Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Serahkan Paket Sembako kepada MGPSSR Bali, I Nyoman Parta, SH: Bangun Spirit Pasek Berwajah Kemanusiaan

BALIILU Tayang

:

de
ANGGOTA DPRRI I NYOMAN PARTA, SH: Serahkan paket sembako dan masker kepada MGPSSR Provinsi Bali.

Gianyar, baliilu.com –  Anggota DPRRI dari Komisi VI I Nyoman Parta, SH menyatakan wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) tiba-tiba datang di tengah kita. Bencana yang datang tidak diundang oleh pemerintah, anggota dewan dan kita semua telah melanda dunia, Indonesia dan juga Bali.  Wabah Covid-19 telah menimbulkan dampak ekonomi yang luas.

‘’Pilihannya hanya satu, kita beradaptasi dengan situasi ini. Beradaptasi bahwa ini bencana. Konsepnya adalah kita harus berjuang hidup dengan melakukan apa pun agar bisa bertahan. Karena kita tak tahu, tidak ada orang bisa memberikan jawaban kapan Covid-19 ini akan selesai,’’ ujar anggota Dewan dari PDI Perjuangan yang pernah duduk di DPRD Bali ini saat menyerahkan paket sembako dan masker kepada Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali I Putu Bagus Suryadi, S. Sos, Minggu (24/5-2020) di Desa Guwang Gianyar.

Saat penyerahan sembako dan masker, Ketua Satgas Bagus Suryadi didampingi wakil ketua I Wayan Selat Wirata, wakil sekretaris  I Made Gede Kasjaya, SE, bagian umum I Komang Adi Dihartawan, SE dan I Made Jelada, ST. Sembako dan 1.000 masker kain ini selanjutnya akan disalurkan kepada MGPSSR Bangli untuk diteruskan kepada Ida Pandita Mpu dan warga semeton Pasek di Bangli yang kurang mampu.

Anggota Dewan asal Guwang Gianyar Bali ini mengatakan daripada memikirkan dan bertanya terus kapan wabah Covid-19 ini akan berakhir, lebih baik kita beraktivitas yang produktif. ‘’Kalau yang punya pekarangan, ayuk kita berkebun. Yang punya tanah kosong ayuk diisi tanaman yang bermanfaat. Yang banyak punya tanah berikan warga menggarap secara kolektif daripada jadi simbol keangkuhan orang kaya. Berikan tanah kosong itu digarap oleh saudaranya, orang yang putus kerja untuk diisi tanaman untuk bertahan hidup. Isi umbi-umbian, sayur-sayuran, tanaman bumbu dapur dll,’’ ujar I Nyoman Parta yang sejak dua bulan lalu sudah menyebarkan 300 ribu bibit tanaman kepada warga untuk bisa beraktivitas selama stay at home dan work from home.

Di balik Covid-19, I Nyoman Parta berharap harus ada nilai baru dari wabah ini yang kita dapatkan. Pertama, seperti bagaimana kita kembali menghargai petani. Bagaimana kita mulai menghargai produk pertanian, salah satunya umbi-umbian.

Baca Juga  Tim Gabungan Gelar Razia Prokes di Desa Sumerta Kelod, 8 Orang Terjaring, Kepatuhan Prokes Meningkat

Generasi milenial atau generasi keju tidak tahu padahal Indonesia banyak mempunyai jenis umbi-umbian berkualitas yang kadung ditempatkan di luar mainstream. Kadung memberikan mainstream kepada beras. ‘’Akhirnya ketela kita tertinggal. Makanya sembako yang tiyang berikan berisi ketela. Tiyang beli 3 ton di Besakih, semangatnya menghargai produksi lokal, yang kedua untuk mensejajarkan ketela dengan beras. Mungkin beras tidak bisa tergantikan, tetapi bisa berkolaborasi, beras dicampur dengan ketela seperti dulu, dan kita irit dengan beras,’’ ujar anggota Dewan yang sejak pagi membagikan sembako kepada warga Desa Adat Guwang, di antaranya berisi ketela.

Kenapa melirik umbi-umbian, lanjut Parta, karena beras produksinya susah. Harganya mahal harus tumbuh di lahan pasti. Lahan yang berair. Luas sawah harus jelas, airnya harus ada, kalau tak ada air tak bisa tanam padi.

Sebaliknya umbi-umbian bisa tumbuh dimana saja. Umbi-umbian selain bisa tumbuh di sawah juga mau tumbuh di gunung, di tebing, di halaman rumah, di pojokan rumah, di mana saja bisa tumbuh. Gampang menanam umbi-umbian.

Di Vietnam menempatkan umbi-umbian sebagai makanan pokok nomor 1, beras makanan kelas dua. Lucunya beras dari negara kecil dan sempit itu kita makan sebagai makanan pokok karena kekurangan beras. Berasnya tidak cukup dan kebiasaan makan beras akhirnya mengimpor beras ke luar negeri. ‘’Di pangan saja kita tidak berdaulat, menggantungkan pakan dari orang lain yang menghasikan produk pertanian. Saat wabah Covid-19 ini harus ada nilai baru yang muncul,’’ tegas I Nyaman Parta.

Sesaat menyerahkan paket sembako kepada MGPSSR Bali yang sebelumnya sudah menggelontorkan sekitar 5.000 paket sembako ke kelompok-kelompok terdampak Covid-19, I Nyoman Parta mengajak pada semeton Pasek, ayo kita revitalisasi semangat pesemetonan ini. Jangan hanya selesai urusannya di pura. Jadikanlah pesemetonan Pasek sebagai wadah untuk sungguh-sungguh bersuka-duka. Jadi kita merawat keluarga ibu, merawat keluarganya sendiri jangan sampai ada yang kelaparan, jangan sampai ada lansia yang telantar, KK miskin yang tidak terurus. Keluarga dadia, keluarga yang lebih besar dan kawitan juga begitu.

Baca Juga  Update Covid-19 (5/8) di Bali, Pasien Positif dalam Perawatan tinggal 439 Orang

Intinya semangat keleluhuran ini ada revitalisasi, ada spirit yang bermanfaat buat warga semeton. ‘’Tidak hanya gagah-gagahan ke pura,  tapi menyama braya, nyama sesama Pasek sing meurus, di sini biar ada substansinya. Bangun spirit Pasek agar Pasek berwajah kemanusiaan,’’ pinta I Nyoman Parta.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 MGPSSR Bali I Putu Bagus Suryadi, S. Sos saat menerima paket sembako dan masker mengucapkan terima kasih kepada semeton pasek I Nyoman Parta yang juga anggota DPRRI dari Komisi VI yang membidangi BUMN, koperasi, perindustrian dll yang sudah menyumbangkan dalam bentuk barang kepada Satgas MGPSSR Bali.

Suryadi menambahkan bantuan sembako dan masker ditambahkan donasi yang terkumpul akan sesegera mungkin disalurkan kepada MGPSSR Bangli untuk selanjutkan dibagikan kepada Ida Pandita Mpu, semeton pasek yang kurang mampu dll.

Sebelumnya pada aksi sosial tahap pertama, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali telah menyerahkan ratusan paket sembako, hand sanitizer, masker dan penyemprotan disinfektan di wilayah Tabanan. Menurut rencana, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali akan berlanjut melakukan aksi sosial ke seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Untuk itu, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali mengetuk hati para semeton Pasek yang sedikit berkelebihan, para donator untuk menyisihkan dananya membantu warga kurang mampu terdampak Covid-19. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hingga Hari Ketujuh Pencarian Masih Nihil, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Gede Adimas

Published

on

By

Pencarian Gede Adimas Dihentikan Setelah Tujuh Hari
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menghentikan upaya pencarian terhadap, Gede Adimas Raditya Wibawa, seorang bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali pada, Kamis (24/9/2026). Penghentian operasi SAR ini dilaksanakan di Kantor Desa Gerokgak pada, Rabu siang (30/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menghentikan upaya pencarian terhadap, Gede Adimas Raditya Wibawa, seorang bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali pada, Kamis (24/9/2026). Penghentian operasi SAR ini dilaksanakan di Kantor Desa Gerokgak pada, Rabu siang (30/9/2026).

“Operasi SAR hari ini kita hentikan dan akan dilanjutkan pemantauan serta koordinasi dengan kelompok kelompok nelayan yang berada di pesisir utara pantai Gerokgak,” terang Dony Indrawan selaku Koordinator Pos SAR Buleleng saat menghentikan kegiatan operasi SAR.

Ia menambahkan, sejak hari pertama pencarian seluruh lokasi yang dicurigai sudah dilakukan pencarian. Namun hingga hari ini target yang kita cari masih belum ditemukan.

“Tadi SRU laut sudah melaksanakan pencarian dengan luas area mencapai 40 NM², sedangkan penyisiran darat sejauh 5 km,” katanya.

Dony memaparkan bahwa sejak hari pertama operasi SAR di gelar, Tim SAR Gabungan sudah melaksanakan pencarian secara maksimal.

Kendati Operasi SAR sudah dihentikan, Dony menegaskan Kantor Pencarian dan Pertolongan mamastikan operasi SAR dan evakuasi dapat dibuka kembali jika sewaktu – waktu terdapat tanda – tanda baru yang mengarah ditemukannya korban.

Di sisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya memberikan apresiasi kepada suluruh unsur SAR yang terlibat dalam upaya pencarian terhadap Gede Adimas. “Terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim di lapangan, semoga semangat kemanusiaan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari,” ungkapnya.

Operasi pencarian dan pertolongan ini terut melibatkan, Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Pol Airud Polda Bali, Pol Air Polres Buleleng , Polsek Gerokgak, Koramil 1609-08 Gerokgak, Bhabinkamtibmas Desa Gerokgak, Babinsa Desa Gerokgak, TNI AL Pos Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, Aparat Kecamatan Gerokgak, Aparat Desa Gerokgak, PT. Cendana Indopearls, Bhuana Bali Rescue, Keluarga Korban dan Masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Pantau Rumah Pemudik, Polsek Denbar Patroli Bareng Sipandu Beradat

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi

Published

on

By

Program Bedah Rumah Bali Capai 1.410 Unit Terealisasi
RAKOR: Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali, yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan program perumahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali, yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9) malam.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali, termasuk surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati/walikota se-Bali untuk mendukung percepatan program perumahan.

Menurutnya, program bantuan perumahan di Bali terus mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak 31 unit, sementara pada 2026 targetnya mencapai 4.184 unit.

Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen. Namun, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang terealisasi baru mencapai 1.410 unit.

Karena itu, diperlukan langkah percepatan dalam sisa waktu sekitar tiga bulan agar pelaksanaan program dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik dalam rapat tersebut.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun. Salah satunya berupa satu tower rumah susun di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni, dengan tipe 36 sebanyak 60 unit.

Sementara dari program Kementerian PKP di luar APBN, terdapat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi dengan target tahun 2026 sebanyak 1.114 unit.

Ada pula program Kredit Program Perumahan (KPP). Bali mencatat realisasi yang sangat tinggi, mencapai 99,9 persen, dengan nilai penyaluran sekitar Rp 1,003 triliun.

Baca Juga  Kasus Positif kembali Alami Lonjakan, Dewa Indra: Perlu Evaluasi Optimalisasi Tempat Karantina

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi pelaksanaan KUR Perumahan di Bali. Ia menyebut Bali menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR Perumahan yang tinggi. Bahkan, BPD Bali berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.

Menurut Maruarar, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Bali. Salah satu keunggulannya, suku bunga KUR Perumahan ditetapkan 5 persen sejak awal hingga lunas.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan capaian Bali tidak hanya terlihat pada KUR Perumahan, tetapi juga pada penyaluran KUR untuk sektor lainnya.

Koster menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas program perumahan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, khususnya kelompok masyarakat kurang mampu. “Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program bedah rumah. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Bali.

Kredit Program Perumahan (KPP) sendiri merupakan pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memiliki maupun melakukan renovasi rumah.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda dan Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali Made Aryati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung, Siapkan Infrastruktur Penukaran Baterai

Published

on

By

PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung
PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN: Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. berjabat tangan dengan General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim dalam rangkaian kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman pengembangan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik di Kabupaten Klungkung, di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, PLN, mitra industri, serta lembaga teknologi dari Indonesia dan Korea Selatan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (Foto: Hms PLN UID Bali)

Klungkung, baliilu.com – Pengembangan kendaraan listrik di Kabupaten Klungkung memasuki tahap uji coba melalui pembangunan infrastruktur sistem penukaran baterai (Battery Swap System).

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama PT INAKO Kreta Udhaya, Korea Smart e-Mobility Association (KEMA), dan Korea Automotive Technology Institute (KATECH) berkolaborasi mendukung pengembangan infrastruktur tersebut di lima lokasi di Kabupaten Klungkung.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan produk, layanan, dan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik kecil di wilayah kerja PLN UID Bali, di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026).

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, PLN mendukung kebutuhan kelistrikan dan penyambungan daya untuk menunjang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai.

“Melalui ruang lingkup kerja sama ini, PLN UID Bali berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan terbaik, khususnya dalam hal kebutuhan listrik dan penyambungan daya yang diperlukan. Infrastruktur ini nantinya akan menopang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai (Battery Swap System) di lima lokasi strategis di Kabupaten Klungkung,” ujar Ajrun.

Dukungan kelistrikan di lapangan nantinya dilaksanakan oleh PLN UP3 Bali Timur melalui ULP Klungkung. PLN memberikan pelayanan kelistrikan sesuai kebutuhan daya dan ketentuan yang berlaku, sementara INAKO, KEMA, dan KATECH menyiapkan perizinan serta kebutuhan penyambungan daya.

Proyek percontohan direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 dengan pengoperasian lima kendaraan listrik roda tiga untuk fungsi khusus. Pengembangan selanjutnya direncanakan diperluas pada 2027 dengan lebih dari 30 kendaraan listrik di Bali.

Kendaraan tersebut mencakup kendaraan listrik roda tiga untuk berbagai kebutuhan, seperti pengangkutan sampah, kendaraan pendingin, dan pengangkutan barang. Selain itu, dikembangkan kendaraan pertanian listrik roda tiga dan roda empat berukuran kecil untuk kebutuhan pengangkutan dan penyemprotan.

Baca Juga  Kasus Positif kembali Alami Lonjakan, Dewa Indra: Perlu Evaluasi Optimalisasi Tempat Karantina

Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Nusa Penida sebagai green island pada 2030.

“Jika menjadi green island, Nusa Penida akan menjadi destinasi wisata yang lebih berkelas. Dan ini terus kami siapkan secara bertahap hingga nanti bisa tercapai sepenuhnya pada 2030,” ujar Satria.

Menurut Satria, pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Kerja sama ini juga mencakup pengujian kesesuaian dan kualitas sistem penukaran baterai di lapangan serta pemanfaatan data penggunaan dan pemantauannya. Para pihak dapat menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah dan lembaga Korea Selatan, antara lain Deputy Director Ministry of SMEs and Startups Sangmin Jeon, Principal Researcher Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT) Johngill Kim, Deputy General Manager Korea SMEs and Startups Agency (KOSME) Jongtak Jeong, Executive Director KEMA Jiyong Song, dan Director of Jeonnam Division KATECH Changhyun Jeong.

Dari Indonesia, hadir Bupati Klungkung I Made Satria, S.H., Chairman AISMOLI Irjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si., Vice Rector Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., serta CEO PT INAKO Kreta Udhaya Suchang Oh.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi di Klungkung. Dukungan teknologi, infrastruktur kelistrikan, dan kolaborasi lintas negara diharapkan dapat mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata dan ekonomi hijau di Bali.

Melalui kerja sama ini, PLN UID Bali bersama para pihak akan melanjutkan koordinasi, pengujian, dan pengembangan sistem penukaran baterai sesuai ruang lingkup yang telah disepakati. Implementasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah bertahap menuju ekosistem kendaraan listrik yang semakin luas di Klungkung dan Bali. (eka/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Pemerintah Berupaya Keras Tekan Penularan Covid-19 agar Bali Siap Dibuka untuk Pariwisata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca