Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Digitalisasi Bertemu Budaya: Petualangan Seru QRIS Jelajah Budaya Indonesia Bali 2025

BALIILU Tayang

:

QRIS Jelajah Budaya Indonesia
CULTURAL QRIS QUEST : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menggelar rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) Bali – Bali Digital Island 2025 pada 23 - 31 Agustus 2025. Tampak Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja berfoto bersama saat kegiatan “Cultural QRIS Quest” di Desa Wisata Penglipuran, Bangli. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali sukses menggelar rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) Bali – Bali Digital Island 2025 pada 23 – 31 Agustus 2025. Gelaran ini berlangsung serentak di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Indonesia pada Agustus 2025, menghadirkan sinergi antara gerakan digitalisasi sistem pembayaran dan kegiatan pelestarian budaya lokal.

QJI Bali diikuti oleh 180 peserta yang terbagi dalam 60 tim generasi muda untuk menjelajah Pulau Dewata melalui misi tematik yang fokus pada edukasi QRIS, Cinta Bangga Paham Rupiah, Pelindungan Konsumen, edukasi money changer berizin, dan pengenalan budaya khas Bali.

Acara dibuka secara resmi pada 23 Agustus 2025 di Pantai Jerman, Kuta, oleh Advisor BI Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, bersama Asisten Perekonomian & Pembangunan Setda Provinsi Bali, Dr. Luh Ayu Aryani.

Indra Gunawan Sutarto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda Bali mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas.

“Generasi muda diharapkan menjadi agen perubahan dalam penggunaan transaksi digital, terutama dengan QRIS agar lebih mudah, praktis, dan aman, sekaligus mengangkat budaya, kuliner dan pariwisata lokal,” ujar Indra.

Hingga saat ini, pengguna QRIS di Bali telah mencapai lebih dari 1 juta pengguna dengan hampir 1 juta merchant. Volume transaksi juga mencatatkan prestasi luar biasa, yakni 64 juta transaksi sejak awal tahun 2025 hingga Juli 2025.

Menurut Indra, capaian ini mencerminkan tingginya akseptasi masyarakat Bali terhadap pembayaran digital, berkat kolaborasi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, PJP, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian & Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan QRIS Jelajah Budaya Indonesia Bali 2025. Luh Ayu Aryani berharap kegiatan ini dapat mengedukasi sekaligus mendorong masyarakat Bali untuk bertransformasi ke sistem pembayaran digital. “Dengan kolaborasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, perbankan, akademisi, dan masyarakat, kami optimis digitalisasi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  BI Hadirkan QRIS, BI-FAST dan SNAP untuk Kemanfaatan Masyarakat

QJI Bali 2025 dilaksanakan melalui 6 misi utama, yaitu: 1) Guardians of Tourism – Tertibkan Money Changer, Wajah Pariwisata Bali yaitu edukasi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) kepada penyelenggara KUPVA BB dan sosialisasi ciri-ciri KUPVA BB Berizin serta kewajiban penggunaan Rupiah kepada wisatawan mancanegara, 2) QRIS Tap on The Move yaitu edukasi kepada pengguna Trans Metro Dewata (TMD) 3) Our Love for Rupiah – Gerakan Cinta Rupiah di Pasar Rakyat yaitu edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah kepada pedagang dan masyarakat di Pasar Badung, 4) QRIS Goes Global Through QRIS Cross Border yaitu edukasi QRIS Mendunia di Panggung Budaya Kecak Uluwatu, 5) Cultural QRIS Quest – memperkenalkan budaya dan kuliner Bali di Desa Wisata Penglipuran, dan 6) Lembongan Digital Island Hunt – memperkenalkan ekosistem digital di DTW Nusa Lembongan melalui edukasi QRIS dan Pelindungan Konsumen Eling Raga ke masyarakat dan wisatawan.

Keseluruhan kegiatan QJI Bali antusias diikuti oleh seluruh tim. Salah satu hal menarik adalah semangat para peserta yang menggabungkan tantangan edukasi digital dengan aktivitas menjelajah destinasi budaya dan wisata khas Bali. Keceriaan, kreativitas, hingga kolaborasi lintas komunitas menjadikan QJI Bali 2025 tidak hanya sebagai ajang edukasi, tetapi juga pengalaman berkesan yang menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan penguatan terhadap literasi digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan edukasi terkait QRIS, Pelindungan Konsumen, dan Cinta, Bangga, Paham Rupiah dapat dilakukan secara menyeluruh dan inklusif sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara di Provinsi Bali. Paduan budaya dan digitalisasi QJI Bali 2025 tidak hanya memperluas penggunaan QRIS, tetapi juga memperkuat identitas Bali sebagai Digital Island yang modern sekaligus berakar pada tradisi.

Baca Juga  Pariwisata Berangsur Pulih, Kinerja Penjualan Eceran Bali Terus Meningkat

Berbagai aktivitas QJI yang melibatkan pelaku UMKM, masyarakat Bali, dan wisatawan memberikan bukti nyata terhadap dukungan strategis Bali di era digital, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkokoh daya saing pariwisata berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  BI Hadirkan QRIS, BI-FAST dan SNAP untuk Kemanfaatan Masyarakat

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  BI Dorong Ekosistem Money Changer dan Layanan Remitansi Berizin di Bali yang Sehat dan Berdaya Saing

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Hasil Survei Triwulan I 2024, Harga Properti Residensial di Bali Meningkat

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca