Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peninjauan NJOP PBB-P2 2027, Denpasar Kedepankan Akurasi dan Keadilan

BALIILU Tayang

:

Walikota Jaya Negara Pimpin Rapat Peninjauan NJOP PBB-P2 2027
RAPAT PEMBAHASAN: Rapat pembahasan Peninjauan NJOP PBB-P2 2027 yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dengan pemaparan dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Nyoman Denny Widya didampingi lengkap bersama Sekretaris Badan, Kepala Bidang, dan Kepala Upt, Kamis (22/10), di Kantor Walikota Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar mulai mematangkan persiapan kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2027 melalui penyampaian hasil simulasi peninjauan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Peninjauan ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan nilai pasar, akurasi data, serta aspek keadilan dan perlindungan terhadap masyarakat.

Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dengan pemaparan dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Nyoman Denny Widya didampingi lengkap bersama Sekretaris Badan, Kepala Bidang, dan Kepala Upt, Kamis (22/10/2026), di Kantor Walikota Denpasar.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa peninjauan dan pemutakhiran NJOP harus dilakukan secara cermat, objektif, dan berdasarkan data yang akurat. Menurutnya, penyusunan kebijakan PBB-P2 Tahun 2027 tidak semata-mata berorientasi pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga harus mengedepankan prinsip keadilan, proporsionalitas, serta perlindungan terhadap masyarakat.

“Prinsipnya, kita ingin kebijakan NJOP dan PBB-P2 ini disusun dengan perhitungan yang matang, menggunakan data yang valid, serta mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Optimalisasi pendapatan daerah penting, tetapi aspek keadilan dan kemampuan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menekankan pentingnya sinergi antara perangkat daerah, akademisi, dan praktisi penilai publik dalam memberikan masukan serta kajian yang komprehensif. Melalui kolaborasi tersebut, setiap skenario kebijakan diharapkan dapat dikaji secara menyeluruh sehingga menghasilkan perumusan kebijakan yang terukur dan proporsional, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan daerah dan kemampuan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Nyoman Denny Widya, menjelaskan bahwa penyampaian simulasi tersebut merupakan bagian dari persiapan Pemerintah Kota Denpasar dalam merumuskan kebijakan perpajakan daerah yang terukur. Pembahasan turut melibatkan akademisi, praktisi penilai publik, serta Research and Development for Societal Impact (RDSI), unit pendukung di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) yang berfokus pada riset, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga  K3S Kota Denpasar Terima CSR dari Sanidata Group, Segera Disalurkan kepada Masyarakat

“Dalam pembahasan ini, kami memperhatikan perkembangan nilai pasar serta data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Berbagai skenario kebijakan juga disimulasikan untuk memastikan peninjauan NJOP memiliki dasar yang akurat, dengan tetap mempertimbangkan aspek keadilan dan proporsionalitas dalam penetapan PBB-P2,” jelas Denny.

Ia menambahkan, hasil simulasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembaruan NJOP dan PBB-P2 Tahun 2027. Dengan kajian yang komprehensif dan berbasis data, Pemerintah Kota Denpasar diharapkan dapat memperkuat pengelolaan pendapatan daerah secara berkelanjutan, sekaligus menjaga keberpihakan kepada masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

TP PKK Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Penguatan Kelembagaan PKK, Dekranasda dan Posyandu

Published

on

By

Ketua TP PKK Tabanan Hadiri Rapat Penguatan Kelembagaan di BSCC
RAPAT PENGUATAN: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, saat menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah yang dirangkaikan dengan Pembekalan Tim Pembina Posyandu dan Dekranasda, di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Kamis (22/10). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Memperkuat peran perempuan, pemberdayaan keluarga, dan pelayanan dasar masyarakat membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Komitmen tersebut tercermin dari keikutsertaan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, dalam Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah yang dirangkaikan dengan Pembekalan Tim Pembina Posyandu dan Dekranasda, di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Kamis (22/10).

Kegiatan yang diselenggarakan TP PKK Pusat bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan serta sinergi TP PKK, Dekranasda, dan TP Posyandu dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya. Pertemuan ini dihadiri Ketua Umum Dekranas sekaligus Pelindung TP PKK dan TP Posyandu, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Harian Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian, jajaran kementerian dan lembaga terkait, serta para pengurus TP PKK dari berbagai daerah di Indonesia bagian tengah.

Bunda Rai mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, menyelaraskan program, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan PKK, Dekranasda, dan Posyandu di daerah. Menurutnya, pembekalan dan koordinasi bersama pemerintah pusat menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus memastikan program yang dijalankan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh penguatan dan pemahaman yang penting untuk meningkatkan peran PKK, Dekranasda, dan Posyandu di Kabupaten Tabanan. Kami mengapresiasi upaya pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi ini dan berkomitmen untuk terus bersinergi, menyelaraskan program, serta mengoptimalkan pelaksanaannya sesuai kebutuhan masyarakat di daerah,” ungkap Bunda Rai.

Baca Juga  Putri Anak Indonesia dan Putri Remaja Indonesia Asal Denpasar Wakili Bali di Ajang Putri Anak Nasional

Dalam rapat tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai arah kebijakan pembangunan nasional dalam penguatan kelembagaan Dekranasda, PKK, dan Posyandu oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas. Materi dilanjutkan dengan penguatan peran pemerintah daerah dalam perencanaan program dan kegiatan oleh Ditjen Bina Pembangunan Daerah, serta transformasi tata kelola Gerakan PKK dan Posyandu yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan, kepemimpinan, dan akuntabilitas di daerah oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri.

Agenda juga mencakup strategi penguatan dukungan penganggaran daerah oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah serta pemaparan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) oleh jajaran Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu. Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Tim Pembina Posyandu dengan Kementerian Sosial dan Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan peningkatan pelayanan masyarakat.

Keikutsertaan TP PKK Kabupaten Tabanan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan tata kelola yang semakin baik dan kolaborasi yang berkelanjutan, pelaksanaan program PKK, Dekranasda, dan Posyandu diharapkan semakin optimal dalam mendukung pemberdayaan keluarga, pengembangan potensi kerajinan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Apresiasi BPS Festival Ke-4, Dorong Kreativitas dan Pembentukan Karakter Siswa

Published

on

By

Sekda Eddy Mulya Buka BPS Festival Ke-
BPS FESTIVAL: Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat memukul kulkul sebagai tanda dibukanya BPS Festival ke-4 di SD Bali Public School, Kamis (22/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri sekaligus membuka Bali Public School (BPS) Festival ke-4 yang ditandai dengan pemukulan kulkul di SD Bali Public School, Kamis (22/10). Berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa turut memeriahkan pembukaan BPS Festival kali ini, mulai dari yoga, paduan suara, tari kecak, baleganjur, hingga bapang barong.

Mengusung tema Colorful Minds, Happy Hearts, festival ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi, serta membangun kepercayaan diri. Turut hadir Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Camat Denpasar Timur, Ida Bagus Upawana Manuaba, serta undangan lainya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, saat membacakan sambutan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang menjadi wadah pengembangan kreativitas, bakat, karakter, dan kemampuan bekerja sama bagi peserta didik melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Setiap anak memiliki pemikiran, karakter, dan keunikan yang berbeda sehingga keberagaman tersebut perlu dihargai sebagai kekuatan dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Dikatakannya, BPS Festival merupakan implementasi kegiatan kokurikuler yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran di luar kegiatan intrakurikuler. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, kebahagiaan, serta semangat belajar bagi seluruh peserta.

“Saya berharap BPS Festival ke-4 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan semangat belajar bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy Mulya menegaskan bahwa pengembangan potensi anak membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, komite sekolah, dunia usaha dan dunia industri, alumni, hingga orang tua siswa. Sinergi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus menanamkan kepedulian sosial dan semangat gotong-royong di tengah masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Terima Audiensi PPMI Denpasar

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap anak-anak tidak hanya berkembang dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

Kepala SD Bali Public School, Komang Edi Putra, S.Ag., M.Pd.Gr., mengatakan BPS Festival ke-4 menjadi momentum untuk mempertemukan siswa-siswi TK dan SD dari berbagai wilayah di Bali dalam semangat persahabatan, kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan. Festival ini diharapkan memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta, tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menumbuhkan keberanian, memperluas persahabatan, dan menghadirkan kenangan positif selama proses belajar.

“Kami ingin setiap anak yang hadir membawa pulang pengalaman, persahabatan, keberanian, inspirasi, dan kenangan indah,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, keberanian untuk mencoba, tampil, dan menjadi diri sendiri merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anak. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat, menghargai kemampuan peserta lain, serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang adalah sebuah kebanggaan, tetapi keberanian untuk tampil, berproses, menghargai lawan, dan menikmati setiap pengalaman adalah kemenangan yang sesungguhnya,” katanya.

Penyelenggaraan BPS Festival ke-4 terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kota Denpasar, Yayasan Ananda Vidya Bali, keluarga besar SD Bali Public School, para kepala sekolah dan guru pendamping, orang tua siswa, sponsor, mitra kerja, serta panitia. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan potensi anak sekaligus memperkuat hubungan antara satuan pendidikan dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang positif, inklusif, dan mampu mendorong anak-anak untuk terus berkarya serta berprestasi.

“Kami berharap BPS Festival ke-4 dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan menjadi sarana pembentukan generasi muda yang kreatif, percaya diri, berkarakter, serta mampu menghargai keberagaman. Semangat kolaborasi yang terbangun melalui festival ini juga diharapkan terus berlanjut dalam mendukung tumbuh kembang anak dan membangun kepedulian sosial di lingkungan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Desa Dangin Puri Kangin Laksanakan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi PKK, Posyandu dan Dekranasda dalam Pemberdayaan Masyarakat

Jamuan Makan Malam Penguatan Tata Kelola Lembaga PKK, Posyandu, dan Dekranasda Se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Jamuan Makan Malam di Jayasabha
JAMUAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri jamuan makan malam yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut hangat kehadiran Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswanti Tito Karnavian, beserta jajaran dan para undangan dalam jamuan makan malam yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026) malam.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah kegiatan Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026.

Gubernur Koster menegaskan bahwa TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta pengembangan kerajinan dan produk lokal.

Menurutnya, ketiga unsur kelembagaan tersebut memiliki jaringan dan peran yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung hingga tingkat desa. Dengan demikian, berbagai program pemerintah dapat dilaksanakan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau kepala daerah memberdayakan tiga organisasi ini dengan baik, programnya betul-betul langsung menyentuh masyarakat. Apa yang belum tentu bisa dijangkau kepala daerah karena kesibukannya, bisa dilaksanakan melalui gerakan PKK, Posyandu, dan Dekranasda,” tegasnya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas kiprah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang aktif menggerakkan berbagai program pemberdayaan masyarakat bersama jajaran TP PKK kabupaten/kota. Berbagai kegiatan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga menjangkau sembilan kabupaten/kota, 57 kecamatan, dan 636 desa di Bali.

Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur Koster berseloroh bahwa Ny. Putri Koster telah menjangkau seluruh kecamatan di Bali, sementara dirinya sebagai gubernur belum tentu dapat mengunjungi seluruh wilayah tersebut.

Baca Juga  Desa Dangin Puri Kangin Laksanakan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Seloroh tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat Ny. Putri Koster dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.

Gubernur Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung pelaksanaan program TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda melalui alokasi anggaran yang memadai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga mendorong para bupati dan walikota agar memberikan dukungan serupa sehingga program ketiga unsur kelembagaan tersebut dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, penguatan kelembagaan harus diikuti dengan pelaksanaan program yang terukur, efektif, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Gerakan Menjaga Kebersihan Lingkungan

Gubernur Koster mengapresiasi keterlibatan TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK kabupaten/kota dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber.

Gerakan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kegiatan rutin di desa-desa, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan serta kelestarian alam.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber.

Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Penggunaan Produk Lokal Menjadi Bagian dari Penguatan Ekonomi Bali

Gubernur Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penggunaan produk lokal melalui berbagai kebijakan yang mendukung hasil pertanian dan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Komitmen tersebut turut tercermin dalam jamuan makan malam yang menyajikan berbagai hasil bumi Bali, antara lain pisang, manggis, jambu, serta produk pertanian lokal lainnya.

Menurutnya, penggunaan produk lokal merupakan salah satu langkah untuk memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk daerah.

Baca Juga  Putri Anak Indonesia dan Putri Remaja Indonesia Asal Denpasar Wakili Bali di Ajang Putri Anak Nasional

Keramahtamahan dan Pelestarian Budaya Merupakan Identitas Bali

Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali sebagai destinasi pariwisata dunia harus senantiasa menunjukkan keramahtamahan kepada setiap tamu, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, pelayanan yang baik, penghormatan kepada tamu, serta pelestarian seni dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman, nyaman, dan berkesan.

Kehadiran Perwakilan Daerah Memperkuat Pertukaran Pengalaman dan Kolaborasi

Jamuan makan malam tersebut turut dihadiri para ketua atau perwakilan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda dari sejumlah provinsi di Indonesia bagian tengah, di antaranya perwakilan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antardaerah, berbagi pengalaman dan praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Seni dan Budaya Bali Warnai Jamuan Makan Malam

Suasana jamuan makan malam semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Bali, antara lain Tari Puspanjali, Tari Baris Bandana Manggala Yuda, serta pertunjukan tetabuhan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang juga dikenal sebagai seniman, turut membacakan puisi Sumpah Kumbakarna karya Dhenok Kristianti.

Pembacaan puisi tersebut menghadirkan pesan tentang kesetiaan, pengabdian, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air, sekaligus memperkaya suasana kebudayaan dalam pertemuan tersebut.

Gubernur Koster berharap kegiatan Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026 tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah konkret yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur kelembagaan masyarakat, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen bersama dalam memberdayakan keluarga, melindungi perempuan dan anak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian alam dan budaya bangsa. (gs/bi)

Baca Juga  KTNA Denpasar Gelar Sarasehan Dukung Penguatan Anggota dan Pelestarian Subak di Denpasar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca