Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Mitigasi Sistem Kelistrikan Bali, Gubernur Koster Minta Sejalan dengan Bali Mandiri Energi

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
RAPAT: Gubernur Bali, Wayan Koster bersama dengan jajaran PLN UIP JBTB melaksanakan rapat terkait pembangunan Sutet 500 kV Gilimanuk-Antosari di Kabupaten Jembrana dan Tabanan di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar, Rabu (23/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama dengan jajaran PLN UIP JBTB melaksanakan rapat terkait pembangunan Sutet 500 kV Gilimanuk-Antosari di Kabupaten Jembrana dan Tabanan di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar, Rabu (23/7).

“Pembangunan Sutet 500kV Gilimanuk-Antosari merupakan langkah PT. PLN dalam mengantisipasi pertumbuhan beban listrik untuk wilayah Bali,” jelas Executive Vice President Kontruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Ratnasari Sjamsudin.

Ratnasari menyampaikan pembangunan SUTET 500kV Gilimanuk-Antosari merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan RUPTL Tahun 2025-2034 yang bertujuan untuk menjaga keandalan dan perkuatan sistem kelistrikan di Provinsi Bali dalam mengantisipasi pertumbuhan kelistrikan yang cukup tinggi.

Diketahui konsumsi listrik di Bali terjadi di Februari 2025 dengan beban puncak mencapai 1189 MW sedangkan daya mampu pembangkit, Daya Mampu Netto (DMN) 1519 MW dan Daya Mampu Pembangkit (DMP) 1388 MW sehingga cadangan energi hanya sebesar 199 MW sementara estimasi pertumbuhan kelistrikan di Provinsi Bali mencapai 6% atau bertambah sekitar 60MW per tahun. Dengan pasokan bauran energi Bali terdiri dari batubara 38,8%, LNG 16,8%,MFO 2%, HSD 12,5% dan SKLT Jawa-Bali 29,9%.

Terkait keterbatasan cadangan energi di Provinsi Bali, PT. PLN (Persero) telah menetapkan langkah mitigasi antara lain untuk mitigasi jangka pendek dengan pengoperasian EBT PLTP Ijen (34 MW) dan penyelesaian pembangkit EBT/PLTS 50 MWp, PLTD 220 MW serta PLTGU 200 MW, Mitigasi jangka menengah dengan menyelesaikan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 450 MW dan mitigasi jangka panjang dengan penyelesaian Jawa Bali 500 kV Project.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi rencana PT. PLN (Persero) dalam memperkuat sistem kelistrikan di Provinsi Bali tersebut. Ia menjelaskan sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia bahkan Dunia, Bali memerlukan kepastian ketersediaan energi khususnya listrik.

Baca Juga  DPRD Bali Terima dan Setujui Ranperda RTRW Provinsi Bali 2023-2043

“Jadi kita butuh kepastian listrik secara berkelanjutan. Jangan sampai terjadi blackout seperti kemarin lagi,” ungkapnya.

Ia menginginkan upaya PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan di Bali sejalan dengan program Bali Mandiri Energi yang ramah lingkungan. Dengan mengembangkan energi yang ramah lingkungan, menurutnya kepariwisataan Bali menjadi naik kelas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Denpasar Fashion Street 2026 Bertabur Karya Desainer Lokal dan Usung Misi Lingkungan 

Published

on

By

denpasar fashion street
DFS: Denpasar Fashion Street (DFS) ke-3 tahun 2026, berlangsung di Pedestrian Patung Melanting, Sabtu (6/6) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Denpasar Fashion Street (DFS) ke-3 tahun 2026, berlangsung di Pedestrian Patung Melanting, Sabtu (6/6) malam. Selain bertabur puluhan karya desainer Kota Denpasar, gelaran DFS tahun ini juga membawa misi lingkungan yang kuat, yaitu menghadirkan stan khusus Recycle Use.

Stan ini sendiri didedikasikan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sustainable fashion (fesyen berkelanjutan), yang menampilkan produk-produk upcycling dari limbah kain, serta membuka wadah bagi pengunjung yang ingin mendonasikan atau menukarkan pakaian layak pakai mereka.

Hadir pada acara malam itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan, dengan menghadirkan stan Recycle Use pada gelaran DFS tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar sendiri ingin menunjukkan komitmen kuat terhadap aksi nyata Eco-Fashion, sekaligus mengajak masyarakat agar dengan bijak mengelola sampah tekstil.

“Melalui DFS 2026, Pemerintah Kota Denpasar ingin mewujudkan pergerakan fashion yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi sirkular,” kata Eddy Mulya.

Lebih jauh, Eddy Mulya menyampaikan, pelaksanaan DFS tahun 2026 kali ini sengaja digelar di area Pedestrian Pura Melanting yang berada di kawasan Pasar Badung. Hal ini lantaran, Pemerintah Kota Denpasar tengah berupaya untuk melestarikan kawasan heritage, sebagai kekayaan budaya Kota Denpasar agar menjadi pusat ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Pemkot Denpasar ingin menghadirkan DFS sebagai ajang fashion yang dekat dengan masyarakat, dan dapat secara langsung dinikmati oleh masyarakat,” ujar Eddy Mulya.

Baca Juga  Semua Stakeholder Bandara Ngurah Rai Berbenah, Rakor Peningkatan Layanan Ditindaklanjuti, Koster Tegaskan Evaluasi Rutin

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, DFS tahun ini mengusung tema “Senarai Renjana”, yang berarti rangkaian rasa yang dikenakan. Setidaknya, terdapat 12 desainer lokal binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar yang ikut dalam acara ini.

Adapun desainer yang dimaksud kata Sagung Antari adalah, Rhea Cempaka, Dewi Anyar, Harmaita, Signature, Tenun Ikat Bali Nusa, Gita/Kwace Bali, Bali Puspa by Jro Puspa, Tresna / De’vastra, Jegeg Tribusana, Nethica Indonesia, Paras Bali, Lului dan juga Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Sagung Antari kemudian menjelaskan, DFS 2026 yang juga digelar serangkaian dengan peringatan Bulan Bung Karno di Bulan Juni, ini menggunakan konsep Fashion on The Street, yakni akses public untuk semua warga Kota Denpasar.

“Pelaksanaan DFS tahun ini mengusung campaign fashion for all, bahwa siapapun bisa turut berpartisipasi, karena fashion semestinya bisa dinikmati siapa saja. DFS menghadirkan ruang kreatif yang menampilkan karya para desainer Kota Denpasar lebih dekat dengan masyarakat,” kata Sagung Antari.

Lebih jauh, Sagung Antari juga mengatakan, beberapa komunitas juga dilibatkan dalam acara ini. Lorakaca, produk Kerajinan dari perca kain, kemudian Rekynd yang menampilkan manajemen sampah tekstil, serta Membumi dengan ikonik workshop upcycle.

“Lewat DFS kami ingin menunjukkan bahwa fashion bukan hanya soal pakaian, tapi tentang rasa, identitas, dan tanggung jawab,” ujar Sagung Antari. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Lepas Peserta NCC Motorun 2026 di Sanur

Published

on

By

ncc motorun
LEPAS NCC: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas (flag off) peserta NCC (No Club Club) Motorun 2026 yang berlangsung di area Central Parkir Restoran Naga 8, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Minggu (7/6) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas (flag off) peserta NCC (No Club Club) Motorun 2026 yang berlangsung di area Central Parkir Restoran Naga 8, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Minggu (7/6) pagi.

Sejak dini hari, ratusan peserta tampak antusias mengikuti event tahunan tersebut. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah atlet lari internasional yang turut memeriahkan pelaksanaan NCC Motorun 2026.

Turut mendampingi Wawali Arya Wibawa yakni Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Camat Denpasar Selatan Ida Bagus Made Purwanasara, serta sejumlah undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyambut baik penyelenggaraan NCC Motorun 2026 yang digelar di kawasan Sanur.

“Sebagai daerah tujuan wisata internasional, kawasan Sanur di Kota Denpasar sangat tepat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event berskala lokal, nasional, maupun internasional. Kegiatan seperti ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengembangan industri pariwisata sekaligus pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar senantiasa mendukung berbagai kegiatan yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar, khususnya kawasan Sanur.

“Melalui penyelenggaraan event seperti ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Denpasar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia NCC Motorun 2026, Agus Darmayuda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas No Club Club (NCC). Pada tahun ini, rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 6–7 Juni 2026.

“Komunitas NCC merupakan komunitas otomotif yang berdiri sejak tahun 2019. Dalam pelaksanaan NCC Motorun 2026, kami juga bekerja sama dengan sejumlah sponsor untuk mendukung suksesnya kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga  Launching Gerakan Bali Bersih Sampah di Panggung Ardha Candra

Agus menjelaskan, pada 6 Juni 2026 telah dilaksanakan kategori Children Sprint untuk anak-anak, sedangkan pada 7 Juni 2026 digelar kategori lari 5K dan 10K. Selain itu, panitia juga menghadirkan berbagai stand sponsor, komunitas, dan UMKM lokal, serta hiburan bagi para peserta dan pengunjung.

“Kami berharap NCC Motorun 2026 dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pariwisata di Sanur dan Kota Denpasar pada umumnya, sekaligus mendukung promosi serta pengembangan UMKM lokal,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Koster Pimpin Korve Bersih Sampah di Pantai Samuh

Published

on

By

koster
BERSIH SAMPAH: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve bersih sampah di kawasan Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (Saniscara Wage, Julungwangi), 6 Juni 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Serangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin korve bersih sampah di kawasan Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (Saniscara Wage, Julungwangi), 6 Juni 2026.

Membaur dengan peserta aksi korve yang terdiri dari ASN, TNI, Polri dan Pelajar, Gubernur Koster menelusuri kawasan pantai sambil memunguti satu demi satu sampah plastik. Aksi korve dilaksanakan dengan penuh semangat oleh para peserta hingga dalam waktu singkat, kawasan pantai kembali bersih.

Kegiatan korve didahului dengan apel yang diisi penyampaian arahan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Gubernur Koster.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam arahan tertulisnya menyampaikan, dunia saat ini sedang menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Ketiga krisis ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial global. Oleh sebab itu, masalah lingkungan hidup menjadi isu krusial bagi kelangsungan generasi mendatang.

Menteri Jumhur mengingatkan, sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim karena lebih dari 60% penduduknya tinggal di wilayah pesisir dan berisiko terdampak kenaikan air laut, cuaca ekstrem, dan gangguan ketahanan pangan. “Lebih dari 90% bencana di Indonesia bersifat hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, dan kekeringan,” sebutnya.

Ditambahkan olehnya, persoalan lingkungan di Indonesia makin pelik karena dipengaruhi persoalan sampah. Indonesia menghasilkan 51 juta ton sampah setiap tahun, 74% diantaranya belum terkelola secara optimal. “Sebagian besar bercampur dan berakhir di TPA yang menggunakan metode open dumping. Praktik ini tidak hanya menimbulkan masalah kebersihan, tetapi juga pencemaran lingkungan, gas metana, dan ancaman terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan keberlanjutan ekosistem,” jelasnya. Menurut dia, kondisi TPA yang telah kelebihan beban hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Koster Kawal Terus Pembangunan Bendungan Tamblang dan Ditargetkan Selesai Oktober 2022

Mengatasi berbagai persoalan lingkungan, ia mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama melakukan pertobatan ekologis. “Pertobatan ekologis bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam. Kita diajak untuk memuliakan alam, mengintrospeksi setiap perilaku dan kebiasaan yang berdampak pada lingkungan,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Menteri LH mengajak seluruh komponen masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sebagai momentum untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan dengan alam. Ia mengajak masyarakat mengambil langkah nyata yaitu mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai, serta mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik untuk memilah sampah mulai dari sumbernya. Menteri Jumhur juga mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan ekonomi sirkular melalui bank sampah atau inisiatif lokal lainnya, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi pencemaran dan limbah.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 juga dirangkai dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan ini diharapkan mengubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang beretika lingkungan menuju Indonesia Emas 2045.

Usai pelaksanaan korve bersih sampah, Gubernur Koster, Bupati Badung, Pimpinan OPD Pemprov Bali dan Pemkab Badung mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tingkat nasional secara daring. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca