Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ibu Putri Koster Gerakkan PSBS PADAS di Desa Selat dan Sidemen Karangasem

BALIILU Tayang

:

SOSIALISASI: Duta PSBS Palemahan Kedas (PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai (PPPPSP) dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Wantilan Kantor Camat Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (19/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai (PPPPSP) dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Wantilan Kantor Camat Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (19/9).

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan urusan mendesak bagi Bali. Sistem lama dengan pola “kumpul–angkut–buang” yang berlangsung lebih dari 40 tahun terbukti salah arah dan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan maupun kesehatan.

“Kalau sampah hanya dipindahkan, itu akan menjadi musibah. Tetapi kalau sampah dipilah dari sumbernya, maka akan menjadi berkah,” tegasnya.

Ibu Putri Koster mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mulai mengelola sampah organik di dapur dengan tong komposter atau TEBA modern untuk sampah organik kering, sehingga menghasilkan pupuk cair maupun kompos. Sementara itu, sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang melalui TPS-3R, dan residu dikelola secara terpisah tanpa lagi dibuang ke TPA.

“Kalau desa bersih, maka kecamatan akan bersih. Kecamatan bersih maka kabupaten juga bersih, dan akhirnya Bali pun bersih. Kepala desa dan bendesa adalah ujung tombak sekaligus komandan gerakan ini. Untuk itu mari berkreasi dan berinovasi agar sampah selesai di desa,” ujarnya.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menegaskan bahwa PSBS bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama semua elemen masyarakat. Hal ini merupakan gerakan kolektif untuk mewujudkan Bali Bersih Sampah.

“Kita tidak boleh lagi membakar sampah, menumpuk sampah di ruang terbuka, atau membuang sampah ke TPA. Mari jadikan PSBS sebagai gaya hidup bersama menuju Bali Bersih Sampah,” tandasnya.

Baca Juga  Ketua DPP PAI Lantik Ny. Putri Koster sebagai Ketua DPD PAI Provinsi Bali 2021-2026

Sementara itu, Camat Selat I Gusti Ngurah Dyumatsna dalam laporannya menyampaikan bahwa Kecamatan Selat yang terdiri atas 8 desa dinas dan 27 desa adat memiliki potensi besar di bidang pertanian dan pariwisata. Namun, permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani. Ia menekankan pentingnya pemetaan lahan pemerintah maupun adat untuk dimanfaatkan sebagai TPS3R, penguatan aturan dan perarem, serta pembangunan TEBA modern. Beberapa desa adat di Selat disebut telah berhasil memulai pengelolaan sampah dengan baik.

Seusai bertemu dengan masyarakat Selat, sosialisasi PPPPSP dan PSBS pada hari yang sama dilanjutkan di Kantor Camat Sidemen. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Rentin, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah berbasis sumber, tetapi juga tengah berupaya membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai (PSP) di Bali untuk mendukung Gerakan Bali Bersih Sampah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, dapat diselesaikan di hulu atau sumbernya yang berada di masing-masing rumah tangga dan desa adat dengan menggunakan metode TEBA modern untuk sampah dedaunan serta tong komposter untuk sampah dapur atau sisa makanan.

“Untuk di tengah, salah satu alternatifnya adalah dengan TPS3R dan TPST untuk mengelola sampah anorganik yang berada di masing-masing desa adat,” jelas Rentin.

Sementara di hilir, Pemerintah Provinsi Bali tengah mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy / WTE) atau insinerator. Hal ini dilakukan mengingat sistem pembuangan sampah dengan metode open dumping atau pembuangan sampah di TPA sudah dilarang sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Baca Juga  Ny. Putri Koster di “Talk Show” Yayasan Dwijendra: Seorang Ibu Memiliki Peran Ganda dalam Rumah Tangga

Camat Sidemen, I Nyoman Swenegara, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan Sidemen mendukung pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Provinsi Bali. Menurutnya, PSBS menjadi salah satu solusi yang relevan dan strategis untuk menangani masalah sampah di Bali.

“Kami menyambut baik penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber di Provinsi Bali dan secara konsisten mensosialisasikan serta mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif bertanggung jawab dalam mengelola sampahnya secara mandiri,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Ketua TP PKK se-Kecamatan Selat dan Sidemen beserta anggota dan Pokja PKK, para perbekel, Majelis Alit Kecamatan Selat dan Sidemen, bendesa adat se-Kecamatan Selat dan Sidemen, serta Tim Kerja Percepatan PPPPSP dan PSBS. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57%, Ratusan Pekerja Tembus Pasar Luar Negeri

Published

on

By

kominfo badung
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Badung mencatatkan penurunan signifikan dari 2,72% menjadi 1,57% pada 2026. Capaian ini didorong oleh pemulihan ekonomi lokal serta optimalnya penyerapan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

​”Data makroekonomi terbaru menunjukkan TPT kita turun drastis ke angka 1,57 persen karena aktivitas ekonomi daerah sudah pulih sepenuhnya. Penurunan ini menempatkan Badung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran terendah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (21/10/2026).

​Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Disperinaker Badung mencatat sebanyak 726 tenaga kerja telah berhasil disalurkan. Sektor luar negeri menjadi penyerap terbanyak dengan mendominasi sebagian besar total penempatan.

​”Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, kami sudah menyalurkan total 726 pekerja yang terdiri atas 508 laki-laki dan 218 perempuan. Dari jumlah itu, penempatan luar negeri paling mendominasi yaitu mencapai 601 orang, sementara penempatan dalam negeri sebanyak 125 orang,” ujar Ngurah Rai.

​Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang terdaftar mencapai 276 orang, terdiri dari 179 laki-laki dan 97 perempuan. Puncak penempatan tenaga kerja secara keseluruhan terjadi pada April 2026 dengan total 210 orang.

​”Untuk pendaftaran calon pekerja migran tercatat ada 276 orang, di mana 179 orang laki-laki dan 97 orang perempuan. Tren penyaluran tenaga kerja paling tinggi terjadi di bulan April lalu yang mencapai 210 orang dalam satu bulan,” ucapnya.

​Sektor pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan katering masih menjadi penyerap tenaga kerja utama di wilayah Badung. Tiga sektor pendukung lainnya yakni perdagangan, jasa, serta industri kreatif dan pengolahan pangan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Serahkan Bansos Lanjutan Program PKK ‘’Menyapa dan Berbagi’’ untuk 2 Kabupaten dan 1 Kota

​”Pariwisata di kawasan Badung selatan memang masih jadi penggerak utama dalam membuka lapangan kerja. Selain pariwisata, sektor perdagangan, jasa transportasi dan hiburan, serta industri kreatif pangan juga menyerap banyak tenaga kerja,” kata mantan Kadis Perhubungan Badung itu.

​Guna mempercepat proses penyaluran tenaga kerja, Disperinaker Badung rutin menggelar bursa kerja terpadu. Pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum Hari Buruh untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

​”Kami rutin menggelar job fair untuk mempertemukan lulusan sekolah atau kampus lokal langsung dengan pihak manajemen perusahaan. Momentum May Day juga kami manfaatkan untuk menjaga iklim kerja tetap kondusif antara serikat buruh dan pengusaha,” tuturnya.

​Di samping itu, Disperinaker menggelar pelatihan kerja intensif seperti mekanik sepeda motor konvensional dan listrik selama 40 hingga 42 hari menggunakan dana APBD. Pelatihan tersebut juga mencakup manajemen wirausaha makanan untuk meningkatkan daya saing warga lokal.

​”Pelatihan mekanik motor konvensional dan listrik kami gelar selama 40 sampai 42 hari menggunakan dana APBD Badung. Kami juga berikan pelatihan manajemen wirausaha kuliner agar tenaga kerja lokal punya kompetensi tinggi,” beber dia.

​Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen alumni pelatihan tersebut berhasil diterima bekerja di industri atau membuka usaha mandiri. Keberhasilan ini didukung oleh sertifikasi kompetensi yang menguatkan daya saing para peserta.

​”Evaluasi kami mencatat sekitar 80 persen lulusan pelatihan langsung diserap industri atau berhasil membuka usaha sendiri. Sertifikat kompetensi yang mereka pegang menjadi modal penting untuk bersaing,” jelasnya.

​Dari sisi regulasi, Pemkab Badung mengikat komitmen pelaku usaha melalui perjanjian kerja sama penyerapan tenaga kerja ber-KTP Badung minimal 70 persen. Program magang industri juga diterapkan agar peserta dapat langsung diangkat menjadi karyawan tetap.

Baca Juga  Ny. Putri Koster di “Talk Show” Yayasan Dwijendra: Seorang Ibu Memiliki Peran Ganda dalam Rumah Tangga

​”Kami buat kesepakatan dengan swasta agar hotel dan restoran baru di Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu wajib menyerap minimal 70 persen pekerja lokal Badung. Kami juga jalankan program magang industri yang langsung terhubung ke rekrutmen pegawai tetap,” terang Ngurah Rai.

​Sebagai langkah jangka panjang, Disperinaker fokus menyesuaikan kurikulum pelatihan ke arah keahlian digital dan ekonomi hijau. Pemerintah daerah juga menaikkan target cakupan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan hingga 59,80 persen untuk pekerja rentan.

​”Ke depan kurikulum pelatihan kami arahkan ke teknologi kendaraan listrik dan manajemen pariwisata berkelanjutan. Perlindungan jaminan sosial pekerja rentan lewat APBD juga kami naikkan targetnya sampai 59,80 persen,” terangnya.

​Strategi penutup diwujudkan melalui pemberian stimulus modal kerja dan pendampingan bisnis bagi lulusan pelatihan. Program ini bertujuan mengubah peran masyarakat lokal dari pencari kerja menjadi penyedia lapangan kerja baru.

​”Lulusan pelatihan yang mau berwirausaha kami berikan bantuan modal kerja dan pendampingan bisnis. Tujuannya agar warga Badung tidak cuma mencari kerja, tapi juga bisa membuka lapangan kerja baru,” pungkas Ngurah Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan Beragam Keseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Published

on

By

pegadaian
Banner Festival TRING Pegadaian. (Foto: Hms Pegadaian)

Denpasar, baliilu.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar menghadirkan Festival Tring! by Pegadaian sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun aplikasi Tring by Pegadaian. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Bali ini menghadirkan beragam hiburan, aktivitas interaktif, edukasi, hingga berbagai kegiatan menarik bagi masyarakat.

Festival Tring akan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah musisi dan talenta yang siap menghibur pengunjung. Bagus Wirata, Anggis Devaki, Meiska, Nanoe Biroe, KIS Band, dan Jegeg Bulan akan turut meramaikan rangkaian acara melalui penampilan spesial selama Festival Tring berlangsung.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, Festival Tring juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang dapat diikuti oleh masyarakat. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya Tring! Charm Walk, Tring! Sing & Shine, Tring! Colour Fun, Tring! Little Star, dan Tring! Little Runway.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya, seperti Bazar Lelang Emas, Cuci Emas Gratis, Music & Dance Performance, Talkshow Investasi Cerdas, Tring Corner, serta berbagai lomba dan games menarik.

Beragam rangkaian kegiatan tersebut dikemas untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan lebih dekat berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui aplikasi Tring. Kehadiran Tring Corner dan Talkshow Investasi Cerdas juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan wawasan mengenai layanan serta pilihan investasi di Pegadaian.

Festival Tring sekaligus menjadi momentum bagi Pegadaian untuk merayakan perjalanan Tring bersama masyarakat. Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, berbagai layanan Pegadaian hadir dalam satu platform yang semakin mudah, praktis, aman, dan nyaman untuk diakses.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Festival Tring menjadi salah satu bentuk apresiasi Pegadaian dalam merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat.

Baca Juga  Ketua DPP PAI Lantik Ny. Putri Koster sebagai Ketua DPD PAI Provinsi Bali 2021-2026

“Festival Tring kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan pengalaman mengenai berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui Tring,” ujar Bapak Edy Purwanto.

Pegadaian mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Tring! by Pegadaian di Trans Studio Mall Bali pada 21–25 Oktober 2026 dan menikmati berbagai keseruan yang telah disiapkan.

Mari rayakan ulang tahun Tring by Pegadaian dan rasakan berbagai keseruannya bersama! (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Ibu Putri Suastini Koster Ingin Lahir Generasi Pembaca Puisi yang Mampu “Menghidupkan” Karya Sastra

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca