Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Gianyar Serahkan Bantuan Truk Sampah dan Beasiswa saat Kunker ke Kecamatan Ubud

BALIILU Tayang

:

Bupati Gianyar
KUNKER: Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, SST.Par., M.A.P., melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (7/5). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, SST.Par., M.A.P., melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (7/5), dalam rangka meninjau kegiatan masyarakat dan menyerahkan sejumlah bantuan sosial.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.30 Wita dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Anggota DPRD Provinsi Bali, Putu Diah Pradnya Maharani, B.Sc., Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Ketut Surya Adnyani, Sekretaris Daerah Gianyar, Dewa Gede Alit Mudiarta, serta beberapa kepala dinas dan anggota DPRD Kabupaten Gianyar.

Kunjungan dimulai di Balai Banjar Katik Lantang, Desa Singakerta, tempat Bupati menyerahkan satu unit truk sampah kepada perwakilan Banjar Adat Katik Lantang. Bupati disambut oleh Anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Dr. Nyoman Amertayasa, Camat Ubud I Dewa Gede Pariatna, S.STP., dan perajuru adat setempat.

Selanjutnya, penyerahan satu unit truk sampah juga dilakukan di Banjar Kutuh, Desa Sayan, yang berlangsung di Pura Nagasari. Bantuan ini merupakan bagian dari program peningkatan pelayanan kebersihan di wilayah desa.

Kegiatan dilanjutkan ke Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, tepatnya di kediaman salah satu warga penerima bantuan pendidikan, Ni Wayan Dyana Novita. Beasiswa diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi pelajar berprestasi.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Kapolsek Ubud, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, S.St., menyatakan bahwa kegiatan berjalan tertib dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sampaikan Terimakasih, Bupati Mahayastra Sapa Masyarakat

NEWS

IESR Pertanyakan Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa dan Mendesak Investigasi Transparan Gangguan Listrik 

Published

on

By

iesr
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa. (Foto: bi) 

Jakarta, baliilu.com – Institute for Essential Services Reform (IESR) mempertanyakan penjelasan awal terkait gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Jawa pada 9–10 Juni 2026. Dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak dengan mudah berkembang menjadi pemadaman yang luas kecuali jika PLN memang melakukan pemadaman untuk mengurangi beban listrik (load curtailment).

IESR menilai bahwa dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau satu elemen jaringan seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya (reserve margin), sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai. Di sistem kelistrikan PLN, ketentuan reserve margin mencapai 30 persen harusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM selaku regulator ketenagalistrikan perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab, faktor pemicu, serta kelemahan sistem yang memungkinkan gangguan berkembang menjadi pemadaman yang meluas. Hasil investigasi ini harus disampaikan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo dengan meminta penjelasan dari Kementerian ESDM terkait penyebab pemadaman ini karena berdampak pada ketahanan energi, daya saing, dan kerugian ekonomi dunia usaha dan masyarakat. Pemadaman yang terjadi di Indonesia selama beberapa bulan terakhir, merupakan indikator ketidakmampuan Kementerian ESDM sebagai regulator ketenagalistrikan, yang seharusnya memastikan sistem kelistrikan beroperasi dengan handal.

IESR menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa-Bali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal. Keterbatasan pasokan batubara yang membuat Hari Operasi Pembangkit (HOP) di bawah batas aman. Demikian juga gangguan pembangkit seperti yang terjadi pada PLTGU Jawa 1 membuat pasokan listrik berkurang.

Keterlambatan pengiriman batubara ke PLTU yang membuat HOP kritis salah satunya disebabkan oleh tertundanya pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Menteri ESDM. Perihal keterlambatan ini sudah disampaikan oleh pihak industri sejak Maret dan April lalu, yang memberikan indikasi dampaknya pada pasokan batubara PLN.

Baca Juga  Deklarasi Damai dan Doa Lintas Agama Menggema di Gianyar

“Pemadaman bergilir yang terjadi selama tiga hari terakhir merugikan konsumen secara finansial. Walaupun konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, tapi nilai ganti rugi tersebut tidak sebanding dengan biaya dan kerugian yang terjadi akibat pemadaman listrik. Oleh karena itu masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang transparan tentang kondisi kehandalan pasokan listrik oleh Kementerian ESDM sebagai regulator dan PLN sebagai operator. Ada sejumlah faktor yang menjadi faktor penyebab pemadaman listrik, antara lain minimmnya cadangan daya, gangguan pasokan bahan bakar, jadwal perawatan pembangkit yang tidak sinkron, hingga gangguan transmisi, Investigasi menyeluruh bisa menjawab pemiucu dan penyebab utama pemadaman,” ujar Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa.

IESR menilai kejadian pemadaman ini perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi ketahanan sistem kelistrikan nasional di tengah semakin meningkatnya kebutuhan listrik yang berasal dari pertumbuhan industri, pusat data baru, dan elektrifikasi transportasi yang membuat pasokan listrik yang cukup dan handal merupakan keharusan. Konsekuensinya listrik di seluruh Indonesia harus tersedia 24 jam sehari tanpa jeda dan gangguan pasokan harus diatasi dalam waktu cepat.

“Jika sejumlah informasi yang beredar bahwa adanya gangguan pasokan batubara yang membuat PLTU harus menurunkan kapasitas pembangkitannya adalah benar, ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi oleh batubara dan sistem listrik yang terpusat (centralized) merupakan ancaman keamanan pasokan energi. Terlambatnya pembangunan pembangkit energi terbarukan di RUPTL, pembatasan PLTS Atap sejak 2021 lalu berkontribusi pada meningkatnya risiko ini,” imbuh Fabby.

IESR mendesak pemerintah perlu melakukan investigasi independen berbasis data guna mengidentifikasi penyebab langsung, faktor pemicu, dan akar masalah gangguan tersebut. Hasilnya perlu dipublikasikan secara terbuka agar dapat menjadi pembelajaran bagi perbaikan sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus memperkuat akuntabilitas kepada publik.

PLN juga perlu memastikan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang berlaku. Pemadaman listrik dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi rumah tangga, pelaku usaha, industri, dan layanan publik.

Baca Juga  Sertijab Bupati-Wakil Bupati Gianyar, Bupati Mahayastra Komitmen Selaraskan Pembangunan Pusat dan Kabupaten

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya percepatan penguatan jaringan transmisi dan distribusi, modernisasi sistem proteksi, serta pengembangan smart grid untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap gangguan di masa depan.

IESR menilai sistem kelistrikan Indonesia akan terus mengalami kerentanan apabila tetap didominasi oleh bahan bakar fosil dan tersentralisasi seperti sekarang. Dalam jangka pendek, pemanfaatan PLTS Atap yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi (BESS) dapat membantu meningkatkan ketahanan pasokan listrik di tingkat pelanggan. Oleh karena itu, Kementerian ESDM harus segera memperbarui ketentuan Permen ESDM No. 2/2024 tentang PLTS Atap, dengan mengganti mekanisme kuota sistem sebagai syarat bagi konsumen. Relaksasi PLTS Atap dan BESS dapat mempercepat penambahan daya listrik dan mengurangi beban listrik yang harus dipasok oleh PLN.

Dalam jangka menengah, percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, salah satunya melalui program 100 GW PLTS yang dicanangkan oleh Presiden harus segera diimplementasikan, serta pembangkit energi terbarukan lainnya, serta modernisasi jaringan listrik, apabila Indonesia ingin menghindari krisis listrik nasional dalam dua tahun mendatang. (*/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Polsek Denbar Intensifkan Patroli dan Sambang ke SPBU

Published

on

By

polsek denbar
PATROLI: Personel Polsek Denbar saat melakukan patroli dan monitoring di sejumlah SPBU maupun lokasi keramaian guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Polsek Denpasar Barat melalui personel piket fungsi melaksanakan patroli dialogis dan sambang ke SPBU Nomor 54.801.53 yang berlokasi di Jalan Pulau Komodo, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kamis (11/6/2026) pukul 10.30 Wita.

Iptu Zulianto selaku Panwas dan Padal Bripka Putu Suweca tersebut menyasar petugas SPBU, konsumen, serta masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan edukasi dan imbauan Kamtibmas terkait upaya pencegahan tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor), serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kerja maupun tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, personel juga mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110 Polri sebagai sarana pelaporan cepat apabila masyarakat menemukan atau mengalami gangguan keamanan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di SPBU terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, sementara antrean kendaraan untuk pengisian BBM masih dalam kondisi wajar dan tidak ditemukan adanya penumpukan maupun gejolak yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli dan sambang yang dilakukan jajaran Polsek Denpasar Barat merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pasca penyesuaian harga BBM.

“Polresta Denpasar melalui jajaran Polsek terus melakukan patroli dan monitoring di sejumlah SPBU maupun lokasi keramaian guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pelayanan dan distribusi BBM berjalan lancar,” ujar Iptu Adi Saputra Jaya.

Baca Juga  Sampaikan Terimakasih, Bupati Mahayastra Sapa Masyarakat

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat masih aman dan terkendali. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif. Apabila menemukan adanya indikasi gangguan keamanan atau tindakan yang meresahkan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Melalui kegiatan patroli dialogis dan sambang ini, Polresta Denpasar berharap stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri HLM TPID Bali, Sekda Dewa Indra Pastikan Ketersediaan Pangan dan Kebutuhan Masyarakat Tetap Aman

Published

on

By

tpid bali
HLM: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra berfoto bersama usai memimpin dan menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (10/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok serta kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan jatuh pada 17 Juni dan 27 Juni 2026. Hal tersebut disampaikan saat memimpin dan menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (10/6).

“Pengawasan sudah kita lakukan sejak sekarang mengingat Hari Raya Galungan dan Kuningan semakin dekat. Masyarakat juga mulai membeli berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan pokok, daging, bumbu dapur, LPG, hingga sarana upacara seperti bahan banten dan penjor,” ujar Dewa Indra.

Ia menegaskan, pemantauan harus terus dilakukan hingga beberapa hari setelah Hari Raya Kuningan guna memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap aman serta mencegah terjadinya kepanikan di masyarakat.

“Kita wajib menginformasikan secara luas bahwa ketersediaan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Dengan demikian, masyarakat tidak melakukan panic buying yang berpotensi menimbulkan penimbunan dan kelangkaan barang di lapangan,” katanya.

Selain menjamin ketersediaan stok, distribusi kebutuhan masyarakat juga harus berjalan lancar, tepat sasaran, dan mudah diakses. Untuk itu, koordinasi dan kolaborasi antar Satuan Tugas (Satgas) Pangan di seluruh kabupaten/kota se-Bali perlu terus diperkuat. Menurutnya, apabila suatu daerah mengalami keterbatasan stok komoditas tertentu, maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan daerah lain yang memiliki surplus produksi atau cadangan stok yang memadai.

“Sebagai contoh, Kabupaten Buleleng memiliki ketersediaan cabai mencapai 76,48 ton dengan kebutuhan sekitar 5,34 ton, bawang merah 145,93 ton dengan kebutuhan 5,93 ton, serta bawang putih 191,42 ton dengan kebutuhan 9,52 ton. Kelebihan stok ini dapat dikolaborasikan dengan kabupaten lain yang mengalami kekurangan sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga  Agung Bharata, Mantan Bupati Gianyar Berpulang

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa hingga Mei 2026 tingkat inflasi Bali tercatat sebesar 2,99 persen. Menurutnya, perbedaan kondisi ketersediaan dan kebutuhan komoditas di masing-masing daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat inflasi. Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok pangan melalui pengawasan dan pemantauan langsung di lapangan, khususnya terhadap komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, gula pasir, daging, serta LPG 3 kilogram.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Satgas Pangan Polda Bali juga terus melakukan berbagai langkah pengawasan dan penindakan. Selain melaksanakan kegiatan pasar murah, Satgas Pangan juga memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran dan praktik kecurangan yang merugikan masyarakat. Penegakan hukum juga dilakukan terhadap agen maupun pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pengoplosan LPG untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan, serta melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang merugikan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca