Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Agung Bharata, Mantan Bupati Gianyar Berpulang

BALIILU Tayang

:

Agung Bharata
BERPULANG: Mantan Bupati Gianyar dua periode Anak Agung Gde Agung Bharata (periode 2003–2008 dan 2013–2018) yang kemudian bergelar Ida Begawan Blebar berpulang pada Sabtu (21/2) pukul 13.36 WITA di RSUD Sanjiwani Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Mantan Bupati Gianyar dua periode Anak Agung Gde Agung Bharata (periode 2003–2008 dan 2013–2018) yang kemudian bergelar Ida Begawan Blebar berpulang pada Sabtu (21/2) pukul 13.36 WITA di RSUD Sanjiwani Gianyar. Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam usia 76 tahun 8 bulan setelah hampir sebulan menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Almarhum yang lahir pada tanggal 23 Juni 1949 itu, sempat dirawat karena tidak nafsu makan dan kondisi fisik yang terus melemah. Sempat diperbolehkan pulang ke puri karena kondisi membaik, namun ia kembali drop dan harus dibawa lagi ke rumah sakit. Dalam beberapa hari terakhir, beliau lebih banyak mendapatkan asupan melalui infus. Faktor usia serta riwayat penyakit jantung juga mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, yang juga adik almarhum, menyampaikan bahwa keluarga telah berupaya maksimal selama proses perawatan. “Beliau sempat membaik dan pulih, tetapi kondisinya kembali menurun,” ujar Wabup Agung Mayun.

Sebelum memimpin Gianyar, almarhum memiliki rekam jejak panjang dalam birokrasi pemerintahan pusat. Agung Bharata pernah menjabat sebagai staf di Sekretariat Negara RI dan dipercaya menjabat Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring pada periode 1997–2003. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian beliau sebelum akhirnya memimpin Kabupaten Gianyar.

Rangkaian upacara pelebon berlangsung pada tanggal 7 Maret 2026 di Setra Beng. Rangkaian upacara diawali pada tanggal 3 Maret dengan mesiram dan melelet. Rahina Anggara Wage Ugu bertepatan dengan Purnama yang ditetapkan sebagai hari baik untuk munggah ke tumpang salu. Selanjutnya 5 Maret dilaksanakan munggah ngaskara lan ngaturan ayaban, sebelum puncaknya pelebon pada 7 Maret.

Baca Juga  Mahayastra-Agung Mayun Dilantik, Siap Lanjutkan Bangun Gianyar

Berbeda dari tradisi keturunan raja yang umumnya menggunakan bade nagabanda, prosesi almarhum akan memakai padma dan lembu putih. Hal ini karena beliau telah menjalani madwijati atau dwijati, upacara kelahiran kembali dalam ajaran Hindu untuk menjadi sulinggih, sehingga telah melepaskan atribut keduniawian.

“Piranti yang digunakan menyesuaikan status beliau sebagai dwijati,” jelas Anak Agung Gde Mayun didampingi Penglingsir Puri Bitera AA Alit Asmara dan Penglingsir Puri Batuan Anak Agung Gde Bagus.

Pasca menuntaskan pengabdian sebagai kepala daerah, almarhum memilih jalan rohani. Hari-hari beliau lebih banyak diisi dengan penyucian diri, mendalami Weda, serta menjalani konsep wanaprastha yakni tahap kehidupan dengan menjauh dari hiruk pikuk duniawi. Beliau memantapkan diri menapaki jalan sebagai Begawan hingga akhir hayat.

Kepergian Ida Begawan Blebar bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar puri, tetapi juga bagi masyarakat Gianyar. Sosok pemimpin yang menutup perjalanan hidupnya dengan pengabdian spiritual itu kini dikenang sebagai figur yang ajeg menjaga dharma, baik dalam tugas pemerintahan maupun dalam laku suci. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Belajar dari Bali, Bupati Wakatobi Tertarik Kembangkan Produk Lokal

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menerima Bupati Wakatobi Haliana di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.
TERIMA BUPATI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Bupati Wakatobi Haliana di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (26/8) siang. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Bali menjadi rujukan bagi Wakatobi dalam mengembangkan pariwisata sekaligus mengangkat potensi produk lokal. Bupati Wakatobi Haliana menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari langsung kebijakan dan tata kelola yang diterapkan Bali, khususnya dalam pemanfaatan produk lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Haliana saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (26/8) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Koster memaparkan sejumlah kebijakan Bali dalam mengembangkan produk lokal, salah satunya arak Bali. Menurut Koster, arak Bali tidak perlu dilarang, tetapi harus ditata dan dikelola secara baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jangan dilarang, tapi kita atur,” tegas Koster.

Koster mengatakan produksi arak Bali saat ini telah berkembang dan mampu bersaing dengan produk minuman beralkohol kelas dunia. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, memastikan produksi arak dapat dilakukan secara legal dan aman sepanjang memenuhi aturan.

Namun, legalitas tersebut bukan berarti arak Bali dapat diperjualbelikan secara bebas. Tata kelola tetap diberlakukan, mulai dari perizinan, pengemasan dan pelabelan, hingga distribusi melalui koperasi maupun distributor resmi.

“Kita tidak memberikan izin untuk korporasi besar. Kita fasilitasi UMKM lokal Bali untuk mengambil bagian,” ujar Koster.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Regulasi ini menjadi dasar dalam memberikan perlindungan sekaligus mengembangkan produk lokal seperti arak, brem dan tuak.

Koster juga menyebut dampak positif dari kebijakan tersebut terlihat dari penjualan arak Bali di gerai kedatangan maupun keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Menurutnya, arak Bali menjadi salah satu produk yang memiliki tingkat penjualan tinggi dibandingkan produk lainnya.

Baca Juga  Kapolres Gianyar Hadiri Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar 2025-2030

Selain arak, Koster turut menyoroti potensi garam lokal Bali yang dinilainya memiliki kualitas sangat baik dan layak terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Dalam kesempatan itu, Koster juga mendorong Wakatobi untuk memperkuat paket pariwisatanya. Menurutnya, sebuah paket wisata harus memiliki objek yang jelas dan menarik, didukung ketersediaan hotel, restoran serta destinasi yang berkualitas.

“Kita bisa berlakukan paket pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke Wakatobi. Harus ada objek yang ditawarkan, hotel, restoran dan destinasi yang indah,” jelas Koster.

Sementara itu, Bupati Wakatobi Haliana mengatakan Wakatobi saat ini telah memiliki penerbangan langsung ke Bali sebanyak dua kali dalam sepekan. Konektivitas tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat hubungan pariwisata antara kedua daerah.

“Program yang bagus di Bali bisa kita implementasikan juga di Wakatobi,” kata Haliana.

Haliana mengakui Bali merupakan salah satu daerah pariwisata yang telah diakui dunia. Karena itu, Wakatobi ingin belajar dari pengalaman Bali, baik dalam pengelolaan pariwisata maupun pemanfaatan produk lokal.

“Saya mohon izin ke Pak Gubernur, kita nanti akan studi banding terkait pemanfaatan produk lokal,” ujarnya.

Pertemuan Koster dan Haliana ini membuka peluang kerja sama lebih luas antara Bali dan Wakatobi, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan produk lokal berbasis masyarakat.

Dengan pengalaman Bali dalam menata produk tradisional hingga masuk ke pasar yang lebih luas, Wakatobi melihat peluang untuk mengadaptasi pola serupa sesuai dengan potensi daerahnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Sinergi Pariwisata, Bupati Badung dan Bupati Wakatobi Sepakat Dorong Kunjungan Wisatawan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa menerima rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung.
TERIMA ROMBONGAN: Bupati Adi Arnawa saat menerima rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi resmi memperkuat kolaborasi lintas daerah guna mendongkrak kunjungan wisatawan dan menyempurnakan tata kelola destinasi. Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Wakatobi H. Haliana beserta jajaran yang diterima langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8). Pertemuan ini fokus pada pertukaran pengalaman pengelolaan pariwisata, pengembangan destinasi serta pemecahan tantangan industri modern.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Wakatobi didampingi Asisten II dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi. Sementara Bupati Badung didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Luh Suryaniti dan Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana. Kehadiran para pejabat teras ini menegaskan komitmen kedua pemerintah daerah untuk membangun sinergi yang konkret, khususnya dalam adopsi praktek terbaik (best practices) yang telah sukses diterapkan di Badung dan Bali secara luas.

Bupati Wayan Adi Arnawa mengungkapkan bahwa dinamika pariwisata Bali saat ini telah bergeser secara signifikan. Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi Bali saat ini bukan lagi sekadar cara mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Fokus utama pemerintah kini adalah memastikan setiap wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkualitas tinggi di semua sektor penunjang ekosistem pariwisata.

“Sekarang tantangan kami di Bali adalah bagaimana menjaga wisatawan yang berkunjung tetap nyaman dari berbagai lini sektor penunjang ekosistem pariwisata itu sendiri,” ujarnya.

Faktor kenyamanan ini dinilai sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata jangka panjang. Pihaknya kini tengah memacu penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur agar pertumbuhan volume wisatawan tidak sampai menurunkan kualitas dan daya dukung destinasi.

Baca Juga  Bupati-Wakil Bupati Gianyar Terpilih Ikuti Tahapan Pelantikan di Jakarta

Adi Arnawa menekankan kekuatan pariwisata Bali tidak hanya bertumpu pada keindahan lanskap alam, melainkan pada ketahanan budaya dan karakter masyarakatnya. Nilai-nilai keramahan yang berakar pada prinsip Tri Hita Karana menjadi fondasi utama yang membentuk keunikan pengalaman wisatawan. Namun, tantangan baru ini menuntut adanya reformasi pendekatan pengelolaan.

Pemerintah Kabupaten Badung secara konsisten mulai mengarahkan haluan dari pariwisata massal menuju pariwisata berkualitas (quality tourism)

“Kami sedang bergerak ke arah quality tourism sekarang. Kalau sebelumnya berbasis mass tourism di mana semua orang bebas datang sebanyak-banyaknya, sekarang kita fokus pada kualitas,” tegas Bupati.

Strategi ini bukan berarti menutup pintu bagi turis, melainkan regulasi ketat yang menyelaraskan jumlah kunjungan dengan daya tampung lingkungan dan kenyamanan masyarakat lokal. Ke depan, persyaratan tertentu termasuk jaminan bagi wisatawan akan mulai diberlakukan secara selektif. Pengalaman empiris Badung ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi daerah lain, termasuk Wakatobi.

Bupati Adi Arnawa mengingatkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik unik, sehingga strategi pengembangan pariwisata harus disesuaikan dengan keunggulan lokal masing-masing. Selain promosi masif, pembangunan konektivitas antarwilayah dan diversifikasi produk wisata, mulai dari alam, budaya, hingga sport tourism menjadi kunci pertumbuhan yang merata.

Sementara itu, Bupati Wakatobi H. Haliana menegaskan pentingnya belajar langsung dari tata kelola pariwisata Badung. Informasi dan kiat sukses dari Badung akan dijadikan acuan utama bagi Wakatobi untuk mengambil kebijakan strategis secara cepat dan tepat, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di lapangan.

“Belajar betul, duduk bersama dengan Bupati Badung mengenai best practices-nya. Ini menjadi bahan bagi kami untuk merumuskan langkah cepat, baik regulasi maupun kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami,” kata Haliana.

Baca Juga  Sertijab Bupati-Wakil Bupati Gianyar, Bupati Mahayastra Komitmen Selaraskan Pembangunan Pusat dan Kabupaten

Wakatobi memiliki potensi sumber daya alam bahari yang luar biasa. Haliana optimistis, melalui penguatan promosi dan pembenahan tata kelola yang diadopsi dari Badung, kunjungan wisatawan ke Wakatobi akan meningkat pesat. Kendati demikian, ia mengakui Wakatobi masih menghadapi tantangan berat seperti pengelolaan sampah. Penanganan masalah kebersihan lingkungan ini kini menjadi prioritas utama demi menjamin kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puncak Yadnya Massal Desa Adat Kwanji, Bupati dan Wabup Badung Komit Dukung Tradisi Adat dan Agama

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah keagamaan saat prosesi Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Massal di Desa Adat Kwanji, Mengwi.
SERAHKAN BANTUAN HIBAH: Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah saat menghadiri “Karya Manusa Yadnya” dan “Pitra Yadnya” Massal di Desa Adat Kwanji, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Selasa (25/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat, agama, serta tradisi masyarakat di Gumi Keris. Hal ini ditegaskan lewat kehadiran langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dalam rangkaian upacara Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Massal di Desa Adat Kwanji, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi.

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, Pemkab Badung menyerahkan bantuan hibah keagamaan sebesar Rp 700 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta kepada Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka, di sela-sela prosesi ngajum sekah yang dipusatkan di Pura Dalem Desa Adat Kwanji, Selasa (25/8).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, mengapresiasi tinggi kekompakan dan semangat gotong-royong krama Desa Adat Kwanji dalam menggelar upacara kolektif ini. Menurutnya, pelaksanaan yadnya massal menjadi solusi efektif untuk meringankan beban finansial krama tanpa sedikitpun mengurangi nilai spiritual dan kesucian ritual.

“Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk senantiasa hadir meringankan beban masyarakat. Astungkara, pelaksanaan karya ini dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan bagi seluruh warga,” ujar Adi Arnawa.

Sementara itu, Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan nyata dari jajaran pimpinan daerah di tengah-tengah krama desa adat. Ia juga menjelaskan bahwa ritual massal ini merupakan agenda rutin yang lahir dari kesepakatan bersama warga. Puncak upacara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus mendatang.

“Tahun ini, upacara mesangih/metatah (potong gigi) diikuti oleh 80 orang peserta. Sementara untuk upacara memukur/nyekah mencakup sebanyak 66 sawa,” jelas Buda Arka.

Baca Juga  Bupati Gianyar Jalin MoU dengan BPN Gianyar

Prosesi ini turut dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Badung, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA), tokoh masyarakat setempat, serta krama Desa Adat Kwanji. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca