Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Perkuat Layanan Fiskal Digital, Pemkot Denpasar Luncurkan  “KLADI 5 B”

BALIILU Tayang

:

KLADI 5 B
HLM: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, tampak pula, Advisor Bank Indonesia Perwakilan Bali, Indra Gunawan Sutarto, Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, dalam kesempatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), di Banyumas Villa, Jalan Tukad Banyumas, Rabu (29/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah, kembali meluncurkan inovasi klaster digital dengan branding “KLADI (Klaster Digital)  5 B” dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), di kawasan  Banyumas Villa, Jalan Tukad Banyumas, Rabu (29/10).

Hadir pada kesempatan itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Tampak pula, Advisor Bank Indonesia Perwakilan Bali, Indra Gunawan Sutarto, Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, perwakilan OJK Bali, pimpinan OPD Pemkot Denpasar, serta undangan lainnya.

Dalam arahannya, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, digitalisasi tidak hanya mengubah cara bekerja, namun juga membangun pondasi baru bagi Kota Denpasar. Hal ini juga merupakan bentuk komitmen Pemkot Denpasar untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk ekosistem digital, sehingga setiap transaksi dan layanan publik dapat terintegrasi dengan baik.

“Harapannya melalui digitalisasi di berbagai sektor, terutama sektor finansial, maka dapat kita dapat mewujudkan fiskal kuat untuk Denpasar Maju. Saya mengajak seluruh elemen, mari dukung pertumbuhan Denpasar agar bisa berdaya saing secara global berbasis budaya dan kearifan lokal,” kata Jaya Negara.

Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam laporannya mengatakan, inovasi KLADI 5B merupakan wilayah dengan potensi perekonomian yang  baru berkembang  meliputi 5 wilayah, yakni Jalan Tukad Badung, Tukad Barito, Tukad Batanghari, Tukad Balian, dan Tukad Banyumas. Peluncuran KLADi 5B ini sendiri merupakan replikasi dan pengembangan dari keberhasilan klaster-klaster digital sebelumnya seperti di kawasan civic centre Renon, Pedestrian Sanur, kawasan Teuku Umar Timur dan Teuku Umar Barat dan kawasan Gatot Subroto .

Baca Juga  Gelar Budaya Bertajuk ‘‘Catur Guru’’ Akan Lepas Matahari 2024 di Kota Denpasar

“Klaster-klaster digital yang dikembangkan di Kota Denpasar menjadi bentuk nyata bahwa digitalisasi bukan hanya konsep, melainkan gerakan bersama yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Denpasar,” ungkapnya.

Selain Klaster KLADI 5B, Eddy Mulya menyampaikan, Pemkot Denpasar dalam hal ini juga meluncurkan inovasi Pajak Digital BPHTB Elektronik Terintegrasi di Kota Denpasar (Pagi Bersinar), yang ditujukan akan memberi dampak untuk mempermudah pelayanan BPHTB dan tercapainya target dan realisasi BPHTB sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Ada juga inovasi Sistem Penerimaan Retribusi Digital (Siperdi) sebuah inovasi dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar yang memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran retribusi secara digital. Kehadiran Siperdi menjadi langkah maju dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang semakin efisien, akuntabel, dan terintegrasi.

“Kami hari ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah dengan baik melakukan transaksi pembayaran pajak secara digital. Baik itu BPHTB, transaksi digital untuk pengelolaan sampah di sekolah dan juga kepada wajib pajak yang telah melakukan pembayaran PBB-P2 secara tepat waktu,” papar Eddy Mulya.

Selanjutnya Eddy Mulya menyampaikan, kesuksesan berbagai inovasi ini tentu tidak lepas dari dukungan dan pendampingan yang luar biasa dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali serta Bank BPD Bali.

“Ini adalah upaya kami untuk dapat  menghadirkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan berbasis digital demi mewujudkan Denpasar Smart City berbasis budaya,” tutupnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Rakornas TPAKD 2026, Bupati Adi Arnawa Dorong Akses Permodalan UMKM melalui Sidi Kumbara

Published

on

By

HADIRI RAKORNAS: Bupati Wayan Adi Arnawa hadir dalam Rakornas TPAKD Tahun 2026 di Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10). (Foto: Hms Badung)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmen kuat dan langkah nyata dalam mendukung perluasan literasi serta inklusi keuangan di daerah. Komitmen tinggi tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).

Pertemuan akbar para Gubernur, Bupati, serta Walikota dari seluruh penjuru Indonesia ini mengusung tema utama “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Forum strategis berskala nasional ini diselenggarakan sebagai wadah sinergi dan kolaborasi nyata antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memberikan pengarahan kepada kepala daerah selaku Pengarah TPAKD di wilayah masing-masing.

Agenda utama Rakornas TPAKD 2026 ini berfokus pada sinkronisasi program kerja percepatan akses keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus penyampaian arah strategi TPAKD untuk tahun 2027 mendatang. Acara kenegaraan ini dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya komitmen daerah dalam memperluas jangkauan layanan keuangan formal hingga ke pelosok masyarakat guna menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa salah satu wujud nyata komitmen Pemkab Badung dalam mempercepat akses keuangan adalah melalui program inovatif bertajuk Sidi Kumbara (Sistem Distribusi Kredit Usaha Mandiri Badung Sejahtera). Melalui program ini, Pemkab Badung memberikan akses kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan plafon pinjaman mencapai Rp 100 juta, di mana seluruh beban bunganya ditanggung penuh atau dibiayai oleh Pemkab Badung.

Baca Juga  Ibunda Walikota Denpasar Berpulang, ‘’Palebon’’ Digelar 4 Agustus

“Kehadiran Pemkab Badung dalam Rakornas ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, bisa tumbuh melalui kemudahan akses permodalan. Salah satunya lewat program Sidi Kumbara, di mana Pemkab Badung membiayai bunga kredit hingga plafon Rp 100 juta agar UMKM kita bisa naik kelas tanpa terbeban bunga,” ujar Bupati Adi Arnawa di sela-sela acara.

Ia menambahkan, Pemkab Badung bersama TPAKD Kabupaten Badung akan terus mengoptimalkan program pro-rakyat ini guna mempercepat inklusi keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung secara menyeluruh.

Selain Presiden Prabowo Subianto, acara ini turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Ingin Salurkan Rp 400 Triliun pada 2027: Gerakkan Ekonomi Rakyat dari Daerah

Published

on

By

Presiden Prabowo Sampaikan Sambutan di Rakornas TPAKD
RAKOR: Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027 guna menggerakkan ekonomi dari daerah. Pembiayaan tersebut menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengapresiasi penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp 53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Presiden menginginkan agar jangkauan pembiayaan tersebut terus diperluas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan kredit merupakan bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh daerah. “Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang bekerja dan menjalankan usaha untuk menopang penghasilan keluarga.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.

Baca Juga  Walikota Denpasar Terima Kunjungan Kehormatan Wamen Luar Negeri Parlemen Jepang

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan penghasilan riil masyarakat dan daya beli setiap keluarga. Hal tersebut menjadi arah kebijakan ekonomi yang diperjuangkan pemerintah.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Presiden mengingatkan tanggung jawab pemerintah pusat hingga daerah dalam menjaga dan mengelola kekayaan Indonesia. Menurutnya, pengamanan sumber daya alam dapat memperbesar kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan para kepala daerah bahwa kesejahteraan rakyat merupakan kebanggaan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi bangsa harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” kata Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi kekuatan nasional. Melalui perluasan pembiayaan hingga Rp400 triliun pada 2027, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan memastikan pembangunan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Presiden Prabowo, ekonomi yang kuat bukan hanya ekonomi yang tumbuh tinggi, tetapi ekonomi yang membuat rakyat semakin sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jambore KSPAN 2026, Pemkab Buleleng Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan HIV/AIDS

Published

on

By

Jambore KSPAN Buleleng 2026 di Pancasari
JAMBORE: Pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong peran generasi muda dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan serta pencegahan HIV/AIDS. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kepedulian terhadap isu HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi yang benar dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat di sekolah maupun masyarakat.

Mewakili Wakil Bupati Buleleng selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Melalui Jambore KSPAN ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak berhenti belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan, memperluas pertemanan, serta membangun keberanian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Ia juga berharap semangat yang diperoleh selama jambore tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi kesehatan remaja serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Baca Juga  Walikota Denpasar Terima Kunjungan Kehormatan Wamen Luar Negeri Parlemen Jepang

Salah seorang peserta, Komang Nila Handayani, mengaku senang dapat mengikuti Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus bertemu dengan siswa dari sekolah lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Senang sekali bisa ikut jambore ini karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Kadek Indra Kresna Yudistira, berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama jambore dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolahnya. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan secara positif.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada teman-teman di sekolah. Saya juga ingin semakin banyak siswa yang peduli, saling mendukung, dan berani menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan bahaya narkoba. Semoga kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan Jambore KSPAN Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Keterlibatan aktif para siswa diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca