Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Resmi Ditutup, Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 3 Unud Kembali ke Perguruan Tinggi Asal

BALIILU Tayang

:

Pertukaran Mahasiswa Merdeka unud
PENUTUPAN: Acara penutupan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound Angkatan 3 Tahun 2023 bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (3/1/2024). (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) menggelar Penutupan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound Angkatan 3 Tahun 2023 bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (3/1/2024). Penutupan PMM Inbound 3 ini ditandai dengan pengenaan kembali jas almamater perguruan tinggi asal kepada perwakilan mahasiswa PMM oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unud. Dalam kegiatan ini juga dipentaskan tarian dan vocal grup menggunakan pakaian daerah oleh mahasiswa PMM.

Pertukaran Mahasiswa Merdeka unudKoordinator PMM Inbound Batch 3 Unud mewakili Kepala Unit MBKM Prof. Ni Luh Nyoman Seri Malini. (Foto: Hms Unud)

Koordinator PMM Inbound Batch 3 Unud mewakili Kepala Unit MBKM Prof. Ni Luh Nyoman Seri Malini dalam laporannya menyampaikan bahwa secara statistik pada awalnya mahasiswa inbound Unud berasal dari 102 universitas dengan jumlah mahasiswa sebanyak 192 orang namun terdapat 7 mahasiswa yang mengundurkan diri sehingga jumlah mahasiswa saat ini adalah 185 mahasiswa yang berasal dari 98 universitas. Dilihat dari sebaran wilayah, mahasiswa PMM 3 berasal dari 25 provinsi, 7 pulau dengan asal pulau tertinggi dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Berdasarkan Prodi, mahasiswa PMM 3 inbound tersebar pada 7 Prodi sesuai dengan asal Prodi Dosen Modul Nusantara yaitu Prodi Biologi, Psikologi, Kimia, Pengelolaan Perhotelan, Pertanian, Arsitektur dan Teknik Industri.

Mahasiswa PMM Inbound Batch 3 Unud. (foto: Hms Unud)

“Sampai saat mahasiswa telah tuntas melaksanakan kegiatan Modul Nusantara berupa kegiatan kebhinekaan, refleksi, inspirasi dan kontribusi sosial dan sebagian besar telah menyelesaikan perkuliahan regular dan mengikuti ujian akhir semester,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan bahwa selama proses kegiatan dari awal perkenalan secara online sampai saat ini, begitu banyak dinamika yang terjadi. Seiring berjalannya waktu dapat dibuktikan bahwa Unud mampu menjadi perguruan tinggi penerima dengan berusaha melayani dan memfasilitasi yang terbaik sesuai kemampuan dan mahasiswa juga membuktikan mereka memberikan yang terbaik bagi institusi.

Baca Juga  FTP Udayana Berkolaborasi Internasional dengan JIRCAS Jepang

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja. (Foto: Hms Unud)

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja mewakili Rektor Unud dalam sambutannya menyampaikan kehadiran mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi ini tentu telah menimbulkan interaksi positif antar mahasiswa, antar mahasiswa dengan dosen, saling bertukar pengalaman dan saling menyesuaikan diri, baik dalam kehidupan akademik di kampus di Universitas Udayana maupun kehidupan sehari-hari.

“Melalui program ini saya yakin sudah terbangun nasionalisme mahasiswa, sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Penguatan rasa persatuan dan kesatuan, sikap tolerasi dalam keberagaman dan saling menguatkan antara satu dengan lainnya merupakan tujuan yang diharapkan dari program ini dalam menciptakan generasi muda Indonesia yang unggul sebagai calon pemimpin di masa depan,” ujar Wakil Rektor.

Melalui kesempatan tersebut pihaknya juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemdikbudristek melalui Direktorat Belmawa yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Udayana untuk menjadi PT PMM angkatan 3 dan siap menyambut mahasiswa PMM angkatan 4 pada bulan Februari mendatang. Wakil Rektor juga berkeyakinan bahwa program ini dapat memenuhi dan meningkatkan kualitas studi para mahasiswa, juga dapat memberikan pengalaman yang berharga sebagai bekal dalam meniti kehidupan di masa akan datang, disamping meningkatkan atmosfer akademik dalam rangka mendorong terwujudnya Universitas Udayana yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek Prod. Sri Suning Kusumawardani dalam kesempatan tersebut mengatakan program pertukaran mahasiswa Merdeka diluncurkan pada tahun 2021 dengan tujuan menjadi wadah yang disiapkan oleh untuk mendekatkan mahasiswa dengan kebhinekaan yang dimiliki oleh Indonesia. Dari program ini pula kami mendorong sebuah langkah besar transformasi dimana perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar yang dibatasi oleh dinding kelas tapi juga ruang pertemuan di mana ragam bahasa, budaya dan tradisi dari berbagai penjuru nusantara bisa berjalan beriringan serta saling mengenal satu sama lain dan juga implementasi modul nusantara di Universitas Udayana yang mana selalu berpartisipasi aktif sejak PMM angkatan pertama dan kini berhasil menyelesaikan PMM angkatan 3 dengan mengakomodir 185 mahasiswa sehingga mereka bisa saling bertemu belajar dan memaknai kerangka keberagaman dari bangsa kita.

Baca Juga  Acara Webinar Series #3 ASEANTALK Ditutup dengan Kesepakatan Kerja Sama Antar-Institusi

Hal tersebut selaras dengan visi program PMM yang dirancang sebagai sebuah wadah untuk peningkatan kompetensi sekaligus menguatkan rasa nasionalisme juga wawasan kebangsaan dan cinta tanah air dengan mempelajari keberagaman budaya adat istiadat suku bangsa, bahasa dan berbagai potensi kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6221-Resmi-Ditutup-Mahasiswa-Pertukaran-Mahasiswa-Merdeka-Batch-3-Universitas-Udayana-Kembali-ke-Perguruan-Tinggi-Asal.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter

Published

on

By

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir memberikan keterangan pers terkait mutasi 146 Pati dan Pamen Polri.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P. memberikan keterangan pers, Jumat (31/7). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri melakukan mutasi terhadap 146 personel Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada Juli 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) tertanggal 31 Juli 2026, yakni ST/1584/VII/KEP./2026 sebanyak 119 personel dan ST/1585/VII/KEP./2026 sebanyak 27 personel.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P., mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan untuk penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta optimalisasi pelaksanaan tugas.

“Mutasi dan rotasi merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Ini merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran dan penguatan organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan semakin optimal,” ujar Irjen Pol. Johnny Edison Isir, Jumat (31/7).

Dari 146 personel yang dimutasi, sebanyak 105 personel mendapatkan promosi atau flat. Rinciannya, satu personel menduduki jabatan PJU Mabes Polri, yakni Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., yang diangkat sebagai Kadivhubinter Polri.

Selanjutnya, terdapat 4 personel yang mendapatkan promosi jabatan IB/Irjen Pol., 24 personel promosi jabatan IIA/Brigjen Pol, 48 personel promosi jabatan IIB/Kombes Pol, 1 personel promosi jabatan IIB/Kapolrestabes/Tro/Ta, 12 personel promosi jabatan IIIA1/AKBP, serta 11 personel promosi jabatan IIIA2/Kapolres.

Dalam mutasi kali ini, terdapat pula 4 personel Polisi Wanita (Polwan) yang mendapatkan promosi, yakni Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F. sebagai Karodokpol Pusdokkes Polri, AKBP Bestiana, S.I.K., M.M. sebagai Wadirbinmas Polda Sumsel, AKBP Riyana Purwasari, S.H., S.I.K., M.I.K. sebagai Kapolres Padang Pariyaman Polda Sumbar, serta AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, S.H., S.I.K., M.A. sebagai Kapolres Purworejo Polda Jateng.

Selain promosi dan flat, mutasi juga mencakup 6 personel selesai pendidikan, 1 personel berangkat pendidikan, 7 personel kukuh, serta 23 personel yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga  FTP Udayana Berkolaborasi Internasional dengan JIRCAS Jepang

Kadivhumas menegaskan, setiap personel yang mendapat amanah dalam jabatan baru diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

“Kami berharap seluruh personel yang mendapatkan amanah dalam jabatan baru dapat segera beradaptasi dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Anak Nasional 2026 di Jembrana, Bupati Kembang Tegaskan Pentingnya Karakter dan Budaya di Era Teknologi

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
HADIRI HAN: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan hadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Jembrana.

Peringatan HAN tahun ini diisi dengan beragam rangkaian kegiatan positif dan inklusif. Acara diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba video edukatif.

Selain itu, pada momen ini juga dilaksanakan pelantikan kepengurusan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Jembrana, sebagai wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh sekadar menjadi momentum seremonial belaka, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

“Peringatan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak adalah harapan dan masa depan kita. Tugas kita bersama adalah membentuk mereka menjadi pribadi yang baik, berkarakter, memiliki cita-cita tinggi, serta berani mencoba hal-hal baru,” ujar Bupati Kembang.

Menghadapi pesatnya perkembangan zaman, Bupati Kembang juga menyoroti perubahan pola belajar anak di masa depan yang makin akrab dengan teknologi. Menurutnya, adaptasi teknologi harus tetap berjalan selaras dengan penguatan identitas budaya lokal.

“Hari ini anak-anak kita mungkin masih belajar menggunakan buku. Ke depan, mereka akan lebih banyak belajar melalui ponsel, teknologi, hingga Artificial Intelligence (AI). Namun, harapan saya, kemajuan teknologi ini tidak boleh membuat mereka lupa atau keluar dari akar budaya dan tradisi kita,” tambahnya.

Baca Juga  IISMA Antarkan Mayda Devianita ke Skotlandia

Terakhir, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik dan mengimbau para orang tua untuk senantiasa memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak mereka dalam mengarungi era digital. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi Lintas OPD Jadi Kunci Buleleng Raih Swasti Saba Padapa 2027

Published

on

By

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng dihadiri jajaran OPD.
RAKOR: Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng, Kamis (23/7/2026) lalu. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat langkah menuju penghargaan Swasti Saba Padapa Tahun 2027 melalui Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buleleng, Kamis (23/7/2026) lalu. Pertemuan tersebut menghadirkan Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Provinsi Bali dan Buleleng sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Dikonfirmasi, Jumat (31/7), Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Buleleng yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Buleleng, Arya Mataram menegaskan bahwa penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat sejatinya bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan membangun daerah yang mampu memberikan rasa nyaman, aman, dan sehat bagi masyarakat.

“Penilaian Kabupaten/Kota Sehat bukan sebuah ajang perlombaan. Ini adalah langkah bersama untuk mewujudkan Kabupaten Buleleng yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Penghargaan hanyalah konsekuensi dari kerja bersama yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Mataram.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tidak dapat dibebankan kepada satu perangkat daerah saja. Program ini merupakan gerakan lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh OPD, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penghargaan Swasti Saba diberikan setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. Oleh karena itu, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Buleleng untuk melakukan penguatan kelembagaan, melengkapi data dukung, serta meningkatkan capaian pada sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat sebagai bekal menghadapi penilaian tahun 2027.

“Waktu kita tidak panjang. Tahun ini adalah masa pembenahan. Seluruh OPD harus bergerak bersama karena setiap tatanan memiliki indikator yang saling berkaitan. Kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai Kabupaten Buleleng sehingga mampu meraih penghargaan Swasti Saba pada tahun 2027,” katanya.

Baca Juga  Acara Webinar Series #3 ASEANTALK Ditutup dengan Kesepakatan Kerja Sama Antar-Institusi

Kabid Mataram juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penilaian sebelumnya bukan hanya pada pelaksanaan program, tetapi juga kualitas bukti dukung, validasi data, serta koordinasi antar-OPD. Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah menjadikan Kabupaten/Kota Sehat sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan menjelang penilaian.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum evaluasi terhadap capaian Kabupaten Buleleng pada penyelenggaraan KKS sebelumnya. Berdasarkan hasil verifikasi tingkat pusat tahun 2025, beberapa indikator masih memerlukan penguatan agar seluruh tatanan mampu memenuhi standar penilaian Swasti Saba.

Sementara itu, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali, Dewa Alit, mengajak seluruh anggota Tim Pembina, Forum KKS, dan perangkat daerah untuk menjaga semangat kolaborasi dalam mengejar target penghargaan Swasti Saba Padapa.

Menurut Dewa Alit, peluang Buleleng untuk meraih penghargaan tersebut sangat terbuka apabila seluruh pihak mampu bekerja lebih terintegrasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap indikator didukung data yang valid.

“Target untuk Buleleng sudah semakin dekat. Karena itu saya mengajak seluruh OPD, Forum KKS, kecamatan hingga desa untuk bergerak dalam satu irama. Kabupaten/Kota Sehat bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan atau Bappeda, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Dengan kolaborasi yang solid, saya optimistis Buleleng mampu mencapai penghargaan Swasti Saba Padapa pada tahun 2027,” ujar Dewa Alit.

Ia menambahkan, setiap perangkat daerah memiliki kontribusi strategis sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam memenuhi indikator sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yaitu 1. Tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, 2. Tatanan permukiman dan fasilitas umum, 3. Tatanan satuan pendidikan, 4. Tatanan pasar, 5. Tatanan perkantoran dan perindustrian, 6. Tatatan pariwisata, 7. Tatanan transportasi dan dan tertib lalu lintas di jalan, 8. Tatanan perlindungan sosial, 9. Tatanan penanggulangan bencana. Selain itu penilaian utama KKS masyarakat memiliki jamban. ”Capaian Open Defecation Free atau stop buang air besar sembarangan baru mencapai 90% di tahun 2025, kalau di Swastisaba kita sudah kategori Padapa, namun ada indikator lainnya yang harus dipenuhi,” terangnya.

Baca Juga  Fapet Unud Terima Kunjungan dari Fapet Unsoed 

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali, Forum Kabupaten/Kota Sehat, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya mampu meningkatkan nilai penilaian, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang semakin bersih, aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Buleleng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca