Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terima Kunker DPRD Deli Serdang, Nyoman Satria Paparkan Sumber PAD Badung dari Sektor Pariwisata

BALIILU Tayang

:

Nyoman Satria
TERIMA KUNKER: Nyoman Satria selaku Anggota DPRD Kabupaten Badung pada Senin, 30 September 2024, saat menerima Kunker Komisi III DPRD Kabupaten Deli Serdang di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Nyoman Satria selaku Anggota DPRD Kabupaten Badung pada Senin, 30 September 2024, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Komisi III DPRD Kabupaten Deli Serdang di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang, H. Nusantara Tarigan didampingi Ketua Komisi III DPRD Deli Serdang, H. Said Hadi dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang.

Selain mempererat jalinan silaturahmi, Kunker DPRD Deli Serdang ini bertujuan sebagai sarana tukar informasi terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Pada kesempatan tersebut, Nyoman Satria menyebutkan sejumlah langkah telah dilakukan oleh DPRD Kabupaten Badung. Oleh karena itu, dipaparkan sejumlah potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Badung, dalam rangka meningkatkan PAD di sektor pariwisata.

Mengingat, duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Badung yang membidangi masalah keuangan dan Badan Anggaran (Banggar) membuat  Nyoman Satria kerap mengkritisi dan mengoreksi kebijakan Bupati Badung terkait anggaran, meski berasal dari partai yang sama, PDI Perjuangan.

Menariknya, untuk menaikkan PAD disebutkan peranan Perangkat Desa terhadap obyek pajak itu sangatlah vital. Terlebih, di tengah-tengah konflik global saat perang Rusia-Ukraina menjadi berkah bagi Pemerintahan Kabupaten Badung.

Sebenarnya, hal tersebut tidak diharapkan seperti itu, tapi kenyataannya, bahwa orang Rusia datang ke Bali berjumlah 16.000 orang ditambah kedatangan orang Ukraina.

Bahkan, lanjutnya Warga Rusia membuat desa-desa baru, seperti Desa Rusia di Ubud dan juga komunitas Rusia-Ukraina di daerah Canggu.

Kedatangan warga Rusia-Ukraina secara bombastis dengan membangun villa-villa pribadi sepatutnya diikuti dengan peranan Perangkat Desa dalam mendata warga asing Rusia-Ukraina dan warga asing lainnya secara intens dan rutin.

Baca Juga  Antisipasi Parade Ogoh-ogoh, Komisi IV DPRD Badung Gelar Raker Bersama Disbud

“Jadi, Perangkat Desa ini memberi masukan kepada Pemerintah Daerah dan juga peranan kita mengkritisi Perangkat Desa ini, agar selalu melaporkan setiap pembangunan villa pribadi yang dibuat warga asing, meski terkadang warga asing melanggar zona jalur hijau, zona lahan basah dan zona yang tidak boleh dibangun,” urainya.

Menariknya, salah satu warga Sumatera Utara Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Menko Marves sedang membangun sebuah villa di daerah Canggu, Kabupaten Badung. Namun, juga dirasakan efek kemacetan lalu lintas di areal Canggu, sehingga dicarikan solusi alternatif dengan membuat kereta bawah tanah, yang kedalamannya sekitar 30 meter di bawah tanah.

“Selaku Menko Marves dicarikan investor, nanti di Bali akan ada kereta bawah tanah diperkirakan selesai 3-4 tahun dengan nilai investasi Rp 300 Triliun. Itu berkah buat rumah di Canggu di tempat kemacetan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Nyoman Satria juga menyebutkan Perangkat Desa sangat berperan penting dalam melaporkan setiap pembangunan yang ada di desanya masing-masing.

“Jadi, kelihatan villa ini melanggar jalur hijau atau melanggar lahan basah yang seharusnya memang buat sawah dan seterusnya,” tambahnya.

Dengan laporan-laporan dari Perangkat Desa, pihaknya bisa mengantisipasi hal tersebut di tingkat kabupaten, yang biasanya diberikan penghargaan khusus buat Perangkat Desa, lantaran satu desa bisa mengelola dana hingga Rp 50 miliar.

“Nah, 10 persen dari PAD kita dibagi dengan 46 desa yang ada di Kabupaten Badung. Jadi, hanya 46 desa ini yang ikut membagi kue dari PAD Badung, dengan komposisi 40 persen dibagi merata ke 46 desa dan 60 persen dibagi secara proporsional sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing. Kita juga terdiri dari 16 kelurahan, tapi kelurahan tidak mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus, sebagaimana desa-desa yang ada,” kata Nyoman Satria.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah

Untuk itu, Nyoman Satria berharap PAD Badung terus meningkat berkat peranan Perangkat Desa, yang bisa menjadi Studi Tiru buat DPRD Deli Serdang untuk memanfaatkan Perangkat Desa di daerahnya masing-masing secara maksimal.

“Perangkat desa kami mau bergerak, karena dia dapat Bantuan Keuangan Khusus di luar ADD,” tegasnya.

Selain itu, juga terdapat bantuan Hibah, yang terjadi antara Bupati Badung dengan penerima Hibah, yang hingga saat ini mencapai  Rp 3,6 triliun di seluruh Kabupaten se-Bali selama tiga tahun, sejak tahun 2022, 2023 dan tahun 2024.

“Jika di Deli Serdang perlu bantuan pembangunan dicoba saja ajukan ke Pemerintah Kabupaten Badung, itu bisa karena kami sudah sering membantu di luar Provinsi Bali secara langsung tanpa melalui APBD di kabupaten setempat, itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri yang  membolehkan seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang, H. Nusantara Tarigan didampingi Ketua Komisi III DPRD Deli Serdang, H. Said Hadi menyatakan, bahwa Kunker ini dilakukan, dalam rangka Studi Tiru di Kabupaten Badung terkait dengan upaya peningkatan PAD, pada sektor pariwisata.

Disebutkan, pendapatan Kabupaten Badung sangat luar biasa menembus Rp 7,8 triliun, pada bulan Mei 2024, yang terus bergerak mencapai hampir Rp 10 triliun, pada bulan September 2024.

Secara jujur diungkapkan, bahwa di Kabupaten Deli Serdang Perangkat Desa dilibatkan hanya sebagai pembagi untuk NJOP Pajak saja, yaitu PBB.

Sementara itu, di Kabupaten Badung ternyata Perangkat Desa sangat berperan penting mengetahui potensi daerah, khususnya sektor pariwisata, terutama potensi obyek pajak yang bisa mendongkrak PAD di Kabupaten Badung.

“Potensi Kabupaten Badung itu sangat luar biasa. Kami di DPRD Deli Serdang akan ambil ilmunya, untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Deli Serdang, dengan memaksimalkan sektor pariwisata,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Kasus Kembang Api dan Perizinan, DPRD Bali Rekomendasikan Penutupan Sementara Finns Beach Club

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Kasus Kembang Api dan Perizinan, DPRD Bali Rekomendasikan Penutupan Sementara Finns Beach Club

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Mediasi Kasus PHK, DPRD Badung Berharap Ada Win Win Solution antara SP dan Manajemen Hotel WHV

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Soal Somasi, Ketua Komisi I dan II DPRD Badung Sidak ke Pantai Lima Pererenan

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca