernur Koster untuk Bantu RSUD Wangaya

Jaya Negara berharap, di usia ke-103 ini RSUD Wangaya terus tumbuh dengan inovasi, peningkatan pelayanan dan infrastruktur serta profesionalitas SDM. Sehingga ke depan RSUD Wangaya menjadi pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Denpasar.

“Selamat Ulang Tahun ke-103 RSUD Wangaya Kota Denpasar, dengan harapan semoga mampu menjadi rumah sakit pilihan utama yang memiliki kualitas unggul dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur Utama RSUD Wangaya Kota Denpasar, dr. AA Made Widiasa, Sp.A, MARS melaporkan, peringatan HUT ke-103 RSUD Wangaya merupakan momentum untuk meningkatkan keakraban serta mempererat tali persaudaraan. Hal ini juga menjadi wujud syukur, dimana RSUD Wangaya telah mampu memberikan pelayanan kesehatan selama 103 tahun.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam rangkaian HUT ke-103 berbagai kegiatan turut dilaksanakan. Mulai dari Tirtayatra, Lomba Futsal, Kunjungan Tali Kasih, Pertandingan Tenis, Pertandingan Bulu Tangkis, Gowes, Lomba Inovasi bagi Instalasi di lingkungan RSUD Wangaya, Lomba Karyawan Berprestasi, Seminar Kesehatan, Gerak Jalan Santai, Lomba Senam Zumba, Lomba Mencuci Tangan serta Lomba Mewarnai.

Dikatakannya, pada usianya yang ke-103 ini RSUD Wangaya terus berinovasi. Beberapa diantaranya yakni Inovasi Teman Siputri untuk pelayanan Geriatri. Selain itu juga telah dibuka layanan Onkologi, Poliklinik Sore serta penataan infrastruktur berkelanjutan. Ke depan juga telah dirancang pembangunan 6 gedung utama RSUD Wangaya dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang masih berproses. Hal ini tentu muaranya adalah peningkatan infrastruktur guna mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan.

“Dalam kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkot dan masyarakat Kota Denpasar atas dukungan luar biasa sehingga menjadi cambuk untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Usulan Visioner Koster Direspons Positif, Menkes Bantu Alkes RSUD Wangaya dan Menteri Hukum Dukung Pemindahan LP Kerobokan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Peringatan HUT Ke-104 RSUD Wangaya

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  RSUD Wangaya Denpasar hanya Rawat 2 Pasien Positif Covid-19

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Usulan Visioner Koster Direspons Positif, Menkes Bantu Alkes RSUD Wangaya dan Menteri Hukum Dukung Pemindahan LP Kerobokan

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca