Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kunjungi Kabupaten Klungkung, Pj. Ketua TP PKK Bali Minta Orangtua Wajibkan Pangan Ikan untuk Asupan Cegah Stunting

BALIILU Tayang

:

tp pkk bali
KUNJUNGI WARGA: Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersama Kader Tim Penggerak PKK Provinsi Bali saat turun mengunjungi dan memberikan perhatian secara langsung kepada warga di Banjar Tengah, Desa Dawan Kelod, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (14/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Kabupaten Klungkung dengan potensi laut dan hasil ikan yang memadai, masih menyimpan 4,9% angka stunting tahun 2023. Hal ini menjadi perhatian Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya, yang dirangkai dalam kegiatan “Berkunjung dan Berbagi”.

Dalam rangka mengentaskan angka stunting, Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersama Kader Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, turun mengunjungi dan memberikan perhatian secara langsung kepada warga di Banjar Tengah, Desa Dawan Kelod, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (14/6).

Pada kesempatan ini, Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya yang dikenal kental dan aktif memperbaiki kesehatan anak-anak melalui kesehatan gigi, menyampaikan bahwa kunjungan kali kedua setelah Banjarangkan ini merupakan gerakan yang stimulan dalam rangka mengakselerasi upaya pencegahan stunting, sekaligus bertujuan untuk memantau secara langsung pelaksanaan posyandu, dan hadir lengkap dengan sejumlah Perangkat Daerah terkait, mulai dari Dinas kesehatan Provinsi Bali, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Bali, Dinas Sosial dan PPPA Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan BKKBN.

Pada kesempatan ini, Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Ida Mahendra menyampaikan bahwa kehadiran secara berkelanjutan ini juga sebagai kesempatan untuk memberi edukasi kepada para orangtua untuk merawat dan mengasuh anak-anaknya (terutama yang masih balita) agar membesarkan anaknya dengan baik, agar mereka tumbuh sehat dan terbebas dari stunting.

Stunting dapat dicegah dengan memperhatikan makanan yang bergizi. “Tidak harus mahal, namun cukup dengan bahan-bahan yang mengandung vitamin, mineral, lemak, protein, karbohidrat dan kalsium. Terlebih makanan yang disajikan untuk keluarga dilakukan dengan mengolah sendiri, tentu saja hal ini akan lebih menjamin gizi dan kebersihannya, selain itu tidak lupa juga disampaikan agar anak-anak harus diperhatikan kelengkapan imunisasi, dan hidup bersih sehingga terwujud pertumbuhan kehidupan dan perkembangan yang sehat,” imbuhnya.

Baca Juga  Fokus Cegah Stunting, Pj. Ketua TP PKK Bali Ajak Orangtua Kawal Tumbuh Kembang Anak

Selebihnya, diingatkan pula untuk semua warga bahwa menyikat gigi dengan pasta ini wajib diajarkan kepada anak-anak sejak dini, agar terbiasa menjaga kesehatan melalui kebersihan gigi dan mulut, karena dua organ ini menjadi kunci masuknya makanan yang sehat di dalam tubuh, sehingga bisa diolah dengan baik oleh usus dan disebarkan ke sumsum tulang secara merata.

Partisipasi aktif Kader PKK untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak-anak, tentu menjadi peran utama pencegahan stunting, yang pada dasarnya juga dapat dilakukan sejak dini, mulai dari edukasi saat pranikah, janin di dalam kandungan, bayi lahir dan perkembangan di masa emasnya serta mengikuti masa pertumbuhan hingga remaja.

Penyerahan bantuan yang disalurkan secara langsung berupa 50 krat telur kepada balita, 50 paket berisi ikan dan olahan kepada balita, 40 paket yang berisi ikan dan olahan kepada bunda PAUD yang kemudian diteruskan kepada anak-anak TK Negeri Desa Dawan Kelod, penyerahan 500 butir telur dan 500 bibit cabai kepada Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, 10 paket bantuan kebutuhan balita (diapers, susu, snack bayi dan minyak urut bayi) kepada Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung serta paket yang berisi 10 Kg beras, telur 1 krat, susu 6 kotak serta sikat gigi dan pasta gigi oleh Pj . Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kepada balita.

Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Wiryani Jendrika dalam laporannya menyampaikan pada kegiatan “Berkunjung dan Berbagi” kali ini sebanyak 100 balita yang berisiko stunting dan sudah stunting yang datanya sesuai dengan data dari dinas sosial Kabupaten Klungkung. Seratus (100) orang balita ini berasal dari 3 kecamatan, yakni 28 balita dari Kecamatan Dawan, 44 balita dari Kecamatan Klungkung dan 28 balita dari Kecamatan Banjarangkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Kunjungi IKM di Jembrana, Pj. Ketua Dekranasda Bali Motivasi Para Perajin Agar Terus Berinovasi

Angka stunting di Kabupaten Klungkung terus mengalami penurunan, dari angka 7,7% menjadi 4,9% di tahun 2023, dengan jumlah stunting 486 tercatat hingga pada 31 Desember 2023.

Dengan sinergitas Kader PKK Kabupaten Klungkung dengan Perangkat Daerah Kabupaten Klungkung dan Provinsi Bali, diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten yang dikenal memiliki sumber protein (ikan) melimpah.

Kegiatan juga diisi penyuluhan stunting oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana yang menyampaikan bahwa salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya gizi (khususnya protein) yang berasal dari ikan.

“Klungkung penghasil ikan tongkol, ikan lele yang mengandung Omega 3 tentu sangat disarankan bagi balita untuk mengkonsumsi ikan. Terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan wajib dipenuhi kebutuhan protein. Apalagi Kader TP PKK Kabupaten Klungkung memperoleh juara 3 memasak olahan ikan. Dengan bentuk olahan ikan yang menarik akan menggugah kemauan anak-anak untuk makan ikan, yang merupakan konsumsi wajib yang perlu dimakan oleh anak-anak kita ke depan, sehingga stunting bisa dicegah dan mewujudkan Indonesia emas,” ungkapnya.

Setelah menyerahkan bantuan, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya melakukan kunjungan langsung ke rumah balita berisiko stunting, yakni Putu Dika Angga Pratama (4 Tahun) di Br. Sangging, Desa Dawan Klod, Ketut Bunga Lestari (5 Tahun) di Banjar Sangging, Desa Dawan Klod, Kadek Risma Gista Putri (17 bulan) di Br. Timbrah, Desa Paksebali dan Putu Wiguna (2 Tahun), Br. Kanginan, Desa Paksebali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pertahankan Transparansi, Pemkab Tabanan Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut atas LKPD

Published

on

By

WTP tabanan
TERIMA LHP LKPD 2025: Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya menerima LHP LKPD TA 2025 dari BPK RI Perwakilan Bali pada Senin (8/6/2026) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali. (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali mengukir prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Pemkab Tabanan sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pencapaian yang diserahkan pada Senin (8/6) ini menjadi sangat spesial karena menandai keberhasilan Pemkab Tabanan dalam menjaga predikat tertinggi tersebut, 12 kali berturut-turut sejak LKPD TA 2014. Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat Tabanan atas kerja keras dan sinergi yang terus terjaga.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP secara konsisten ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Pemkab Tabanan berjalan dengan sangat baik. Pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap LKPD TA 2025 meliputi kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, dan efektivitas sistem pengawasan.

Meskipun kembali meraih predikat terbaik, Sanjaya menegaskan, bahwa Pemkab Tabanan tidak boleh berpuas diri. Segala rekomendasi dan catatan kecil yang diberikan oleh BPK akan segera ditindaklanjuti demi penyempurnaan kualitas tata kelola keuangan ke depan. Disamping itu, dikatakan pihaknya dan jajaran selalu fokus pada Akuntabilitas dan Efisiensi serta mempertegas komitmen untuk kesejahteraan Masyarakat.

“Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk menyelaraskan opini WTP ini dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di lapangan. Dengan diraihnya penghargaan ke-13 kalinya di tahun 2026 ini, Pemkab Tabanan kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu daerah di Bali yang paling konsisten dalam menjaga integritas dan profesionalisme tata kelola birokrasi,” imbuh Sanjaya. (gs/bi)

Baca Juga  Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kodam IX/Udayana Gelar “Melaspas” Wantilan Pura Agung Udayana Dipimpin Langsung Pangdam

Published

on

By

Pura Agung Udayana
MELASPAS: Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, saat memimpin upacara Melaspas (pemelaspasan) Wantilan Pura Agung Udayana, Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, pada Senin (8/6/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Suasana khidmat dan penuh nuansa spiritual menyelimuti Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, pada Senin (8/6/2026). Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, secara langsung memimpin upacara Melaspas (pemelaspasan) Wantilan Pura Agung Udayana.

Kehadiran Pangdam di tengah-tengah umat Hindu jajaran Kodam IX/Udayana ini menegaskan komitmen TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai pelindung dan pemelihara nilai-nilai kearifan lokal serta kerukunan beragama di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Upacara Melaspas merupakan ritual suci dalam tradisi Hindu Bali yang bertujuan untuk “menghidupkan” atau memberikan jiwa (prana) pada sebuah bangunan. Dalam sambutannya, Pangdam menjelaskan bahwa proses ini memiliki makna mendalam secara niskala (spiritual).

“Ritual ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud pembersihan rohaniah untuk menghilangkan energi negatif sisa proses pembangunan. Lebih dari itu, Melaspas adalah penyatuan unsur alam agar material bangunan dapat berfungsi harmonis, serta pemberian ‘jiwa’ agar Wantilan ini mampu membawa ketenangan, keselamatan, dan kerahayuan bagi setiap prajurit dan PNS yang beraktivitas di dalamnya,” ujar Pangdam.

Wantilan atau bale pesandekan yang baru diresmikan ini didesain sebagai bangunan terbuka yang multifungsi. Pangdam menekankan peran strategis bangunan ini sebagai pusat aktivitas sosial-spiritual di lingkungan Makodam.

“Keberadaan Wantilan ini sangat strategis. Selain menjadi tempat persembahyangan yang nyaman bagi umat Hindu di lingkungan Kodam, bangunan ini juga berfungsi sebagai ruang musyawarah. Di sinilah kita bisa duduk bersama, bermusyawarah mufakat, dan mempererat silaturahmi antar sesama prajurit” terang Mayjen TNI Piek Budyakto.

Ia berharap, Wantilan Pura Agung Udayana ini senantiasa mendatangkan manfaat sebesar-besarnya, menjadi sumber kedamaian, dan memperkuat keimanan seluruh personel Kodam IX/Udayana kepada Sang Pencipta.

Baca Juga  Perkuat Pemahaman HAM, Ketua TP PKK Bali Ajak Ibu Rumah Tangga Jadi Pondasi Generasi Emas Berkarakter

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari panitia pembangunan, tenaga ahli, hingga para donatur dan sukarelawan yang telah mendukung kelancaran pembangunan Wantilan hingga tuntas.

Puncak acara ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti Wantilan Pura Agung Udayana oleh Mayjen TNI Piek Budyakto, sebagai simbol resmi beroperasinya fasilitas ibadah baru tersebut.

Kegiatan berlangsung lancar dan hikmat, dihadiri oleh Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, antara lain Kasdam, Irdam, Kapok Sahli, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam, Para Asisten Kasdam, Liaison Officer (LO) AU dan AL, serta para Dan/Kabalak Satuan Jajaran.

Dengan diresmikannya Wantilan ini, Kodam IX/Udayana kembali membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Melalui fasilitas yang inklusif dan bernuansa spiritual, TNI hadir melindungi hak-hak dasar prajurit dalam beribadah, sekaligus memperkuat kohesi sosial internal organisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Badung Tutup Pelatihan Sensus Ekonomi dan Canangkan “Desa Cantik” 2026

Published

on

By

sekda surya suamba
TUTUP PELATIHAN: Sekda Surya Suamba secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung diwakili Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6).

Ada tiga Desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik Kabupaten Badung 2026 yaitu Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Gulingan dan Desa Pererenan. Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali diwakili Kabag Umum Komang Bagus Pawastra, Kepala BPS Badung, Made Bimbo Abdi Suardika, Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa, Kadis Kominfo Ketut Gede Arta, perwakilan Camat Abiansemal dan Mengwi, para Perbekel serta Petugas Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya Sekda Surya Suamba mengapresiasi BPS Badung yang terus memperkuat kualitas data sebagai pondasi pembangunan. Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi memiliki arti yang sangat penting. Data yang akurat dan mutakhir sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran, efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Dijelaskan, pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yang diintegrasikan dengan pengumpulan informasi atau data sosial ekonomi keluarga menjadi momentum penting untuk ikut berkontribusi mendukung pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional. Data ini nantinya menjadi salah satu landasan dalam penyusunan berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan sehingga bantuan dan intervensi pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kepada para petugas sensus, Sekda mengajak agar bertugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, jujur dan menjunjung tinggi integritas.

Selain itu, pencanangan program Desa Cantik merupakan langkah tepat dan strategis. Program Desa Cantik tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi statistik dan kualitas pengelolaan data di desa, tetapi juga mendorong pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga  Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

“Desa yang memiliki kemampuan mengelola data dengan baik akan lebih mudah mengidentifikasi potensi wilayah, memetakan permasalahan masyarakat serta menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tujuannya untuk memperoleh gambaran utuh kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan serta karakteristik usaha yang ada di masyarakat. Ditambahkan, pelatihan diikuti sebanyak 461 petugas yang dimulai 30 Mei-7 Juni. Petugas sensus terdiri dari 452 petugas untuk sensus door to door ke UKM dan 9 petugas mensensus usaha besar. Sensus ekonomi akan dimulai 8 Juni-31 Agustus dengan objek pendataan yaitu ekonomi usaha dan sosial ekonomi keluarga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca