Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Fab Lab Bali, Tawarkan Beasiswa Fab Academy untuk Inovator Bali

BALIILU Tayang

:

Fab Lab Bali
NARASUMBER: Founding Partner Meaningful Design Group Flab Lab Bali, Tomas Diez saat menjadi narasumber di acara Fab Lab Bali, di Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung pada Senin (16/12). (Foto: eka)

Badung, baliilu.com – Fabrication Lab (Fab Lab) yang merupakan komunitas terbuka bagi perakit, maker, wirausahawan, seniman, ilmuwan, insinyur, pendidik, pelajar, baik skala amatir maupun profesional menggelar acara yang bertajuk Fab Lab Bali untuk menawarkan beasiswa Fab Academy untuk Inovator Bali yang berlangsung di Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung pada Senin (16/12).

Hadir sebagai narasumber, Founding Partner Meaningful Design Group Flab Lab Bali, Tomas Diez, Founding Partner Meningful Design Group CAST dan Fab Lab Bali Wan Zaleha Radzi, serta anggota tim lainnya yaitu World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), dan New Energy Nexus (NEX) Indonesia.

Dalam sambutannya, Wan Zaleha Radzi memaparkan bahwa visi yang dibangun oleh Fab Lab tidak hanya tentang inovasi dan teknologi, tetapi juga tentang membangun ketahanan dan regenerasi membantu Bali dan Indonesia menghadapi tantangan zaman ini dan bangkit lebih kuat untuk masa depan.

Founding Partner Meaningful Design Group CAST dan Fab Lab Bali, Wan Zaleha Radzi. (Foto: eka)

Fab Lab adalah ruang yang mendemokratisasi akses terhadap alat-alat inovasi dan orang-orang dari berbagai kalangan. Fab Lab adalah bagian dari jaringan global yang memberdayakan individu dan komunitas untuk menciptakan solusi bagi tantangan unik mereka menggunakan teknologi. Fab Lab juga untuk menyatukan berbagai kalangan baik dari insinyur hingga seniman, dari pelajar hingga pengusaha.

”Di sini kolaborasi lintas disiplin itu terbentuk, ide-ide berkembang diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi manusia dan planet. Jadi kita ada benang merah sustainability generation dan interdisciplinary collaboration serta tekonologi yang bisa diakses,” ungkapnya.

Disebutkannya juga bahwa untuk mendukung Fab Lab bertujuan untuk menciptakan solusi yang bermakna yang tidak hanya mengatasi tantangan saat ini, tetapi juga mendorong perubahan jangka panjang. Salah satunya adalah dengan membuat project di beberapa daerah seperti Serangan, Buleleng, dan beberapa daerah lainnya.

Baca Juga  152 Mahasiswa Ikuti Proses Verifikasi dan Validasi Berkas Pelamar Beasiswa di Unud

”Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk memberdayakan komunitas lokal. Selain itu kami juga menawarkan beasiswa untuk warga Bali agar bisa belajar di Fab Lab. Bersama kita dapat berinovasi untuk menciptakan ekonomi regeneratif, sebuah ekonomi yang tidak hanya menopang tapi juga menyembuhkan dan memperkuat planet kita,” ujarnya.

Elaine Regina, salah satu anggota tim Fab Lab menambahkan bahwa Fab Lab adalah tempat atau ruang untuk belajar dan inovasi, dimana orang-orang bisa datang dan belajar membuat apa saja. Misalnya membuat rumah atau benda-benda kecil seperti skateboard atau speaker dan lainnya.

”Dengan adanya akses mesin-mesin ini bikin hal apa aja yang untuk sehari-hari akan jadi bisa. Dan akhirnya akan membangun maker culture pemikir atau pembuat. Jadi siapa saja bisa membuat sesuatu sesuai bidang yang diminati seperti bidang robotik, desainer, karya seni dan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Founding Partner Meaningful Design Group Fab Lab Bali, Tomas Diez memaparkan bahwa teknologi sudah ada dari dulu. Akan tetapi dengan semakin pintarnya teknologi yang ada belum bisa menjamin sumber daya manusianya akan semakin pintar juga. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar bisa menggunakan teknologi ini untuk membuat manusianya lebih pintar, lebih berdaya, dan lebih bisa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang memang lagi urgent.

”Jadi, konteksnya adalah bagaimana dengan teknologi ini kita bisa membangun sumber daya lokal dan Fab Lab menjembatani antara dunia digital dan juga dunia fisikal. Bagaimana dari sebuah ide menjadi aspek digital dan akhirnya kita bisa realisasikan menjadi aspek fisikal,” terangnya.

Disinggung mengenai kehadiran Fab Lab di Bali dengan teknologinya yang bisa membuat sesuatu dengan jauh lebih cepat dan mudah apakah tidak akan mengancam keberlangsungan seniman-seniman yang ada di Bali, dikarenakan untuk sebuah karya seni para seniman bisa menghabiskan waktu lebih lama, sedangkan dengan adanya teknologi digital dari Fab Lab bisa dilakukan jauh lebih cepat.

Baca Juga  Diskominfos Bali Apresiasi Protelindo Berikan Bantuan Beasiswa kepada Siswa-siswi di Denpasar

Tomas Diez menerangkan bahwa apa yang dilakukan Fab Lab adalah sebatas meningkatkan kinerja para pekerja seni tersebut contohnya dengan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk mengerjakan karya seni menjadi lebih modern sehingga pengerjaan sebuah karya seni akan bisa menjadi lebih cepat dan bukannya meng-copy karya tersebut dan membuat dengan teknologi digital serta menggantikan seniman-seniman atau pengrajin-pengrajin tersebut. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Desa Utak Atik Diluncurkan di Serangan, Model Inovasi Berbasis Komunitas untuk Masa Depan Indonesia

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Diskominfos Bali Apresiasi Protelindo Berikan Bantuan Beasiswa kepada Siswa-siswi di Denpasar

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Langkah Konkret Bank Indonesia Bangun SDM Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  152 Mahasiswa Ikuti Proses Verifikasi dan Validasi Berkas Pelamar Beasiswa di Unud

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca