Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Giri Prasta Dorong “Samasta Raksa Bali”, Perkuat Kolaborasi Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan

BALIILU Tayang

:

Wagub Giri Prasta Dorong Samasta Raksa Bali
RAKOR: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Bali bertajuk “Samasta Raksa Bali (Bali Harus Diamankan oleh Semua Pihak)” di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (30/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Bali bertajuk “Samasta Raksa Bali (Bali Harus Diamankan oleh Semua Pihak)” di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (30/9).

Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa kebakaran dan kejadian yang membutuhkan tindakan penyelamatan tidak mengenal batas wilayah maupun administrasi. Karena itu, keselamatan masyarakat harus menjadi kepentingan utama dengan mengedepankan kecepatan respons, kesiapan sumber daya, serta kolaborasi antarpihak.

“Ketika suatu kejadian terjadi, yang dibutuhkan masyarakat bukan melihat siapa kewenangannya, tetapi seberapa cepat kita hadir, seberapa cepat memberikan pertolongan, dan seberapa kuat kita bekerja bersama untuk menyelamatkan jiwa dan melindungi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Wagub Giri Prasta, Bali memiliki potensi sumber daya penanganan kebakaran dan penyelamatan yang tersebar pada berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, BUMN, badan usaha, pengelola kawasan strategis dan objek vital, hingga masyarakat, desa adat, pecalang, serta berbagai unsur sosial lainnya.

Seluruh kekuatan tersebut harus dihubungkan dalam satu jejaring kolaborasi sehingga dapat digerakkan secara cepat ketika terjadi keadaan darurat.

“Samasta berarti seluruh unsur atau keseluruhan dan kebersamaan sebagai satu kesatuan, sedangkan raksa berarti menjaga, melindungi, dan memelihara. Jadi, Samasta Raksa Bali adalah seluruh unsur bersatu untuk menjaga dan melindungi Bali,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa Samasta Raksa Bali tidak dimaksudkan untuk membentuk kewenangan baru maupun mengambil alih kewenangan institusi yang sudah ada. Sebaliknya, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masing-masing institusi melalui jejaring kerja sama lintas wilayah dan lintas sektor.

Baca Juga  ENSIA 2026, Gubernur Koster: Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

Dengan jejaring tersebut, daerah yang membutuhkan bantuan dapat segera memperoleh dukungan personel maupun peralatan dari daerah atau institusi lain. Demikian pula ketika terjadi keadaan darurat di kawasan strategis atau objek vital, jalur koordinasi dan mobilisasi sumber daya telah tersedia.

“Yang kita bangun bukan hanya komitmen di atas kertas, tetapi sistem yang dapat bekerja ketika keadaan darurat benar-benar terjadi,” tegas Wagub Giri Prasta.

Lebih lanjut, Wagub Giri Prasta mengingatkan bahwa Bali merupakan satu kesatuan wilayah sekaligus destinasi pariwisata dunia dengan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi. Oleh sebab itu, aspek keselamatan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan Bali.

Menurutnya, kemajuan pariwisata, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan jaminan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Bali harus maju, pariwisatanya berkualitas, ekonominya tumbuh dan berputar sehat, infrastrukturnya berkembang, tetapi pada saat yang sama masyarakat dan wisatawan juga harus merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.

Agar Samasta Raksa Bali tidak berhenti pada tataran seremonial, Wagub Giri Prasta mendorong lima langkah konkret sebagai tindak lanjut. Pertama, melakukan pemetaan sumber daya yang mencakup personel, armada, peralatan, fasilitas, kemampuan teknis, serta pemangku kepentingan yang dapat memberikan dukungan.

Kedua, menyusun mekanisme mobilisasi bantuan lintas wilayah dan lintas sektor sehingga setiap pihak mengetahui prosedur yang harus dijalankan ketika dibutuhkan dukungan dalam keadaan darurat.

Ketiga, memperkuat kerja sama konkret, termasuk melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak.

Keempat, menyusun standar operasional prosedur (SOP) lintas sektor atau cross-cutting agar koordinasi, komunikasi, mobilisasi personel, dan dukungan peralatan dapat berjalan cepat ketika terjadi kejadian berskala besar.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Utsawa Dharma Gita Ke-31 Provinsi Bali 2023

Kelima, memperkuat aspek pencegahan dan kesiapsiagaan melalui latihan bersama, simulasi, serta peningkatan kompetensi personel.

“Semakin baik kita mempersiapkan diri sebelum kejadian, semakin cepat kita dapat bertindak ketika kejadian benar-benar terjadi,” katanya.

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk tidak lagi memandang penanganan kebakaran dan penyelamatan semata-mata berdasarkan batas administratif.

“Jangan berpikir, ini wilayah saya atau ini bukan wilayah saya. Kalau masyarakat Bali membutuhkan pertolongan, kita harus hadir sebagai satu kesatuan,” tegasnya.

Hal serupa diharapkan berlaku bagi pelaku usaha, BUMN, serta pengelola kawasan strategis dan objek vital. Sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama dengan tetap berpedoman pada tugas, fungsi, kewenangan, serta ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada satu institusi yang mampu menghadapi seluruh risiko seorang diri. Kita membutuhkan sinergi, komunikasi, kecepatan, dan komitmen untuk bekerja bersama,” imbuhnya.

Wagub Giri Prasta berharap Samasta Raksa Bali tidak berhenti sebagai nama atau slogan, tetapi berkembang menjadi jejaring kolaborasi yang aktif dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Bali diharapkan memiliki sistem penanganan kebakaran dan penyelamatan yang semakin terintegrasi, cepat, responsif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Mari kita bangun dan kuatkan semangat gotong royong, satukan sumber daya, dan satukan langkah. Pastikan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kita hadir bersama-sama karena Bali harus diamankan oleh semua pihak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali menempatkan pembangunan Bali dalam satu kesatuan wilayah dengan prinsip one island, one plan, one management.

Bali juga memiliki berbagai aset strategis yang membutuhkan perlindungan bersama, mulai dari simpul transportasi seperti bandara dan pelabuhan, infrastruktur energi strategis, pusat ekonomi dan pariwisata, kawasan suci, hingga kawasan permukiman.

Baca Juga  Masuk Dalam Nominasi Inovatif Government Award, Tim Validasi Lapangan Lakukan Peninjauan MOLIN Goes to School

Menurutnya, kebakaran tidak mengenal batas administratif. Satu kejadian berskala besar dapat membutuhkan dukungan lintas kabupaten/kota dan lintas sektor sehingga kesiapan jejaring kolaborasi menjadi sangat penting.

Melalui Rapat Koordinasi Samasta Raksa Bali, Pemerintah Provinsi Bali mendorong terbangunnya komitmen dan jejaring kolaborasi penanganan kebakaran dan penyelamatan se-Bali untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons, meningkatkan kapasitas, serta mengoptimalkan sumber daya seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan standar Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009, dengan waktu tanggap kurang dari 15 menit dan jarak layanan maksimal 7,5 kilometer dalam setiap WMK. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kapolres Gianyar Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Published

on

By

Kapolres Gianyar Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
PIMPIN UPACARA: Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H. memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Apel Tri Brata Polres Gianyar, Kamis (1/10/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)  

Gianyar, baliilu.com – Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H. memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Apel Tri Brata Polres Gianyar, Kamis (1/10/2026).

Upacara diikuti PJU Polres Gianyar, para Kapolsek jajaran, personel Pama, staf, gabungan Polsek, Dalmas bersenjata, Satlantas, Satintelkam, Satreskrim, Satresnarkoba, serta ASN Polres Gianyar.

Rangkaian upacara diawali dengan mengheningkan cipta dan pembacaan teks Pancasila yang dipimpin oleh Inspektur Upacara. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ikrar Kesaktian Pancasila, kemudian diakhiri dengan doa dan Andika Bhayangkari.

Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.

“Pancasila bukan hanya untuk diperingati, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP James.

Ia menegaskan, semangat Pancasila juga menjadi landasan bagi seluruh personel Polri untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati keberagaman, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana sesuai dengan ketentuan hukum.

“Sebagai anggota Polri, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita terus memperkuat persatuan, menghargai perbedaan, memberikan pelayanan yang humanis, dan hadir di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Masih Banyak ‘PR’, Pj. Gubernur Bali Minta Semua Pihak Jangan Terlena Angka Indikator Kesehatan Bali di Atas Nasional
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Laporan Call Center Polri 110, Polsek Dentim Tindaklanjuti Keluhan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim Tindaklanjuti Laporan Call Center 110
RESPONS CEPAT: Polsek Dentim menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Call Center 110 terkait suara musik yang cukup keras dan dinilai mengganggu kenyamanan warga di kawasan Jalan Nusa Indah, Gang XIII, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (1/10/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kepolisian Sektor Denpasar Timur (Polsek Dentim) kembali menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Call Center 110. Kali ini, petugas merespons pengaduan terkait suara musik yang cukup keras dan dinilai mengganggu kenyamanan warga di kawasan Jalan Nusa Indah, Gang XIII, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (1/10/2026) dini hari.

Laporan diterima melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 01.10 Wita. Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Perwira Pengawas (Pawas) Polsek Dentim Aiptu I Wayan Rudiarsana bersama personel Unit Kecil Lengkap (UKL) segera mendatangi lokasi untuk memastikan situasi sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dan pengecekan terhadap sumber suara musik yang dilaporkan. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa suara musik berasal dari kegiatan hajatan pernikahan yang masih berlangsung.

Petugas kemudian memberikan imbauan secara humanis kepada pihak yang melaksanakan kegiatan agar mengecilkan suara musik, sehingga tidak mengganggu waktu istirahat maupun kenyamanan masyarakat sekitar.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Setiap pengaduan masyarakat akan kami respons dan tindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan. Kami mengedepankan pendekatan yang humanis serta komunikasi yang baik, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan tetap menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama,” ujar Kapolsek.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Call Center Polri 110 sebagai sarana menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan kamtibmas. Layanan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Sertijab Kasat Polairud dan Kasat Pamobvit, Tekankan Profesionalisme dan Amanah Jabatan

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Sertijab Kasat Polairud dan Pamobvit
SERTIJAB: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. pimpin upacara Sertijab Kasat Polairud dan Kasat Pamobvit Polresta Denpasar yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Polairud dan Kasat Pamobvit Polresta Denpasar sebagai bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya penyegaran dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian.

Sertijab berlangsung pada Rabu (30/9/2026) dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. selaku Inspektur Upacara.

Dalam Sertijab tersebut, jabatan Kasat Polairud Polresta Denpasar diserahterimakan dari Kompol Wiastu Andri Prajitno, S.H. kepada AKP I Made Murda, S.H. Sementara jabatan Kasat Pamobvit Polresta Denpasar diserahterimakan dari Kompol I Komang Ngurah Sucahayadi, S.I.P., M.H. kepada AKP I Ketut Budiarsana, S.H., M.H.

Dalam amanatnya, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh rangkaian Sertijab dapat dilaksanakan dalam keadaan sehat dan lancar.

Kapolresta menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang menjadi bagian dari pembinaan internal Polri dan dilaksanakan secara sistematis serta berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan organisasi dan karier personel.

“Mutasi jabatan dan pergeseran tempat penugasan merupakan bentuk pengembangan karier para perwira. Para perwira membutuhkan penyegaran maupun promosi jabatan, sehingga karier dapat berkembang sesuai dengan kinerja dan kepangkatan yang disandang,” ujar Kapolresta.

Lebih lanjut, Kapolresta mengingatkan bahwa setiap jabatan yang dipercayakan kepada seorang anggota Polri merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, tugas dan kewenangan Polri sebagaimana diamanahkan oleh undang-undang harus dilaksanakan secara profesional, proporsional dan objektif, dengan tetap berpedoman pada kode etik profesi serta menjunjung tinggi moralitas. Hal tersebut menjadi penting agar setiap pelaksanaan tugas Kepolisian dapat memenuhi harapan masyarakat yang membutuhkan rasa aman, nyaman dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Denpasar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pejabat lama yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawab selama bertugas di Polresta Denpasar.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kompol Wiastu Andri Prajitno, S.H., yang telah menjabat sebagai Kasat Polairud Polresta Denpasar kurang lebih selama satu tahun dua bulan, serta Kompol I Komang Ngurah Sucahayadi, S.I.P., M.H., yang telah menjabat sebagai Kasat Pamobvit Polresta Denpasar kurang lebih selama satu tahun satu bulan.

Kapolresta menilai selama mengemban tugas di Polresta Denpasar, kedua pejabat tersebut telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas serta berkontribusi dalam mendukung peningkatan kinerja kesatuan.

“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat di Polresta Denpasar. Semoga pengalaman selama bertugas di sini dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian selanjutnya,” ungkapnya.

Kepada pejabat baru, AKP I Made Murda, S.H. dan AKP I Ketut Budiarsana, S.H., M.H., Kapolresta Denpasar menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung dengan keluarga besar Polresta Denpasar.

Kapolresta menyatakan keyakinannya bahwa dengan pengalaman yang telah dimiliki pada penugasan sebelumnya, kedua pejabat baru tersebut mampu mengemban amanah dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai harapan organisasi dan masyarakat. “Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik masyarakat. Optimalkan pelaksanaan peran dan tugas secara profesional,” pesan Kapolresta.

Sertijab ini menjadi bagian dari proses kesinambungan organisasi di lingkungan Polresta Denpasar. Dengan hadirnya pejabat baru pada posisi Kasat Polairud dan Kasat Pamobvit, diharapkan pelaksanaan tugas dan pelayanan Kepolisian dapat terus berjalan secara optimal serta mampu menjawab berbagai dinamika dan kebutuhan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca