Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

D’Youth Fest 6.0 Apresiasi Kesadaran Pengunjung Jaga Kebersihan, “Nikmati Festival, Pulang dengan Jejak Baik”

BALIILU Tayang

:

d youth fest
PELAKSANAAN D’YOUTH 2026: Suasana hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Feel the Growth: Eco Culture tidak hanya hadir melalui berbagai pertunjukan seni, musik, dan kreativitas anak muda, tetapi juga tercermin dari meningkatnya kepedulian pengunjung dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan D’Youth Fest 6.0.

Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah menunjukkan kepedulian dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan festival yang tidak hanya meriah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat yang tidak hanya menikmati seluruh rangkaian acara, tetapi juga ikut menjaga kebersihan area festival.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda Kota Denpasar, yang telah menjadi bagian dari perubahan dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh. Tentu masih kami temukan beberapa sampah yang tercecer, namun secara keseluruhan kami melihat semangat gotong-royong dan kepedulian yang luar biasa dari para pengunjung. Ini menjadi modal penting untuk terus membangun budaya yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, D’Youth Fest melalui tema Eco Culture bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin setiap orang datang menikmati festival, menikmati setiap cerita, karya, dan pengalaman yang dihadirkan, kemudian pulang dengan meninggalkan jejak yang baik. Jejak itu bukan berupa sampah, tetapi berupa kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari tumbuhnya perilaku positif yang lahir selama penyelenggaraan acara.

Baca Juga  416 Ton Sampah Per Hari di Buleleng, PSBS Jadi Solusi Menuju Bali Bebas Sampah

“Kami mengapresiasi seluruh pengunjung yang telah mendukung semangat Eco Culture melalui tindakan nyata. Kesadaran memilah sampah dan menjaga kebersihan merupakan bagian dari pengalaman berfestival yang ingin kami bangun. Memang masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perhatian, dan itu menjadi bahan evaluasi kami agar penyelenggaraan ke depan semakin baik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa menegaskan bahwa D’Youth Fest merupakan ruang kolaborasi yang tidak hanya mengembangkan ekonomi kreatif, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami percaya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, melalui D’Youth Fest kami mengajak seluruh pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya-karya kreatif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan. Festival ini akan benar-benar bermakna ketika setiap orang pulang tanpa meninggalkan sampah, melainkan meninggalkan inspirasi dan contoh baik bagi yang lain,” ungkapnya.

“Terima kasih untuk komunitas Eling Pertiwi, relawan, dan DLHK Kota Denpasar atas kolaborasinya,” tambahnya.

Melalui semangat Feel the Growth: Eco Culture, D’Youth Fest 6.0 ingin menegaskan bahwa sebuah festival bukan hanya menjadi ruang hiburan dan kreativitas, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun kebiasaan baru. Menikmati festival, menghargai lingkungan, dan pulang dengan jejak yang baik menjadi pesan sederhana yang diharapkan terus tumbuh bersama masyarakat, menjadikan Denpasar sebagai kota kreatif yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Komitmen Nyata Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Published

on

By

Serahkan Bantuan Ngaben Massal Buleleng
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menyerahkan bantuan upacara pitra yadnya massal kepada salah satu dari 8 desa adat yang menerima tahun 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Program bantuan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya (ngaben) massal yang digagas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna terus menunjukkan hasil nyata. Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng telah menyalurkan bantuan dengan total Rp 516 juta untuk mendukung pelaksanaan ngaben massal bagi 516 sawa (simbolisasi jenazah) di delapan desa adat.

Kedelapan desa adat yang telah menerima manfaat program ini adalah Ambengan, Depeha, Tambakan, Mengandang, Nagasepaha, Pumahan, Kalianget, dan Mayong. Program ini merupakan salah satu program prioritas yang dijanjikan pasangan Sutjidra-Supriatna sejak masa kampanye Pilkada 2024 lalu, sebagai bentuk subsidi bagi desa adat yang melaksanakan ngaben massal untuk meringankan beban krama (warga adat) sekaligus melestarikan tradisi leluhur. Program ini akhirnya mulai bergulir konsisten sepanjang 2026 dengan bantuan Rp 1 juta setiap sawa, dan jumlah bantuan tidak dibatasi pada setiap penyalurannya.

Dengan total 169 desa adat yang tersebar di Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema penyaluran bantuan ngaben massal secara bertahap. Setiap tahunnya, program ini akan mencakup sekitar seperempat hingga seperlima dari keseluruhan desa adat. Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa bantuan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi sawa yang mengikuti prosesi ngaben massal.

“Sementara upacara ngerapuh tidak termasuk dalam cakupan bantuannya” terang Sutjidra.

Dalam salah satu penyaluran, yakni ke Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, pada 23-24 Juli 2026, Wakil Bupati Gede Supriatna menyerahkan langsung hibah senilai Rp 91 juta untuk mendukung Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal yang diikuti 91 sawa. Ia menyampaikan bahwa progam bantuan ngaben merupakan wujud kontribusi dan komitmen melestarikan adat.

Baca Juga  TP PKK Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kantor Desa Dauh Puri Kauh

“Pemerintah Kabupaten Buleleng secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat adat dan budaya di Buleleng,” kata Gede Supriatna saat menyerahkan bantuan.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan turut meringankan beban finansial krama adat yang melaksanakan upacara Pitra Yadnya, sekaligus memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai pilar pelestarian budaya Bali.

Selain bantuan pelaksanaan ngaben massal, Pemkab Buleleng juga rutin mengalokasikan bantuan tahunan kepada desa adat dan subak untuk mendukung pembangunan infrastruktur, tata kelola kelembagaan adat, serta penguatan aktivitas keagamaan dan kebudayaan berbasis kearifan lokal.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan subak, Pemkab Buleleng berharap tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali tetap terpelihara sekaligus mampu mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polresta Denpasar Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Bentuk Apresiasi atas Dedikasi Personel

Published

on

By

Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Polresta Denpasar
KENAIKAN PANGKAT: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personel Polresta Denpasar periode Agustus, September dan Oktober 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polresta Denpasar, Senin (31/8/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Suasana penuh khidmat mewarnai Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personel Polresta Denpasar periode Agustus, September dan Oktober 2026. Upacara berlangsung di Lapangan Apel Mako Polresta Denpasar, Senin (31/8/2026) pukul 08.00 WITA.

Dengan dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh Pejabat Utama Polresta Denpasar, para perwira, brigadir, ASN Polri serta Bhayangkari Polresta Denpasar.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif maupun hak setiap anggota, melainkan merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan pengabdian, kinerja, dedikasi, loyalitas, disiplin dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan personel selama menjalankan tugas sebagai insan Bhayangkara.

“Kenaikan pangkat bukan semata-mata merupakan hak bagi setiap anggota, namun kenaikan pangkat yang diperoleh pada hakikatnya telah melalui mekanisme penilaian dari pimpinan secara bertahap, berjenjang dan berkelanjutan berdasarkan kinerja yang bersangkutan,” ujar Kapolresta Denpasar.

Lebih lanjut disampaikan, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi landasan dalam pengabdian personel, yakni keimanan, pengabdian dan disiplin. Ketiganya menjadi fondasi bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum.

Khusus bagi personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian, aspek disiplin menjadi perhatian penting. Kenaikan pangkat tersebut merupakan penghargaan atas pengabdian personel yang selama menjalankan tugas mampu menjaga integritas dan tidak melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri.

“Atas nama pimpinan Polresta Denpasar, saya menyampaikan selamat atas kenaikan pangkat pengabdian kepada tujuh personel. Semoga kenaikan pangkat ini menjadi kebanggaan bagi personel maupun keluarga serta semakin memotivasi untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Baca Juga  TP PKK Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kantor Desa Dauh Puri Kauh

Adapun tujuh personel Polresta Denpasar yang menerima kenaikan pangkat pengabdian yaitu UKP 1 Agustus 2026 Ipda Anak Agung Ngurah Bagus Astawa, UKP 1 Mei 2026 Ipda Gesmo Marat, Ipda I Made Jumarwan, UKP 1 September 2026 Ipda I Ketut Sabdagiri, S.Sos., Ipda I Ketut Sukartawan, Ipda I Putu Setiawan dan Ipda I Wayan Sudana.

Kapolresta Denpasar juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, khususnya para Bhayangkari, yang selama ini senantiasa memberikan dukungan dan mendampingi para personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Bhayangkari yang selama ini telah memberikan dukungan penuh dan mendampingi suaminya dalam melaksanakan tugas-tugas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara sebagai anggota Polri,” ungkapnya.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa, laporan komandan upacara, penghormatan pasukan serta pemberian ucapan selamat oleh Kapolresta Denpasar kepada personel yang menerima kenaikan pangkat, dilanjutkan foto bersama.

Kenaikan pangkat pengabdian bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan sekaligus momentum untuk terus menjaga kehormatan institusi dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Festacation 1.0 di Tabanan, Dongkrak UMKM dan Hidupkan Ekonomi Kreatif

Published

on

By

Suasana penutupan Festacation 1.0 dengan parade budaya dan tenant UMKM di Panggung Garuda Wisnu Singasana - Taman Bung Karno Tabanan.
PENUTUPAN FESTACATION: Gemuruh musik, semarak parade budaya, hingga geliat pelaku usaha lokal mewarnai penutupan Festacation 1.0, Minggu (30/8), di Panggung Garuda Wisnu Singasana - Taman Bung Karno Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Gemuruh musik, semarak parade budaya, hingga geliat pelaku usaha lokal mewarnai penutupan Festacation 1.0 (Festival Musik dan Parade Budaya Generasi Muda di Kabupaten Tabanan), Minggu (30/8). Berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Panggung Garuda Wisnu Singasana – Taman Bung Karno Tabanan, festival ini sukses menghadirkan ruang hiburan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat dan UMKM Tabanan.

Mengusung perpaduan parade budaya dan hiburan musik kekinian, Festacation 1.0 tahun 2026 menghadirkan penampilan Barong the Pig Black dari Desa Dajan Peken, Sekha Barong Bedik dari Desa Delod Peken, hingga aksi sejumlah band nasional seperti Kangen Band, For Revenge, Rocket Rockers, dan Stand Here Alone, serta Lolot dan musisi lokal lainnya. Kehadiran ragam komunitas dan generasi muda tersebut tidak hanya menjadi magnet bagi penonton, tetapi turut menghidupkan aktivitas ekonomi kreatif melalui ramainya tenant UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Penutupan festival dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang mewakili Bupati Tabanan. Dalam suasana penuh keakraban, Wabup Dirga menyapa ribuan generasi muda yang memadati kawasan Garuda Wisnu Singasana dengan canda khasnya.

“Bagi adik-adik yang mencari pasangan dan yang tidak membawa pasangan, semoga galaunya tersampaikan untuk malam hari ini. Terima kasih dan selamat malam!,” ujarnya disambut antusias penonton. Ia juga menyampaikan pesan Bupati Tabanan agar Tabanan terus dikembangkan sebagai “titik kumpul” bagi berbagai event dan komunitas, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Manfaat festival tersebut turut dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Kabyah, pelaku UMKM Babi Kecap, menilai tingginya kunjungan selama Festacation memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemasukan sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan usaha di daerahnya sendiri.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Dampingi Kunker Menteri LH Jumhur Hidayat di Denpasar

“Kegiatan ini berdampak sangat banyak pada UMKM. Selain membuktikan anak-anak muda bisa berjualan di wilayahnya sendiri, dampaknya bagi kami sangat bagus, bisa meningkatkan pemasukan dan ekonomi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ade, pemilik Sate Babi Nang Oman, yang melihat antusiasme pengunjung semakin meningkat pada hari kedua pelaksanaan. “Hari pertama animonya sangat bagus, ternyata hari kedua lebih baik lagi. Untuk UMKM saya lihat semakin berkembang dan sangat ramai di hari kedua. Semoga event ini setiap tahunnya dilaksanakan, karena dapat menjadi awal bertumbuhnya UMKM dan perputaran ekonomi di masyarakat,” tuturnya.

Antusiasme juga datang dari masyarakat di luar Tabanan. Ria, warga Batubulan yang mengaku menikmati suasana festival sekaligus melihat perkembangan Tabanan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. “Saya dari Batubulan, ke sini lumayan jauh dan memang pemesanan tiket sudah dari jauh hari. Kesannya di sini happy. Harapannya ke depan lebih banyak lagi ragam makanan dan tenant-nya. Tabanan sebagai titik kumpul aman, parkirannya juga luas dan aman. Saya kagum dengan banyaknya perkembangan di Tabanan, bahkan saya yang dari luar saja kagum. Semoga Tabanan semakin berkembang lagi,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca