Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Hasil Survei, Penjualan Eceran Oktober 2022 di Bali Membaik

BALIILU Tayang

:

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan ritel di Provinsi Bali pada Oktober 2022 diperkirakan pada kondisi membaik dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 95,9 atau secara bulanan tumbuh 0,54% (mtm) dibandingkan dengan periode September 2022 yang tercatat sebesar 95,3.

Pertumbuhan IPR bulan Oktober 2022 tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode bulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,32% (mtm). Membaiknya kinerja penjualan eceran di Bali tersebut sejalan dengan semakin tingginya aktivitas pariwisata di Bali serta kondisi ekonomi Bali yang terus mengalami pemulihan. Peningkatan kinerja penjualan eceran di Bali juga searah dengan kinerja penjualan eceran nasional yang tumbuh positif sebesar 3,10% (mtm) atau lebih baik dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -1,82% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa perkiraan kinerja penjualan ritel di Provinsi Bali bulan Oktober 2022 meningkat sebesar 0,54% (mtm). Kenaikan tersebut bersumber dari penjualan kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 6,6% (mtm) dan Sub-Kelompok Sandang sebesar 2,5% (mtm), sedangkan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi serta Suku Cadang dan Aksesoris mengalami kontraksi masing-masing sebesar -2,0% (mtm) dan -1,5% (mtm).

Trisno menambahkan bahwa ekspektasi penjualan eceran ke depan di Provinsi Bali diperkirakan akan tetap terjaga seiring dengan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan di masing-masing daerah.

Kinerja positif penjualan eceran di Bali pada Oktober 2022 tersebut searah dengan kondisi nasional yang mengalami pertumbuhan pada Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional sebesar 3,10% (mtm). Peningkatan IPR nasional pada bulan Oktober 2022 bersumber dari meningkatnya kinerja seluruh kelompok penjualan eceran terutama pada kelompok Barang Minuman, Makanan dan Tembakau, Sub-Kelompok Sandang, dan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang masing- masing mengalami pertumbuhan sebesar 3,5% (mtm), 3,0% (mtm) dan 2,2% (mtm). (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas Ekonomi UMKM, BI Bali Serahkan Bantuan PSBI

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

BPR Kanti Raih LPS Banking Award 2022

Konsisten Lakukan Sosialisasi Terkait Program, Fungsi dan Peran LPS kepada Masyarakat

Published

on

By

kanti
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat menerima penghargaan pada Malam Anugerah LPS Banking Award 2022, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia Jakarta, pada Selasa (29/11/2022) yang lalu. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – BPR Kanti berhasil meraih penghargaan LPS Banking Award 2022 karena dinilai proaktif menyampaikan informasi kepada masyarakat akan program, fungsi dan peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS Banking Award 2022 disematkan kepada BPR Kanti untuk kategori bank terbaik dalam menyampaikan informasi mengenai program penjaminan simpanan kelompok Bank Perkreditan Rakyat.

Penghargaan diterima langsung Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba dalam acara Malam Anugerah LPS Banking Award 2022, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia Jakarta, pada Selasa (29/11/2022) yang lalu.

Dirut BPR Kanti Made Arya Amitaba menyampaikan rasa terima kasih kepada LPS dan apresiasi untuk seluruh pegawai BPR Kanti yang secara konsisten terus melakukan sosialisasi terkait LPS kepada masyarakat.

kanti
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat media gathering, Senin (5/12/2022) di Renon Denpasar. (Foto: gs)

“Dalam setiap kesempatan BPR Kanti selalu memberikan pemahaman tentang program, fungsi dan peran LPS. BPR Kanti juga mengedukasi masyarakat agar tidak perlu takut dan ragu ketika berniat menyimpan atau menabungkan uangnya di bank karena dijamin oleh LPS. Juga memberikan pemahaman agar masyarakat tak terjebak bunga tinggi. Bahwa apa pun usahanya tidak bisa dilakukan dengan secepat kilat untuk mendapatkan hasil yang setinggi-tingginya. Namun segala usaha dilakukan seoptimal mungkin, tanpa diiming imingi suku bunga yang tinggi,” ujar Made Arya Amitaba saat menggelar media gathering, Senin, 5 Desember 2022 di sebuah rumah makan di Renon Denpasar.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR Kanti memberikan literasi, edukasi kepada masyarakat untuk memberikan suatu jaminan, keyakinan masyarakat terakit menjaga kesinambungan pergerakan ekonomi yang ada di masyarakat. Ketika suku bunga yang dijamin di atas penjaminan dan ketika di tempat itu ada satu masalah maka akan mengganggu sistem pergerakan ekonomi yang ada di daerah.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Terima Bantuan Bibit Cabai dari BI Bali dan Bupati Tabanan

Ke depan BPR Kanti tetap konsisten dalam sosialisasi terkait LPS sehingga makin banyak masyarakat yang teredukasi untuk tidak ragu lagi menyimpan uangnya di Bank.

Terkait wacana krisis di tahun 2023, Arya Amitaba menegaskan, hal itu tentu sebagai warning bagi kita semua. Namun kondisi dan wacana seperti itu harus dimaknai secara positif. Jika dipahami sebagai satu krisis tentu tak bisa melakukan hal-hal yang normal. Namun ketika terjadi krisis maka mau tidak mau mesti melipatgandakan kinerja untuk memberikan yang terbaik.

Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk pertama kalinya menggelar LPS Banking Award 2022 sebagai bentuk apresiasi kepada industri perbankan yang turut mendukung, dan berperan aktif dalam memajukan industri keuangan untuk mendorong perekonomian nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS saat penyerahan penghargaan mengatakan bahwa kondisi perbankan yang sangat baik ini tidak terlepas dari peran serta para pelaku industri perbankan yang menjalankan bisnis dengan baik dan prudent. ‘‘Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada industri perbankan,” ujarnya.

kanti
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama dalam acara Malam Anugerah LPS Banking Award 2022, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia Jakarta, pada Selasa (29/11/2022) yang lalu. (Foto: ist)

Ada 5 kategori LPS Banking Award 2022 yakni : 1) Bank Teraktif Dalam Kegiatan CSR; 2). Bank Teraktif dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat; 3). Bank Teraktif dalam Praktik Green Banking; 40. Bank Terbaik dalam Kepatuhan Pelaporan SCV (Single Customer View); dan 5). Bank Terbaik dalam Menyampaikan Informasi Mengenai Program Penjaminan Simpanan.

LPS Banking Award 2022 ini turut dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif LPS, Lana Soelistianingsih, Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan para Direktur Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat serta asosiasi perbankan.

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik LPS Priyanto Budi Nugroho mengatakan LPS Banking Award 2022 telah dimulai sejak tahap pengumpulan data pada Oktober 2022. Adapun tahap penjurian ini antara lain penjurian kategori, Bank Teraktif Dalam CSR, Bank Teraktif Dalam Literasi Keuangan masyarakat dan Bank Teraktif dalam praktik Green Banking. Kemudian, dua kategori lainnya ditentukan oleh Bank Terbaik Dalam Kepatuhan SCV dan Bank Teraktif Dalam Inisiatif Sosialisasi LPS.

Baca Juga  BI Bali, Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan I/2022 Meningkat

Berikut ini Dewan Juri LPS Banking Award 2022 terdiri dari, Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik (LPS) Priyanto Budi Nugroho, Direktur Utama Infobank Eko B. Supriyanto, Ketua Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto, Sekjen Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Anika Faisal dan Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Felanti. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Desember, Tekanan Inflasi di Provinsi Bali Perlu Diwaspadai

Published

on

By

trisno
KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali pada November 2022, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,28% (mtm) atau 6,62% (yoy). Meski lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional (0,09% mtm), namun lebih rendah dibandingkan November 2021 sebesar 0,63% (mtm). Hal tersebut utamanya disebabkan oleh harga cabai rawit dan cabai merah yang masih mengalami penurunan pada November 2022. ‘’Penurunan ini seiring dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan harga pangan, seperti intensitas operasi pasar yang sangat masif,’’ ungkap KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam siaran pers, Sabtu, 3 Desember 2022.

Secara disagregasi, lanjut Trisno Nugroho, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 0,26% (mtm), setelah pada bulan Agustus – Oktober 2022 berturut-turut mengalami deflasi. Inflasi volatile food terutama didorong oleh kenaikan harga bawang merah, sawi hijau, tomat, dan sawi putih seiring dengan tingginya curah hujan yang berpengaruh terhadap penurunan produksi. Namun demikian, laju inflasi kelompok volatile food tertahan oleh penurunan harga cabai rawit dan cabai merah akibat pasokan yang masih tinggi.

Inflasi core inflation meningkat dari 0,24% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,42% (mtm). Meningkatnya core inflation terutama disebabkan oleh kenaikan harga canang sari seiring  dengan peningkatan permintaan untuk upacara keagamaan di tengah penurunan produksi bunga pada musim hujan. Selain itu, harga emas perhiasan juga meningkat akibat kenaikan harga emas  global dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, kelompok administered prices (AP) mengalami deflasi sebesar -0,22% (mtm), lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,60% (mtm). Deflasi disebabkan oleh penurunan tarif angkutan udara didorong oleh masa liburan low season, penurunan tarif kendaraan roda 4 online, dan normalisasi tarif transportasi pascakenaikan harga bahan BBM.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Daerah, BI Bali Terus Dukung Kegiatan Promosi Perdagangan UMKM

Trisno Nugroho mengungkapkan, pada Desember 2022, sesuai dengan pola historisnya, tekanan inflasi di Provinsi Bali perlu diwaspadai. Terjadinya peningkatan jumlah wisatawan yang berlibur pada akhir tahun, peningkatan intensitas upacara keagamaan turut mempengaruhi inflasi bulan Desember. ‘’Demikian pula penurunan produksi padi dan komoditas hortikultura (bawang merah, cabai, tomat) seiring dengan berakhirnya musim panen, serta kenaikan harga pupuk nonsubsidi mempengaruhi inflasi Volatile  Food,’’ ujar Trisno.

Trisno Nugroho menyampaikan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali senantiasa melakukan koordinasi dalam rangka pemantauan harga dan ketersediaan pasokan. Di samping itu, penyelenggaraan operasi pasar yang lebih intensif juga akan terus dilakukan. Peningkatan Kerja sama Antar-Daerah (KAD) terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan. Lebih lanjut, peningkatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk komoditas beras, serta pemanfaatan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) APBD untuk program pengendalian inflasi di Provinsi Bali juga akan dilanjutkan. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Untuk Capai Kemakmuran Rakyat yang Adil dan Merata, Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Belanja Negara

Published

on

By

presiden
Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah di Jakarta, Kamis (1/12). (Foto: ist)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas belanja negara baik di pusat maupun di daerah. Menurutnya, tata kelola belanja negara yang baik akan mendukung tercapainya target pembangunan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.

“Sinergi belanja antara pusat dan daerah menjadi sangat penting. Ini akan terus kami dukung dengan sistem penganggaran yang terintegrasi untuk mempercepat dan menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan di dalam rangka mencapai sasaran pembangunan nasional, serta menghindarkan terjadinya tumpang tindih dan duplikasi program,” ujar Menkeu pada acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah di Jakarta, Kamis (1/12).

Pada kesempatan itu, Menkeu menerangkan bahwa APBN 2023 dirancang dengan defisit 2,84 persen dari PDB yang mencerminkan langkah penyehatan keuangan negara dan konsolidasi fiskal yang kredibel, hati-hati dan tepat waktu. Selain itu, juga terdapat utang Indonesia yang masih tercatat aman namun tetap harus dikelola secara prudent, teliti dan kompeten.

“Kenaikan suku bunga global dan guncangan finansial global serta volatilitas nilai tukar dan arus modal keluar harus kita sikapi. Kita meningkatkan ketahanan dan keamanan pembiayaan APBN. Defisit APBN sebesar Rp 598,2 triliun menurun secara konsisten dan kita akan eksekusi secara hati-hati dengan mengandalkan cash buffer yang dilakukan mulai sejak saat ini, yaitu tahun 2022,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan juga mengumumkan penyerahan DIPA kepada 14 Kementerian/Lembaga secara simbolis dari Bapak Presiden.

“Mereka adalah kementerian dan lembaga yang memperoleh opini BPK dengan status WTP dalam 3 tahun terakhir, 2019 hingga 2021. Mereka juga merepresentasikan bidang prioritas nasional tahun 2023. Dan kementerian lembaga yang akan menerima secara simbolis adalah yang memiliki nilai kinerja penganggaran yang tinggi,” ungkapnya.

Menkeu menyebut, ke-14 kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek, Kementerian Agama, Kementerian Pertahanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan pengawas Keuangan dan Pembangunan, serta Lembaga administrasi negara.

“Kami mengharapkan agar DIPA Kementerian/Lembaga dan daftar alokasi TKDD di tahun 2023 dapat ditindaklanjuti, sehingga APBN 2023 dapat dilakukan di awal tahun dan masyarakat serta perekonomian dapat merasakan manfaat secara langsung dan maksimal,” tutupnya. (gs/HmMenkeu)

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Daerah, BI Bali Terus Dukung Kegiatan Promosi Perdagangan UMKM

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca