Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Calonarang ‘Geseng Waringin’ Sukses Pukau Penonton PKB, Angkat Pesan Kemurnian Hati

BALIILU Tayang

:

pkb
TAMPIL MEMUKAU: Rekasadana (Pergelaran) Calonarang bertajuk Geseng Waringin yang dibawakan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara yang merupakan duta Badung dalam PKB ke-48, tampil memukau di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar, Selasa (16/6). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.comRekasadana (Pergelaran) Calonarang bertajuk Geseng Waringin yang dibawakan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, tampil memukau di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar, Selasa (16/6), sebagai Duta Kabupaten Badung dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Pementasan tersebut mengangkat nilai-nilai spiritual yang selaras dengan tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, melalui kisah pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang. Melalui cerita tersebut, penonton diajak merenungkan pentingnya menjaga kemurnian hati dan pikiran sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

Ketua Sanggar Seni Majalangu, I Made Agus Adi Santikayasa yang akrab disapa Gus Cupak, mengatakan pihaknya sengaja memilih lakon Geseng Waringin karena memiliki keterkaitan erat dengan tema besar PKB tahun ini.

”Kami dari Sanggar Seni Majalangu, Desa Kerobokan, Kabupaten Badung, pada malam hari ini akan menampilkan pementasan Calonarang dengan judul Geseng Waringin,” ujar Gus Cupak.

Ia menjelaskan, dalam alur cerita yang dipentaskan, Mpu Bharadah memberikan nasihat kepada Walunateng Dirah agar selalu mengingat nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

”Dalam cerita nanti akan menampilkan pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang. Di sana Mpu Bharadah akan menasihati Walunateng Dirah supaya eling tekening dewek pedidi (tahu akan diri sendiri), artinya melakukan hal yang baik, berbuat yang baik, sehingga dapat menjaga atma yang ada dalam diri agar tetap suci,” katanya.

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam pertunjukan tersebut masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Ia menilai segala tindakan manusia berawal dari kebersihan hati dan pikiran.

”Konsep ini bisa dikaitkan dengan kehidupan hari ini. Dari pikiran, dari hati, akan lahir perkataan yang baik dan akan ada tindakan yang baik. Yang penting harus menjaga hati. Atma kerthi itu bagaimana kita menjaga hati nurani agar tetap bersih,” ujarnya.

Baca Juga  Angkat Judul ‘’Damar Sasangka’’, Topeng Bondres Duta Badung Suguhkan Pertunjukan Sarat Filosofi di PKB 2025

Lebih lanjut, Gus Cupak menambahkan bahwa hati yang bersih juga akan melahirkan ketenangan serta kreativitas, termasuk bagi para seniman dalam menghasilkan karya-karya seni yang berkualitas.

”Sehingga akan bisa menghasilkan ketenangan, ide-ide kreatif untuk para seniman dalam berkarya,” katanya.

Untuk pementasan kali ini, Sanggar Seni Majalangu melibatkan sekitar 75 seniman yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda. Keterlibatan seniman muda tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi pelaku seni tradisi di Kabupaten Badung.

”Untuk PKB tahun ini kami melibatkan kurang lebih 75 seniman. Seniman ini terdiri dari seniman muda semua. Tidak ada seniman-seniman tua, kecuali satu bintang tamu saya yang asli dari Kerobokan, yaitu Kak Kumis,” ungkapnya.

Persiapan pementasan dilakukan sejak akhir Februari 2026. Rentang waktu latihan yang cukup panjang dinilai memberi ruang bagi para seniman untuk mematangkan garapan tanpa harus terburu-buru.

”Kami persiapan dari bulan Februari akhir, sehingga waktu kami untuk latihan sampai bulan Juni ini lumayan. Jadi waktu untuk latihan cukup dan tidak terburu-buru,” ujarnya.

Sebagai salah satu perwakilan Kabupaten Badung, Gus Cupak juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan PKB yang dinilai konsisten menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang pelestarian seni budaya Bali.

”Kami dari seniman, khususnya yang mewakili seniman Badung, selalu mengapresiasi Pesta Kesenian Bali. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan selalu bersinergi dengan para seniman untuk memfasilitasi setiap kegiatan kami,” katanya.

Ia berharap PKB tetap menjadi agenda budaya yang berkelanjutan dan terus menjadi wadah kreativitas bagi para seniman Bali.

”Harapan kami semoga Pesta Kesenian Bali ini tetap sebagai ikon Bali, tetap menjadi euforia bagi para seniman, dan semoga tetap terjaga sehingga tetap ada agenda seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga  Tutup PKB Badung, Bupati Adi Arnawa Lepas 26 Duta Seni ke Provinsi

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan seni dan budaya melalui berbagai program pembinaan yang menyentuh langsung masyarakat.

”Pemerintah Kabupaten Badung di bawah Dinas Kebudayaan sangat men-support potensi-potensi seni yang ada di Kabupaten Badung,” kata Sukadana saat ditemui sebelum pementasan.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya mengembangkan program Banjar Menari yang dimulai dari tingkat desa dengan melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang seni tari maupun seni tabuh.

”Program ini kami inovasi di tahun 2026. Kami melakukan kegiatan Banjar Menari, tetapi start-nya dari desa. Kami memanfaatkan potensi SDM yang punya kompetensi di bidang seni, baik seni tari maupun seni tabuh, untuk membina di masing-masing desa. Sekarang berjalan di 62 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Menurut Sukadana, hingga saat ini program tersebut berjalan dengan baik dan belum menemui kendala berarti. Namun evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan pelaksanaannya semakin optimal.

”Sampai saat ini kendala belum kami temukan, tetapi seiring waktu berjalan kami pasti akan tetap evaluasi untuk bekerja lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia menilai PKB memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan seni budaya Bali sekaligus menjadi ruang pengembangan kreativitas para seniman daerah.

”Pesta Kesenian Bali ini sangat besar sekali pengaruhnya terhadap pelestarian, pengembangan, dan penggalian potensi-potensi seni yang ada di Bali dan di Kabupaten Badung,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan pariwisata berkualitas yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung.

”Ketika kita berbicara pariwisata berkualitas, khususnya di Kabupaten Badung, pasti di dalamnya ditunjang oleh unsur-unsur seni dan budaya yang ada di Kabupaten Badung,” ujar Sukadana.

Baca Juga  Hadirkan Kekayaan Tradisi dan Spirit Agraris, Tabanan Semarakkan “Peed Aya” PKB XLVIII

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung pelestarian seni budaya, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung partisipasi seniman dalam PKB tahun ini.

”Buktinya sekarang di Pesta Kesenian Bali yang ke-48 ini, Pemerintah Kabupaten Badung men-support dana kurang lebih sekitar Rp 7 miliar. Ini sebuah keseriusan dari pimpinan kami dalam mengembangkan dan menggali potensi-potensi seni yang ada di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Melalui dukungan tersebut, Kabupaten Badung berharap seni budaya Bali tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Dolanan “Upih Jaran” Tampil Apik di Panggung Ardha Candra

Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta GKA Denpasar

Loading

Published

on

By

gong kebyar anak anak
SAKSIKAN GONG KEBYAR ANAK-ANAK: Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan menyaksikan penampilan Duta Gong Kebyar Anak-aak Duta Kota Denpasar dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Penampilan memukau ditunjukkan Duta Gong Kebyar Anak-anak (GKA) Kota Denpasar dari Sanggar Cilinaya, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam.

Penampilan yang mengangkat nilai budaya dan permainan tradisional melalui dolanan Upih Jaran itu mendapat apresiasi langsung dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Turut hadir memberikan dukungan dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Penampilan kedua duta kabupaten/kota tersebut turut disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar.

Dalam pementasan tersebut, Duta GKA Kota Denpasar yang menempati panggung sisi utara berhadapan dengan Duta GKA Kabupaten Bangli dari Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Santika Murti, Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut. Masing-masing sekaa menampilkan tabuh kreasi pepanggulan, tari kreasi, dan dolanan sebagai penutup sajian seni di hadapan ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Usai menyaksikan penampilan, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penabuh, penari, pelatih, serta keluarga besar Sanggar Cilinaya yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali. Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan anak-anak Denpasar tidak hanya menampilkan kualitas artistik, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki semangat untuk mencintai dan merawat warisan budaya leluhur.

Baca Juga  Sanggar Seni Majalanggu Duta Badung, Tampilkan “Arja Cupak” dalam Pergelaran Revitalisasi Kesenian Klasik

“Adik-adik penabuh dan penari telah menunjukkan semangat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Denpasar karena generasi mudanya terus berlatih, berkarya, dan menjaga adat serta budaya Bali,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Koordinator Sanggar Cilinaya, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa Duta GKA Kota Denpasar membawakan tiga garapan utama, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudhi Atma, Tari Kreasi Puja Prasamya, dan dolanan Upih Jaran. Tabuh Sudhi Atma merupakan karya I Made Suwendra yang menggambarkan proses penyucian jiwa untuk mencapai keheningan batin melalui harmonisasi nada dan teknik permainan Gong Kebyar. Sedangkan Tari Puja Prasamya merupakan tari penyambutan yang mengandung pesan kebersamaan, saling menghormati, dan kasih sayang sebagai landasan terciptanya kedamaian.

Penampilan ditutup dengan dolanan Upih Jaran, sebuah garapan yang terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak menggunakan daun upih yang dibentuk menyerupai kuda. Karya yang ditata oleh Yan Ove bersama Tu dan Tik ini mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga alam, menghormati roh dan jiwa yang menyertai kehidupan, serta melestarikan tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali.

“Melalui permainan sederhana yang sarat makna tersebut, para penampil berhasil menghadirkan suasana ceria, penuh semangat, sekaligus mengingatkan pentingnya sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Joged Bumbung Buleleng Berani Tampil Beda dengan Kreasi Jaman Now di PKB XLVIII 2026

Published

on

By

joged bumbung
TARI JOGED: Tari Joged Bumbung oleh Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sebagai Duta Kabupaten Buleleng di PKB ke-48 saat tampil di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6). (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Hari kedua Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 diwarnai penampilan memukau Tari Joged Bumbung oleh Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sebagai Duta Kabupaten Buleleng. Penampilan yang berlangsung di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6), berhasil menarik perhatian ratusan masyarakat melalui sajian yang memadukan revitalisasi tradisi dengan sentuhan kreatif yang relevan bagi generasi muda.

Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng dipertemukan dengan Sekaa Joged Bumbung Klasik Stuti Dharma Kanthi dari Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Turut hadir menyaksikan penampilan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta ratusan pecinta seni yang memadati area pertunjukan.

Ditemui usai kegiatan, Penata Tabuh Sanggar Seni Werdhi Suara, Gede Nikolas Candra Wiadi, menjelaskan bahwa persiapan penampilan telah dimulai sejak awal April 2026 setelah pihaknya menerima penunjukan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng sebagai duta daerah pada PKB tahun ini.

Menurutnya, kesempatan tampil di PKB merupakan kebanggaan tersendiri bagi para seniman Bali. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan sajian yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sejalan dengan semangat PKB dalam menggali, mengembangkan, melestarikan, dan memberdayakan seni budaya Bali.

“Kami melakukan penggalian kembali terhadap kesenian Joged Bumbung khas Buleleng yang berkembang sejak era 1960-an. Proses revitalisasi dilakukan dengan melibatkan para seniman senior dan tokoh-tokoh yang masih memahami bentuk asli Joged Bumbung Buleleng,” ungkap Nikolas.

Pihaknya menambahkan, revitalisasi tersebut terlihat dari bentuk sajian tari maupun gending yang mengangkat kembali karakter seni pejogedan gaya Bali Utara atau Denbukit. Gerakan para penari yang dinamis berpadu harmonis dengan iringan gamelan Joged Bumbung Gobleg era 1960-an yang riang dan komunikatif, menciptakan suasana hangat serta penuh keceriaan di atas panggung.

Baca Juga  26 Siswa Kelas 1-3 Badung Bersaing Jadi Terbaik Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026

Meski berpegang pada pakem tradisi, Sanggar Seni Werdhi Suara juga menghadirkan inovasi sebagai upaya menjaga minat generasi muda terhadap seni Joged Bumbung. Salah satu sentuhan kreatif yang ditampilkan adalah pemanfaatan alat musik genggong dan mandolin kuno dalam komposisi pertunjukan.

“Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi. Namun, inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada akar tradisi agar identitas seni Joged Bumbung Buleleng tetap terjaga,” jelasnya.

Di balik penampilan yang memukau tersebut, proses latihan dilakukan secara konsisten setiap akhir pekan sejak April lalu. Jadwal tersebut dipilih karena sebagian besar anggota sekaa merupakan pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang berada di luar desa sehingga latihan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas pendidikan maupun pekerjaan mereka.

Melalui penampilan ini, Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda. Sajian Joged Bumbung yang memadukan revitalisasi tradisi dengan sentuhan kreasi masa kini menjadi bukti bahwa warisan budaya tetap dapat berkembang dan relevan di tengah dinamika zaman.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris DPRD Kabupaten Buleleng Nyoman Riang Pustaka, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Supini, serta para pecinta seni Joged Bumbung dari berbagai daerah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Gong Kebyar Anak-anak Duta Tabanan Pukau PKB XLVIII 2026

Published

on

By

gong kebyar tabanan
PUKAU PENONTON: Penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Anak-anak Duta Kabupaten Tabanan sukses mencuri perhatian dan memukau para penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6) malam. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kabupaten Tabanan kembali menorehkan kebanggaan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Penampilan Utsawa (Parade) Duta Kabupaten Tabanan sukses mencuri perhatian dan memukau para penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6) malam. Penampilan yang disaksikan langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya tersebut menjadi bukti nyata konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga, membina, dan mengembangkan seni budaya daerah melalui regenerasi sejak usia dini.

Mengusung tema PKB XLVIII Tahun 2026, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, pementasan malam itu menghadirkan penampilan Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Seni Iswara Murthi Banjar Dinas Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan sebagai Duta Kabupaten Tabanan, berdampingan dengan penampilan Duta Kabupaten Klungkung. Hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, jajaran Forkopimda, Sekda dan para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, para pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal, serta para seniman dan budayawan.

Keberhasilan penampilan tersebut tidak lepas dari perhatian dan dukungan berkelanjutan Bupati Sanjaya bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Keduanya selama ini terus bersinergi dalam membangun seni dan budaya di Tabanan melalui berbagai program pembinaan generasi muda, pemberdayaan sanggar seni, pelestarian permainan tradisional, hingga memberikan ruang kreativitas bagi seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga para pelaku seni lintas generasi. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Tabanan sebagai Kota Singasana yang kaya akan warisan seni dan tradisi.

Mengawali pementasan perdananya di panggung PKB XLVIII, Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Duta Kabupaten Tabanan mempersembahkan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Wara Bantar”. Garapan ini berangkat dari makna wara sebagai sistem penanda hari dalam waran, khususnya tri wara dan panca wara, serta bantar yang berarti lancar. Melalui eksplorasi musikal yang dinamis, karya tersebut mengangkat konsep pencarian hari baik sebagai upaya spiritual untuk memperlancar perjalanan hidup menuju keseimbangan dan moksa. Penampilan para penabuh cilik ini berhasil menunjukkan kemampuan teknik, kekompakan, dan penghayatan yang matang di atas panggung besar PKB.

Baca Juga  Bawakan Tabuh Karya I Wayan Lotring, Penampilan Sanggar Seni Pranawa Swaram Pukau Penonton PKB 2025

Suasana kemudian semakin semarak melalui persembahan Tari Gabor, sebuah tari penyambutan yang menggambarkan rasa hormat, sukacita, dan penghormatan kepada para tamu yang hadir. Gerak yang luwes dan ekspresi penuh keceriaan dari para penari muda mampu menghadirkan nuansa hangat sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tari yang terus hidup dan berkembang di Kabupaten Tabanan.

Pementasan Duta Kabupaten Tabanan ditutup dengan pertunjukan dolanan berjudul “Mekekua-kekuaan”. Karya ini menghadirkan keceriaan anak-anak saat berkumpul memainkan permainan tradisional setelah menjalani aktivitas belajar dan membantu orang tua di rumah. Kisah I Lutung dan I Kekua yang diangkat dalam permainan tradisional tersebut mengajarkan introspeksi diri agar tidak menjadi pribadi yang sombong, serakah, dan licik, karena pada akhirnya sifat-sifat tersebut hanya akan mencelakakan diri sendiri. Lebih dari sekadar permainan, “Mekekua-kekuaan” menjadi media pembelajaran tentang ketangkasan, kejujuran, keharmonisan, kebersamaan, serta pengendalian diri.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penampilan luar biasa yang ditunjukkan anak-anak Tabanan di panggung bergengsi PKB. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi cerminan kualitas pembinaan seni budaya yang terus dilakukan secara berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anak-anak, pelatih, seniman, pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Duta Kabupaten Tabanan mampu tampil luar biasa malam ini. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan berkesenian, tetapi juga menjadi generasi penerus yang akan menjaga dan melestarikan budaya Bali. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus hadir memberikan dukungan agar seni dan budaya tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan,” ujar Sanjaya malam itu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca