Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tegakkan Perda, Sekda Dewa Indra Minta Satpol PP Kedepankan Pendekatan Humanis

BALIILU Tayang

:

sekda dewa indra
HUT SATPOL PP: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada Upacara Peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Satpol PP Provinsi Bali, Rabu (6/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengingatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Penekanan itu disampaikan Sekda Dewa Indra pada Upacara Peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Satpol PP Provinsi Bali, Rabu (6/5/2026).

Membuka wawancara dengan awak media, Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwa tugas pokok Satpol PP adalah membantu kepala daerah dalam memastikan Perda dan Perkada dapat diimplementasikan dengan baik. Dalam penerapan berbagai produk hukum tersebut, menurutnya, di lapangan kerap ditemukan pelanggaran yang dipicu oleh banyak hal. “Pelanggaran bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ketidaktahuan atau ketidakpahaman masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, petugas Satpol PP diminta tidak hanya fokus pada upaya penertiban, tetapi juga diharapkan mampu memberikan edukasi dan pembinaan. “Harapan kami, saat turun ke masyarakat untuk penegakan Perda maupun Perkada, petugas mengedepankan pendekatan humanis yang artinya saling menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” imbuhnya.

Selain itu, petugas Satpol PP juga ditekankan untuk selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar tidak terjadi konflik horizontal akibat pendekatan yang kurang tepat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dalam sambutan yang dibacakan Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwa Satpol PP dan Satlinmas saat ini telah menginjak usia yang sangat matang. Usia ini diharapkan tidak hanya dilihat sebagai sebuah angka, melainkan menjadi pengingat bahwa dua organisasi ini harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Mendagri menilai, sejauh ini kehadiran Satpol PP dan Satlinmas tetap mampu memberikan rasa aman dan nyaman di ruang publik. Satpol PP berperan memastikan bangunan gedung memenuhi perizinan dan spesifikasi yang ditetapkan dalam perda, sementara Satlinmas aktif menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat mulai dari tingkat desa hingga perkotaan. Bahkan, dalam kondisi dan situasi tak terduga, peran Satpol PP dan Satlinmas juga dirasa sangat nyata. Hal ini terlihat dari penanganan bencana di sejumlah daerah.

Baca Juga  Dipimpin Sekda Dewa Indra, Pemprov Inisiasi Gerakan Bersama Restorasi Terumbu Karang di Perairan Pemuteran

“Atas kepedulian dan pengabdian luar biasa ini, kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP dan Satlinmas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Denpasar Pimpin Apel HUT Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran

IGN Jaya Negara Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran Dalam Pelayanan Masyarakat

Loading

Published

on

By

walikota denpasar
PIMPIN APEL: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Halaman Parkir GOR Ngurah Rai Denpasar, Rabu (6/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara  memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Halaman Parkir Gor Ngurah Rai Denpasar, Rabu (6/5).

Menteri Dalam Negeri dalam sambutan yang dibacakan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan bahwa momentum peringatan tahun ini mencerminkan tekad bersama untuk menghadirkan stabilitas sosial, kepastian hukum daerah, serta rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Dimana, ketentraman dan ketertiban umum bukan sekadar fungsi administratif, melainkan prasyarat utama bagi terciptanya iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Satpol PP, satlinmas, dan pemadam kebakaran memiliki peran sentral dalam menegakkan peraturan daerah, menyelenggarakan ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk pengamanan kegiatan sosial-keagamaan dan penanganan kondisi darurat,” ujarnya.

Dalam konteks kebencanaan, Satlinmas juga menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan masyarakat berbasis komunitas, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

“Tanpa stabilitas wilayah dan ketenteraman masyarakat, agenda pembangunan tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas Satpol PP, Satlinmas dan petugas pemadam kebakaran harus terus dilakukan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun dukungan sarana prasarana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jaya Negara menakankan pentingnya sensitivitas dan responsivitas dalam penanganan bencana. Dalam setiap peristiwa bencana, kehadiran Satpol PP, Satlinmas dan pemadam kebakaran bukan hanya sebagai aparat penegak ketertiban, tetapi sebagai representasi negara yang hadir melindungi.

“Pendekatan yang humanis, cepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga stabilitas sosial di masa krisis,” ujarnya.

Baca Juga  Pura Dalem Pengembak dan UPTD Tahura Ngurah Rai Tanda Tangani Kesepakatan Bersama

Sementara Kasatpol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana mengatakan peringatan HUT ini menjadi refleksi atas berbagai tantangan dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan, urbanisasi, perubahan iklim, serta meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah.

Selain itu melalui peringatan tersebut menciptakan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna tercapainya tujuan Bali trepti sesuai tema peringatan kali yakni “Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Linmas Tangguh Mendukung Bali Trepti dan Kepariwisataan yang Berkelanjutan”. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Denpasar Education Festival 2026

Usung Tema “Edu-Green“, Dorong Inovasi dan Kreativitas Pelajar

Loading

Published

on

By

Denpasar Education Festival
BUKA DEF 2026: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, membuka Denpasar Education Festival (DEF) 2026 ditandai dengan pelepasan burung di Lapangan Taman Kota Lumintang, Rabu (6/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang berlangsung pada 6-8 Mei 2026 dengan mengusung tema “Edu-Green”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, ditandai dengan pelepasan burung di Lapangan Taman Kota Lumintang, Rabu (6/5).

Rangkaian pembukaan DEF 2026 diawali dengan pelaksanaan Rekor MURI Yoga Asana yang diikuti sebanyak 238 sekolah dengan total 12.971 siswa. Pelaksanaan yoga dilakukan serentak di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Lapangan Taman Kota Lumintang dengan melibatkan sekitar 250 siswa. Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam.

Usai kegiatan di Taman Kota Lumintang, acara dilanjutkan dengan pertunjukan bapang barong oleh anak-anak dan  pembukaan pameran Denpasar Education Festival di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DEF 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif untuk mendorong kreativitas dan inovasi berkelanjutan di dunia pendidikan.

“Festival ini menjadi ruang bagi siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK untuk menampilkan bakat, karya inovasi, dan prestasi mereka kepada publik. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak terus berinovasi dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama mengatakan, kegiatan yoga massal ini merupakan upaya membangkitkan kembali program yoga di sekolah-sekolah yang sempat terhenti sejak tahun 2019 akibat pandemi Covid-19.

“Kami mencoba kembali membangun budaya yoga di sekolah agar anak-anak mengenal yoga sejak dini sehingga sehat secara fisik maupun mental. Kegiatan ini diikuti 238 sekolah dengan jumlah siswa mencapai 12.971 orang yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Taman Kota Lumintang sebanyak 250 siswa,” jelasnya.

Baca Juga  Satpol PP Kota Denpasar Kembali Tertibkan Baliho, Spanduk dan Pamflet Kadaluarsa

Lebih lanjut dijelaskan, setelah pelaksanaan yoga massal, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam yang hak kekayaan intelektualnya direncanakan akan diserahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Pemerintah Kota Denpasar.

“Kami berharap Kota Denpasar memiliki ciri khas tersendiri melalui Senam Vasudaiva Kutumbakam,” tambahnya

Dikatakannya, untuk pameran DEF 2026 sendiri diikuti sebanyak 25 stand dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga SPK. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi, hasil penelitian, hingga prestasi siswa tingkat nasional.

“Kami berharap melalui festival ini terjadi pertukaran informasi dan inovasi antarsekolah sehingga mampu membangkitkan semangat sekolah lain untuk terus berkembang dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema “Edu-Green Menuju Sekolah Sehat” diangkat sebagai upaya mengedukasi siswa tentang pentingnya lingkungan hijau dan pola hidup sehat sejak dini. Dalam rangkaian kegiatan ini juga diperkenalkan sekolah rintisan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) yang bertujuan mendorong sekolah agar semakin inovatif dan kreatif dalam pengembangan pendidikan di Kota Denpasar.  (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bulan Bung Karno, DPD PDI-P Bali Gelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, Diikuti Sekolah dan PT Se-Bali

Published

on

By

hut pdi bali
UTSAWA WIDYASWARA SUSASTRA BALI: DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali saat menggelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, sebuah ajang yang memadukan kompetisi intelektual dengan pelestarian budaya lokal, yang berlangsung Rabu, 6 Mei 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-53, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali resmi menggelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, sebuah ajang yang memadukan kompetisi intelektual dengan pelestarian budaya lokal.

Kegiatan ini mulai digelar pada Rabu, 6 Mei 2026 hingga Sabtu, 10 Juni 2026, bertempat di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Sejak hari pertama, atmosfer antusias sudah terasa kuat. Puluhan institusi pendidikan dari seluruh Bali ambil bagian, menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap bahasa dan sastra Bali masih sangat tinggi.

Total peserta yang terlibat dalam ajang ini terbilang signifikan. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), masing-masing diikuti oleh 18 sekolah dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Setiap daerah mengirimkan dua sekolah terbaiknya, sehingga secara keseluruhan terdapat 54 sekolah yang bersaing di tiga jenjang tersebut.

Sementara itu, partisipasi dari tingkat perguruan tinggi (PT) juga tidak kalah menarik. Sebanyak 9 universitas dari berbagai wilayah di Bali turut ambil bagian dalam audisi ini. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang pendidikan ini memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa dan sastra Bali tidak hanya menjadi tanggung jawab pelajar, tetapi juga mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi.

Pelaksanaan audisi berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 WITA dengan jadwal yang telah disusun berjenjang. Hari pertama, Rabu (6/5), diawali dengan kategori tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diikuti oleh 18 sekolah terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Selanjutnya, audisi berlanjut ke jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi pada hari-hari berikutnya, sebelum mencapai puncaknya pada babak final.

Babak final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Juni 2026, yang akan menjadi momen penentuan sekaligus puncak dari rangkaian kegiatan ini. Para peserta terbaik akan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang sastra Bali, sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda dalam menjaga identitas budaya daerah.

Baca Juga  Jamin Hak Pejalan Kaki dan Jaga Ketertiban, Kelurahan Peguyangan Tertibkan Parkir Liar di Trotoar

Utsawa Widyaswara Susastra Bali bukan sekadar kompetisi, melainkan juga ruang pembelajaran yang mendorong peserta untuk berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya lokal. Kegiatan ini selaras dengan semangat Bung Karno yang menekankan pentingnya berkepribadian dalam kebudayaan.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Bali di tengah tantangan globalisasi. Dengan melibatkan berbagai jenjang pendidikan, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan regenerasi pelestari budaya yang kuat dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi bukti bahwa budaya dapat dikemas secara modern, menarik, dan kompetitif. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga eksistensi bahasa dan sastra Bali.

Dengan tingginya partisipasi serta semangat yang ditunjukkan para peserta, Utsawa Widyaswara Susastra Bali 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda budaya paling berpengaruh tahun ini di Bali. Momentum Bulan Bung Karno pun semakin bermakna, tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai gerakan nyata membangun masa depan budaya yang lebih kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca