Badung, baliilu.com – Fabrication Lab (Fab Lab) yang merupakan komunitas terbuka bagi perakit, maker, wirausahawan, seniman, ilmuwan, insinyur, pendidik, pelajar, baik skala amatir maupun profesional menggelar acara yang bertajuk Fab Lab Bali untuk menawarkan beasiswa Fab Academy untuk Inovator Bali yang berlangsung di Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung pada Senin (16/12).
Hadir sebagai narasumber, Founding Partner Meaningful Design Group Flab Lab Bali, Tomas Diez, Founding Partner Meningful Design Group CAST dan Fab Lab Bali Wan Zaleha Radzi, serta anggota tim lainnya yaitu World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), dan New Energy Nexus (NEX) Indonesia.
Dalam sambutannya, Wan Zaleha Radzi memaparkan bahwa visi yang dibangun oleh Fab Lab tidak hanya tentang inovasi dan teknologi, tetapi juga tentang membangun ketahanan dan regenerasi membantu Bali dan Indonesia menghadapi tantangan zaman ini dan bangkit lebih kuat untuk masa depan.

Founding Partner Meaningful Design Group CAST dan Fab Lab Bali, Wan Zaleha Radzi. (Foto: eka)
Fab Lab adalah ruang yang mendemokratisasi akses terhadap alat-alat inovasi dan orang-orang dari berbagai kalangan. Fab Lab adalah bagian dari jaringan global yang memberdayakan individu dan komunitas untuk menciptakan solusi bagi tantangan unik mereka menggunakan teknologi. Fab Lab juga untuk menyatukan berbagai kalangan baik dari insinyur hingga seniman, dari pelajar hingga pengusaha.
”Di sini kolaborasi lintas disiplin itu terbentuk, ide-ide berkembang diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi manusia dan planet. Jadi kita ada benang merah sustainability generation dan interdisciplinary collaboration serta tekonologi yang bisa diakses,” ungkapnya.
Disebutkannya juga bahwa untuk mendukung Fab Lab bertujuan untuk menciptakan solusi yang bermakna yang tidak hanya mengatasi tantangan saat ini, tetapi juga mendorong perubahan jangka panjang. Salah satunya adalah dengan membuat project di beberapa daerah seperti Serangan, Buleleng, dan beberapa daerah lainnya.
”Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk memberdayakan komunitas lokal. Selain itu kami juga menawarkan beasiswa untuk warga Bali agar bisa belajar di Fab Lab. Bersama kita dapat berinovasi untuk menciptakan ekonomi regeneratif, sebuah ekonomi yang tidak hanya menopang tapi juga menyembuhkan dan memperkuat planet kita,” ujarnya.
Elaine Regina, salah satu anggota tim Fab Lab menambahkan bahwa Fab Lab adalah tempat atau ruang untuk belajar dan inovasi, dimana orang-orang bisa datang dan belajar membuat apa saja. Misalnya membuat rumah atau benda-benda kecil seperti skateboard atau speaker dan lainnya.
”Dengan adanya akses mesin-mesin ini bikin hal apa aja yang untuk sehari-hari akan jadi bisa. Dan akhirnya akan membangun maker culture pemikir atau pembuat. Jadi siapa saja bisa membuat sesuatu sesuai bidang yang diminati seperti bidang robotik, desainer, karya seni dan lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Founding Partner Meaningful Design Group Fab Lab Bali, Tomas Diez memaparkan bahwa teknologi sudah ada dari dulu. Akan tetapi dengan semakin pintarnya teknologi yang ada belum bisa menjamin sumber daya manusianya akan semakin pintar juga. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar bisa menggunakan teknologi ini untuk membuat manusianya lebih pintar, lebih berdaya, dan lebih bisa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang memang lagi urgent.
”Jadi, konteksnya adalah bagaimana dengan teknologi ini kita bisa membangun sumber daya lokal dan Fab Lab menjembatani antara dunia digital dan juga dunia fisikal. Bagaimana dari sebuah ide menjadi aspek digital dan akhirnya kita bisa realisasikan menjadi aspek fisikal,” terangnya.
Disinggung mengenai kehadiran Fab Lab di Bali dengan teknologinya yang bisa membuat sesuatu dengan jauh lebih cepat dan mudah apakah tidak akan mengancam keberlangsungan seniman-seniman yang ada di Bali, dikarenakan untuk sebuah karya seni para seniman bisa menghabiskan waktu lebih lama, sedangkan dengan adanya teknologi digital dari Fab Lab bisa dilakukan jauh lebih cepat.
Tomas Diez menerangkan bahwa apa yang dilakukan Fab Lab adalah sebatas meningkatkan kinerja para pekerja seni tersebut contohnya dengan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk mengerjakan karya seni menjadi lebih modern sehingga pengerjaan sebuah karya seni akan bisa menjadi lebih cepat dan bukannya meng-copy karya tersebut dan membuat dengan teknologi digital serta menggantikan seniman-seniman atau pengrajin-pengrajin tersebut. (eka/bi)