Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa Hadiri Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS MDA Badung

BALIILU Tayang

:

Rasniathi Adi Arnawa Hadiri Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS
PENINGKATAN KAPASITAS: Manggala PAKIS Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa hadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS MDA Kabupaten Badung di Ruang Rapat Kantor MDA Kabupaten Badung, Kamis (24/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Manggala Paiketan Krama Istri (PAKIS) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Prajuru PAKIS MDA Kabupaten Badung yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, Kamis (24/9).

Kegiatan strategis ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas surat Majelis Desa Adat Provinsi Bali Nomor 554/MDA-Prov Bali/VII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.

Langkah ini seiring dengan dilaksanakannya proses pergantian dan penetapan Prajuru PAKIS, baik di lingkungan MDA Kabupaten Badung maupun MDA Kecamatan se-Kabupaten Badung.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Panyarikan Agung MDA Provinsi Bali, Patengen Agung MDA Provinsi Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Panyarikan MDA Badung, serta para Prajuru PAKIS Kecamatan se-Kabupaten Badung. Hadir pula sejumlah narasumber yang memberikan pembinaan secara langsung kepada para peserta.

Manggala PAKIS Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan bahwa kehadiran seluruh jajaran prajuru yang baru ditetapkan merupakan wujud tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian adat istiadat di lingkungan krama istri.

“PAKIS adalah wadah yang menaungi seluruh krama istri di setiap Desa Adat. Peningkatan kapasitas ini menjadi langkah awal agar PAKIS senantiasa berjalan selaras, terkoordinasi, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” tegasnya.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh kebersamaan antar-prajuru, memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran PAKIS dalam mengabdi kepada Desa Adat, krama, dan masyarakat Kabupaten Badung.

Melalui bekal pemahaman yang utuh dari pembinaan ini, setiap Prajuru diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus pengayom bagi seluruh warga perempuan di wilayah masing-masing, demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan menjaga kelestarian budaya Bali di tengah arus perubahan zaman. (gs/bi)

Baca Juga  HUT Ke-3 PAKIS Bali, Pj. Gubernur Apresiasi Peran Aktif Krama Istri Dalam Memajukan Adat, Tradisi, Seni dan Budaya serta Kearifan Lokal Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Buleleng

Pemprov Bali Salurkan Lebih dari Rp 5 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana, 50 Unit Bedah Rumah Dialokasikan Rp 3,75 Miliar

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta serahkan bantuan bedah rumah di Buleleng
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menyerahkan bantuan bedah rumah, bantuan sosial korban bencana dan musibah, serta penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Buleleng, Sabtu (7/11/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Hingga November 2026, Pemprov Bali telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp 5 miliar untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Buleleng.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menyerahkan bantuan bedah rumah, bantuan sosial korban bencana dan musibah, serta penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Buleleng, Sabtu (7/11/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan bedah rumah senilai Rp 75 juta kepada masing-masing penerima, yakni Wayan Rediasa, warga Banjar Dinas Tukad Ampel, dan Made Manis, warga Banjar Dinas Kuta Banding, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Saat mengunjungi rumah Made Manis, Giri Prasta mendapat informasi bahwa penerima bantuan tersebut telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Berdasarkan kesepakatan keluarga, rumah yang akan diperbaiki melalui program bedah rumah tersebut nantinya diperuntukkan bagi cucunya.

Pada kesempatan yang sama, Giri Prasta juga menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah untuk 50 unit rumah di Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Tejakula, dengan total pagu anggaran sebesar Rp 3,75 miliar.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Bali dalam meningkatkan kualitas hunian dan membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.

Selain bantuan bedah rumah, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana dan musibah di Kabupaten Buleleng.

Bantuan tersebut mencakup perbaikan 24 unit rumah warga, penguatan ekonomi bagi 14 penerima, serta perbaikan tiga tempat suci atau tempat ibadah yang terdampak bencana dan musibah.

Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas warga pascabencana.

Baca Juga  HUT Ke-3 PAKIS Bali, Pj. Gubernur Apresiasi Peran Aktif Krama Istri Dalam Memajukan Adat, Tradisi, Seni dan Budaya serta Kearifan Lokal Bali

Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat.

Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat harus berjalan dengan baik. Sampai bulan November ini, Pemerintah Provinsi Bali telah menyalurkan lebih dari Rp 5 miliar untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Giri Prasta menjelaskan bahwa Pemprov Bali memiliki mekanisme pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana atau musibah melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan darurat yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, termasuk penanganan dampak bencana alam dan kebakaran.

Pemberian bantuan tersebut juga mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 54 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Sosial untuk Korban Bencana/Musibah.

Ia mencontohkan bahwa masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran dapat memperoleh bantuan perbaikan sebesar Rp 50 juta. Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan penguatan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Giri Prasta meminta masyarakat yang mengalami bencana atau musibah segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa atau perbekel agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Laporan selanjutnya diteruskan kepada camat dan BPBD kabupaten untuk diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kalau ada yang terkena musibah, langsung lapor ke aparat desa atau perbekel, kemudian diteruskan ke camat. Pak Camat wajib melaporkan ke BPBD Kabupaten. Karena di Provinsi ada regulasi, penanganannya tidak boleh lebih dari satu bulan, harus segera. Jadi, kalau ada kejadian, langsung dilaporkan agar bisa segera diproses,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih demi Jaga Budaya Bali

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi mengenai program bantuan tersebut agar seluruh lapisan masyarakat memahami prosedur dan dapat segera mengakses bantuan pemerintah ketika mengalami bencana atau musibah.

Giri Prasta menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster berkomitmen mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana dan musibah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program bantuan, baik untuk perbaikan rumah, pemulihan ekonomi, maupun pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

“Pak Gubernur Bali memiliki program bedah rumah, di mana masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp 75 juta. Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Camat Kubutambahan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra; Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna; serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah warga penerima bantuan di Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari HUT Ke-1 KAPLUT Sport & Music

Inovasi Sosial Kota Denpasar Wujudkan Lansia Sehat, Aktif, Produktif dan Bahagia

Loading

Published

on

By

HUT ke-1 KAPLUT Sport & Music di Lapangan Puputan Denpasar
RAYAKAN HUT: Komunitas Pejalan Lapangan Puputan (KAPLUT) Sport & Music merayakan Hari Ulang Tahun ke-1, bertempat di Panggung KAPLUT, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (8/11). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komunitas Pejalan Lapangan Puputan (KAPLUT) Sport & Music merayakan Hari Ulang Tahun ke-1, bertempat di Panggung KAPLUT, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (8/11).

Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan KAPLUT sebagai wadah aktivitas sosial masyarakat sekaligus salah satu inovasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar.

KAPLUT Sport & Music merupakan salah satu Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Kota Denpasar yang telah dikukuhkan melalui Keputusan Walikota Denpasar Nomor 188.45/101/HK/2026 tentang Pengukuhan KAPLUT Sport and Music sebagai PSKS Kota Denpasar Masa Bakti 2025-2030. Pengukuhan tersebut menjadi landasan kelembagaan bagi KAPLUT dalam mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Denpasar.

Melalui pembinaan dan pengembangan oleh Dinas Sosial Kota Denpasar, KAPLUT menjadi salah satu inovasi daerah yang menghadirkan pendekatan pemberdayaan sosial berbasis komunitas. Inovasi ini memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia), untuk tetap aktif, sehat, produktif, dan bahagia melalui kegiatan olahraga, seni, musik, serta interaksi sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, menyampaikan bahwa KAPLUT telah membuktikan bahwa pemberdayaan sosial tidak harus selalu formal dan kaku, tetapi bisa tumbuh dari kebersamaan dan kegembiraan.

“KAPLUT adalah bukti bahwa lansia di Denpasar tidak hanya ingin dilayani, tetapi ingin berdaya. Melalui olahraga, musik, dan seni, mereka tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia. Satu tahun ini adalah awal, kami di Dinas Sosial akan terus mendampingi KAPLUT agar semakin inklusif dan berkelanjutan,” ujar Laxmy Saraswati.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Swara Perempuan KAPLUT dan karya film layar lebar “Harmoni di Lapangan Puputan” menunjukkan bahwa komunitas ini telah naik kelas, dari sekadar wadah berkumpul menjadi ruang berkarya.

Baca Juga  Taman Budaya Bali Indah Jadi Media Promosi, Gubernur Koster Apresiasi Kecintaan Polandia Terhadap Budaya Bali

“KAPLUT kini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat berkarya. Ada perempuan-perempuan yang belajar keterampilan baru, ada lansia yang kembali percaya diri, dan ada karya film yang lahir dari Lapangan Puputan. Ini adalah inovasi sosial yang sesungguhnya,” tambahnya.

Kehadiran Swara Perempuan KAPLUT sebagai bagian inti dari KAPLUT juga memberikan ruang dan kelas bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemandirian.

Sementara itu, Ketua KAPLUT Sport & Music, Kompyang Wiranata, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan satu tahun KAPLUT yang penuh tantangan namun berhasil dilalui berkat kekompakan seluruh anggota.

“Satu tahun ini bukan perjalanan yang mudah. Banyak tantangan yang kami hadapi, tapi karena kepengurusan solid dan anggota saling menguatkan, KAPLUT bisa sampai di titik ini. KAPLUT ini rumah kedua kami, tempat lansia bisa tertawa, bergerak, berkarya, dan merasa dihargai,” ujar Kompyang Wiranata.

Ia juga menegaskan bahwa KAPLUT akan terus hadir sebagai wadah yang terbuka bagi masyarakat, khususnya lansia, untuk tetap produktif dan bahagia.

“Ke depan kami ingin KAPLUT semakin besar manfaatnya. Tidak hanya untuk anggota, tapi juga untuk masyarakat Denpasar. Lewat film Harmoni di Lapangan Puputan, kami ingin menunjukkan bahwa lansia juga bisa berkarya dan menginspirasi,” katanya lagi.

Lebih lanjut dijelaskannya, peringatan HUT ke-1 KAPLUT Sport & Music dimeriahkan dengan penampilan sejumlah grup band yang menyuguhkan hiburan musik bagi anggota dan masyarakat. Kegiatan ini juga diisi dengan aksi berbagi sembako kepada 10 lansia sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi terhadap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama satu tahun perjalanan KAPLUT.

“Melalui peringatan satu tahun ini, KAPLUT Sport & Music diharapkan terus tumbuh menjadi wadah pemberdayaan sosial yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa “Nodya Karya Pujawali” Pura Dalem Sari Kapal

Keberadaannya sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial dalam menghadirkan inovasi pelayanan dan pemberdayaan sosial yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Taman Ayun Barong Festival Masuk 125 Event KEN 2026

Strategi Dispar Badung Tarik Wisatawan ke Wilayah Tengah dan Utara

Loading

Published

on

By

Taman Ayun Barong Festival di Pura Taman Ayun, Mengwi
TAMAN AYUN BARONG FESTIVAL: Penyelenggaraan Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar Tahun 2026 yang masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Taman Ayun, Mengwi. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung terus berupaya memperluas daya tarik pariwisata hingga ke wilayah Badung Tengah dan Utara. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar Tahun 2026 yang masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Taman Ayun, Mengwi, ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi wisata budaya sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan di Kabupaten Badung.

“Ini merupakan kegiatan yang ke-9, yang sudah kita lakukan dari tahun 2016. Sebelumnya kegiatan ini diinisiasi oleh DTW Taman Ayun sendiri bekerja sama dengan Penglingsir Puri Mengwi. Namun, di tahun ini kegiatan sudah dilaksanakan oleh kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui Karisma Event Nusantara (KEN),” ujar Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan, terpilihnya festival tersebut dalam 125 event KEN 2026 menjadi peluang untuk meningkatkan promosi destinasi wisata budaya di Kabupaten Badung.

“Melalui penyelenggaraan event berskala nasional, kami berharap semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi kawasan Taman Ayun dan destinasi wisata lainnya di wilayah Badung Tengah dan Utara,” katanya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata Badung tidak hanya berfokus pada kawasan selatan yang selama ini dikenal sebagai pusat akomodasi dan aktivitas wisata. Dispar Badung juga berupaya mengoptimalkan potensi wilayah tengah dan utara melalui penyelenggaraan berbagai event serta pengembangan desa wisata.

“Mungkin untuk akomodasi kita sudah sediakan di Badung Selatan, namun untuk event-event kita upayakan untuk dilaksanakan di wilayah Badung Tengah dan Utara, termasuk juga di dalamnya adalah desa wisata,” jelas Putri Mas Agung.

Baca Juga  Gubernur Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih demi Jaga Budaya Bali

Selain pertunjukan seni Barong, penyelenggaraan tahun ini juga melibatkan pelaku UMKM serta menghadirkan exhibition. Sejumlah Konsul Jenderal dari negara sahabat, di antaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan India, turut diundang untuk menyaksikan festival tersebut.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperluas promosi pariwisata Badung, termasuk menjangkau pasar wisatawan mancanegara. Putri Mas Agung menyebut pihaknya juga berencana mengembangkan festival dengan skala lebih besar pada tahun mendatang, termasuk menghadirkan workshop budaya yang melibatkan wisatawan secara langsung.

“Harapannya tahun depan kegiatan ini bisa kita laksanakan dengan skala yang lebih besar dan tentunya banyak melibatkan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Mungkin salah satunya kita akan ada workshop yang melibatkan kegiatan dengan para wisatawan. Kita ingin kegiatan ini selain sebagai pelestarian budaya, juga dalam rangka mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas,” imbuhnya.

Dispar Badung juga berencana memperkuat pengembangan kegiatan berbasis desa wisata dengan melibatkan perusahaan dan pelaku industri pariwisata.

“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta menciptakan pilihan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung,” ucap Putri Mas Agung.

Masuknya Taman Ayun Barong Festival dalam program KEN 2026 mendapat apresiasi dari Tim Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Theresia Ria. Ia menilai festival tersebut memiliki daya tarik karena mengangkat kekayaan budaya Bali yang menjadi salah satu keunggulan pariwisata Indonesia.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada penyelenggara Taman Ayun Barong Festival karena tahun ini telah masuk ke salah satu program Kementerian Pariwisata, yaitu Karisma Event Nusantara (KEN). Untuk festivalnya sendiri sangat menarik karena festival ini mengangkat budaya Bali yang kita banggakan,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga  HUT Ke-3 PAKIS Bali, Pj. Gubernur Apresiasi Peran Aktif Krama Istri Dalam Memajukan Adat, Tradisi, Seni dan Budaya serta Kearifan Lokal Bali

“Kementerian Pariwisata berharap festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tambah Theresia.

Di balik upaya pengembangan pariwisata, Taman Ayun Barong Festival juga membawa misi pelestarian warisan budaya Bali. Ida Cokorda Mengwi XIII mengatakan festival ini menjadi wadah untuk menjaga keberlangsungan seni pertunjukan Barong sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas.

Pura Taman Ayun dan seni Barong memiliki nilai penting sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga. Melalui festival ini, kedua unsur budaya tersebut dihadirkan dalam satu kegiatan yang memperlihatkan komitmen masyarakat dalam melestarikan tradisi leluhur.

“Pelaksanaan Taman Ayun Barong Festival ini tidak lain adalah untuk melestarikan budaya kita. Karena Barong itu sudah masuk di dalam warisan budaya dunia, dan Taman Ayun sendiri juga masuk dalam warisan budaya dunia. Jadi dua warisan budaya dunia itu menjadi satu berkolaborasi sekarang untuk menunjukkan bagaimana tekad kita untuk melestarikan budaya,” jelas Ida Cokorda Mengwi XIII.

Festival tahun ini menghadirkan dua kategori pertunjukan, yakni Regeneration dan Superstar. Kategori Regeneration melibatkan anak-anak tingkat SD dan SMP sebagai upaya menyiapkan generasi penerus seni pertunjukan Barong. Para peserta menampilkan Barong Buntut di Wantilan Pura Taman Ayun, dengan penari dan penabuh kendang yang juga berasal dari kalangan anak-anak.

“Tujuannya adalah agar warisan budaya kita yang adiluhung ini terus dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat kita sendiri. Oleh karena itu, pesertanya adalah anak-anak tingkat SD dan SMP. Barong yang dipakai adalah Barong Buntut. Termasuk juga tukang kendangnya dari anak-anak, ini juga bagian dari regenerasi para penabuh kendang,” paparnya.

Sementara itu, kategori Superstar diikuti peserta yang telah memiliki prestasi dalam berbagai kompetisi, dengan persyaratan minimal tiga kali meraih juara. Berbeda dengan kategori Regeneration, dalam kategori ini penari Barong dan penabuh kendang dipertemukan secara acak sehingga masing-masing harus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Baca Juga  Wabup Alit Sucipta “Upasaksi Nebes Tapakan” di Pura Dwijendra Batanbuah

“Jadi pesertanya diacak atau tarung bebas. Masing-masing mencari nilai sendiri dan ini tingkat kesulitannya sangat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pementasan Barong sesuai dengan pakem-pakem yang ada, karena akan dinilai oleh juri-juri yang amat profesional,” katanya.

Ida Cokorda Mengwi XIII juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata yang memperkenalkan tradisi Bali kepada pengunjung.

Kehadiran para Konsul Jenderal dari negara sahabat juga dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi festival ke tingkat internasional.

“Jangan lupa mereka itu adalah perwakilan negara sahabat yang bisa menyampaikan dan mempromosikan apa yang kita laksanakan. Mereka adalah perwakilan yang bisa merekam dan menyampaikan kegiatan ini ke negara masing-masing,” tutup Ida Cokorda Mengwi XIII. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca