Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Dispar Bali Launching ‘’Bali Calendar of Event 2024’’

Gandeng Telkomsel untuk Mendeteksi Jumlah Kunjungan Wisatawan di DTW

Loading

BALIILU Tayang

:

Bali Calendar of Event 2024
Dinas Pariwisata Provinsi Bali meluncurkan ‘’Bali Calendar of Event 2024’’, Selasa (23/1) ditutup sesi foto bersama. (Foto: Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Pariwisata Provinsi Bali meluncurkan Bali Calendar of Event 2024, Selasa (23/1). Dalam peluncuran yang berlangsung di Ruang Etna Kantor Dinas Pariwisata di Denpasar tersebut, didukung oleh Telkomsel yang memperkenalkan aplikasi Telkomsel Msight untuk mendeteksi asal wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, sepanjang tahun 2024, di Bali bakal digelar 58 event, terdiri dari festival seni budaya sebanyak 48 event, kemudian empat event sport, dan enam MICE.

Menurutnya, 58 event tersebut bakal berlangsung selama setahun penuh, dan tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Bali. “Ini bakal menjadi pilihan bagi wisatawan yang akan berlibur ke Bali,” ungkapnya.

Tjok. Bagus menambahkan, penyusunan Bali Calendar of Events 2024 ini bertujuan untuk memberikan informasi serta referensi tentang event-event yang akan dilaksanakan di Bali di tahun 2024.

“Besar harapan kami dengan banyaknya event yang akan dilaksanakan di Bali dapat mendatangkan wisatawan yang lebih banyak untuk berwisata ke Bali sesuai dengan slogan kami #marikeBaliaja. Akhirnya, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Bali Calendar of Events 2024,” tandasnya.

Tjok. Bagus juga menuturkan, seiring dengan membaiknya kondisi Pariwisata di Bali, kini seluruh pelaku usaha pariwisata di Bali telah tersenyum berseri kembali.

Dikatakan, saat ini pariwisata di Bali sudah bangkit dari keterpurukan pascapandemi Covid-19. Dengan bukti, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali tahun 2023 meningkat, hampir mendekati seperti sebelum pandemi. Yakni kunjungan wisatawan domestik sebanyak 10 juta orang, sedangkan wisatawan asing mencapai 5,3 juta orang.

“Kami selaku Pemerintah Provinsi Bali mengajak semua masyarakat agar ikut bersama-sama dalam menjaga serta bersatu untuk memperkuat pariwisata di Bali agar lebih maju lagi,” ajaknya.

Lebih  jauh Tjok. Bagus Pemayun menyampaikan bahwa membangun pariwisata tidak bisa bekerja sendiri. Harus melibatkan semua komponen sesuai dengan bidangnya. Seperti saat ini, ia mengajak Telkomsel untuk ikut andil dalam mendata wisatawan khususnya yang berkunjung ke Daya Tarik Wisata. Dengan aplikasi dari telkomsel, pemerintah akan tahu berapa jumpah wisatawan yang datang, jelasnya.

Sementara itu, Manager Digital Solution Telkomsel, Meirani mengatakan, Tekomsel Msight merupakan layanan analisa wisata dari Telkomsel. Salah satunya untuk medeteksi jumlah wisatawan dalam satu objek wisata.

“Aplikasi ini juga mampu menganalisa pola pergerakan manusia dari titik asal (origin) ke suatu titik tujuan (destination),” katanya.

Pemetaan distribusi dan kepadatan populasi di area tertentu berbasis Mobile Positioning Data (MPD). “Pengukuran traffic di suatu titik spesifik hingga ke level titik/ pusat keramaian untuk memahami asal dan profil pengunjung lokasi tersebut,” pungkasnya.

Berikut Bali Calendar of Events 2024:

  1. Januari

– Asia Pacific Tourism, Hospitality Summit & Digital Brand Award 2024 11 – 12 January 2024

Kongres ini akan membahas tiga isu utama: teknologi dalam pariwisata, investasi pariwisata, dan keberlanjutan pariwisata. Teknologi dan investasi harus disinergikan dengan alam untuk menjaga kelestarian alam sebagai salah satu aset terpenting dalam pariwisata.

  1. Februari

– APAO 2024 39th Asia-Pacific Academy of Ophthalmology Congress February 22 – 25, 2024

Kongres Dokter Mata se-Asia Pasifik ke-39 yang juga diadakan bersamaan dengan Peringatan Hari Dokter Mata Indonesia yang ke 49.

  1. Maret

– Pokemon Adventure, 2 – 3 Maret 2024

Acara hiburan yang menghadirkan banyak aktivitas dan atraksi seru yang menjadikan Pokemon sebagai tema utama

– Mekotek, 9 Maret 2024

Salah satu tradisi tolak bala dari Desa Munggu, Mengwi Badung dengan tujuan memohon keselamatan. Tradisi ini digelar setiap 210 hari sekali pada hari raya Kuningan.

– Pawai Ogoh-ogoh Kota Denpasar, 10 Maret 2024

Merupakan iringan boneka raksasa yang diarak keliling desa atau wilayah tertentu menjelang malam sebelum Hari Raya Nyepi di Perempatan Catur Muka, Denpasar.

– Parade Lomba Ogoh-ogoh Jembrana

– Omed-omedan 12 Maret 2024

Omed-omedan merupakan acara adat di mana kita bisa belajar soal rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang erat. Acara ini biasanya digelar sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi.

  1. April

– Festival Semarapura 28 April – 1 Mei

Baca Juga  Dua Belas Desa Wisata di Buleleng Bersiap Ikuti ADWI 2024

Festival Semarapura dilaksanakan untuk mengenang peperangan Puputan Klungkung yang merupakan puncak perang Kerajaan Klungkung melawan penjajahan kolonial Belanda pada tahun 1908 untuk mempertahankan kemerdekaan. Festival ini merupakan acara tahunan dimana setiap acara akan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Klungkung.

  1. Mei

– Bali Spirit Festival, 1 – 5 Mei 2024

Festival tahunan internasional yoga, musik, dan tari. Festival ini mewujudkan antara Hinduisme Bali – Tri Hita Karana untuk hidup selaras dengan lingkungan, spiritual, sosial dan alam melalui yoga, tari, musik dunia penyembuhan.

– Bali Rockin Blues Festival, 5 – 6 Mei 2024

Bali Rockin Blues Festival merupakan acara menyajikan pertunjukan musik yang memadukan genre musik Rock and Blues. Lokasi di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Bali.

– Batur Trail Run (BTR) Ultra, 11 – 12 Mei 2024

Merupakan ajang lari lintas alam pertama di Gunung Batur, Kintamani yang tercipta berkat kerja sama antara komunitas pelari lintas alam Bali, Bali Trail Running bersama Pemerintah Kabupaten Bangli.

– 10th World Water Forum, 18 – 24 Mei 2024

Forum Air Dunia ke-10 menyediakan platform unik di mana komunitas air dan pengambil keputusan utama dapat berkolaborasi dan membuat kemajuan jangka panjang dalam tantangan air global.

– Ubud Food Festival, 24-26 Mei 2024

Festival di Taman Kuliner, Ubud, Gianyar ini merayakan keragaman lanskap kuliner Indonesia serta membawa sejarah kuliner, ide-ide segar dan inovatif, perubahan serta dinamisnya industri kuliner, juga kisah di balik piring-piring makanan kita.

  1. Juni

– Tenganan Pegringsingan Culture Festival, 5 – 6 Juni 2024

Prosesi perang pandan atau mekare-kare di Tenganan merupakan upacara persembahan untuk menghormati para leluhur dan juga Dewa Indra yang merupakan Dewa Perang, Upacara perang pandan ini, memakai senjata pandan berduri yang perlambang sebuah gada yang dipakai berperang.

– Bali Beyond Travel Fair, 12 – 14 Juni 2024

Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) adalah pameran perjalanan internasional terkemuka di Indonesia. Acara ini bertujuan memperkenalkan produk pariwisata Indonesia secara global dengan mengundang operator tur ke seluruh dunia sebagai Pembeli dan menghubungkan mereka dengan pemasok pariwisata sebagai penjual.

– Pesta Kesenian Bali, 15 Juni – 13 Juli 2024

Pergelaran seni tradisional yang dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai nilai seni budaya Bali.

– Tanah Lot Art and Culture Festival, 22 – 25 Juni 2024

Kegiatan seni, budaya, kuliner, dan pameran digabungkan menjadi satu konsep kegiatan dengan lebih mengutamakan potensi lokal Tabanan serta pelibatan generasi milenial lokal di dalamnya.

– Bhineka Pantai Jerman Culture Festival

Event yang meliputi pertunjukkan seni budaya seperti festival bapang barong dan mekendang tunggal, tari legong keraton, lomba spearfishing, bazar UMKM, pameran karya hasil olahan plastik residu, serta pementasan tari kecak perempuan inovatif.

– Jatiluwih Festival

Festival yang memadukan budaya dan kesenian tradisional. Seni, musik, seni rupa, produk-produk kreativitas, kuliner, dan hal menarik yang ada di Jatiluwih, Tabanan.

– Makepung Kapolres Jembrana Cup

Festival yang bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya balap kerbau yang merupakan tradisi warisan budaya yang hanya ada di Jembrana.

– Bali Jagadhita Culture Week

Program pemberdayaan dan pengembangan UMKM, pariwisata dan investasi di Bali, yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Bali Jagadhita bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses UMKM ke pasar domestik dan global, dan lain-lain. Acara ini menampilkan pameran UMKM, lomba-lomba, dan pergelaran seni dan musik

  1. Juli

– Penglipuran Village Festival, 7 – 9 Juli 2024

Penglipuran Village Festival merupakan ajang promosi, pelestarian budaya, pelestarian alam, dan memberikan peluang kepada UMKM untuk berinovasi dan berkreativitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

– Lovina Festival

Lovina Festival mengedepankan kemajuan di sektor seni dan budaya serta sektor ekonomi kreatif dan juga diperingati sebagai momentum kebangkitan pariwisata di Kabupaten Buleleng. Festival ini akan diselenggarakan selama tiga hari yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta kuliner khas Buleleng.

Baca Juga  Pemerintah Pusat akan Buka Pariwisata Internasional untuk Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali Segera Siapkan SOP Terintegrasi

– Nusa Penida Kite Festival

Nusa Penida Kite Festival merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk membangkitkan dan menggairahkan lagi pariwisata di Pulau Nusa Penida dan sebagai wadah bagi para penghobi layang-layang untuk menunjukkan kreativitasnya.

– Festival Bali Jani

Festival kesenian tahunan di Taman Budaya Denpasar (Art Centre) yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi Bali sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai nilai seni budaya Bali modern.

– Gianyar Layang-layang Festival

Festival yang bertujuan untuk menyediakan tempat bagi para pecinta layang layang untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Festival bakal berlangsung di Pantai Masceti Gianyar.

– Denpasar Layang-Layang Festival di Sanur

– Festival Bahari Kuta 2024

Salah satu festival untuk pengembangan sektor wisata bahari terutama wilayah badung.

– PICA Fest

PICA Fest adalah Paradise Island Clothing Association (PICA) Festival merupakan festival clothing terbesar di Bali. Dalam festival ini tidak hanya ada 100 booth clothing saja melainkan ada konser music dengan 100 penampil dari local bali dan nasional, komunitas lokal dan juga terdapat 100 booth kuliner yang menyuguhkan kuliner Bali.

– Mas Village Festival

Mas Village Festival ini bertujuan untuk mengangkat nama Desa Mas sebagai promosi desa wisata, sehingga dapat membangkitkan potensi ekonomi dan kearifan lokal yang ada di desa, di mana kegiatan ini dapat memajukan perekonomian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan akan diadakan beberapa lomba dan pentas seni budaya serta pameran UMKM.

  1. Agustus

– Ubud Village Jazz Festival, 2 – 3 Agustus 2024

UVJF merupakan festival musik yang lahir dari idealisme komunitas Jazz di Bali. Selain menjadi festival musik, acara ini juga hadir sebagai upaya mewujudkan daya tarik wisata baru di Bali.

– Buleleng Development Festival, 15 – 24 Agustus 2024

Salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-78 RI di Kabupaten Buleleng diisi dengan menyelenggarakan Buleleng Development Festival (BDF). BDF dilaksanakan dengan semangat membangun, dari Buleleng untuk Buleleng.

– Independence Boxing Day, 19 Agustus 2024, di Finns Recreation Club, Canggu, Badung

– Makepung Bupati Cup

Festival yang bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya yang merupakan tradisi warisan budaya yang hanya ada di jembrana.

– Sanur Village Festival

Acara tahunan yang mewadahi dan memberikan ruang bagi segala bentuk kreativitas masyarakat Desa Sanur serta usaha Pelestarian nilai-nilai luhur budaya Hindu Bali. Festival ini dimeriahi oleh seniman-seniman lokal bali dan luar bali, bazar UMKM dan kegiatan yang menarik lainnya.

– Parade Budaya Kabupaten Jembrana

Parade budaya di Alun-alun Kota Negara mempertunjukan berbagai macam jenis kebudayaan yang dimiliki dari Kabupaten Jembrana

– Ubud Beyond and Festival

Ubud & Beyond Festival merupakan ajang landmark untuk menunjukkan sejauh mana inovasi ini berkembang dengan menampilkan karya-karya baru yang lahir dari para seniman termasuk Ubud, Bali, namun tidak terbatas di nusantara. Dengan tagline: Alam, Budaya, Masa Depan, berdasarkan konsep Tri Samaya (masa lalu, sekarang, dan masa depan).

– Celuk Jewelry Festival

Merupakan menjadi ajang promosi dan penjualan hasil karya dan kreatifitas masyarakat Desa Celuk baik dalam bentuk seni kerajinan perak, produk kuliner, produk fashion, dan lainnya.

– Festival Layang-Layang Jembrana

Festival ini digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Negara yang diikuti oleh peserta lokal dan peserta dari berbagai negara. Event ini diharapkan dapat mendatangkan wisatawan ke Kota Jembrana. Lokasi Sirkuit All in One, Pengubengan, Jembrana.

– Kendran Living Culture Festival

Festival ini bertujuan mengangkat potensi wisata Desa Kendran yang dikemas dengan profesional serta mengangkat tradisi adiluhung yang dimiliki untuk diperkenalkan ke dunia, salah satunya Mekukung, Ngaturang Tirta Ening, Mepeed dengan atraksi In-situ. Selain itu keunikan lainnya, berupa situs arkeologi berupa Nekara dan Sarkofagus, sebelas beji dan tiga puri yang ada di Desa Kendran.

– Maybank Marathon

Perlombaan lari marathon di Gianyar yang diikuti oleh peserta dari nasional dan internasional

  1. September

– Sanur Motor Show III, 7 – 8 September 2024

Dilaksanakan oleh komunitas motor yang ada di Sanur salah satu rangkaian Event Road to Sanur Festival untuk mewadahi komunitas otomotif di Bali.

Baca Juga  Dinas Pariwisata Provinsi Bali Terima Empat Mahasiswa Magang FIB Unud

– Fest Gokil Petitenget, 14 – 16 September 202 4

Festival ini mempertunjukkan potensi seni, budaya, kuliner dan tempat eksotik yang layak dikunjungi sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan PAD Badung.

– Bali Hockey Festival, 16 – 17 September 2024

Merupakan ajang perkumpulan komunitas Hockey di Indonesia maupun Internasional. Lokasi Lapangan Banteng, Badung.

– Barong Festival Superstar, 21 – 22 September 2024

Sebagai bentuk pelestarian Budaya Bali serta melestarikan 2 warisan dari UNESCO yaitu Pura Taman Ayun dan Tari Barong.

– Royal Creative Market

Merupakan sebuah forum yang menumbuhkan kolaborasi dan interaksi kreatif para visioner dan membuka pintu bagi inspirasi untuk mengalir dari pikiran kreatif mereka ke ide-ide lain. Acara Royal Creative Market juga menampilkan pilihan produk dari berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman hingga produk herbal, kerajinan tangan, dan fashion.

  1. Oktober

– Nusa Penida Festival, 5 – 7 Oktober 2024

Festival yang memberikan semangat baru terhadap peninggalan budaya para leluhur dalam mengelola wilayah pesisir dengan kearifan tinggi yang membuat lingkungan tetap lestari, kreativitas berkesenian

– Seraya Culture Festival, 6 – 8 Oktober 2024

Tradisi yang diwariskan turun temurun ini memiliki makan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar diturunkan hujan untuk kesuburan.

– Denpasar Film Festival

Festival yang bertujuan untuk mempertunjukkan kepada masyarakat bahwa ada banyak sineas muda di denpasar dengan kualitas film yang mereka buat. Festival film yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 yang melibatkan partisipasi dari siswa / siswi SMP, SMA/K se-Kota Denpasar. Diharapkan dapat merangsang jiwa kreativitas anak muda Kota Denpasar dalam bidang perfilman.

– Makepung Jembrana Cup, 15 Oktober 2024

Festival yang bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya yang ada di Jembrana

– D’Youth Festival, 20 – 21 OKTOBER 2024

Event tahunan bagi kawula muda Kota Denpasar, memberikan ruang kreatifitas generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi dan menghasilkan kreasi dalam pengembangan potensi melalui berbagai macam perlombaan, UMKM, hingga hiburan sebagai puncak acara.

– Kuta Beach Festival, 22 – 24 Oktober 2024

Festival yang menampilkan berbagai kegiatan seni budaya, olahraga dan potensi UMKM serta industri kreatif itu diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta.

-Ubud Writers and Reader Festival, 23 – 27 Oktober 2024

Festival ini merupakan wadah sebuah pertukaran ide dan merayakan kisah kisah luar biasa serta mengangkat isu isu global. Festival ini adalah tempat bertemunya ratusan sastrawan dan seniman dari berbagai belahan dunia untuk bersama mengenal Indonesia, sekaligus mempertunjukkan di hadapan kancah internasional.

  1. November

– Makepung Lampit

Kegiatan Festival Makepung Lampit dilaksanakan selain untuk memperkenalkan pariwisata Jembrana dan mempertahankan nilai-nilai tradisi yang telah kita warisi dari para leluhur dan juga menjaga populasi kerbau dan sapi bali yang ada di Jembrana. Berbeda dengan mekepung lainnya, makepung lampit diadakan di arena persawahan dan berlumpur. Lokasi Subak Kaliakah Jembrana.

– Pemuteran Bay Festival

Pemuteran Bay Festival menaungi segala bentuk seni budaya dan Pelestarian Lingkungan, Heritage Culture, Beach Art Parade, Lomba – lomba Seni dan Budaya, Pameran Produksi Seni dan Kerajinan budaya, berwawasan lingkungan. Lokasi Tanjung Budaya, Pemuteran, Buleleng

  1. Desember

– Denpasar Festival, 22 – 25 Desember 2024

Denpasar Festival merupakan acara pergelaran/ festival yang menampilkan keragaman dan kekayaan ekspresi dan kreativitas yang lekat dengan kota Denpasar. Lokasi Catur Muka Denpasar.

– Pandawa Beach Festival

Pertunjukan seni musik dan tari hinggan festival dari rumput laut khas pantai pandawa bali, ada juga atraksi dan pertunjukkan kebudayaan Bali. Lokasi Pantai Pandawa

– Sedang Barong Festival Festival

Festival ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya di Bali khususnya seni Bapang Barong. Lokasi di Desa Sedang, Badung

– Besakih Festival

Festival seni dan budaya dan ajang untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada disekitar desa Besakih seperti UMKM yang berlatar di Pura Besakih. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Peduli Lingkungan, Kapolsek Kuta Pimpin Aksi Bersih Pantai di Kedonganan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Janjikan Imbal Jasa, Koster Buka Peluang Pelaku Usaha Pariwisata Jadi Mitra Manfaat dan Endpoint PWA

Loading

Published

on

By

koster
PENGARAHAN PWA: Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali terkait pengarahan mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). Hal tersebut terkait dengan pengarahan Gubernur Bali mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) untuk pelaku usaha pariwisata yang ikut berpartisipasi menjadi mitra manfaat dan endpoint PWA.

Koster menjelaskan bahwa capaian Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dilakukan saat ini belum maksimal dimana per tahun 2024 jumlah PWA yang terkumpul hanya mencapai Rp. 318 miliar atau 32% dari total pembayaran yang seharusnya dibayar wisman. Sedangkan di tahun 2025 capaian PWA hingga pertengahan Agustus 2015 sudah Rp. 229 miliar atau 34% dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali.

“Belum maksimal. Masih sangat jauh dari harapan kita,” ungkap Koster.

Namun ia menjelaskan, memang dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya adalah Perda Bali No. 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk melindungi kebudayaan dan lingkungan Alam Bali belum mengatur tentang imbal jasa bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra manfaat dan endpoint PWA.

“Saat itu intensif dan imbal jasa tidak kita atur dalam Perda karena itulah kita melakukan perubahan Perda menjadi Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2025 dan astungkara disetujui oleh Kemendagri termasuk juga dengan Pergubnya,” kata Koster dihadapan para GM/pimpinan hotel dan stakeholder pariwisata lainnya.

Koster menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh usaha pariwisata di Bali untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan Kerjasama menjadi mitra manfaat dan endpoint dalam rangka optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).

“Mitra manfaat dan endpoint dapat diberikan imbal jasa setingi-tingginya 3% dari perolehan pembayaran dan akan dibayarkan tiap triwulan,” kata Koster.

Baca Juga  Dispar Bali Lakukan Pengecekan Pungutan Wisatawan Asing di DTW Ulun Danu Beratan

Ia berharap para pelaku usaha pariwisaha dapat turut berkontribusi dan terlibat aktif dalam mensukseskan program Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) dengan turut mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint.

Sementara itu, penggunaan PWA nantinya akan difokuskan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan Budaya Bali serta penanganan sampah di Bali.

Gubernur Koster juga menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata harus berperan aktif dan bekerja sama dengan mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint agar penyelenggaraan Pungutan Bagi Wisatawan Asing berjalan dengan lancar dan sukses.

“Hasil pungutan dari Wisatawan Asing sungguh-sungguh memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan kepariwisataan Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Hasilnya akan digunakan antara lain untuk melindungi lingkungan Alam, Kebudayaan, dan Aura Spiritual Bali; menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan asing selama berada di Bali; meningkatkan pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Selain itu juga untuk penanganan sampah; dan meningkatkan layanan informasi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan informasi penerimaan serta penggunaan dari hasil Pungutan Bagi Wisatawan Asing secara transparan dan akuntabel,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Jembrana Kembali Bangun Objek Wisata Green Cliff

Published

on

By

green cliff jembrana
NGERUAK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri upacara ngeruak pembangunan objek wisata Green Cliff dilanjutkan peletakkan batu pertama, Senin (14/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Objek wisata Green Cliff, yang berlokasi di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, dibangun pada tahun 2017 lalu oleh masyarakat setempat sempat menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Jembrana.

Green Cliff menawarkan pesona alam yang indah dengan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana yang menenangkan.

Kendati sempat menjadi destinasi wisata favorit, adanya Pandemi Covid-19 memaksa sektor pariwisata mengalami masa sulit. Hal itu juga dialami oleh objek wisata Green Cliff. Sempat tidur cukup lama, sejumlah fasilitas pun sudah mulai rusak sehingga cukup membahayakan bagi para pengunjung.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, Green Cliff melalui bantuan dari Aviantion Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Green Cliff akan segera dibangkitkan kembali.

Hal tersebut ditandai dengan upacara ngeruak yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Ulun Desa dan dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, beserta anggota DPRD Jembrana, Senin (14/7).

Upacara ngeruak juga dihadiri oleh jajaran AFT Ngurah Rai, Balai Perhutanan Sosial Bali Nusra, KHP Bali Barat, Balai DAS Unda Anyar, KTH Wana Sari Asri serta masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kembang mengatakan segala pekerjaan harus dimulai dengan berdoa, agar apa yang akan dikerjakan bisa berjalan dengan baik. Termasuk dengan pembangunan daya tarik wisata Green Cliff ini.

“Tadi kita berdoa bersama, agar seluruh perjalanan terutama pembangunan Green Cliff ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Baca Juga  Penuhi Faktor Keselamatan dan Keamanan Destinasi Wisata, Pemkot Denpasar Berikan Pelatihan kepada Puluhan Pelaku Wisata

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dengan adanya daya tarik wisata Green Cliff bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat di Banjar Bangli, desa Yehembang Kangin.

“Semoga atas doa kita bersama dan restu Tuhan Yang Maha Esa, seluruh upaya keras yang kita lakukan bersama ditambah dengan niat yang kuat, semua kegiatan hari dan ke depan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Aviantion Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa mengatakan pembangunan kembali Green Cliff diharapkan bisa kembali menjadi salah satu ikon destinasi wisata populer di Jembrana sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat disekitarnya.

“Hari ini kita ngeruak bukan hanya sebuah lokasi melainkan simbol harapan bersama bahwa sebuah kawasan bisa tumbuh menjadi ikon wisata alam yang lestari jika dikelola dengan kolaboratif dan penuh kesadaran,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan pemanfaatan alam khususnya hutan bila dikelola dengan baik juga akan bisa memberikan banyak manfaat. Selain menjaga keseimbangan alam, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar serimoni, ini adalah langkah awal menanam nilai, bukan hanya pohon. Kita sedang memulai babak baru dari perjalanan panjang pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Yang tidak hanya berbicara tentang konservasi, tapi juga kesejahteraan sosial dan budaya lokal,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca