Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penandatanganan MoU BPSDM Perhubungan dan Pemerintah Daerah di Bali, Perkuat Pengembangan SDM Transportasi

BALIILU Tayang

:

surya suamba
BUBUHKAN PARAF MOU: Sekda Surya Suamba membubuhkan paraf pada dokumen MoU dan PKS antara BPSDM Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Daerah di Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, Desa Samsam, Kabupaten Tabanan, Jumat (12/6). (Foto: Hms Badung)

Tabanan, baliilu.com – Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba menghadiri kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Daerah di Bali. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema Transformasi Transportasi dan Logistik yang berlangsung di Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, Desa Samsam, Kabupaten Tabanan, Jumat (12/6).

Dalam acara tersebut, Sekda Badung membubuhkan paraf pada dokumen MoU dan PKS, serta bertukar plakat dengan Poltrada Bali sebagai simbol penguatan sinergi antarlembaga.

Sekda Surya Suamba menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor transportasi, guna mendukung kemajuan pariwisata. Sesuai arahan Bupati Badung, pengendalian kemacetan menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan kualitas pariwisata di Kabupaten Badung.

“Untuk mendukung upaya tersebut, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya di bidang transportasi darat, menjadi kebutuhan yang sangat penting. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Badung menjalin kerja sama dengan Politeknik Transportasi Darat Bali dalam pengembangan SDM masyarakat Badung melalui program pendidikan dan pelatihan di bidang transportasi darat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, melalui kerja sama ini diharapkan lulusan Poltrada Bali, khususnya putra-putri asal Badung, dapat berkontribusi dan mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Ia berharap kolaborasi dengan BPSDM Kementerian Perhubungan dan Poltrada Bali semakin memperkuat kapasitas SDM transportasi yang profesional guna mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tertata, aman, nyaman, dan lancar dalam menunjang pengembangan pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Kepala BPSDM Perhubungan, Suharto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia industri, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan SDM transportasi yang kompeten di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi.

Baca Juga  Fraksi Partai Golkar DPRD Badung Apresiasi Tinggi Perencanaan Daerah Tahun 2025

Menurutnya, melalui kerja sama ini BPSDM Perhubungan membuka akses yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di 22 sekolah kedinasan transportasi di bawah Kementerian Perhubungan, sekaligus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha guna memperluas peluang kerja bagi para alumni.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Wayan Serinah, turut menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai langkah ini penting dalam menyiapkan SDM transportasi yang profesional dan memahami kebutuhan daerah. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali telah merekrut 17 lulusan PTDI-STTD dalam lima tahun terakhir yang dinilai memberikan kontribusi positif bagi sektor perhubungan di Bali.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah berharap dapat mencetak SDM transportasi yang unggul untuk mendukung terwujudnya sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Alami Mati Mesin, 4 Penumpang Jukung Berhasil Diselamatkan

Published

on

By

Evakuasi Jukung Mati Mesin di Perairan Benoa
Jukung mati mesin dengan empat penumpang ditarik hingga di pesisir pantai. (Fot: Hms SAR)

Denpasar, baliilu.com – Empat orang terombang ambing di Perairan Benoa saat jukung yang mereka naiki mengalami mati mesin, Senin (14/9/2026) sore. Khawatir jukung terbawa arus dan semakin menjauh, sehingga mereka meminta bantuan untuk dievakuasi.

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggerakkan RIB 02 Denpasar dengan 3 personel untuk menuju posisi jukung. “Laporannya kami terima pada pukul 15.50 Wita dari salah seorang korban atas nama Aca, bahwa jukung yang mereka sewa alami mati mesin akibat kehabisan BBM dan berada di tengah laut,” terang Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Identitas 3 korban lainnya atas nama Zwa (30), Ketut (28) dan Dedek (35).

Pada pukul 16.10 Wita tim SAR bergerak dari Pelabuhan Benoa. Selanjutnya berselang 25 menit mereka sudah berhasil menemukan posisi jukung. “Mempertimbangkan dari ukuran jukung yang kecil dan jarak yang tidak terlalu jauh, kami putuskan untuk menarik jukung hingga menuju ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa,” imbuhnya.

Sekitar pukul 17.30 Wita seluruh korban telah terevakuasi dalam keadaan sehat dan akhirnya sampai di dermaga Pasiran Pelabuhan Benoa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pengusaha Marak Manfaatkan Air Bawah Tanah, Badung Gelar FGD Pengelolaan Sumber Daya Air
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Korban Hilang di Perairan Manta Point

Published

on

By

Pencarian Hari Ketiga Korban Speed Boat Manta Point
Tim SAR saat melakukan pencarian hari ketiga korban kasus speed boat mati mesin di Perairan Manta Point. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR, yang merupakan kapten dan ABK speed boat mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida memasuki hari ketiga, Senin (14/9/2026). Sama seperti kemarin, tim SAR gabungan menggerakkan KN SAR Arjuna 229 dan heli Finns SGi Air Bali.

Pada pukul 08.00 Wita, KN SAR Arjuna lepas sandar dari Pelabuhan Benoa menuju lokasi pencarian dengan luasan 45,2 NM2 dan melibatkan 25 personel. Empat jam lamanya kapal mengitari perairan perkiraan korban berada, namun hasilnya masih nihil. Pengerahan helikopter Finns SGI Air Bali pada pukul 15.00 Wita sampai kurang lebih satu setengah jam lamanya belum juga menemukan titik terang.

“Kami sudah ploting area pencarian dengan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus, sesuai dengan perhitungan, namun pencarian dengan kedua Alut yang bergerak belum memberikan hasil,” terang I Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR. Ia juga mengungkapkan ada belasan perahu dari kelompok nelayan yang juga turut serta melakukan pencarian. Upaya koordinasi dengan VTS Benoa telah dilakukan pada pagi hari dan sore hari ini.

Identitas korban yang masih dalam pencarian yakni I Nyoman Budiana (kapten), Keristino Sahreza Avendi Da (ABK), Niko Demios Landena (ABK). “Laporan awal kami terima menyebutkan ada 1 orang yang masih berada dalam speed boat yang alami mati mesin pada hari Sabtu, 12 September 2026, dan dihari berikutnya pihak keluarga baru mengkonfirmasi ada 3 orang berada di sana,” ujar Juni Antara.

Laporan dari tim SAR di lapangan bahwa kondisi angin dan gelombang sempat menjadi kendala, dimana kecepatan angin berkisar 12 kt dan ketinggian gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter. Rencananya operasi SAR kembali dilanjutkan besok pagi.

Baca Juga  Terima Kunja Jepara, TP. PKK Badung Saling Tukar Wawasan Program Pemberdayaan

Upaya pencarian hari ini melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, FINNS SGi Air Bali, Polairud Polda Bali, Lanal Denpasar dan kelompok nelayan serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Keempat Pencarian, Nelayan Jembrana Ditemukan di Banyuwangi

Published

on

By

Evakuasi Nelayan Jembrana yang Ditemukan di Banyuwangi
Tim SAR evakuasi korban yang mengalami kecelakaan di Perairan Pulukan Jembrana. (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, yang mengalami kecelakaan di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Minggu (13/9/2026).

Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah sampannya pecah akibat menabrak kayu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara Pantai Banyuwangi oleh nelayan setempat.

Meskipun pencarian hari keempat dihadang gelombang tinggi, penyisiran tetap dilanjutkan sejak pagi. Pencarian dipusatkan dari wilayah Pantai Pengambengan. Sejumlah Alut dikerahkan untuk menyisir perairan, diantaranya RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi dan 2 perahu milik keluarga korban juga ikut menyisir ke arah Banyuwangi.

Hingga akhirnya sekitar pukul 15.50 WITA, korban ditemukan oleh nelayan di muara Pantai Banyuwangi. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, membenarkan penemuan tersebut. “Hari ini pencarian hari keempat terhadap nelayan yang berasal dari Cupel. Pelaksanaannya sudah kami laksanakan bersama Tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban sudah ditemukan dan nelayan membawa ke Pantai Pengambengan,” ujarnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan Banyuwangi dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya jenasah tersebut dikuburkan karena tidak terdapat identitasnya. Tim SAR gabungan yang menerima informasi adanya penemuan jenasah dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Pihak keluarga telah mengkonfirmasi bahwa jenasah tersebut benar adalah I Gusti Putu Sugiarta (38 tahun), kemudian dibawa menggunakan perahu milik keluarga menuju Pantai Pengambengan.

Sekitar pukul 17.00 WITA, perahu yang membawa korban tiba di Pantai Pengambengan. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. “Selanjutnya Tim SAR bersama Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana,” jelas Dewa Hendri Gunawan.

Baca Juga  Ida Pedanda Pemaron Sidemen, Griya Gulingan Sidemen Raih Nugra Jasa Dharma Pustakaloka

Selama berlangsungnya operasi turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polair Polres Jembrana, Polres Jembrana, serta nelayan dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca