Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BI Bali Terus Dorong Lahirkan Konsumen Cerdas Berdaya Melalui PQN

BALIILU Tayang

:

PQN
CASUAL TALKSHOW: Suasana Casual Talkshow yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali pada 16 Agustus 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2024 dan kolaborasi kegiatan Bali Digifest III 2024, pada 16 Agustus 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengadakan Casual Talkshow dengan tema, ”Keluarga Digital Savvy : PeKA Bertransaksi, Aman Terlindungi!”. Kegiatan ini dibuka oleh Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. P. dan dihadiri oleh ±500 orang perwakilan dari Desa Adat, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Pemuda/Pemudi dan Pelajar, serta instansi/lembaga terkait lainnya.

Casual Talkshow Pelindungan Konsumen ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, mulai dari Bank Indonesia, Indonesian E-Commerce Association (idEA), dan Influencer sekaligus perwakilan konsumen.

Dalam sambutannya, Butet Linda H. P. menyampaikan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal bertransaksi. Namun, di balik perkembangan digitalisasi yang pesat tersebut, masih terdapat risiko yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi digital. Di sisi lain masih terdapat gap antara literasi dan inklusi keuangan di masyarakat sehingga meningkatkan risiko terjadinya kejahatan siber, untuk itu Bank Indonesia hadir memberikan edukasi Pelindungan Konsumen yang berkelanjutan sehingga Konsumen Indonesia dapat menjadi Konsumen yang Cerdas dan Berdaya, termasuk dalam mengambil tindakan preventif yang tepat, serta aman dalam bertransaksi digital.

Tema ”Keluarga Digital Savyy : PeKA Bertransaksi, Aman Terlindungi!” diangkat karena adanya urgensi atas isu yang konsisten terjadi di masyarakat Indonesia terkait dengan masih terbatasnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan/pelindungan data pribadi di era digital. Keluarga Digital Savvy sendiri merujuk kepada keluarga yang tidak hanya memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, namun juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menggunakan teknologi tersebut dengan aman, bijak, dan efektif. Talkshow ini menjadi sangat penting karena keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran dan pemahaman akan pentingnya transaksi digital yang aman.

Baca Juga  TPID Badung Bersiap Antisipasi Dampak El Nino

Ernawan Andreastanto, mewakili Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, menyampaikan bahwa cakupan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia adalah Konsumen dari Penyelenggara yang diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia, dalam hal ini adalah di bidang sistem pembayaran, Kegiatan Layanan Uang (KLU), dan pihak yang melakukan kegiatan di pasar uang dan valuta asing. Salah satu strategi kebijakan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia untuk menyiapkan dan memastikan Konsumen Indonesia cerdas dan berdaya adalah melalui kegiatan edukasi dan literasi konsumen.

Pelindungan Konsumen Bank Indonesia memiliki slogan PeKA yang merupakan singkatan dari Peduli, Kenali, dan Adukan. Slogan tersebut diluncurkan Bank Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman Konsumen Indonesia tentang produk dan layanan keuangan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali sendiri memiliki program Pelindungan Konsumen berjudul “Eling Raga”. Eling Raga merupakan program yang diusung dalam rangka meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat Bali bahwa kewaspadaan dalam bertransaksi itu dimulai dari diri sendiri.

Budi Primawan, selaku Wakil Ketua Umum idEA menyampaikan bahwa setiap tahunnya terjadi peningkatan transaksi di e-commerce Indonesia dengan dominasi alat pembayaran yang digunakan oleh Konsumen adalah melalui e-wallet. Dalam menghadapi tantangan sistem pembayaran digital, idEA menyampaikan langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan dari sisi e-commerce, antara lain mewajibkan Penyelenggara untuk memiliki sistem/aplikasi yang baik, senantiasa mengingatkan Konsumen dan/atau pengguna e-commerce untuk selalu melakukan update sistem untuk mencegah breaching ataupun modus penipuan terkini dari pelaku, serta melakukan verifikasi terhadap seller yang bergabung dalam e-commerce.

Selain itu, idEA juga telah mewajibkan seluruh e-commerce untuk memiliki kontak aduan baik di dalam aplikasi maupun melalui contact center. idEA juga menyampaikan bahwa selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan para Penyelenggara, Pemerintah, dan juga Regulator dalam penguatan pemberdayaan Konsumen di Indonesia.

Baca Juga  Implementasi Pembayaran Digital Terbaik, Bali Peroleh 4 Penghargaan BI Award 2023

Sementara itu, di sisi konsumen, Cici Panda membagikan tips sebagai orang tua dan juga sebagai anak, dalam memberikan pemahaman kepada keluarga tentang pentingnya menjaga keamanan data. Pada kesempatan ini Cici Panda juga menyampaikan pengalamannya sebagai salah satu korban dari modus penipuan link undangan online (malware). Dengan edukasi yang tepat, kita dapat membentuk keluarga digital savvy yang mampu dan berdaya untuk bertransaksi di era digital.

Antusiasme peserta membuktikan bahwa topik ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi keluarga yang aktif bertransaksi digital. Talkshow Pelindungan Konsumen ini diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan literasi digital bagi keluarga Indonesia, utamanya di wilayah Provinsi Bali, agar Konsumen Bali dapat semakin PeKA, Cerdas, dan Berdaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Inflasi Provinsi Bali Januari 2026: Optimisme Awal Tahun dengan Inflasi Terjaga dalam Target Sasaran

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Hasil Survei Triwulan II, Indeks Harga Properti Komersial Tumbuh Meningkat

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Implementasi Pembayaran Digital Terbaik, Bali Peroleh 4 Penghargaan BI Award 2023

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca