Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Angkat Kreativitas Desainer dan IKM Lokal, Ny. Antari Jaya Negara Sambut Fashion Road Show Dekranasda Bali

BALIILU Tayang

:

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster dan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara hadiri Fashion Road Show di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.
DBFRS: Pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show yang digelar Dekranasda Provinsi Bali di Kota Denpasar dan dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, serta disambut langsung Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, Rabu (12/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dekranasda Bali Fashion Road Show yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali hadir di Kota Denpasar dengan mengusung tema “Wastra Hitakara”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang Denpasar, Rabu (12/8), menjadi ruang bagi desainer, perajin, serta pelaku IKM dan UMKM untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas pasar produk lokal.

Kegiatan ini disambut langsung Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, yang menyambut kehadiran Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Turut hadir Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Organisasi Wanita Forkopimda Provinsi Bali, pimpinan OPD Provinsi Bali dan Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Program yang diinisiasi Ny. Putri Koster tersebut merupakan pengembangan dari Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD). Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster, menyampaikan ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun promosi wastra Bali secara berkelanjutan. Fashion Day digelar rutin untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kain tenun tradisional Bali, Fashion Week menjadi ruang ekspresi yang melibatkan berbagai kalangan, sementara Fashion Road Show membawa karya desainer dan produk IKM Bali lebih dekat kepada masyarakat.

“Jika sesuatu dilakukan secara kontinu dan konsisten, barulah kita mendapatkan hasil. Wastra Bali tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Ny. Putri Koster.

Lebih lanjut Ny. Putri Koster mengatakan pengembangan fesyen berbasis wastra juga diharapkan mampu menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih luas. Ketika karya seorang desainer berkembang, manfaatnya turut dirasakan penenun, penjahit, koreografer, pemusik hingga model lokal. Dalam pelaksanaannya, peragaan busana juga dipadukan dengan musik karya seniman Bali serta menampilkan busana tradisional dari berbagai daerah untuk menjaga kekayaan adat dan budaya. Meski sejumlah desainer Bali telah mendapat kesempatan tampil di panggung internasional, Ny. Putri Koster menegaskan penguatan pasar lokal tetap menjadi prioritas. Masyarakat Bali dan Indonesia, perlu terlebih dahulu mengenal, mencintai, dan menggunakan karya desainer serta produk IKM daerahnya sendiri.

Baca Juga  Dior Puji Endek Bali

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Denpasar sebagai salah satu lokasi Fashion Road Show. Sagung Antari menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas desainer dengan masyarakat sekaligus memperkuat posisi IKM dan UMKM lokal.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar, saya mengucapkan selamat datang di Dharma Negara Alaya. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kreativitas dan tempat bersemayamnya taksu anak-anak muda serta pelaku seni kreatif Kota Denpasar,” ujar Antari Jaya Negara. Ia juga mengapresiasi para desainer dan perajin yang mampu merangkai kekuatan tradisi menjadi busana modern yang tetap memiliki identitas Bali.

Menurut Ny. Sagung Antari Jaya Negara, wastra Bali bukan sekadar kain, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya yang di dalamnya terdapat nilai, dedikasi, serta kehidupan para perajin. Karena itu, upaya melestarikan wastra tidak cukup hanya melalui peragaan busana, tetapi perlu diwujudkan dengan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Mencintai wastra Bali adalah cara paling nyata kita menjaga warisan leluhur. Ketika kita memakai kain tradisional Bali, kita tidak hanya berbusana, tetapi juga sedang menghidupkan dapur para perajin lokal dan menjaga nyala kebudayaan kita tetap bersinar,” ujar Antari Jaya Negara. Ia pun mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan kain lokal dan membeli produk IKM/UMKM Bali sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan ekonomi kreatif.

Melalui Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, Dekranasda diharapkan tidak hanya menghadirkan keindahan di atas panggung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pelaku kreatif di balik setiap karya. Ny. Sagung Antari berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi desainer, perajin, serta pelaku IKM dan UMKM.

Baca Juga  Putri Koster Ajak PGRI Bali Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Lewat Lomba Menulis

“Mari kita bangga memakai kain lokal, bangga membeli produk IKM/UMKM kita sendiri, dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ajaknya. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat membuat wastra Bali terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Sinergitas dan Pemutakhiran Data Pemilih, KPU Bali Jalin Perjanjian Kerja Sama dengan Kodam IX/Udayana

Published

on

By

AUDIENSI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar audiensi sekaligus pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana bertempat di Ruang Tamu Pangdam IX/Udayana, Denpasar, pada Selasa (29/9/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar audiensi sekaligus pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana bertempat di Ruang Tamu Pangdam IX/Udayana, Denpasar, pada Selasa (29/9/2026).

Kerja sama strategis ini digagas dalam rangka memperkuat sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi kedua lembaga demi mendukung persiapan serta penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan di wilayah Provinsi Bali. Kesepakatan ini melibatkan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, bersama Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto.

Perjanjian Kerja Sama yang berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ini mencakup sejumlah ruang lingkup strategis. Di antaranya meliputi pertukaran data dan informasi kepemiluan, bantuan pengamanan distribusi logistik, koordinasi serta sosialisasi netralitas TNI, hingga pemanfaatan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia di wilayah teritorial Provinsi Bali.

Salah satu poin krusial dalam Perjanjian Kerja Sama ini adalah penanganan dan pemutakhiran data penduduk yang beralih status menjadi prajurit TNI maupun purnawirawan secara berkala. Langkah ini menjadi solusi konkret atas hasil pencermatan data turunan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026, dimana terdata sebanyak 117 orang yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih akibat beralih status menjadi anggota TNI.

Melalui kesepakatan ini, KPU Bali dan Kodam IX/Udayana berkomitmen melakukan verifikasi, pembersihan, serta perbaikan data secara terpadu guna menjamin keakuratan dan akuntabilitas daftar pemilih di Bali. Di sisi lain, Kodam IX/Udayana turut menegaskan komitmennya untuk menjamin netralitas prajurit serta siap memberikan dukungan pengamanan dan deteksi dini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama tahapan pemilu berlangsung.

Baca Juga  <strong>Lestarikan Warisan Leluhur, Pameran IKM Bali Bangkit Terus Berlanjut</strong>

Melalui kerja sama ini, KPU Provinsi Bali dan Kodam IX/Udayana berharap tercipta koordinasi yang intensif dan berkesinambungan. Sinergi lintas lembaga ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di Bali agar dapat berjalan aman, lancar, transparan, dan berintegritas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Tertibkan Enam Warung Kumuh di Jalan Gatot Subroto Barat

Published

on

By

Satpol PP Badung Tertibkan Warung di Gatsu Barat
PENERTIBAN: Satpol PP Kabupaten Badung saat menertibkan sejumlah warung yang berdiri di sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Rabu (30/9). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melaksanakan penertiban terhadap sejumlah warung yang berdiri di sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Rabu (30/9).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Tibum Transmas) Satpol PP Kabupaten Badung, I Wayan Suadi. Sebanyak enam warung ditertibkan karena berdiri di atas got yang merupakan bagian dari Ruang Milik Jalan (Rumija). Keberadaan warung-warung tersebut dinilai mengganggu fungsi ruang jalan serta mengurangi keindahan, kenyamanan, dan ketertiban lingkungan.

I Wayan Suadi menyampaikan bahwa penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keindahan, kenyamanan, dan ketertiban (3K), sekaligus memastikan pemanfaatan ruang milik jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penertiban ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keindahan, kenyamanan, dan ketertiban (3K), sekaligus memastikan pemanfaatan ruang milik jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Suadi.

Sebelum penertiban dilakukan, Pemerintah Kabupaten Badung telah menempuh pendekatan humanis kepada para pemilik warung. Pemerintah telah menyampaikan surat peringatan serta meminta pemilik warung membuat pernyataan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Kami sebelumnya telah memberikan surat peringatan dan masa tenggang selama tujuh hari kepada pemilik warung untuk melakukan pembongkaran secara mandiri,” kata Suadi.

Namun, setelah masa tenggang berakhir, masih terdapat warung yang belum dibongkar. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah penertiban di lapangan.

Penertiban tersebut mengacu pada ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 Tahun 2016, khususnya terkait pemanfaatan ruang serta keberadaan bangunan atau aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan di ruang milik jalan.

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-13 BULDOG, Ibu Putri Koster Pesankan Tetap Jaga Solidaritas dalam Mendukung Pembangunan Bali

Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan bahwa penertiban ini tidak semata-mata bertujuan untuk melakukan pembongkaran, tetapi juga merupakan bagian dari upaya penataan kawasan agar fungsi ruang publik tetap terjaga serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Penataan ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keindahan ruang publik melalui penataan infrastruktur dan tata ruang secara berkelanjutan.

Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap dan mengedepankan pendekatan persuasif, Pemerintah Kabupaten Badung berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga ketertiban serta tidak memanfaatkan ruang milik jalan untuk kepentingan pribadi yang dapat mengganggu fungsi fasilitas umum.

Penertiban ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta pengguna jalan di wilayah Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Badung Optimis Capai Target Penurunan Kemiskinan

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan
PIMPIN RAKOR: Wabup Bagus Alit Sucipta saat memimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (30/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Badung menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (30/9). Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta selaku Ketua TKPK Badung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Badung Made Bimbo Abdi Suardika, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, serta para Camat se-Kabupaten Badung. Sementara itu, para perbekel dan lurah se-Kabupaten Badung mengikuti jalannya rapat secara daring.

Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi penurunan kemiskinan Kabupaten Badung pada 2025 menjadi 1,9% (turun 0,4% dibandingkan 2024 yang sebesar 2,23%). Capaian ini membawa Badung meraih penghargaan peringkat pertama regional Jawa-Bali pada 2026 dalam ajang penanganan kemiskinan dan penurunan stunting dari Kementerian Dalam Negeri.

“Untuk mempertahankan tren penurunan dan mengoptimalkan penanganan kemiskinan secara komprehensif, Pemkab Badung mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,16 triliun pada tahun 2026. Anggaran masif tersebut difokuskan pada empat bidang utama yang diampu oleh instansi terkait yakni bidang pangan, papan, dan sandang, bidang pendidikan dan kesehatan, bidang adat, agama, dan budaya, bidang jaminan sosial, sosial, dan ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengentasan kemiskinan diselaraskan dengan visi misi kepala daerah dalam Sapta Kriya Adicipta, khususnya misi kedua bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Wabup minta OPD bersama perangkat desa dan kelurahan merampungkan pemutakhiran data perlindungan sosial serta aktivasi IKD pada Desember 2026.

“Langkah ini nantinya akan dilanjutkan dengan sensus mandiri bekerja sama dengan BPS guna memastikan seluruh intervensi program benar-benar tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, hingga pihak swasta melalui forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) akan terus diperkuat. Melalui sinergi yang kuat dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan, hingga Banjar, kita optimis target penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud demi kebahagiaan Krama Badung,” ujar Wabup.

Baca Juga  Cegah Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal

Sementara itu, Kepala Bappeda Badung sekaligus Sekretaris TKPK Badung, I Made Wira Dharmajaya, melaporkan pertumbuhan ekonomi Badung hingga Juni 2026 berkisar 5,9%. Pada tahun 2030, Pemkab menetapkan target kemiskinan di kisaran 1,05% hingga 1,75%.

“Masalah target-target ini perlu kita cermati secara lebih mendalam. Berdasarkan capaian indikator makro ekonomi Kabupaten Badung sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan, kita memiliki modal yang sangat baik untuk membangun optimisme menekan angka kemiskinan menjadi lebih rendah lagi,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca