Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gianyar Role Model, 1.400 Beasiswa Diluncurkan Dukung Program Gubernur Koster Satu Keluarga Satu Sarjana

BALIILU Tayang

:

Satu Keluarga Satu Sarjana
PELEPASAN: Acara Pelepasan Penerima Beasiswa Gianyar Aman “Satu Keluarga Satu Sarjana” dan Beasiswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Selasa (9/7) di Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Kabupaten Gianyar mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Bali yang berhasil menjalankan program beasiswa “Satu Keluarga Satu Sarjana” secara masif dan terstruktur. Sebanyak 1.400 generasi muda Gianyar telah dinyatakan lolos seleksi dan akan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar Bali, termasuk kampus unggulan seperti ITB, UGM, IPB, hingga Politeknik Kesehatan Surakarta.

Program ini diluncurkan secara resmi dalam acara Pelepasan Penerima Beasiswa Gianyar Aman “Satu Keluarga Satu Sarjana” dan Beasiswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Selasa (9/7) di Kantor Bupati Gianyar.

Skema Transparan dan Nonproyek, Beasiswa Murni untuk Mahasiswa

Dalam sambutannya, Bupati Mahayastra menekankan bahwa beasiswa ini tidak melalui proyek atau tender. Dana dikirim langsung ke rekening mahasiswa, mencakup: UKT (Uang Kuliah Tunggal) dibayar penuh; Uang makan Rp 50.000/hari; Uang kos Rp 1 juta/bulan; serta Bantuan pembelian laptop hingga Rp 15 juta.

Mahasiswa bebas memilih laptop sendiri; bila lebih murah dari plafon, sisa dana dikembalikan ke kas daerah.

“Program ini bukan proyek. Tidak boleh ada mark-up. Satu rupiah pun harus bermanfaat bagi mahasiswa,” tegas Mahayastra.

Gubernur Koster: Gianyar Pionir, Kabupaten Lain Harus Ikuti

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya memuji langkah progresif Gianyar yang menjadi pelopor program pendidikan afirmatif ini.

“Gianyar luar biasa. Sudah memulai lebih dulu. Sekarang tinggal 8 kabupaten/kota lainnya saya dorong untuk ikut,” tegas Koster.

Ia menyebutkan, jika seluruh kabupaten/kota memberikan 500 kuota saja, ditambah Gianyar 1.000 dan Provinsi 1.000–2.000, maka sedikitnya 6.000 mahasiswa miskin di Bali dapat dibiayai kuliah setiap tahun.

Baca Juga  Kepala BRIN Harap Bupati/Walikota Jalankan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan yang Disusun Gubernur Koster

Program ini, lanjut Koster, bukan sekadar pendidikan, tetapi gerakan keadilan sosial dan investasi masa depan Bali.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa saat ini angka partisipasi perguruan tinggi di Bali baru 38%, lebih tinggi dari nasional (32%) tetapi masih tertinggal dibanding beberapa daerah lain di Indonesia. Melalui program ini, target ke depan adalah menaikkan angka partisipasi hingga 50% lulusan SMA/SMK melanjutkan kuliah.

Untuk itu, Pemprov Bali telah merancang skema kerja sama dengan 20 PTS besar di Bali untuk memberikan kuliah gratis tanpa pungutan dan dengan PTN, melalui pemanfaatan UKT dan KIP Kuliah dari Kemendikbud, diperkuat bantuan dari APBD Provinsi Bali;  Bantuan biaya kos Rp 1.400.000/bulan untuk mahasiswa penerima beasiswa yang merantau serta verifikasi calon penerima dilakukan langsung ke rumah bukan hanya berdasarkan rekomendasi desa atau banjar untuk menghindari KKN.

Tak hanya kuliah, program ini juga menyasar lulusan SMA/SMK yang memilih jalur vokasi. Tahun ini, 60 orang dibiayai mengikuti pelatihan 1 tahun di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) menggunakan dana APBD Gianyar, setelah sebelumnya 10 orang dikirim lewat CSR BPD Bali.

Program LPK ini diakui Koster sebagai bagian integral dari strategi peningkatan kualitas SDM dan daya saing angkatan kerja muda Bali.

Dari Anak Desa, Kini Memimpin Daerah

Dalam momen penuh inspirasi, Gubernur Koster juga berbagi kisah hidupnya sebagai anak petani dari Buleleng yang harus menjual ayam dan sapi untuk bisa kuliah di ITB.

“Saya dari keluarga yang rumahnya berlantai tanah. Tapi karena semangat dan kerja keras, saya bisa kuliah dan bertahan di Bandung. Kalau saya bisa, anak-anak Bali juga bisa!” serunya disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster Terima Audiensi PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar

Kisah tersebut menjadi motivasi kuat dalam merancang dan mendorong program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Koster menegaskan, ini bukan soal pencitraan dirinya atau kepala daerah lain. Ini adalah gotong-royong lintas pemerintahan untuk membangun masa depan Bali yang lebih adil dan maju melalui pendidikan.

“Kalau program ini dijalankan serius, maka tahun 2030 kita akan punya puluhan ribu sarjana baru generasi emas Bali yang siap kerja, siap menciptakan lapangan kerja, dan tidak bergantung pada orang tua,” pungkasnya.

Buktikan dengan Prestasi

Salah satu penerima beasiswa, Made Panji Sentana, alumni SMA Negeri 1 Sukawati, yang kini diterima di Program Studi Kedokteran Hewan IPB University, saat diberikan menyampaikan pesan dan kesan mengutarakan rasa syukur dan semangatnya mewakili para mahasiswa baru. Ia menyebut bahwa program beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi sebuah amanah dan tanggung jawab moral.

“Kami menyebutnya AMAN, Astungkara, Mensyukuri, Aktif, dan Negara,” ujar Panji lugas.

“Beasiswa ini akan kami jawab dengan prestasi. Kami sadar, ini adalah bentuk kepercayaan, dan kami akan berusaha menjadi mahasiswa yang membanggakan Bali dan Indonesia.”

Panji juga menegaskan, dengan dukungan yang luar biasa dari pemerintah, para penerima beasiswa siap menjadi generasi mandiri, produktif, dan berdampak. Ia berharap semakin banyak anak muda Bali yang mendapat kesempatan serupa, dan berjanji akan membawa nama baik daerahnya di tingkat nasional bahkan internasional.

Program Gianyar Aman dan Satu Keluarga Satu Sarjana kini bukan hanya kebijakan lokal. Karena telah menjadi cikal bakal gerakan pendidikan kolektif di Bali, tempat di mana kesempatan meraih masa depan lebih baik terbuka bagi siapa saja, tanpa kecuali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Beri Pendampingan Hukum, Kejari dan Perbekel Se-Gianyar Teken MoU

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Kepala BRIN Harap Bupati/Walikota Jalankan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan yang Disusun Gubernur Koster

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Gubernur Bali Apresiasi Inisiatif Dewan tentang Raperda Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca