Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

“Badung Angelus Buana” di Kabupaten Bangli

Bupati Giri Prasta Gelontorkan BKK dan Hibah Rp 160 Miliar Lebih

Loading

BALIILU Tayang

:

badung angelus buana
SERAHKAN HIBAH: Bupati Giri Prasta disambut warga saat menyerahkan secara simbolis Hibah dan BKK sebesar Rp 160 miliar lebih bertempat di Alun-alun Kota Bangli, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Selasa (23/4). (Foto: Hms Badung)

Bangli, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kembali melanjutkan program “Badung Angelus Buana” yang bermakna “Badung Berbagi dari Badung untuk Bali”. Setelah Kabupaten Jembrana, Buleleng, Karangasem dan Klungkung, kini giliran Kabupaten Bangli dengan menyerahkan secara simbolis Hibah dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 160 miliar lebih.

Penyerahan oleh Bupati Giri Prasta itu dilakukan di Alun-alun Kota Bangli, Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Selasa (23/4). Pada kesempatan itu, kehadiran Giri Prasta beserta didampingi Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Kepala BPKAD Badung Ida Ayu Istri Yanti Agustini dan pejabat lainnya disambut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua DPRD Bangli I Ketut Swastika, beserta Anggota, Sekda Bangli IB Giri Putra beserta pejabat lainnya.

Program Badung Angelus Buana di Kabupaten Bangli dana diberikan dengan menyalurkan BKK kepada 373 penerima, dengan nilai total sebesar Rp. 70.175.000.000, dan bantuan Hibah yang diserahkan kepada 175 penerima, dengan total jumlah bantuan sebesar Rp. 96.420.197.500. Selain penyerahan Hibah dan BKK Bupati Giri Prasta juga meletakkan batu pertama untuk pembangunan sports center di Kabupaten Bangli.

Dalam sambutannya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hari ini hadir di Kabupaten Bangli untuk menyerahkan bantuan secara simbolis yang dananya sudah masuk di Bendahara Keuangan Pemerintah Kabupaten Bangli yang dimaksud dengan BKK. Dan yang kedua masalah Hibah sudah masuk ke rekening masing-masing. ‘’Ini akan terus berkelanjutan karena kami akan mendorong pendapatan pajak hotel dan restoran agar kami bisa membantu sepenuhnya dan masyarakat Bangli sudah kami data sepenuhnya dan banyak sekali juga masyarakat Bangli yang bekerja di Kabupaten Badung, sehingga ini adalah wujud bhakti kami sesuai dengan regulasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakatnya. Dan kami Badung 70% air itu dari Kabupaten Bangli, inilah salah satu bentuk wujud yang kita berikan kepada masyarakat Kabupaten Bangli. Apalagi Bapak Bupati Bangli bersama Ketua DPRD Bangli sudah berkomitmen untuk membangun Bangli secara bersama-sama. Dan tujuan kita ke depan bantuan dari Pusat, Provinsi, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Badung, ini adalah salah satu model untuk mempercepat pembangunan yang ada di Kabupaten Bangli. Seperti contoh tahap awal kami bantu sebesar Rp. 30 miliar untuk peletakan batu pertama dan penataan awal pembangunan sports center dan ini merupakan gelanggang olahraga karena kami punya prinsip mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” ucap Bupati Giri Prasta.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri ‘’Pujawali’’ di Pura Prajapati Banjar Babakan Kangin Desa Gulingan

Lebih lanjut dikatakan, program Badung Angelus Buana adalah wujud konkret strategi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Badung (Collaborative Governance) dengan pemerintah lainnya. Tujuannya mendorong pembangunan di wilayah Provinsi Bali seperti hari ini hadir di Kabupaten Bangli dengan program Badung Angelus Buana membangun Bali dari pinggiran, untuk mendukung pembangunan berbagai bidang di kabupaten/kota lainnya di Bali, yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, karena program ini untuk meringankan beban masyarakat. Terakhir, Bupati Giri Prasta juga mengajak seluruh masyarakat saling bahu-membahu menjaga kekompakan dan kebersamaan. ‘’Dan yang paling penting agar bantuan ini digunakan sebaik-baiknya agar tidak seperti pepatah mengatakan Merta Matemahan Wicara dan Merta Matemahan Wisia (ada bantuan kita ribut dengan saudara dan ada bantuan kita terkena masalah hukum) itu yang kami tidak inginkan terjadi untuk itu bantuan ini agar digunakan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Bupati Giri Prasta dan Pemerintah Kabupaten Badung atas penyaluran bantuan Hibah dan BKK kepada masyarakat Bangli. ‘’Dengan adanya bantuan BKK dari Badung ini hampir seluruh pembangunan yang ada di Kabupaten Bangli dibantu oleh Kabupaten Badung seperti sports center, Bale Kambang berkelanjutan Pembangunan Sesana Budaya, Simpang Tiga Catur itu hanya beberapa hal yang bisa sampaikan dan tak lupa secara formal kami sampaikan selamat datang kepada bapak Bupati Badung bersama seluruh jajaran sudah hadir di Kabupaten Bangli. Tentu kami akan terus mendukung upaya-upaya pemerataan pembangunan masyarakat ini supaya Pulau Bali ini lebih cepat sejahtera bersama-sama, bisa bahagia selamanya,” ungkap Bupati Bangli.

‘’Sebelum pelaksanaan penyerahan Hibah dan BKK secara simbolis oleh Bupati Badung di Alun-alun Kota Bangli, pertama saya mengajak bapak Bupati Badung untuk meletakkan batu pertama dalam pembangunan sports center dan itu secara total akan menghabiskan anggaran Rp. 600 miliar lebih dan tahun ini sudah mulai ditenderkan dan dikerjakan,” ucapnya lagi. (gs/bi)

Baca Juga  Lomba Mars Lansia Antarbanjar Se-Desa Mengwi

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ibu-ibu PKK Kumpulkan Minyak Jelantah Jadi Avtur, Legislator Apresiasi Terobosan Tersebut

Published

on

By

avtur minyak jelantah
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan dalam Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (23/4/2026). (Foto: dpr.go.id)

Yogyakarta, baliilu.com — Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga menjadi energi kembali mendapat perhatian. Minyak jelantah yang dikumpulkan ibu-ibu PKK di Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini diolah di Kilang Cilacap menjadi bahan bakar pesawat (avtur). Hal ini sebagai bagian dari upaya pemanfaatan limbah sekaligus penguatan ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyebut program tersebut sebagai terobosan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat. “Tadi Bapak GM MOR IV menyampaikan bahwa di Semarang, di MOR IV Semarang, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada ibu-ibu dari PKK yang mengumpulkan minyak jelantah ini yang diolah di Kilang Cilacap untuk dijadikan avtur,” ujar Rokhmat Ardiyan usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Legislator Dapil Jawa Barat ini menegaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah berbahaya kini memiliki nilai tambah ekonomi setelah diolah menjadi energi baru.

“Ini adalah terobosan yang sangat positif, di mana minyak jelantah atau minyak sampah yang bisa menjadi limbah berbahaya, kini diubah menjadi avtur,” jelasnya.

Menurut Rokhmat, keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, menjadi bagian penting dalam rantai pasok ekonomi sirkular. Selain mengurangi limbah rumah tangga, program ini juga berpotensi membuka sumber pendapatan baru di tingkat lokal.

Dengan demikian, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga ketersediaan energi nasional, termasuk BBM dan LPG. Hal ini guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Harapannya Pertamina meningkatkan kinerja, meningkatkan stok BBM dan LPG, sehingga bisa terwujud ketahanan energi, swasembada energi, dan kemandirian energi,” sebutnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Karya Melaspas Wantilan’’ di Pura Agung Petilan Kesiman

Program pengolahan minyak jelantah menjadi avtur ini dinilai sebagai contoh nyata sinergi antara masyarakat, BUMN, dan pemerintah dalam mendukung transisi energi berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakercab Pramuka Buleleng 2026, Fokus Susun Program Adaptif dan Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

By

Kwarcab Pramuka Buleleng
RAKERCAB: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang (DKC), serta Dewan Kerja Ranting (DKR).

Ketua Panitia Rakercab, I Dewa Made Susastra Ginata, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakercab menjadi forum penting untuk memperkuat perencanaan organisasi. Evaluasi program kerja sebelumnya dan penyusunan strategi ke depan menjadi fokus utama.

Ia menjelaskan, Rakercab 2026 mengusung tema penguatan Pramuka Buleleng dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan solusi atas berbagai kendala dalam pelaksanaan program.

Dalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam empat komisi. Komisi A membahas kebijakan strategis, pendirian lembaga atau badan usaha, tata kelola aset, serta inovasi kwartir. Komisi B fokus pada program bina muda, binawasa, kesakaan, satuan komunitas, dan gugus darma.

Selanjutnya, Komisi C membahas aspek organisasi dan hukum, rencana penelitian dan pengembangan, serta program usaha, aset, kreativitas, dan inovasi. Sementara Komisi D mengulas bidang pengabdian masyarakat, bela negara, serta kehumasan dan informatika.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarda Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan pentingnya transformasi organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita di pramuka ini hampir setiap hari bertemu lewat zoom, WA group, selalu bicara terkait organisasi yang kita cintai ini. Demi eksistensi organisasi ini, dan tetap relevan di kalangan muda, mau tidak mau kita harus merapat mengikuti digitalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program kepramukaan ke depan harus mengedepankan prinsip adaptif, kolaboratif, dan responsif. Menurutnya, tantangan seperti persoalan sampah di Bali perlu mendapat perhatian serius dari Gerakan Pramuka.

Baca Juga  Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang

Selain itu, ia mengingatkan bahwa keterlibatan Pramuka dalam penanganan bencana membutuhkan keterampilan khusus, tidak hanya mengandalkan tenaga dan semangat.

“Karena untuk terjun ke lokasi bencana perlu keterampilan khusus, tidak bisa modal tenaga dan semangat saja, perlu pengetahuan tentang teknik evakuasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan pentingnya Rakercab sebagai forum evaluasi dan perencanaan. Ia menyebut Rakercab 2026 menjadi wadah untuk mensosialisasikan program kerja tahun 2026 sekaligus merancang program kerja tahun 2027.

“Melalui Rakercab 2026 ini adalah wadah demokrasi mensosialisasikan program kerja 2026 dan merencanakan program kerja Kwarcab Buleleng 2027, serta melaksanakan evaluasi terhadap program kerja yang telah terlaksana,” ujarnya.

Pemerintah berharap Rakercab mampu menghasilkan program yang terukur dan sistematis, serta mampu menjangkau lebih banyak anggota Pramuka di Buleleng.

“Karena kami sangat yakin Pramuka menjadi salah satu organisasi yang sangat ideal untuk membentuk generasi muda yang cakap menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Melalui Rakercab ini, Kwarcab Buleleng didorong menyusun program yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanam Mangrove Bersama Jamintel Kejagung dan Kejati Bali, Gubernur Koster Ajak Sinergi Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau Bali

Published

on

By

gubernur koster
TANAM MANGROVE: Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, serta unsur Forkopimda Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan pentingnya mangrove sebagai benteng alami untuk menjaga ekosistem Bali sekaligus memperkuat daya saing pariwisata global. Ia mengungkapkan bahwa cakupan ruang hijau di Bali saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan peningkatan hingga minimal 30 persen, bahkan mencapai 35 persen dalam empat tahun ke depan.

“Bali tidak hanya membutuhkan ekosistem yang baik, tetapi juga karena Bali adalah destinasi wisata dunia, isu lingkungan menjadi sangat sensitif terhadap keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.

Bukan Sekadar Memelihara, Tapi Memuliakan

Koster menekankan bahwa upaya penghijauan di Bali tidak sekadar program lingkungan, tetapi berakar kuat pada kearifan lokal yang diwariskan leluhur, yakni konsep Sad Kerthi. Dalam konteks pelestarian tumbuhan dan hutan, ajaran tersebut dikenal sebagai Wana Kerthi, yang dimaknai sebagai upaya “memuliakan tumbuh-tumbuhan”.

“Bukan sekadar memelihara, tetapi memuliakan. Karena tumbuh-tumbuhan, terutama mangrove, adalah sumber kehidupan manusia penghasil oksigen, sumber pangan, sekaligus penjaga keseimbangan alam,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis mangrove dalam menyerap karbon, memperkuat struktur tanah, serta mencegah abrasi pantai yang terus menggerus daratan Bali, baik di wilayah utara maupun selatan.

Saat ini, luas mangrove di Bali diperkirakan sekitar 1.200 hektare di kawasan Denpasar dan sekitarnya, dan lebih luas jika digabungkan dengan wilayah lain seperti Buleleng dan Jembrana. Namun demikian, Koster menilai luasan tersebut masih perlu terus ditingkatkan untuk menahan laju abrasi.

Baca Juga  Diperpa Badung Launching Hasil Survei NTP/NTUP 2024

“Daratan Bali terus berkurang akibat abrasi. Banyak lahan kini hanya tersisa sertifikatnya. Mangrove menjadi solusi penting untuk memperluas dan mempertahankan daratan,” jelasnya.

Koster juga mengaitkan gerakan penghijauan dengan momentum budaya lokal seperti Tumpek Wariga, hari suci dalam kalender Bali yang dikhususkan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanaman tidak harus menunggu hari tersebut, melainkan menjadikannya sebagai spirit berkelanjutan.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan pelepasan puluhan burung seperti cerucuk, kuntul, dan koak sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.

Jamintel Reda Manthovani Puji Kekompakan Era Kepemimpinan Gubernur Koster

Sementara itu, Reda Manthovani menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan pemerintah dan masyarakat Bali dalam menjaga lingkungan di bawah kepemimpinan Gubernur Koster.

“Menanam mangrove bukan hanya memulihkan alam, tetapi juga membentuk karakter diri. Apa yang kita lakukan hari ini akan tertanam dalam memori kita untuk terus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain dan memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, sebagaimana nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur Bali.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora diserahkan secara simbolis kepada komunitas pecinta mangrove di Bali, seperti Mangrove Care Forum, Simbar Segara, dan Mangrove Ranger. Dari jumlah tersebut, 200 bibit ditanam langsung oleh para peserta yang hadir.

Harap Rutinitas Tanam Mangrove Diikuti Instansi Pemerintah dan Swasta Lain di Bali

Koster berharap inisiatif yang digagas Kejaksaan Tinggi Bali ini dapat diikuti oleh berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun vertikal, guna mempercepat pencapaian target luasan hutan dan ruang hijau di Bali.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga masa depan Bali ekosistem yang sehat akan mengangkat citra pariwisata kita secara langsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Badung Serahkan Hibah dan BKK Rp 979 Miliar TA 2024

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca