Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

HUT Ke-2 IFPI Bali, Sekda Lepas Jalan Sehat dan Buka Pasar Murah

BALIILU Tayang

:

ifpi bali
LEPAS JALAN SEHAT: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, melepas peserta jalan sehat yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI) Bali, Jumat (26/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, melepas peserta jalan sehat yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI) Bali, Jumat (26/9).

Acara yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Bali ini merupakan rangkaian pembukaan Pekan Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2025 dengan tema “Mendorong Pertumbuhan UMKK Lokal Bali melalui Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Sesuai Amanat Perpres 46 Tahun 2025”.

Dalam sambutannya, Sekda Bali menyampaikan selamat atas peringatan HUT ke-2 IFPI Bali sekaligus mengapresiasi peran organisasi tersebut.

“IFPI adalah wadah para pejabat fungsional pengadaan barang/jasa dari berbagai instansi pemerintah. Saya yakin, seiring bertambahnya usia, IFPI akan semakin besar kontribusinya bagi pemerintahan dan pembangunan, baik di pusat maupun di daerah,” ujar Sekda.

Dalam kegiatan jalan sehat yang juga diikuti para siswa-siswi SMA/SMK ini, Sekda menekankan pentingnya olahraga bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Khusus bagi para siswa SMA dan SMK, saya berpesan agar membiasakan pola hidup sehat. Data menunjukkan kasus diabetes kini mulai menyasar anak-anak muda akibat pola konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan. Dengan rajin berolahraga, jalan sehat, dan senam, kita bisa mencegah penyakit tersebut,” jelasnya.

Setelah melepas peserta jalan sehat, Sekda Bali bersama istri melaksanakan senam bersama serta meninjau langsung Pasar Murah di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon.

Kegiatan pasar murah ini, selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, juga menjadi ajang promosi bagi UMKM lokal.

Melalui kegiatan ini, IFPI Bali diharapkan tidak hanya memperkuat perannya dalam tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan UMKM sebagai mitra strategis pembangunan.

Baca Juga  Sekda Dewa Made Indra Serahkan Penghargaan Paritrana Awards 2024 Provinsi Bali

Kegiatan jalan sehat pada pagi hari ini diikuti Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Ny. Widiasmini Indra, seluruh OPD Pemprov Bali, siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, serta DWP Provinsi Bali.

Suasana semakin meriah dengan senam bersama, pengenalan DPW IFPI Bali, pembagian doorprize, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Denpasar, hingga pasar murah yang menampilkan produk-produk UMKM binaan Dekranasda dan Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

PLN Dukung Elektrifikasi Operasional PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Benoa

Published

on

By

Tim PLN UP3 Bali Selatan memeriksa kWh meter saat penyalaan listrik PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Benoa
PEMERIKSAAN: Tim PLN UP3 Bali Selatan melakukan pemeriksaan sisi APP (kWh meter) sebagai bagian dari proses penyalaan tenaga listrik pelanggan tegangan menengah PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Benoa. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan mendukung kebutuhan energi listrik PT Pelindo Multi Terminal melalui layanan Pasang Baru (PB) dengan daya 1.110 kVA di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Penyambungan tersebut mendukung kesiapan operasional terminal yang membutuhkan pasokan listrik untuk berbagai fasilitas dan peralatan kepelabuhanan.

PT Pelindo Multi Terminal merupakan bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang menjalankan aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Kegiatan operasionalnya mencakup jasa kapal dan pemanduan, bongkar muat kargo dan peti kemas, hingga pelayanan terminal penumpang.

Kebutuhan listrik pelanggan tidak hanya ditujukan untuk penerangan fasilitas, tetapi juga menopang berbagai perangkat yang digunakan dalam aktivitas terminal. Pemanfaatannya antara lain mencakup container crane, high mast light, shore-to-ship power connection, sistem pendingin, serta fasilitas keamanan terminal.

Manager PLN UP3 Bali Selatan Alexander J. Manuhuwa mengatakan, kebutuhan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang aktivitas di kawasan Pelabuhan Benoa yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.

“Melalui penyediaan tenaga listrik ini, PLN mendukung kebutuhan PT Pelindo Multi Terminal untuk mengoperasikan berbagai fasilitas dan peralatan di area pelabuhan. Kami memastikan kebutuhan listrik pelanggan dapat dilayani sesuai permintaan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, PLN terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik pelanggan. Hal ini dilakukan agar pelanggan dapat segera memanfaatkan listrik untuk mendukung kegiatan yang dijalankan.

“Bagi PLN, yang terpenting adalah memastikan pelanggan mendapatkan pasokan listrik sesuai kebutuhannya. Kami akan terus menjaga kualitas pelayanan dan koordinasi dengan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan mereka,” katanya.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Tekankan Satpol PP Perlu Melakukan Pendekatan Humanis dalam Menegakkan Peraturan

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Herfianto Bayu menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam proses penyambungan listrik di Pelabuhan Benoa. Menurutnya, tersedianya pasokan listrik menjadi salah satu elemen yang diperlukan untuk mendukung kesiapan fasilitas dan kegiatan operasional terminal.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan dalam proses Pasang Baru ini. Kebutuhan listrik merupakan bagian penting dari kesiapan operasional kami, terutama untuk mendukung fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan kepelabuhanan. Kami berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus berjalan dengan baik seiring dengan kebutuhan operasional dan pengembangan layanan di Pelabuhan Benoa,” ujar Herfianto.

Pelabuhan Benoa memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas logistik, penumpang, dan pariwisata maritim. Dalam pengembangannya, kawasan tersebut juga memiliki arah menuju Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), penerapan konsep Green Port dan elektrifikasi pelabuhan, serta pengembangan Smart Port dan peningkatan layanan operasional.

Arah tersebut membuka ruang bagi pemanfaatan energi listrik yang semakin luas di lingkungan kepelabuhanan. Elektrifikasi peralatan dan fasilitas, termasuk pemanfaatan shore-to-ship power connection, menjadi salah satu bentuk penggunaan energi listrik yang dapat mendukung transformasi operasional pelabuhan.

Bagi PLN, kebutuhan tersebut menjadi bagian dari ruang kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang selaras dengan perkembangan kebutuhan energi. Pendekatan ini sejalan dengan peran PLN dalam mendukung aktivitas ekonomi melalui penyediaan tenaga listrik sekaligus membuka peluang pengembangan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan.

PLN UP3 Bali Selatan berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan terus memperkuat kesiapan dalam melayani kebutuhan kelistrikan pelanggan, termasuk pelanggan sektor kepelabuhanan. Melalui penyediaan tenaga listrik yang sesuai kebutuhan, PLN turut mendukung keberlangsungan operasional Pelabuhan Benoa sekaligus perkembangan ekosistem kepelabuhanan yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan keberlanjutan. (eka/bi)

Baca Juga  Sekda Bali Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Etis dalam Pengelolaan Organisasi Publik

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Ranperda Perlindungan Seni dan Budaya

Published

on

By

Rapat kerja Pansus DPRD Badung bahas Raperda Pelestarian Seni dan Budaya di ruang Gosana Madya
RAKER: Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung, menggelar rapat kerja dengan agenda penyerapan aspirasi terkait penyusunan Raperda tentang Pelestarian Seni dan Budaya, pada Kamis (20/8) di ruang Gosana Madya lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung, menggelar rapat kerja dengan agenda penyerapan aspirasi terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Seni dan Budaya, pada Kamis (20/8) di ruang Gosana Madya lantai III Kantor DPRD Badung. Raperda Inisiatif Dewan ini disusun sebagai upaya untuk memberikan perlindungan terhadap pengembangan seni dan budaya.

Rapat serap aspirasi dipimpin Ketua Pansus, I Nyoman Graha Wicaksana didampingi para anggota pansus seperti Made Retha, Made Suwardana dan Nyoman Sudana.

Ketua Pansus, I Nyoman Graha Wicaksana mengatakan, penyusunan Raperda ini bertujuan untuk memberikan perlindungan, pemanfaatan, pembinaan dan pengembangan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Badung.

“Jadi pada serap aspirasi ini kita mendatangkan banyak perwakilan dari sanggar, seniman, perwakilan dari pelaku pariwisata, desa wisata dan lain sebagainya. Berbagai persoalan yang mereka hadapi akan menjadi pembahasan dalam penyusunan raperda ini,” ujar Graha Wicaksana, kepada awak media usai rapat.

Graha Wicaksana lanjut menyebutkan, salah satu persoalan yang terungkap pada penyerapan aspirasi tersebut yakni tarif pementasan seni di hotel yang dinilai masih dibayar di bawah standar. Selain itu, para seniman juga mengeluhkan keterbatasan dukungan biaya ketika mendapat undangan tampil di luar daerah.

Ia pun menilai, pemerintah daerah harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pembinaan kepada para pelaku seni. Untuk itu, Raperda yang ditarget rampung dalam dua bulan ini juga mengatur pembentukan Majelis Kebudayaan sebagai wadah yang berperan dalam pengembangan, pembinaan, perlindungan, dan pelestarian seni budaya di Badung.

“Majelis Kebudayaan nantinya akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya, sekaligus menjadi ruang untuk menampung dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku seni,” ucapnya.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Sampaikan Komitmen Pemprov Bali Bantu Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Keberadaan majelis ini nantinya diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, seniman, dan pelaku seni. Sehingga, kendala-kendala yang selama ini dihadapi para seniman bisa diselesaikan melalui majelis kebudayaan.

“Secara langsung kita juga akan memberikan sosialisasi bagaimana agar seni ini tidak terlalu mudah dikomersialisasikan. Jadi tetap pada batasan-batasan nantinya seperti yang menjadi keluhan selama ini. Kami berharap melalui keterlibatan para seniman dalam penyusunan raperda ini akan terbangun sinergi yang kuat antara seluruh pihak, sehingga seni dan budaya Badung dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Diperpa Badung Segera Tanam Cabai di Lahan 42 Hektare, Target Produksi 420 Ton

Published

on

By

Kepala Diperpa Badung Raka Sukadana meninjau tanaman cabai yang mulai berproduksi
Kepala Diperpa Badung A.A. Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si. saat meninjau tanaman cabai yang mulai berproduksi. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung segera melakukan penanaman cabai di lahan seluas 42 hektare. Program ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang, dengan target produksi mencapai 420 ton.

Pengembangan cabai tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan cabai saat musim hujan. Penanaman dilakukan secara bertahap mulai Agustus dan dilanjutkan hingga Desember 2026.

Kepala Diperpa Badung A.A. Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si., mengatakan setiap hektare lahan ditargetkan menghasilkan sekitar 10 ton cabai. “Total target produksi 10 ton per hektare dikali 42 hektare, jadi ditargetkan produksi 420 ton,” kata Raka, Rabu (19/8/2026).

Untuk Kecamatan Mengwi, lahan pengembangan cabai tersebar di Kelompok Manik Pertiwi seluas 2 hektare, Subak Perang 2 hektare, Subak Guming 2 hektare, Kelompok Bina Mandiri 2 hektare, Subak Lepud 4 hektare, Subak Babakan 2 hektare, Babakan Sorangan 2 hektare, Tinjak Menjangan 1 hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi 1 hektare.

Di Kecamatan Abiansemal, pengembangan dilakukan di Subak Blahkiuh seluas 2 hektare, Citra 2 hektare, Tanah Putih 2 hektare, dan Umasangiang 2 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Petang, lokasi penanaman berada di Subak Wana Sari seluas 5 hektare, Semanik Sari 5 hektare, Sedana Winangun 5 hektare, dan Munduk Samuan 1 hektare.

Salah satu lokasi yang segera melakukan gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Mengwi, dengan luas lahan 4 hektare.

Raka mengatakan sarana produksi untuk kegiatan tersebut telah didistribusikan sejak akhir Juli. Saat ini proses pembibitan masih berlangsung dan membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari. Sementara itu, pengolahan lahan, pemasangan mulsa, dan pemupukan sudah dilakukan.

“Rencana tanggal 26 kalau benih sudah siap tanam akan dilaksanakan gerakan tanam cabai,” sambungnya.

Baca Juga  Sekda Dewa Made Indra Serahkan Penghargaan Paritrana Awards 2024 Provinsi Bali

Penanaman di Subak Lepud dilakukan di delapan munduk. Masing-masing munduk menggarap lahan seluas 50 are dan melibatkan sekitar 10 petani. Total ada 80 petani yang terlibat dalam pengembangan cabai di lahan 4 hektare tersebut.

Cabai yang ditanam pun menggunakan varietas Caliber. Dengan target produktivitas 10 ton per hektare, lahan 4 hektare di Subak Lepud diproyeksikan menghasilkan sekitar 40 ton. Panen diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

Pihaknya juga menyiapkan skema penyerapan hasil panen. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.

“Strategi kami menjalin dan menggandeng kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani, di samping petani menjual ke pengepul maupun langsung memasarkan ke pasar,” terang Raka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca