Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Denpasar Tattoo Fest 2026 Jadi Wahana Penguatan Ekonomi Kreatif Kota

BALIILU Tayang

:

Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa meninjau pelaksanaan Denpasar Tattoo Fest 2026 di Dharma Negara Alaya.
DENPASAR TATTOO FEST: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau pelaksanaan Denpasar Tattoo Fest 2026 yang digelar di Ruang Pameran Dharma Negara Alaya, Jumat (24/7), sebagai bagian dari rangkaian D'Youth Fest 6.0. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Denpasar Tattoo Fest 2026 yang kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian D’Youth Fest 6.0 di Ruang Pameran Dharma Negara Alaya, Jumat (24/7) hingga Sabtu (25/7). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Denpasar terus membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya subsektor ekonomi kreatif, termasuk seni tattoo yang kini semakin mendapat tempat di tengah budaya urban.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, AA Ngurah Mahendra, berkeliling meninjau booth para tattoo artist, berdialog dengan peserta, serta menyaksikan secara langsung proses karya seni tattoo yang ditampilkan selama festival berlangsung.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperluas jejaring. Menurutnya, tattoo merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang memiliki nilai artistik sekaligus potensi ekonomi yang terus berkembang.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan Denpasar Tattoo Fest sebagai wadah kreativitas para seniman tattoo. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat tattoo dari perspektif seni dan ekonomi kreatif. Harapannya, festival ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menjadi daya tarik baru dalam dinamika budaya urban di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Panitia Denpasar Tattoo Fest 2026, Putu Agus Eka Prasantika menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk menghapus stigma negatif terhadap seni tattoo di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mempertemukan para tattoo artist dengan masyarakat luas melalui berbagai aktivitas kreatif.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri ‘’Smash on Drugs International Table Tennis Championship 2022’’

“Denpasar Tattoo Fest tahun ini diikuti sekitar 20 tattoo artist dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Selain tattoo exhibition, kami juga menghadirkan talkshow, street photography, hiburan musik, hingga penampilan Robby Navicula. Kami berharap festival ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi sekaligus pengembangan industri tattoo di Kota Denpasar,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, Denpasar Tattoo Fest menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri tattoo, komunitas kreatif, dan masyarakat yang mengapresiasi seni alternatif. Kehadiran festival ini juga memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif yang terus mendorong lahirnya ruang-ruang ekspresi seni yang inklusif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Klarifikasi Video Viral WNA Buang Air Kecil di Depan Rumah Warga di Uluwatu

Published

on

By

Pihak kepolisian menunjukkan lokasi buang air kecil WNA yang ternyata di depan pintu gerbang rumah warga. Di sampingnya tampak WNA saat buang air kecil. (Foto kolase:Hms Polresta Dps)

 Denpasar, baliilu.comPolresta Denpasar memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan menyebut adanya seorang warga negara asing (WNA) yang melakukan tindakan tidak pantas dengan buang air kecil di depan pura atau tempat suci di kawasan Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Menanggapi informasi tersebut, personel Polsek Kuta Selatan telah melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya, peristiwa tersebut memang terjadi, namun lokasi kejadian bukan berada di depan pura atau tempat suci, melainkan di depan rumah warga yang beralamat di Jalan Labuan Sait Nomor 234, Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan pemilik rumah, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh personel Polsek Kuta Selatan, benar terdapat kejadian seorang WNA yang buang air kecil. Namun, lokasi kejadian sebagaimana informasi yang beredar di media sosial bukan di depan pura atau tempat suci, melainkan di depan rumah warga di Jalan Labuan Sait Nomor 234, Uluwatu, Desa Pecatu,” jelas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Ia menerangkan, pemilik rumah bernama Nyoman Tambir saat itu hendak pergi ke pasar pada dini hari dan mendapati seorang WNA yang tidak diketahui identitasnya sedang buang air kecil di depan rumahnya.

“Pemilik rumah kemudian menegur WNA tersebut. Setelah ditegur, WNA yang bersangkutan langsung meminta maaf atas perbuatannya. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, yang bersangkutan saat itu dalam kondisi mabuk,” ungkapnya.

Menurut Kasi Humas, Nyoman Tambir menyatakan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut lebih lanjut karena WNA yang bersangkutan telah meminta maaf secara langsung. Dengan demikian, persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik dan tidak terdapat laporan maupun permasalahan lanjutan dari pihak pemilik rumah.

Baca Juga  Jepun Putih Ubah Sampah Plastik Jadi Karya Seni Bernilai Ekonomi

“Pemilik rumah tidak mempermasalahkan kejadian tersebut karena WNA yang bersangkutan telah meminta maaf. Sampai saat ini tidak ada permasalahan lanjutan yang dilaporkan terkait kejadian tersebut,” imbuhnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh dan dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kebenaran suatu informasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Apabila menemukan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, silakan dikonfirmasi kepada pihak berwenang agar informasi yang diterima benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi I DPR RI dan Pangdam IX/Udayana Bahas PenguatanPertahanan Perbatasan serta Akselerasi Kodam Baru di NTT

Published

on

By

RDP: Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertema "AkselerasiPemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan PertahananPerbatasan RI–Timor Leste" yang diikuti 33 anggotarombongan berlangsung di Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026). (Foto: PendamIX)

Denpasar, baliilu.comKodam IX/Udayana menerimakunjungan kerja Tim Reses Komisi I DPR RI yang dipimpinlangsung Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto, dalamrangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertemaAkselerasiPemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan PertahananPerbatasan RI–Timor Leste”. Kegiatan yang diikuti 33 anggota rombongan tersebut berlangsung di MakodamIX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026).

Kedatangan rombongan Komisi I DPR RI disambut hangatoleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahaspenguatan postur pertahanan di kawasan timur Indonesia, khususnya percepatan pembentukan Kodam baru di ProvinsiNusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upayamemperkokoh pertahanan negara di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menegaskanbahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kondisi tersebut menuntutkesiapan sistem pertahanan yang semakin kuat, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika ancaman.

Menurut Pangdam, meskipun situasi keamanan di wilayah perbatasan secara umum relatif kondusif, berbagai potensiancaman seperti kejahatan lintas negara, penyelundupan, pelintas batas ilegal, hingga ancaman nirmiliter tetapmemerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu, rencana pembentukan Kodam baru di NTT merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Kehadiran Kodambaru akan memperpendek rentang kendali komando, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, mempercepatrespons operasional, sekaligus mempertegas kehadiran negara di garis depan perbatasan. Dalam konteks inilah kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Komisi I DPR RI, baikdari aspek kebijakan, penataan organisasi, pemenuhanpersonel, penyediaan infrastruktur, alutsista, maupundukungan anggaran guna mempercepat realisasi pembentukanKodam baru di NTT,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri ‘’Smash on Drugs International Table Tennis Championship 2022’’

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto saatmembuka Rapat Dengar Pendapat menyampaikan bahwakunjungan kerja tersebut bertujuan memperoleh gambaransecara komprehensif mengenai kesiapan pertahanan dan keamanan di wilayah Kodam IX/Udayana, khususnya terkaitrencana pembentukan Kodam baru di NTT.

Ia menjelaskan, beberapa poin utama yang menjadi fokuspembahasan meliputi penyusunan road map dan kesiapanoperasional pembentukan Kodam baru di NTT, evaluasipostur pertahanan dan tingkat kerawanan wilayah perbatasanRI–RDTL, serta dukungan penganggaran dan penguatansinergi pertahanan di kawasan perbatasan.

Dalam sesi pemaparan, Pangdam IX/Udayana menjelaskankomposisi kekuatan satuan di wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Korem 161/Wira Sakti di Nusa Tenggara Timur, Korem 162/Wira Bhakti di Nusa Tenggara Barat, dan Korem 163/Wira Satya di Bali.

Pangdam juga memaparkan progres pembentukan KodamXXVII/Sobe Sonbai di NTT. Nama “Sobe Sonbaidiambildari tokoh Raja Timor, seorang pahlawan dan pejuang lokalasal Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk penghormatanterhadap sejarah perjuangan masyarakat setempat. Selain itu, dijelaskan pula kesiapan pembangunan markas, penyediaanlahan, personel, perlengkapan, hingga pembangunanperumahan dinas sebagai bagian dari tahapan pembentukanKodam baru tersebut.

Tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, Pangdam turutmemaparkan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan TNI AD di wilayah Timor Tengah Utara melalui kegiatan Karya Bhakti skala besar. Program tersebut meliputi rehabilitasi Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasisekolah, rehabilitasi rumah ibadah, pembangunan rabat jalanbeton, rehabilitasi panti asuhan, pembangunan jembatan, penyelenggaraan bazar murah, pembagian paket sembako, serta layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa pembentukanKodam baru di NTT merupakan langkah strategis untukmemperkuat sistem pertahanan nasional, mempercepatpengendalian operasi, meningkatkan efektivitas pembinaanteritorial, sekaligus menjawab berbagai tantangan keamananyang berkembang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Pura Anyar Desa Ubung Kaja

Pangdam juga mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan di kawasan perbatasan RI–RDTL masih memerlukan perhatianserius, antara lain sengketa batas negara pada wilayah unresolved dan unsurveyed segment, potensi pelanggaranwilayah, penyelundupan lintas batas, hingga konflik sosialyang memerlukan penyelesaian secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam berharap Komisi I DPR RI dapat membantu mengomunikasikan kepada PemerintahPusat serta kementerian dan lembaga terkait mengenaipercepatan penyelesaian permasalahan lahan di Kupangmaupun Nagekeo, sekaligus mendorong penyelesaiansengketa batas negara melalui mekanisme bilateral antaraPemerintah Republik Indonesia dan Republik DemokratikTimor Leste dengan tetap mengedepankan kepentingan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menanggapi paparan tersebut, Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI memberikan apresiasi terhadap rencanapembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai yang dinilaisebagai kebutuhan strategis dalam memperkuat sistempertahanan negara, meningkatkan efektivitas pembinaanteritorial, mempercepat pengendalian operasi, sertamemperkuat pengamanan wilayah perbatasan.

Komisi I DPR RI juga menyatakan memahami besarnyatanggung jawab TNI dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, baik dari ancaman militer maupunnirmiliter. Berbagai masukan yang diperoleh dalamkunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasanlebih lanjut dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan.

Rangkaian kegiatan Rapat Dengar Pendapat ditutup denganpenyerahan cinderamata sebagai simbol sinergi antara TNI dan DPR RI, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai bentukkomitmen bersama dalam memperkuat sistem pertahanannegara demi menjaga keutuhan wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Bali Fashion Road Show Perdana Digelar di Badung, Perluas Promosi Desainer dan IKM Lokal

Published

on

By

DBFRS: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Dekranasda Bali Fashion Road Show di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menghadirkan inovasi dalam upaya memajukan UMKM dan industri kecil menengah (IKM) melalui peluncuran Dekranasda Bali Fashion Road Show, yang akan digelar secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Program yang diinisiasi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, tersebut resmi dibuka di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7). 

Fashion Road Show merupakan pengembangan dari program Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD). Melalui kegiatan ini, Dekranasda Provinsi Bali ingin memperluas ruang promosi bagi para desainer lokal sekaligus memperkuat eksistensi IKM Bali di tengah masyarakat.

“Pertama kali kita laksanakan, dan Kabupaten Badung menjadi lokasi perdana. Secara teknis kami menghadirkan karya-karya desainer lokal Bali, khususnya desainer yang telah tumbuh dan berkembang di kabupaten/kota,” ujar Ibu Putri Koster saat membuka kegiatan.

Menurutnya, penyelenggaraan DBFW dan DBFD selama ini telah memberikan dampak positif bagi perkembangan industri fesyen Bali. Selain mendorong tumbuhnya desainer muda dan IKM lokal, kegiatan tersebut juga berhasil membangun kesadaran masyarakat untuk semakin mencintai serta menggunakan busana berbahan tenun tradisional Bali.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya desainer yang tidak hanya menampilkan busana untuk kebutuhan fashion show atau catwalk, tetapi juga menghadirkan koleksi ready to wear yang lebih praktis dan dapat dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

“Jadi, akar tradisinya tetap kuat, tetapi tampil modern dan modis ketika dikenakan di ruang publik,” ungkapnya.

Ibu Putri Koster optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan, Bali tidak hanya akan dikenal sebagai pusat seni dan budaya, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu pusat mode dunia.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri ‘’Smash on Drugs International Table Tennis Championship 2022’’

“Tidak sekarang, mungkin beberapa puluh tahun lagi. Namun, jika kita terus melakukannya secara konsisten, saya yakin suatu saat Bali dapat dikenal sebagai pusat mode dunia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota untuk mengembangkan program serupa yang secara langsung menyentuh kebutuhan UMKM dan IKM di daerah masing-masing.

“Saya berharap Ketua Dekranasda kabupaten/kota memiliki program yang benar-benar menyasar UMKM dan IKM di wilayahnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyambut baik penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show perdana di Kabupaten Badung. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Dekranasda Provinsi Bali dalam memberikan ruang promosi sekaligus mendorong tumbuhnya desainer muda, khususnya yang berasal dari Kabupaten Badung.

Selain pergelaran busana, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran produk IKM kriya dan fesyen serta stan UMKM yang menyajikan beragam panganan lokal Bali sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan produk unggulan daerah kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca