Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Bali Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Etis dalam Pengelolaan Organisasi Publik

BALIILU Tayang

:

sekda bali
JADI NARASUMBER: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menjadi narasumber pada acara Internalisasi Kepemimpinan Etis dalam Pengendalian Operasional yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Pullman, Legian, Badung, pada 22–23 Agustus 2025.(Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menjadi narasumber pada acara Internalisasi Kepemimpinan Etis dalam Pengendalian Operasional yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Pullman, Legian, Badung, pada 22–23 Agustus 2025.

Dalam paparannya, Sekda Bali mengangkat materi “Konsep dan Prinsip Ethical Leadership dalam Pengelolaan Organisasi Publik”. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kedudukan, melainkan pengaruh nyata yang diwujudkan melalui tindakan. Mengutip Donnal Macdannen, ia menyampaikan, “Leadership is action, not position.”

Menurutnya, etika dalam kepemimpinan adalah seperangkat nilai dan standar moral yang menjadi pedoman dalam menilai baik-buruk atau benar-salahnya perilaku seorang pejabat publik. Standar itu, lanjutnya, tidak dibuat oleh pemimpin itu sendiri, melainkan dinilai langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, pejabat publik dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran, integritas, serta memiliki semangat pelayanan (spirit of publicness).

Sekda Bali kemudian memberikan contoh nyata dalam dunia pemerintahan. Misalnya, ketika terjadi bencana alam, pemimpin daerah dituntut mengambil keputusan cepat terkait evakuasi dan bantuan darurat, meskipun informasi yang tersedia seringkali belum sempurna. Begitu pula dalam pengelolaan keuangan daerah, keputusan alokasi anggaran harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dengan tuntutan publik yang tinggi, seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Keputusan dalam pemerintahan bukan hanya soal regulasi di atas kertas, tetapi keberanian untuk menyeimbangkan kebutuhan masyarakat dengan aturan dan kemampuan anggaran,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi, seperti praktik open government yang memberi ruang masyarakat untuk menilai kinerja pemerintah secara langsung.

“Sebagai pengelola administrasi publik, tuntutan bagi seorang pemimpin sangat tinggi. Kualitas kebijakan publik bukan semata diukur dari hasil sempurna, tetapi dari kemampuan pemimpin memilah masalah, menimbang sumber daya yang tersedia, serta berani mengambil keputusan di tengah tekanan publik,” jelas Sekda.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Kukuhkan Paskibraka Bali, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT Ke-80 RI

Ia juga menekankan bahwa komunikasi adalah inti kepemimpinan. Pemimpin harus mampu menggerakkan orang lain dengan cara membangun kepercayaan, bersikap empatik, dan menyampaikan pesan dengan jelas. “Staf itu tidak bodoh, yang membedakan hanyalah kuasa. Karena itu, pemimpin harus bijak, memiliki pengetahuan, kedewasaan emosional, serta berlandaskan etika dan hukum dalam setiap kebijakan,” tegasnya.

Di akhir sesi, Sekda menutup dengan pesan bahwa pemimpin publik harus memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi dan selalu mengutamakan pelayanan. “Jangan sampai pemimpin hanya berdiam di ruangan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir, melayani, dan menginspirasi,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, selaku moderator; Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. Jimmy Zeravianus Usfunan, S.H., M.H., sebagai narasumber I; Deputi Akuntansi BPJS Ketenagakerjaan, Andri Bayumi; serta seluruh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kelas I di seluruh Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Pantau Pelaksanaan SKD, Sekda Dewa Indra Ingatkan Pelamar CPNS Tak Percaya Calo

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Buka Mobile IP Clinic 2024, Sekda Dewa Indra Dorong Layanan Pencatatan KI Jemput Bola ke Masyarakat

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Pantau Pelaksanaan SKD, Sekda Dewa Indra Ingatkan Pelamar CPNS Tak Percaya Calo

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca