Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kendalikan Inflasi, Sekda Bali Dukung Penguatan Sinergi Bali Nusra

BALIILU Tayang

:

Sekda Bali
RAKOR: Sekda Bali Dewa Indra saat menghadiri Rapat Koordinasi TPIP-TPID Wilayah Bali Nusra Tahun 2024 di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Jumat (8/11/2024). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mendukung penguatan sinergi kawasan regional Bali Nusra dalam upaya pengendalian inflasi. Hal ini disampaikan oleh Sekda Dewa Indra dalam sambutan saat menghadiri Rapat Koordinasi TPIP-TPID Wilayah Bali Nusra Tahun 2024 di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Jumat (8/11/2024).

Lebih lanjut, ia memberikan gambaran umum mengenai tingkat inflasi di tiga daerah, yaitu Bali, NTT, dan NTB, yang mengalami perkembangan sangat dinamis. “Seperti yang kita ketahui, tingkat inflasi regional Bali Nusra pernah berada di bawah rata-rata nasional, namun pada waktu tertentu sempat berada di atas rata-rata nasional,” ujarnya.

Seperti halnya daerah Bali, ia meyakini TPID di NTB dan NTT telah melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan inflasi di wilayah masing-masing. “Strateginya hampir sama. Secara makro, kita berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Namun, elaborasi bisa sedikit berbeda, disesuaikan dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing,” jelasnya.

Khusus untuk daerah Bali, jajaran TPID telah melaksanakan upaya intensif dalam pengendalian inflasi. “Kami melaksanakan pertemuan secara kontinu dan memberikan perhatian khusus menjelang hari raya keagamaan dan libur panjang. Menjelang hari raya keagamaan dan libur panjang, kami turun langsung untuk mengecek ketersediaan komoditas yang berpotensi menyumbang angka inflasi,” terangnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa inflasi bukanlah hal yang bisa dikendalikan dengan mudah.

Ditambahkannya, upaya pengendalian inflasi seringkali dihadapkan pada variabel di luar perhitungan yang membutuhkan kecerdasan dalam penerapan strategi. Dewa Indra menyebutkan bahwa bahan pangan adalah komponen yang sejauh ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi. “Selain dipengaruhi oleh tingginya permintaan, kondisi alam juga sangat mempengaruhi stok bahan pangan kita,” katanya. Selain faktor alam, asumsi bahwa tingkat kebutuhan paralel dengan jumlah penduduk menjadi tantangan dalam pengendalian inflasi di Daerah Bali.

Baca Juga  Buka Rakorda Penanggulangan Bencana, Sekda Dewa Indra Ingatkan Pentingnya Koordinasi dan Kolaborasi Multi-Helix

“Padahal, untuk Daerah Bali, jumlah kunjungan wisatawan berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan bahan pangan. Ini penting untuk diperhatikan,” tambahnya. Ia yakin variabel inflasi yang berkembang begitu dinamis menjadi tantangan tersendiri yang makin mengasah kecerdasan jajaran TPID dalam menyusun strategi yang lebih efektif.

Masih dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra menginformasikan bahwa tingkat inflasi daerah Bali sejauh ini terkendali dengan baik. Pada bulan Oktober 2024, angka inflasi daerah Bali terkendali pada kisaran 2,51% (yoy) atau 0,07% (mtm).

Mengakhiri sambutannya, birokrat kelahiran Buleleng ini menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Bali atas pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dirangkai dengan Rakor Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Wilayah Bali Nusra Tahun 2024. Ia menilai bahwa Rakor ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat lembaga-lembaga ekonomi pangan lokal, dan mendorong kerja sama lintas daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rakor TPIP-TPID Wilayah Bali Nusra Tahun 2024 diisi dengan arahan dari Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ferry Irawan; Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, M. Firdauz Muttaqin; dan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa. Paparan juga disampaikan oleh TPID Bali, NTT, dan NTB.

Di sela-sela penyelenggaraan Rakor, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyerahkan Preliminary Study Pembangunan Pasar Induk Provinsi Bali kepada Sekda Dewa Indra. Selanjutnya, dilaksanakan pula penandatanganan nota kesepahaman bersama untuk penguatan rantai pasok antara petani, Perumda, dan perhotelan serta penyerahan bantuan untuk peningkatan produktivitas di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan bagi wilayah Bali, NTT, dan NTB. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Banjir

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Hari Bakti Ke-69, Kodam IX/Udayana Gelar Penjamasan Pataka di Pura Durga Kutri

Published

on

By

kodam udayana
PENJAMASAN PATAKA: Kodam IX/Udayana saat menggelar prosesi Penjamasan Pataka “Praja Raksaka” di Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (26/5/2026). (Foto: Pendam/IX)

Gianyar, baliilu.com – Memperingati Hari Bhakti Ke-69 Kodam IX/Udayana, suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (26/5/2026). Kodam IX/Udayana menggelar prosesi Penjamasan Pataka “Praja Raksaka”, sebuah tradisi spiritual tahunan yang sarat makna sebagai simbol penyucian dan peneguhan komitmen pengabdian prajurit kepada rakyat, bangsa, dan negara.

Prosesi sakral tersebut dipimpin Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual Mesegeh Agung, dilanjutkan pembukaan selubung Pataka, persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Sulinggih Ida Pedanda Istri Griya Wayahan Buruan, hingga renungan suci yang berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghayatan spiritual sebelum selubung Pataka kembali ditutup.

Bendesa Adat Kutri, Wayan Wasta, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada keluarga besar Kodam IX/Udayana yang secara konsisten menjaga tradisi penjamasan Pataka di Pura Durga Kutri. Menurutnya, keberadaan Kodam IX/Udayana selama ini tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perhatian nyata kepada masyarakat adat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan kepada masyarakat Desa Adat Kutri. Saya berharap prosesi penjamasan ini berjalan lancar serta membawa kemuliaan bagi Kodam IX/Udayana dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Dalam sambutan Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kapok Sahli Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda ditegaskan bahwa Penjamasan Pataka Praja Raksaka bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan refleksi spiritual untuk mengobarkan kembali nilai luhur “Praja Raksaka” yang berarti pelindung dan pengayom rakyat. Momentum ini juga menjadi sarana introspeksi diri bagi seluruh prajurit di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks.

Baca Juga  TPID Bali Bersinergi Rumuskan Langkah Pengendalian Inflasi 2026

“Kita bersihkan simbol satuan kita, bersamaan dengan tekad untuk membersihkan hati dan tindakan kita dari segala hal yang dapat mencederai nama baik institusi. Penjamasan ini menjadi pengingat agar semangat kepemimpinan Raja Udayana yang bijaksana, adil, dan mencintai rakyatnya selalu mengalir dalam sanubari prajurit,” tegas Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus menjaga semangat persatuan, loyalitas, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nyata nilai-nilai Praja Raksaka. Di tengah perkembangan tantangan tugas yang semakin dinamis, prajurit Kodam IX/Udayana dituntut tetap profesional, humanis, dan selalu hadir untuk rakyat.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa penjamasan Pataka memiliki makna mendalam sebagai representasi pembersihan lahir dan batin seluruh prajurit. Tradisi tersebut juga menjadi penguat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

“Penjamasan Pataka ini adalah komitmen moral kami kepada masyarakat. Kodam IX/Udayana ingin memastikan bahwa setiap prajurit bergerak dengan hati yang bersih untuk mengayomi warga. Hubungan emosional dan spiritual yang kuat dengan masyarakat Bali dan Nusa Tenggara adalah fondasi utama pertahanan kita,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Sebagai bentuk kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, kegiatan diakhiri dengan penyerahan tali asih kepada pengelola pura sebagai wujud perhatian, penghormatan, serta komitmen Kodam IX/Udayana dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat dan menjaga nilai-nilai kebersamaan serta pelestarian adat dan budaya Bali.

Mengusung tema “Kodam IX/Udayana Bersama Rakyat Menuju Indonesia Maju”, peringatan Hari Bhakti ke-69 Kodam IX/Udayana diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian prajurit dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 163/Wira Satya, para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, Dandim 1616/Gianyar, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Hadiri Pengukuhan KPw Bank Indonesia Provinsi Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pegadaian Kanwil Bali Nusra Dukung Penuh Kemandirian Nelayan dan Kelestarian Pesisir Lewat Program Nelayan Tangguh di Sumbawa

Published

on

By

nelayan tangguh pegadaian
NELAYAN TANGGUH: PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari secara resmi menutup Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Hms PT Pegadaian)

Sumbawa, NTB, baliilu.com – PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar atau Kanwil Bali Nusra terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Program yang dijalankan bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari sejak Desember 2025 tersebut resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026) dan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Pegadaian dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program Nelayan Tangguh hadir sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat nelayan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan program, PT Pegadaian bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi masyarakat pesisir, pelatihan perikanan berkelanjutan, penguatan kapasitas usaha masyarakat, edukasi pengelolaan sampah pesisir, hingga pembentukan kelompok bank sampah dan forum komunikasi masyarakat pesisir.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Program Nelayan Tangguh merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

“Program Nelayan Tangguh diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat pesisir yang tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. PT Pegadaian akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi kontribusi Pegadaian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem laut, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Hadiri Pengukuhan KPw Bank Indonesia Provinsi Bali

Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Pulau Sumbawa, Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Nelayan Tangguh, khususnya masyarakat dan tim pendamping program di lapangan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Labuhan Burung. Potensi desa yang ada diharapkan terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan penutupan program turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pendukung kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program. Bantuan tersebut meliputi alat monitoring kualitas air, sarana produksi pengolahan hasil perikanan berupa perlengkapan pembuatan pentol ikan, serta perlengkapan pendukung bank sampah untuk edukasi lingkungan di sekolah.

Kegiatan penutupan program dihadiri oleh Kepala Desa Labuhan Burung, Camat Buer, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, BKSDA Wilayah Sumbawa, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait, kelompok masyarakat, serta para penerima manfaat program.

Melalui Program Nelayan Tangguh, PT Pegadaian berharap tercipta masyarakat pesisir yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Published

on

By

bantuan qurban jembrana
SERAHKAN HEWN QURBAN: Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Hadiri Rangkaian ‘’Penyineban Karya Ngusaba Kadasa’’ Pura Ulun Danu Batur

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca