Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pengamanan MotoGP Mandalika 2024 Diperketat, Fokus pada Antisipasi Gangguan dan Kemacetan

BALIILU Tayang

:

pengamanan motogp
PENGAMANAN: Polda NTB menggelar Operasi Mandalika Gatari 2024 guna memastikan kelancaran MotoGP di Sirkuit Mandalika. (Foto: humas.polri.go.id)

NTB, baliilu.com – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menggelar Operasi Mandalika Gatari 2024 guna memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan event MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Operasi pengamanan ini melibatkan 2.738 personel dari Mabes Polri, Polda NTB, Polres, Polresta, Polsek, serta dukungan TNI.

Berbagai langkah strategis telah diambil untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pengamanan pintu masuk, hingga area sekitar sirkuit.

Wadirlantas Polda NTB, AKBP Leo Dendy, SH., SIK., MH., menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan lima pola pengamanan, mencakup rute utama dari empat pelabuhan dan satu bandara menuju kawasan ekonomi khusus Mandalika.

Di dalam kawasan Mandalika, dua pintu masuk utama, yaitu di sisi timur dan barat, dijaga ketat oleh personel.

“Pengamanan tidak hanya di pintu masuk, namun juga di 41 pos pengamanan yang tersebar di zona timur, tengah, dan barat. Kami pastikan seluruh akses terjaga selama 24 jam untuk memberikan rasa aman kepada penonton dan peserta MotoGP,” ungkap AKBP Leo Dendy, dikutip dari humas.polri.go.id.

Selain pengamanan darat, Polda NTB juga memfokuskan upaya antisipasi gangguan dari udara. Sebanyak tujuh bukit strategis di sekitar sirkuit, seperti Bukit Seger, Bukit Jokowi, dan Bukit 360, dijaga oleh personel yang bertugas mengantisipasi potensi gangguan drone.

“Kami menempatkan pasukan di bukit-bukit strategis, serta pasukan anti-drone untuk memastikan keamanan dari gangguan udara,” lanjut AKBP Leo Dendy.

Selain pengamanan fisik, Ditlantas Polda NTB telah mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan selama event berlangsung. Untuk mencegah terjadinya kemacetan parah, AKBP Leo Dendy menyatakan bahwa sistem contraflow dan one-way akan diterapkan jika terjadi lonjakan penonton pada Sabtu dan Minggu.

Baca Juga  Operasi Zebra 2024 Dimulai Pekan Depan: Ini yang Menjadi Fokus

“Simulasi dan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan jika terjadi lonjakan, terutama di area Bundaran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah ini, Polda NTB optimistis bahwa pelaksanaan MotoGP Mandalika 2024 akan berlangsung aman dan lancar tanpa hambatan berarti, baik dari aspek keamanan darat, udara, maupun arus lalu lintas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Ops Damai Cartenz Jaga Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis

Published

on

By

Operasi Cartenz
SAMPAIKAN APRESIASI: Tokoh Agama Hindu Kabupaten Mimika, Pinandita I Made Kembardana, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai telah mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Papua yang berlangsung di Pura SP 4, Kabupaten Mimika, Minggu (21/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Mimika, Papua, baliilu.com – Tokoh Agama Hindu Kabupaten Mimika, Pinandita I Made Kembardana, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai telah mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan Pinandita I Made Kembardana dalam kesempatan yang berlangsung di Pura SP 4, Kabupaten Mimika, Minggu (21/6/2026).

Dalam penyampaiannya, Pinandita I Made Kembardana menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz atas pelaksanaan tugas yang selama ini diamati secara langsung maupun melalui berbagai pemberitaan di media.

“Kami para pemangku dan tokoh Agama Hindu di Kabupaten Mimika ingin menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz atas pelaksanaan tugas yang selama ini kami amati, baik secara langsung maupun melalui berbagai pemberitaan di media,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz selama ini telah berjalan dengan baik karena mengedepankan dialog, persuasif, dan kemanusiaan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Menurut pandangan kami, pendekatan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz sudah berjalan dengan baik. Pendekatan yang mengedepankan dialog, persuasif, dan kemanusiaan menjadi langkah yang tepat dalam membangun kepercayaan serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Papua,” kata Pinandita I Made Kembardana.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui tindakan yang profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami juga mendukung upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tindakan yang dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum merupakan hal yang diharapkan oleh masyarakat agar situasi tetap aman dan kondusif,” lanjutnya.

Baca Juga  TNI-Polri Amankan Delegasi dan Tamu KTT G20 saat Ibadah

Sebagai tokoh agama, Pinandita I Made Kembardana berharap setiap persoalan yang terjadi di Papua dapat diselesaikan dengan mengedepankan dialog dan pendekatan damai sebagai jalan keluar yang berkelanjutan.

“Sebagai tokoh agama, kami berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan mengedepankan dialog dan pendekatan damai. Kami percaya bahwa penyelesaian melalui kekerasan tidak akan memberikan solusi yang berkelanjutan, karena hanya akan melahirkan persoalan baru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap pendekatan kemanusiaan, persuasif, dan langkah-langkah pencegahan terus dikedepankan demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

“Oleh karena itu, kami berharap pendekatan kemanusiaan, persuasif, dan langkah-langkah pencegahan terus dikedepankan. Dengan cara tersebut, kita dapat bersama-sama mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pinandita I Made Kembardana juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau informasi yang dapat memperkeruh suasana. Mari kita bersama menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, meskipun memiliki latar belakang dan perbedaan yang beragam, pada hakikatnya adalah saudara sebangsa dan setanah air yang harus terus menjaga kebersamaan.

“Apa pun latar belakang dan perbedaan yang kita miliki, pada dasarnya kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Karena itu, mari kita saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan mendukung terciptanya kedamaian di Tanah Papua,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Pinandita I Made Kembardana memanjatkan doa agar seluruh persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan dengan baik sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan fokus membangun masa depan Papua yang lebih baik.

Baca Juga  Polri Gelar Lomba Fotografi Hingga Film Pendek Sambut Hari Bhayangkara Ke-77

“Kami berdoa agar seluruh persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan dengan baik, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman, damai, dan fokus membangun masa depan yang lebih baik bagi Papua dan Indonesia,“ tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3.761 Personel Gabungan Layani Aksi Unjuk Rasa di Monas dan DPR RI

Published

on

By

demo monas
AMANKAN: Sebanyak 3.761 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Sebanyak 3.761 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Dua kegiatan penyampaian pendapat tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Gedung DPR/MPR RI.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, aksi pertama akan dilaksanakan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama sejumlah elemen masyarakat lainnya. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di kawasan Kaki Silang Barat Daya Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. “Unjuk rasa dari PB PMII dan beberapa elemen massa di wilayah Kaki Silang Barat Daya Monas,“ ujar Erlyn.

Selanjutnya, aksi unjuk rasa juga akan digelar oleh Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) bersama sejumlah elemen massa lainnya di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada pukul 11.00 WIB.

“Aksi oleh DPN KNARA dan beberapa elemen massa lainnya di kawasan Gedung DPR/MPR RI pukul 11.00 WIB,“ kata Erlyn.

Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, Polri mengerahkan 3.761 personel gabungan yang terdiri atas personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek.

Terkait pengaturan arus lalu lintas, rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi akan diberlakukan secara situasional sesuai perkembangan situasi dan jumlah massa di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar Monas dan Gedung DPR/MPR RI selama aksi berlangsung guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas. Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif untuk memperlancar mobilitas.

“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung untuk menghindari potensi kepadatan arus lalu lintas,“ tutup Erlyn. (gs/bi)

Baca Juga  Operasi Zebra 2024 Dimulai Pekan Depan: Ini yang Menjadi Fokus

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Duta Gianyar di Parade Busana Adat Bali PKB 2026, Suguhkan Harmoni Tradisi dan Keanggunan Warisan Leluhur

Published

on

By

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Busana Adat Duta Kabupaten Gianyar pada ajang Parade Busana Adat Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, di Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (21/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Langkah para model mulai menapaki panggung Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (21/6). Tepuk tangan penonton pun mengiringi kemunculan Duta Kabupaten Gianyar yang mendapat kehormatan sebagai penampil pertama dalam Parade Busana Adat Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Duta Kabupaten Gianyar tampil mempersembahkan identitas budaya Kabupaten Gianyar.

Di bawah komando Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, penampilan Gianyar tidak sekadar menampilkan busana adat, tetapi juga menghadirkan narasi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Setiap busana yang diperagakan menjadi representasi nilai, tradisi, dan perjalanan sejarah yang masih terjaga hingga kini.

Parade dibuka dengan kemunculan Busana Pecalang, sosok penjaga keamanan adat Bali yang identik dengan kewibawaan dan pengabdian. Balutan warna gelap berpadu dengan saput poleng hitam putih menghadirkan filosofi Rwa Bhineda, keseimbangan antara dua kekuatan yang saling melengkapi. Keris yang terselip di pinggang menjadi simbol kehormatan, sementara udeng dan busana adat yang dikenakan menggambarkan kesiapsiagaan dalam menjaga ketertiban dan kesucian wilayah adat.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih sakral ketika Duta Gianyar menampilkan Tradisi Nuuh dari Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Tradisi yang juga dikenal sebagai Mejarag Jaje Lempeng ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Subak atas hasil panen sekaligus permohonan perlindungan dari berbagai gangguan yang dapat mengancam keberlangsungan pertanian.

Sosok Tukang Adur yang menjadi tokoh utama dalam tradisi tersebut tampil sederhana dengan kamen hitam, kampuh poleng, umpal, sumpang pucuk, serta ikat kepala dari janur. Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan yang memperlihatkan kedekatan masyarakat Gianyar dengan alam dan tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga  Kasetukpa Lemdiklat Polri Buka Pendidikan Alih Golongan Bintara ke Perwira Polri

Keindahan warisan budaya Gianyar kembali tersaji melalui penampilan Rakean Baris Bebaturan dan Rejang Mesatya. Keduanya merupakan bagian dari tradisi yang kerap hadir dalam upacara pelebon di wilayah Gianyar dan Tampaksiring.

Rakean Baris Bebaturan menghadirkan citra prajurit yang tangguh dan berwibawa. Busana serba putih yang dipadukan dengan tombak sebagai properti utama menggambarkan semangat menjaga kesucian alam dan leluhur. Sementara itu, Rejang Mesatya tampil anggun dan penuh makna melalui balutan kebaya putih serta hiasan janur sederhana. Tarian dan busana ini merepresentasikan kesetiaan, ketulusan, dan pengabdian yang menjadi nilai luhur dalam kehidupan masyarakat Bali.

Sebagai penutup, panggung Ksirarnawa dipenuhi kemegahan Payas Agung Gianyar, busana pengantin khas yang menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Gianyar. Kemewahan ragam hias, keindahan tata rias, serta detail busana yang khas menampilkan kekayaan estetika yang tumbuh dan berkembang di Bumi Seni.

Pengantin perempuan tampil memukau dengan pusung kletek mandel yang dihiasi bunga merak kuningsandat megubah, petitis, dan semi mopong. Sementara pengantin pria mengenakan udeng emas, kampuh songket, keris, umpal, serta beskap beludru hitam berhias benang gim yang menambah kesan gagah dan berwibawa.

Sekretaris I TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun yang hadir dalam parada busana adat tersebut menyampaikan bahwa keikutsertaan Gianyar dalam Parade Busana Adat Bali merupakan bagian dari upaya pelestarian dan promosi budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Setiap busana yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Gianyar yang patut dijaga bersama,” ujarnya usai pementasan parade busana adat Bali.

Menjadi penampil pertama pada Parada Busana Adat Bali PKB 2026, Duta Kabupaten Gianyar berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak penonton menyelami kekayaan tradisi yang hidup di setiap sudut Gianyar. Dari sosok Pecalang yang tegas, kesakralan Tradisi Nuuh, kewibawaan Rakean Baris Bebaturan, ketulusan Rejang Mesatya, hingga kemegahan Payas Agung Gianyar, seluruhnya berpadu menjadi sebuah perayaan budaya yang mempertegas Gianyar sebagai salah satu pusat pelestarian seni dan tradisi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Tangkap Ikan dengan Bahan Peledak, Korpolairud Tangkap Nelayan Asal Pulau Lumu-Lumu

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca