Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Baligivation 2026, Gubernur Koster Harap Digitalisasi Ekonomi Tumbuh  Kuat dan Berkelanjutan

BALIILU Tayang

:

Baligivation 2026
BUKA BALIGIVATION 2026: Gubernur Bali Wayan Koster, bersama dengan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan PPATK Dr. Fhitriodi, dan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, secara resmi membuka Bali Digital Innovation Festival 2026 bertempat di Hotel Prime Plaza, Denpasar, pada Selasa (28/4). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, bersama dengan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan PPATK Dr. Fhitriodi, dan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, secara resmi membuka Bali Digital Innovation Festival 2026 (Baligivation) bertempat di Hotel Prime Plaza, Denpasar, pada Selasa (28/4).

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya transformasi ekonomi berbasis digital sebagai salah satu sektor unggulan baru di Pulau Dewata.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Bali atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi Bali yang saat ini masih sangat bergantung pada sektor pariwisata. Berdasarkan data tahun 2025, sekitar 66% perekonomian Bali masih ditopang sektor pariwisata, sehingga penguatan sektor lain seperti ekonomi kreatif dan digital menjadi sangat penting.

Dalam paparannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali memiliki keunggulan luar biasa sebagai destinasi wisata dunia, didukung kekayaan budaya, spiritualitas, dan keindahan alam yang tidak dimiliki daerah lain.

Dengan luas wilayah hanya sekitar 0,1% dari Indonesia, Bali mampu menjadi magnet global tanpa promosi besar. Tahun 2025 mencatat kunjungan lebih dari 7 juta wisatawan mancanegara melalui jalur udara, ditambah sekitar 150 ribu wisatawan kapal pesiar, serta 9,3 juta wisatawan domestik, sehingga total kunjungan mencapai lebih dari 16 juta orang. Kontribusi devisa pariwisata Bali pun mencapai sekitar Rp 176 triliun atau sekitar 55% dari total devisa pariwisata Indonesia.

Di sisi lain, Koster juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Bali, seperti persoalan sampah dan kemacetan. Pemerintah Provinsi Bali bersama kabupaten/kota terus menggenjot penanganan sampah berbasis sumber dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik berkapasitas 1.200 ton per hari yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026. Selain itu, berbagai proyek infrastruktur juga dipercepat, seperti pembangunan jalan bypass, jembatan di Nusa Ceningan, jaringan air bersih di Karangasem, hingga shortcut Singaraja–Mengwi yang ditargetkan rampung pada 2027–2028.

Baca Juga  Masyarakat Antusias Menukar Uang Rupiah Tahun Emisi 2022

Koster menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi infrastruktur yang merata di seluruh Bali hingga 2029, guna mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah utara, timur, dan barat Bali. Ia berharap, melalui penguatan ekosistem digital dan inovasi, Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa Baligivation sebagai salah satu festival digital terbesar di Bali merupakan inisiatif strategis yang menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, otoritas, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan transformasi digital. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan ide dan inovasi, tetapi juga langkah nyata dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai program, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi pasar rakyat, hingga pemberdayaan komunitas melalui inovasi seperti Banjar Pintar dan Pasar Rakyat Go Digital. Melalui Baligivation, diharapkan Bali dapat terus berkembang sebagai pulau digital yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi jati dirinya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan PPATK Dr. Fhitriodi menegaskan bahwa penguatan digitalisasi ekonomi juga harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap potensi risiko keuangan, khususnya pada sektor KUPVA BB (Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank) yang memiliki peran strategis sebagai fasilitator transaksi wisatawan mancanegara di Bali. Ia menyoroti maraknya praktik money changer ilegal yang tidak hanya merugikan pelaku usaha resmi, tetapi juga berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat dan distorsi pasar.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa aktivitas ilegal tersebut membuka celah terhadap tindak pidana, termasuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pendanaan terorisme. Modus yang kerap ditemukan antara lain structuring untuk menghindari pelaporan, penggunaan identitas palsu, transaksi tanpa underlying yang jelas, hingga mingling atau pencampuran dana legal dan ilegal. Selain itu, praktik penyalahgunaan rekening operasional, penggunaan rekening pribadi, serta transaksi valas tanpa dasar yang jelas juga menjadi perhatian serius.

Baca Juga  Survei Triwulan II 2024, Harga Properti Residensial di Bali Meningkat

Untuk itu, PPATK menekankan pentingnya sinergi antar lembaga melalui pertukaran intormasi, penguatan pengawasan, serta penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal. Di samping itu, penguatan kapasitas dan kesadaran industri juga menjadi kunci, termasuk peningkatan kualitas SDM, pemahaman terhadap modus kejahatan keuangan, serta kemampuan mengidentifikasi transaksi mencurigakan. Kepatuhan yang efektif, komitmen manajemen, serta budaya integritas organisasi dinilai penting guna memastikan industri KUPVA BB di Bali berjalan legal, patuh regulasi, dan bebas dari penyalahgunaan.

Senada dengan itu, Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menyatakan bahwa penyelenggaraan Baligivation 2026 merupakan langkah visioner dari Bank Indonesia dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali melalui penguatan digitalisasi dan sinergi lintas sektor. Menurutnya, inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, sekaligus menjadi katalisator dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Ia menegaskan bahwa di era saat ini, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan. Namun demikian, di tengah pesatnya perkembangan tersebut, potensi kerawanan dan ancaman di ruang digital juga perlu diantisipasi secara serius, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keamanan dan kepercayaan dalam ekosistem digital. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo
BERI KETERANGAN: Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa, 28 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Banyumas, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah secara nasional saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa, 28 April 2026.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa inisiatif pengelolaan sampah seperti TPST BLE mulai diadopsi oleh berbagai daerah. Presiden Prabowo menyebut telah menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah bahwa sedikitnya 13 kabupaten di wilayah tersebut turut mengembangkan model serupa.

“Jadi ini nanti kita dari pemerintah pusat akan mendorong, dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan, perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif,” ujar Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyambut komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menargetkan pencapaian zero waste to money pada tahun 2028. Presiden Prabowo optimistis target tersebut dapat tercapai dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Ya semua kita kembangkan. Sampah, pengolahan sampah, sekarang jadi prioritas nasional. Dalam 2 sampai 3 tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.

Selain meninjau sistem pengolahan sampah, Presiden Prabowo juga menyoroti inovasi pemanfaatan hasil olahan TPST BLE, termasuk produksi genteng yang dinilai efektif dan terjangkau. Kepala Negara membuka peluang agar produk tersebut dapat dimanfaatkan dalam program bantuan perbaikan rumah.

“Gentengnya lumayan efektif. Gentengnya cukup murah dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah. Anggaran perbaikan rumah sekarang, 1 rumah 20 juta (rupiah). Jadi ini satu rumah kita perhitungkan 4 sampai 5 juta (rupiah) untuk gentengnya,” ujar Kepala Negara.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penggunaan material yang lebih sehat dan estetis. Kepala Negara mendorong pengurangan penggunaan seng yang dapat berkarat dalam pembangunan perumahan.

Baca Juga  September 2025, Inflasi Bali Terkendali dalam Sasaran

“Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni dan pandangannya juga tidak bagus. Kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. Jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya,” pungkas Kepala Negara.

Hal ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dengan menjadikan pengelolaan sampah sebagai pilar penting pembangunan, bukan hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, lapangan kerja, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi rakyat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jadikan Rekomendasi DPRD Sebagai “Kompas”, Bupati Kembang Komitmen Perbaiki Kinerja Jembrana

Published

on

By

dprd jembrana
RAPAT PARIPURNA: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat menghadiri Rapat Paripurna II DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 pada Senin (27/4) bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Rapat Paripurna II DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 resmi digelar pada Senin (27/4) bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jembrana. Agenda utama rapat ini berfokus pada penyampaian Keputusan DPRD mengenai rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua II DPRD Jembrana, Drs. I Wayan Wardana, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jembrana di tahun 2025 yang secara keseluruhan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kinerja keuangan dinilai efektif dan efisien, ditandai dengan realisasi pendapatan yang melampaui anggaran serta realisasi belanja yang efisien, sehingga menghasilkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang positif,” ucapnya.

Meski demikian, DPRD Jembrana memberikan sejumlah catatan kritis dan rekomendasi strategis sebagai bahan evaluasi.

Secara umum Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, namun terdapat penurunan pada sektor spesifik seperti PBBP2, BPHTB, dan Pendapatan BLUD. DPRD mempertanyakan keseriusan Perangkat Daerah terkait dan merekomendasikan pembaruan data wajib pajak secara serentak guna mencegah penurunan kualitas pelayanan publik.

Dari sisi Transparansi Data, DPRD meminta penyediaan sistem informasi penerimaan PAD yang real-time dan dapat diakses langsung oleh dewan guna mengoptimalkan fungsi pengawasan.

Sementara Pemulihan RSU Negara ikut menjadi catatan. Menyoroti kondisi keuangan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, DPRD mendorong Pemkab Jembrana untuk mengalokasikan anggaran dari SiLPA 2025 guna menyelesaikan utang rumah sakit, sehingga kualitas layanan kesehatan dapat kembali optimal.

Kemudian merekomendasikan penguatan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya untuk mendekatkan akses bagi warga di wilayah pedesaan.

“Beberapa poin penting yang kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada saudara Bupati, guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat,” ujar Wayan Wardana.

Baca Juga  Balinomics Soroti Dampak Ekonomi Global dan Strategi Penguatan Investasi di Bali

Menanggapi rekomendasi tersebut, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD atas evaluasi yang faktual dan konstruktif. Ia menegaskan bahwa sidang paripurna ini adalah ruang pertanggungjawaban kerja dan pengabdian pemerintah kepada masyarakat.

“Rekomendasi yang telah disampaikan akan kita jadikan kompas untuk menuntun langkah perbaikan ke depan. Saya tidak menghendaki berbagai catatan ini hanya berhenti sebagai tulisan di atas kertas. Seluruhnya harus ditindaklanjuti secara serius, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Bupati Kembang.

Bupati Kembang secara khusus menginstruksikan seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk tidak menjadikan tindak lanjut ini sebagai formalitas semata. “Segera lakukan evaluasi internal untuk merumuskan aksi nyata yang dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti urgensi penyelesaian persoalan infrastruktur (jalan, jembatan, drainase), layanan kesehatan dan pendidikan, kemandirian ekonomi, serta penanganan sampah. Terkait optimalisasi pendapatan, pihaknya berkomitmen memperkuat kapasitas fiskal dengan menekan potensi kebocoran PAD tanpa membebani masyarakat.

Rapat paripurna ini ditutup dengan penegasan dari kedua belah pihak untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi yang harmonis antara eksekutif dan legislatif, guna memastikan setiap kebijakan berpihak penuh pada kepentingan masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sosialisasi Peraturan Perusahaan dan P4GN, Disnaker Gianyar Dorong Hubungan Industrial Harmonis dan Tempat Kerja Bersih Narkoba

Published

on

By

disnaker gianyar
SOSIALISASI: Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar saat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Perusahaan (PP) dan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tempat kerja, Selasa (28/4), bertempat di Ball Room Praja Sabha MPP Kabupten Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Perusahaan (PP) dan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tempat kerja, Selasa (28/4), bertempat di Ball Room Praja Sabha MPP Kabupten Gianyar.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 50 perusahaan yang ada di Kabupaten Gianyar, sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hubungan industrial sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi arahan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” serta tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Drs. I Gade Suardana Putra, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa Peraturan Perusahaan (PP) memiliki peran strategis dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

“Peraturan Perusahaan bukan hanya sebagai pedoman kerja, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial. Oleh karena itu, penyusunannya harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan yang mempekerjakan minimal 10 orang pekerja wajib memiliki Peraturan Perusahaan yang disahkan oleh instansi berwenang.

Hadir sebagai narasumber, Cok Alit Sudarsana selaku Mediator Hubungan Industrial Ahli Madya dari Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali memaparkan pentingnya substansi dalam Peraturan Perusahaan, mulai dari hak dan kewajiban para pihak, syarat kerja, tata tertib, hingga masa berlaku PP.

Menurutnya, penyusunan PP yang baik dan partisipatif akan memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi dasar dalam membangun hubungan kerja yang sehat antara pengusaha dan pekerja.

Baca Juga  Juli 2022, Optimisme Konsumen Bali Tetap Tinggi

Selain itu, materi P4GN disampaikan oleh I Wayan Suardika, SH dari BNN Kabupaten Gianyar. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat berdampak pada produktivitas kerja, keselamatan kerja, serta keberlangsungan usaha.

“Tempat kerja harus menjadi lingkungan yang bersih dari narkoba. Upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui kebijakan perusahaan, edukasi pekerja, serta kerja sama dengan BNN,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Kabupaten Gianyar, I Made Oka Utara, yang menyampaikan pentingnya peran serikat pekerja dalam mendukung implementasi Peraturan Perusahaan serta menjaga lingkungan kerja yang sehat dan kondusif.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar juga telah mengimbau perusahaan untuk aktif melaksanakan program P4GN, termasuk mendorong pelaksanaan tes urine secara mandiri sebagai bentuk komitmen pencegahan berkelanjutan.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu di Kabupaten Gianyar sebagai wujud kepedulian sosial dalam momentum peringatan May Day.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya Peraturan Perusahaan serta meningkatnya kesadaran akan bahaya narkotika di lingkungan kerja, sehingga mampu mendukung terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca