Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Badung Letakkan Batu Pertama Proyek Pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia

BALIILU Tayang

:

pembangunan gereja Getsemani kuta
PELETAKAN BATU: Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (Jemaat Getsemani) Kuta, Jumat (5/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (Jemaat Getsemani) Kuta telah dimulai. Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, I Wayan Adi Arnawa. Proyek pembangunan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung dengan alokasi dana induk 2024 senilai Rp 7,4 miliar.

Pada acara yang berlangsung khidmat ini, Sekda Adi Arnawa turut menyerahkan bantuan dana induk 2024 kepada Gembala Sidang, Pdt Jonathan Soeharto. Kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti perwakilan DPRD Badung, PUPR Badung, Pembimas Kristen Kemenag Bali, Kemenag Badung, Kapolresta Denpasar, Camat Kuta, Kapolsek Kuta, Danramil Kuta, Lurah Kuta, Bendesa Adat Kuta, Kaling Banjar Jaba Jero, Ketua Pecalang Kuta, Ketua LPM Kuta, serta seluruh jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (Jemaat Getsemani) Kuta, menambah keistimewaan acara tersebut.

Sekda Adi Arnawa menyatakan kebanggaannya mewakili Bupati Badung pada acara peletakan batu pertama tersebut.

“Tentu saya atas nama pemerintah mengapresiasi karena bagaimanapun juga, pembangunan Gereja hari ini menunjukkan komitmen pemerintah Kabupaten Badung kepada warga masyarakat tanpa mengenal golongan apa pun pemerintah selalu hadir,” ujar Adi Arnawa seusai acara di Jalan Raya Kuta No. 18 Kuta, Jumat (5/7).

Dia juga menekankan pentingnya pembangunan tempat ibadah dalam menunjang keragaman masyarakat Badung yang merupakan daerah pariwisata dengan potensi besar.

“Dengan banyaknya orang datang ke Badung, tentu kita tidak bisa menolak dan dibarengi dengan berbagai golongan yang datang ke Badung. Seiring dengan hal itu kami juga ikut mensupport artinya memfasilitasi kepada warga masyarakat setidaknya minimal memudahkan akses untuk beribadah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan dukungannya secara nyata dengan alokasi dana sebesar Rp 7,4 miliar untuk pembangunan Gereja yang representatif. Adi Arnawa berharap bahwa pembangunan Gereja ini dapat menjaga kebersamaan, solidaritas, persatuan, dan kesatuan di tengah keberagaman yang ada di Badung. Dengan dimulainya pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (Jemaat Getsemani) Kuta, diharapkan dapat menjadi simbol harmonisasi antar-umat beragama dan mendukung perkembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Badung.

Baca Juga  Piodalan Pura Prajapati Banjar Tengah Kaler Gulingan

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Gereja ini, kebersamaan, solidaritas, persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan tercipta. Karena bagaimana pun juga inilah kekuatan kita di tengah-tengah keberagaman kita dan mudah-mudahan dengan dibangunnya gereja ini akan memberikan vibrasi buat kita, vibrasi kedamaian dalam rangka kita untuk menjaga pariwisata yang berkelanjutan kedepannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gembala Sidang, Pdt. Jonathan Soeharto menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan dan hibah bantuan senilai Rp 7,4 miliar.

“Mewakili jemaat, saya mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah mendukung dan memberikan hibah bantuan senilai Rp 7,4 miliar. Kami serahkan sepenuhnya kepada Pemkab Badung untuk membangun tempat ibadah ini,” ujar Pdt. Jonathan Soeharto.

Proyek pembangunan Gereja ini, kata dia, akan dilaksanakan oleh beberapa rekan dari PUPR Badung, dengan pemugaran total, bukan sekadar renovasi. Rencana bangunan akan memiliki tiga lantai dan sebuah rooftop, yang saat ini sudah masuk tahap desain oleh pihak PUPR Badung. Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan pembangunan gereja ini selesai pada pertengahan Desember 2024. Luas bangunan gereja ini adalah lima are, tetapi satu are akan dijadikan jalan di depan gereja. Gereja ini memiliki sejarah panjang dengan usia 50 tahun dan kondisi yang mulai mengalami kerusakan, seperti kebocoran.

Pdt Jonathan Soeharto juga mengingatkan bahwa keputusan untuk memugar Gereja ini berawal dari kunjungan safari Natal oleh Bupati Badung dan Sekda Badung yang melihat langsung kondisi Gereja dan memutuskan untuk memberikan bantuan. Saat ini, jumlah jemaat terdaftar di Gereja ini mencapai 400 orang. Selama pembangunan berlangsung, ibadah Minggu akan dilaksanakan di Park 23, yang dapat menampung hingga 250 orang setiap minggunya hingga bangunan Gereja selesai.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Sehat Gebyar Sholawat Menuju Satu Abad NU

“Semoga apa yang dibangun oleh Pemkab Badung memberikan berkah bagi banyak orang. Sekali lagi, kami keluarga besar Gereja mengucapkan banyak terima kasih atas support dan dukungan hingga tempat ini menjadi tempat sejarah bagi kami yang cukup lama,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

rekayasa pecatu
REKAYASA LALIN: Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Desa Pecatu, Badung yang berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6).

Dalam pelaksanaannya ada sejumlah perubahan, yakni ada ruah jalan yang tidak boleh dilewati kendaraan roda empat. Seperti kendaraan dari simpang Jalan Baler Setra – Jalan Belimbing sari menuju arah barat di Jalan Uluwatu hanya boleh sepeda motor. Kemudian untuk kendaraan dari Jalan Uluwatu dilarang menuju Jalan Toya Ning II. Selanjutnya kendaraan dari Jalan Toya Ning II dilarang menuju arah barat di Jalan Uluwatu. Seluruh rekayasa arus lalu lintas ini hanya berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi mengatakan, rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai kemacetan. Sebab sehari-harinya saat menuju Pura Uluwatu, di Desa Pecatu kondisi jalan akan mengalami kemacetan. Bahkan ia menyatakan, dalam perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam.

“Untuk mengurangi kemacetan tersebut agar pariwisata merasa nyaman dan masyarakat juga merasa nyaman, maka kita mengurai dengan mengadakan rekayasa lalu lintas,” ujar Gung Rahmadi.

Pihaknya menyebutkan, perubahan arus lalu lintas ini akan berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita. Hal ini dipilih lantaran pada waktu tersebut kerap terjadi peningkatan kendaraan bermotor. Dalam penerapannya, akan dilakukan pengawasan di Simpang Kantor Perbekel, simpang Belimbing Sari, Simpang Toya Ning, Simpang Matsuka, Simpang Nirmala dan terakhir di Simpang Politeknik.

“Karena pagi agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, sedangkan terjadi peningkatan itu ketika masyarakat, wisatawan menuju ke objek-objek wisata nonton kecak dan melihat sunset biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga  Syukuran HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di Kabupaten Badung

Gung Rahmadi pun berharap, seluruh pengendara kendaran bermotor dapat mengikuti ketentuan yang telah diterapkan. Meski ada kondisinya sedikit memutar, namun tujuannya agar menciptakan perjalanan yang lebih lancar.

“Jadi waktu singkat tapi jarak tempuhnya mungkin lebih panjang sedikit, tapi masyarakat dan wisatawan merasa nyaman menuju ke Uluwatu,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Piodalan Pura Prajapati Banjar Tengah Kaler Gulingan

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025v

Published

on

By

Ketua TP PKK Badung
MALAM PURNA PASKIBRAKA: Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025 di Hotel Made Bali, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), di Hotel Made Bali.

Momen ini menandai penutupan resmi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025. Acara dilaksanakan setelah seluruh anggota Paskibraka Badung 2025 sukses menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan khidmat dan bertanggung jawab.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung beserta jajaran, Tim Perumus Kebijakan Pemkab Badung, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, orang tua murid, tim pelatih, serta seluruh anggota Purna Paskibraka Badung 2025.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi resmi atas rampungnya masa pembinaan dan tugas negara oleh pemuda-pemudi pilihan Badung.

Rasniathi Adi Arnawa turut mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh peserta selama masa pendidikan hingga bertugas.

“Kepada seluruh Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian telah membuktikan bahwa generasi muda Badung memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berjiwa nasionalis yang tinggi dalam mengemban amanah negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Terima kasih tulus juga disampaikan kepada orang tua dan tim pelatih atas dukungan dan pendampingan yang menjadi kunci utama pembentukan karakter para anggota.

Baca Juga  Pemkab Badung Dukung Aktivitas Lansia

Dirinya berharap pengalaman, ilmu, dan nilai luhur selama pelatihan dapat menjadi bekal seumur hidup. Nilai Pancasila wajib dijaga dan dijadikan pedoman harian.

“Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter luhur, dan senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca