Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menteri Maruarar Sirait Alokasikan 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Beri Apresiasi

Loading

BALIILU Tayang

:

rumah subsidi untuk wartawan
PERTEMUAN: Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dalam pertemuan dengan Menteri Maruarar Sirait, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafidz, Kepala BPS Amalia A. Widyasanti, pimpinan Tapera, dan Direktur BTN, di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4). (Foto: Hms PWI)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengalokasikan 1.000 rumah subsidi untuk wartawan. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun yang menilai program tersebut sangat dibutuhkan para wartawan yang belum memiliki rumah.

Menurut Hendry, dari sekitar 100 ribu wartawan di Indonesia, lebih dari separuh belum memiliki rumah. “Saya kira, lebih dari 50 persen wartawan belum punya rumah sendiri,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dalam pertemuan dengan Menteri Maruarar Sirait, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafidz, Kepala BPS Amalia A. Widyasanti, pimpinan Tapera, dan Direktur BTN, di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4).

Pada kesempatan itu, ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian PKP, Komdigi, dan BPS tentang program ini.

Rumah subsidi tersebut ditujukan bagi wartawan yang belum memiliki rumah pribadi dan berpenghasilan di bawah Rp 8 juta, atau Rp 13 juta bagi yang sudah menikah di wilayah Jabodetabek.

Keunggulan program ini antara lain bebas PPN, BPTB, dan PGB. Uang muka hanya 1 persen, dengan harga maksimal Rp 185 juta untuk wilayah Jabodetabek dan Rp 165 juta di luar wilayah itu. Skema cicilan hingga 20 tahun, dengan bunga tetap 5 persen dan angsuran antara Rp 950 ribu hingga Rp 1,2 juta per bulan.

Sebelumnya, program rumah subsidi telah diberikan kepada tenaga kesehatan, nelayan, dan guru. Minggu depan, program serupa akan menyasar tenaga kerja migran.

Menteri Maruarar Sirait mengingatkan agar wartawan tetap menjaga integritas dan profesionalisme. “Program ini bukan untuk membungkam kritik. Wartawan tetap harus memberitakan kebenaran dan menjalankan fungsi kontrol sosial,” tegasnya.

Baca Juga  Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

Menteri Komdigi Meutya Hafidz juga menyambut baik program ini. Ia berharap kuotanya bisa ditambah. “Kebutuhan rumah untuk wartawan jelas lebih dari 1.000 unit,” ujarnya.

Dalam diskusi yang digelar sebelum penandatanganan MoU, Maruarar memberi target agar 100 rumah pertama bisa diserahkan pada 6 Mei mendatang. “Pesan Presiden Prabowo jelas: kerja cepat. Jadi BTN, Tapera, Komdigi, dan BPS harus gerak cepat,” katanya.

BPS akan memastikan penerima rumah subsidi ini terdata jelas secara by name dan by address. Adapun untuk wartawan, penerima bantuan harus memiliki sertifikat kompetensi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Alyeda Yahya, menyatakan akan bekerja sama dengan konstituen Dewan Pers untuk menyiapkan data wartawan yang berhak menerima rumah subsidi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Denpasar Education Festival 2026

Usung Tema “Edu-Green“, Dorong Inovasi dan Kreativitas Pelajar

Loading

Published

on

By

Denpasar Education Festival
BUKA DEF 2026: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, membuka Denpasar Education Festival (DEF) 2026 ditandai dengan pelepasan burung di Lapangan Taman Kota Lumintang, Rabu (6/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang berlangsung pada 6-8 Mei 2026 dengan mengusung tema “Edu-Green”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, ditandai dengan pelepasan burung di Lapangan Taman Kota Lumintang, Rabu (6/5).

Rangkaian pembukaan DEF 2026 diawali dengan pelaksanaan Rekor MURI Yoga Asana yang diikuti sebanyak 238 sekolah dengan total 12.971 siswa. Pelaksanaan yoga dilakukan serentak di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Lapangan Taman Kota Lumintang dengan melibatkan sekitar 250 siswa. Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam.

Usai kegiatan di Taman Kota Lumintang, acara dilanjutkan dengan pertunjukan bapang barong oleh anak-anak dan  pembukaan pameran Denpasar Education Festival di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DEF 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif untuk mendorong kreativitas dan inovasi berkelanjutan di dunia pendidikan.

“Festival ini menjadi ruang bagi siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK untuk menampilkan bakat, karya inovasi, dan prestasi mereka kepada publik. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak terus berinovasi dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama mengatakan, kegiatan yoga massal ini merupakan upaya membangkitkan kembali program yoga di sekolah-sekolah yang sempat terhenti sejak tahun 2019 akibat pandemi Covid-19.

“Kami mencoba kembali membangun budaya yoga di sekolah agar anak-anak mengenal yoga sejak dini sehingga sehat secara fisik maupun mental. Kegiatan ini diikuti 238 sekolah dengan jumlah siswa mencapai 12.971 orang yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Taman Kota Lumintang sebanyak 250 siswa,” jelasnya.

Baca Juga  Catatan Akhir Tahun 2022 PWI Pusat

Lebih lanjut dijelaskan, setelah pelaksanaan yoga massal, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam yang hak kekayaan intelektualnya direncanakan akan diserahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Pemerintah Kota Denpasar.

“Kami berharap Kota Denpasar memiliki ciri khas tersendiri melalui Senam Vasudaiva Kutumbakam,” tambahnya

Dikatakannya, untuk pameran DEF 2026 sendiri diikuti sebanyak 25 stand dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga SPK. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi, hasil penelitian, hingga prestasi siswa tingkat nasional.

“Kami berharap melalui festival ini terjadi pertukaran informasi dan inovasi antarsekolah sehingga mampu membangkitkan semangat sekolah lain untuk terus berkembang dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema “Edu-Green Menuju Sekolah Sehat” diangkat sebagai upaya mengedukasi siswa tentang pentingnya lingkungan hijau dan pola hidup sehat sejak dini. Dalam rangkaian kegiatan ini juga diperkenalkan sekolah rintisan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) yang bertujuan mendorong sekolah agar semakin inovatif dan kreatif dalam pengembangan pendidikan di Kota Denpasar.  (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bulan Bung Karno, DPD PDI-P Bali Gelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, Diikuti Sekolah dan PT Se-Bali

Published

on

By

hut pdi bali
UTSAWA WIDYASWARA SUSASTRA BALI: DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali saat menggelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, sebuah ajang yang memadukan kompetisi intelektual dengan pelestarian budaya lokal, yang berlangsung Rabu, 6 Mei 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-53, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali resmi menggelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, sebuah ajang yang memadukan kompetisi intelektual dengan pelestarian budaya lokal.

Kegiatan ini mulai digelar pada Rabu, 6 Mei 2026 hingga Sabtu, 10 Juni 2026, bertempat di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Sejak hari pertama, atmosfer antusias sudah terasa kuat. Puluhan institusi pendidikan dari seluruh Bali ambil bagian, menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap bahasa dan sastra Bali masih sangat tinggi.

Total peserta yang terlibat dalam ajang ini terbilang signifikan. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), masing-masing diikuti oleh 18 sekolah dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Setiap daerah mengirimkan dua sekolah terbaiknya, sehingga secara keseluruhan terdapat 54 sekolah yang bersaing di tiga jenjang tersebut.

Sementara itu, partisipasi dari tingkat perguruan tinggi (PT) juga tidak kalah menarik. Sebanyak 9 universitas dari berbagai wilayah di Bali turut ambil bagian dalam audisi ini. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang pendidikan ini memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa dan sastra Bali tidak hanya menjadi tanggung jawab pelajar, tetapi juga mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi.

Pelaksanaan audisi berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 WITA dengan jadwal yang telah disusun berjenjang. Hari pertama, Rabu (6/5), diawali dengan kategori tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diikuti oleh 18 sekolah terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Selanjutnya, audisi berlanjut ke jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi pada hari-hari berikutnya, sebelum mencapai puncaknya pada babak final.

Babak final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Juni 2026, yang akan menjadi momen penentuan sekaligus puncak dari rangkaian kegiatan ini. Para peserta terbaik akan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang sastra Bali, sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda dalam menjaga identitas budaya daerah.

Baca Juga  DK PWI: Etika dan Kompetensi Melindungi Profesi Wartawan

Utsawa Widyaswara Susastra Bali bukan sekadar kompetisi, melainkan juga ruang pembelajaran yang mendorong peserta untuk berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya lokal. Kegiatan ini selaras dengan semangat Bung Karno yang menekankan pentingnya berkepribadian dalam kebudayaan.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Bali di tengah tantangan globalisasi. Dengan melibatkan berbagai jenjang pendidikan, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan regenerasi pelestari budaya yang kuat dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi bukti bahwa budaya dapat dikemas secara modern, menarik, dan kompetitif. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga eksistensi bahasa dan sastra Bali.

Dengan tingginya partisipasi serta semangat yang ditunjukkan para peserta, Utsawa Widyaswara Susastra Bali 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda budaya paling berpengaruh tahun ini di Bali. Momentum Bulan Bung Karno pun semakin bermakna, tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai gerakan nyata membangun masa depan budaya yang lebih kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wakil Gubernur Giri Prasta: Ormas Harus Jadi Garda Damai Bali

HUT Ke-22 Baladika Bali Tegaskan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

Loading

Published

on

By

hut baladika
HADIRI HUT: Wakil Gubernur Bali sekaligus Dewan Pengawas DPD Pusat Baladika Bali, I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Baladika Bali, Selasa (5/5), di Pusat Latihan PSPS Bakti Negara, Lingkungan Negara Kelod, Sading, Mengwi, Badung. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Baladika Bali, Selasa (5/5), di Pusat Latihan PSPS Bakti Negara, Lingkungan Negara Kelod, Sading, Mengwi, Badung, berlangsung penuh makna dengan perpaduan antara refleksi organisasi, aksi sosial, dan penegasan arah masa depan. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, momentum ini menjadi lebih dari sekadar perayaan, melainkan titik konsolidasi untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Ketua Panitia HUT, Komang Merta Jiwa, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa peringatan ini merupakan ruang refleksi sekaligus penguatan jati diri organisasi. “Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menata langkah ke depan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai perjuangan,” ujarnya di hadapan para undangan.

Ia juga menggarisbawahi bahwa organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Dalam suasana yang sarat makna, Komang Merta Jiwa mengingatkan tantangan yang dihadapi Bali saat ini, mulai dari dinamika global hingga ancaman terhadap nilai-nilai adat dan budaya lokal.

“Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat nilai-nilai tersebut. Organisasi ini harus menjadi kekuatan yang mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai aksi nyata. Penyerahan bantuan kemanusiaan kepada penyandang disabilitas menjadi momen emosional yang menggambarkan sisi humanis organisasi. Tak hanya itu, Baladika Bali juga menyerahkan bantuan lingkungan berupa 35 tong komposter dan 2.000 kantong komposter kepada warga Kelurahan Sading sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber. Di sektor kemanusiaan, kerja sama dengan PMI Bali menghasilkan 345 kantong darah, menjadikan kegiatan donor darah ini sebagai salah satu yang terbesar di Bali.

Baca Juga  Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

Wakil Bupati Badung sekaligus Ketua Umum DPD Baladika Bali, I Bagus Alit Sucipta, menegaskan bahwa usia 22 tahun adalah fase kematangan organisasi yang harus diisi dengan kontribusi nyata. “Ini momentum memperkuat soliditas dan memastikan kita benar-benar hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Ketua Umum DPP Aliansi Bali Angunggah Shanti, AA Ketut Suma Widana, yang menekankan pentingnya menjaga citra organisasi melalui tindakan nyata. “Jawab stigma dengan aksi. Tunjukkan bahwa kita hadir untuk masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan, dan tetap bersatu dalam mencapai tujuan, yang tentunya harus diiringi doa,” katanya.

Dewan Pembina Baladika Bali, I Nyoman Gde Sudiantara, turut mengingatkan akar sejarah organisasi yang dibangun dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat sejak awal. “Nilai dasar ini harus tetap kita jaga dan perkuat untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Sorotan utama tertuju pada penegasan Wakil Gubernur Bali sekaligus Dewan Pengawas DPD Pusat Baladika Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang menyampaikan pesan kuat dan tajam terkait peran organisasi kemasyarakatan di Bali.

Menurutnya, HUT ke-22 ini harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi dan evaluasi menyeluruh. “Ini bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk memperkuat organisasi, mengevaluasi program, isu strategis yang ada di masyarakat, dan memastikan kita benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa organisasi harus mampu menjadi penjaga stabilitas sosial dengan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian di tengah masyarakat. “Yang dikenang masyarakat bukan apa yang kita ucapkan, tetapi apa yang kita lakukan,” ujarnya, menegaskan pentingnya aksi nyata dibanding wacana.

Dalam penyampaiannya yang penuh energi, Wagub Giri Prasta juga menyoroti pentingnya kekompakan sebagai fondasi utama perjuangan organisasi. “Kalau kita tidak bersatu, setengah perjuangan kita sudah hilang. Namun, kalau kita kompak bersatu, setengah perjuangan kita sudah berhasil. Tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Peringatan HPN PWI Provinsi Bali

Ia bahkan mendorong organisasi untuk terus membina kader-kader terbaik yang mampu menembus posisi strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Saya melihat banyak sumber daya manusia yang luar biasa di sini. Tinggal bagaimana kita membina, menjaga integritas, dan tetap loyal pada organisasi,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya pembinaan karakter untuk menghapus stigma negatif terhadap organisasi kemasyarakatan. “Kita harus buktikan bahwa kita adalah kekuatan sosial yang bermartabat, bukan sebaliknya,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan yang sarat nilai sosial dan kebersamaan ini menjadi refleksi bahwa Baladika Bali tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Di usia ke-22, organisasi ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada soliditas, nilai, dan kontribusi nyata yang diberikan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca