Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Sekda Dewa Indra Ingin Pemanfaatan Teknologi Dukung Pariwisata Berkelanjutan

BALIILU Tayang

:

Hospitality Summit 2024
SAMBUTAN: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat memberikan sambutan pada pembukaan Asia Pacific Tourism, Hospitality Summit & Digital Brand Award 2024 di Pecatu Hall BNDCC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (11/1/2024). (Foto: Hms Pemprov)

Badung, baliilu.com – Meluasnya penggunaan teknologi pada banyak aspek di berbagai negara membuat hidup lebih mudah dan mendorong banyak inovasi. Namun pesatnya perkembangan teknologi mesti dimanfaatkan dengan bijak dan tetap berpihak pada konsep keberlanjutan, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam sambutan pada pembukaan Asia Pacific Tourism, Hospitality Summit & Digital Brand Award 2024 di Pecatu Hall BNDCC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (11/1/2024).

Penyampaian Sekda Dewa Indra itu berkaitan dengan tiga isu besar yang dibahas dalam Asia Pacific Tourism, Hospitality Summit & Digital Brand Award 2024 yaitu teknologi bidang pariwisata, investasi pariwisata dan pariwisata berkelanjutan.

Lebih jauh ia menjelaskan, pesatnya perkembangan industri pariwisata yang ditandai dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara menjadi tantangan tersendiri bagi Bali dalam upaya melindungi budaya dan melestarikan lingkungan. Dalam menghadapi tantangan itu, masyarakat Bali memegang teguh sebuah filosofi yang disebut Tri Hita Karana. Ia berpendapat, kearifan lokal yang masih dipegang teguh masyarakat Bali ini sangat membantu dalam upaya melindungi kelestarian budaya dan lingkungan.

Diuraikan olehnya, Tri Hita Karana adalah tiga unsur yang mampu menciptakan kebahagiaan, keselarasan dan keseimbangan dalam hidup. Ketiga unsur itu meliputi keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan) dan manusia dengan lingkungan (Palemahan).

“Ini adalah filosofi yang menjadi pedoman hidup masyarakat Bali. Itu sebabnya, siapa pun yang ke Bali akan merasakan getaran menenangkan dan membahagiakan,” cetusnya.

Masih dalam sambutannya, Dewa Indra menyampaikan selamat datang di Pulau Dewata kepada peserta pertemuan. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah memilih Bali sebagai tuan rumah. Menurutnya hal ini akan menjadi media promosi yang sangat bermanfaat bagi Daerah Bali.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Hadiri Sidang DPRD Bahas RPJMD 2025–2029 dan Pertanggungjawaban APBD 2024

“Ini membuktikan kalau Bali tak hanya cocok sebagai tempat berwisata, tapi juga untuk tempat pertemuan dan bisnis,” ucapnya sembari berharap vibrasi Bali memberi inspirasi bagi para peserta untuk berkontribusi aktif dalam pertemuan sehingga forum ini menghasilkan hal yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pariwisata.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Dewa Indra mengajak para peserta meluangkan waktu mengunjungi objek wisata di Bali di sela-sela mengikuti pertemuan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam paparannya menyinggung indikator masa depan pariwisata yang terkait erat dengan gaya hidup berkelanjutan. Indikator itu antara lain, konsumsi yang bertanggung jawab, perencanaan yang berkelanjutan, mobilitas yang berkelanjutan, daur ulang dan mengurangi penggunaan plastik, ketahanan pangan dan generasi ramah lingkungan. Untuk itu, Kemenparekraf RI telah meluncurkan banyak program inisiatif seperti pedoman pengelolaan sampah plastik di objek wisata bahari, pemberian sertifikat bagi destinasi wisata dan desa wisata, implementasi penggunaan sumber energi terbarukan, pemberian penghargaan bagi desa wisata dan program lainnya untuk mewujudkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Untuk diketahui, Asia Pacific Tourism, Hospitality Summit & Digital Brand Award 2024 yang dibuka oleh Menparekraf Sandiaga Uno adalah kegiatan perdana yang terselenggara atas kerjasama Kemenparekraf RI dengan Enhaiier Corporation.

President Director Enhaiier Irmansjah Madewa dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini membahas tiga isu besar yakni teknologi bidang pariwisata, investasi pariwisata dan tourism sustainability.

“Teknologi dan investasi harus bisa bersinergi dengan alam sehingga tetap menjaga kelestarian alam sebagai salah satu aset terpenting dalam sektor pariwisata,” katanya.

Ditambahkan olehnya, event dua hari ini diisi dengan beberapa kegiatan seperti open booth, table top, live streaming, flash sale, tourism product, makan malam dan malam penganugerahan penghargaan. Peserta yang hadir terdiri dari CEO, general manager bidang pariwisata dan perhotelan, komunitas intelektual, akademisi bidang pariwisata dan perhotelan di Indonesia serta pejabat yang mewakili berbagai kepentingan di sektor pariwisata dan perhotelan. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Pariwisata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Pelantikan Pengurus DPW NPCI, Gubernur Koster Ajak Bersama Membangun Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Kepada Media Internasional, Gubernur Koster Ajak Dunia Jaga Pariwisata Bali Berbasis Budaya, Berkualitas dan Bermartabat

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur, Forkopimda, serta Bupati/Walikota Se-Bali Gelar Rapat Evaluasi PPKM Darurat, Hasilkan 12 Keputusan Bersama
Lanjutkan Membaca