Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Serahkan Paket Sembako kepada MGPSSR Bali, I Nyoman Parta, SH: Bangun Spirit Pasek Berwajah Kemanusiaan

BALIILU Tayang

:

de
ANGGOTA DPRRI I NYOMAN PARTA, SH: Serahkan paket sembako dan masker kepada MGPSSR Provinsi Bali.

Gianyar, baliilu.com –  Anggota DPRRI dari Komisi VI I Nyoman Parta, SH menyatakan wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) tiba-tiba datang di tengah kita. Bencana yang datang tidak diundang oleh pemerintah, anggota dewan dan kita semua telah melanda dunia, Indonesia dan juga Bali.  Wabah Covid-19 telah menimbulkan dampak ekonomi yang luas.

‘’Pilihannya hanya satu, kita beradaptasi dengan situasi ini. Beradaptasi bahwa ini bencana. Konsepnya adalah kita harus berjuang hidup dengan melakukan apa pun agar bisa bertahan. Karena kita tak tahu, tidak ada orang bisa memberikan jawaban kapan Covid-19 ini akan selesai,’’ ujar anggota Dewan dari PDI Perjuangan yang pernah duduk di DPRD Bali ini saat menyerahkan paket sembako dan masker kepada Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali I Putu Bagus Suryadi, S. Sos, Minggu (24/5-2020) di Desa Guwang Gianyar.

Saat penyerahan sembako dan masker, Ketua Satgas Bagus Suryadi didampingi wakil ketua I Wayan Selat Wirata, wakil sekretaris  I Made Gede Kasjaya, SE, bagian umum I Komang Adi Dihartawan, SE dan I Made Jelada, ST. Sembako dan 1.000 masker kain ini selanjutnya akan disalurkan kepada MGPSSR Bangli untuk diteruskan kepada Ida Pandita Mpu dan warga semeton Pasek di Bangli yang kurang mampu.

Anggota Dewan asal Guwang Gianyar Bali ini mengatakan daripada memikirkan dan bertanya terus kapan wabah Covid-19 ini akan berakhir, lebih baik kita beraktivitas yang produktif. ‘’Kalau yang punya pekarangan, ayuk kita berkebun. Yang punya tanah kosong ayuk diisi tanaman yang bermanfaat. Yang banyak punya tanah berikan warga menggarap secara kolektif daripada jadi simbol keangkuhan orang kaya. Berikan tanah kosong itu digarap oleh saudaranya, orang yang putus kerja untuk diisi tanaman untuk bertahan hidup. Isi umbi-umbian, sayur-sayuran, tanaman bumbu dapur dll,’’ ujar I Nyoman Parta yang sejak dua bulan lalu sudah menyebarkan 300 ribu bibit tanaman kepada warga untuk bisa beraktivitas selama stay at home dan work from home.

Di balik Covid-19, I Nyoman Parta berharap harus ada nilai baru dari wabah ini yang kita dapatkan. Pertama, seperti bagaimana kita kembali menghargai petani. Bagaimana kita mulai menghargai produk pertanian, salah satunya umbi-umbian.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Hybrid Drive Concert, Terapkan Prokes sangat Ketat

Generasi milenial atau generasi keju tidak tahu padahal Indonesia banyak mempunyai jenis umbi-umbian berkualitas yang kadung ditempatkan di luar mainstream. Kadung memberikan mainstream kepada beras. ‘’Akhirnya ketela kita tertinggal. Makanya sembako yang tiyang berikan berisi ketela. Tiyang beli 3 ton di Besakih, semangatnya menghargai produksi lokal, yang kedua untuk mensejajarkan ketela dengan beras. Mungkin beras tidak bisa tergantikan, tetapi bisa berkolaborasi, beras dicampur dengan ketela seperti dulu, dan kita irit dengan beras,’’ ujar anggota Dewan yang sejak pagi membagikan sembako kepada warga Desa Adat Guwang, di antaranya berisi ketela.

Kenapa melirik umbi-umbian, lanjut Parta, karena beras produksinya susah. Harganya mahal harus tumbuh di lahan pasti. Lahan yang berair. Luas sawah harus jelas, airnya harus ada, kalau tak ada air tak bisa tanam padi.

Sebaliknya umbi-umbian bisa tumbuh dimana saja. Umbi-umbian selain bisa tumbuh di sawah juga mau tumbuh di gunung, di tebing, di halaman rumah, di pojokan rumah, di mana saja bisa tumbuh. Gampang menanam umbi-umbian.

Di Vietnam menempatkan umbi-umbian sebagai makanan pokok nomor 1, beras makanan kelas dua. Lucunya beras dari negara kecil dan sempit itu kita makan sebagai makanan pokok karena kekurangan beras. Berasnya tidak cukup dan kebiasaan makan beras akhirnya mengimpor beras ke luar negeri. ‘’Di pangan saja kita tidak berdaulat, menggantungkan pakan dari orang lain yang menghasikan produk pertanian. Saat wabah Covid-19 ini harus ada nilai baru yang muncul,’’ tegas I Nyaman Parta.

Sesaat menyerahkan paket sembako kepada MGPSSR Bali yang sebelumnya sudah menggelontorkan sekitar 5.000 paket sembako ke kelompok-kelompok terdampak Covid-19, I Nyoman Parta mengajak pada semeton Pasek, ayo kita revitalisasi semangat pesemetonan ini. Jangan hanya selesai urusannya di pura. Jadikanlah pesemetonan Pasek sebagai wadah untuk sungguh-sungguh bersuka-duka. Jadi kita merawat keluarga ibu, merawat keluarganya sendiri jangan sampai ada yang kelaparan, jangan sampai ada lansia yang telantar, KK miskin yang tidak terurus. Keluarga dadia, keluarga yang lebih besar dan kawitan juga begitu.

Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Pemelaspasan Genah Melasti Desa Adat Pedungan, Menjadi Bagian Kawasan Terintegrasi Pelabuhan Benoa

Intinya semangat keleluhuran ini ada revitalisasi, ada spirit yang bermanfaat buat warga semeton. ‘’Tidak hanya gagah-gagahan ke pura,  tapi menyama braya, nyama sesama Pasek sing meurus, di sini biar ada substansinya. Bangun spirit Pasek agar Pasek berwajah kemanusiaan,’’ pinta I Nyoman Parta.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 MGPSSR Bali I Putu Bagus Suryadi, S. Sos saat menerima paket sembako dan masker mengucapkan terima kasih kepada semeton pasek I Nyoman Parta yang juga anggota DPRRI dari Komisi VI yang membidangi BUMN, koperasi, perindustrian dll yang sudah menyumbangkan dalam bentuk barang kepada Satgas MGPSSR Bali.

Suryadi menambahkan bantuan sembako dan masker ditambahkan donasi yang terkumpul akan sesegera mungkin disalurkan kepada MGPSSR Bangli untuk selanjutkan dibagikan kepada Ida Pandita Mpu, semeton pasek yang kurang mampu dll.

Sebelumnya pada aksi sosial tahap pertama, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali telah menyerahkan ratusan paket sembako, hand sanitizer, masker dan penyemprotan disinfektan di wilayah Tabanan. Menurut rencana, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali akan berlanjut melakukan aksi sosial ke seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Untuk itu, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali mengetuk hati para semeton Pasek yang sedikit berkelebihan, para donator untuk menyisihkan dananya membantu warga kurang mampu terdampak Covid-19. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bergerak dan Berbagi Bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya di Kecamatan Tabanan dan Kediri, Ratusan Warga Terima Bantuan

Published

on

By

Rai Wahyuni Sanjaya
AKSI KEMANUSIAAN: Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri aksi kemanusiaan bertajuk Bergerak dan Berbagi yang digelar secara roadshow di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri, Senin (27/4). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Sosok Ny. Rai Wahyuni Sanjaya kembali menjadi sorotan utama dalam aksi kemanusiaan bertajuk Bergerak dan Berbagi yang digelar secara roadshow di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri, Senin (27/4). Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang akrab disapa Bunda Rai ini turun langsung menyapa masyarakat di Banjar Sekartaji Desa Sesandan dan Desa Abiantuwung, sekaligus menyalurkan bantuan bedah kamar di Banjar Kalanganyar Desa Sudimara Kecamatan Tabanan dan Banjar Sangulan, Banjar Anyar Kecamatan Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda Rai didampingi berbagai unsur penting daerah, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua GOW Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, hingga jajaran perangkat daerah, camat, serta pengurus TP PKK di tingkat kabupaten dan kecamatan. Kehadiran jajaran menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan gerakan bersama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, yang tak hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat dan harapan baru bagi warga penerima manfaat.

Di Kecamatan Tabanan, bantuan menyasar kelompok rentan secara menyeluruh. Sebanyak 20 lansia menerima perhatian khusus, diikuti 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, serta 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK). Tak hanya itu, 60 kader PKK kurang mampu turut mendapat bantuan. Dari sisi fasilitas, diberikan pula 1 bantuan rehabilitasi kamar untuk ODGJ, 8 tripod, 10 alat bantu dengar, 1 walker, serta 3 kursi roda untuk menunjang mobilitas para penerima.

Sementara itu di Kecamatan Kediri, bantuan yang diberikan tak kalah luas cakupannya. Sebanyak 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil KEK, dan 20 lansia menerima bantuan. Perhatian juga diberikan kepada 15 balita dengan gizi kurang serta 75 kader PKK kurang mampu. Fasilitas tambahan berupa 1 rehabilitasi kamar ODGJ, 2 tripod, 3 alat bantu dengar, dan 2 kursi roda turut disalurkan. Para penerima, masing-masing mendapatkan paket sembako berisi 20kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 2 kg kacang hijau, minyak goreng, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak PAUD di tiap kecamatan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Kader PKK Se-Bali untuk Aktif, Inovatif dan Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

Dalam sambutannya, Bunda Rai menyampaikan rasa haru dan kebahagiaannya bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan moral. “Pada pagi hari ini, saya bersama-sama memberikan sedikit perhatian dan oleh-oleh untuk bapak ibu sekalian, dan juga anak-anak bunda, sebagai bentuk kepedulian kami, memberikan support dan semangat, agar nanti kalau kita sudah semangat, bisa bersama-sama membangun Tabanan,” ujarnya penuh semangat.

Lebih dari itu, Bunda Rai juga membawa misi besar terkait lingkungan. Ia menyoroti kondisi sampah di Bali yang semakin mengkhawatirkan dan mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari rumah tangga. “Saya mengajak semuanya di sini mari kita tanggulangi, dan tangani sampah mulai dari rumah tangga atau sumbernya. Meskipun ini rasanya sulit, tapi kalau kita mau dan niat pasti bisa kita lakukan,” tegasnya. Ia juga mensosialisasikan solusi seperti pengolahan sampah organik, biopori, hingga konsep bank sampah. Hal ini ditegaskannya kembali saat meninjau dan menyerahkan bantuan secara simbolis alat pelubang dan penutup biopori sebanyak 150 buah kepada masing-masing kecamatan sekaligus memperagakan penggunaan alat pelubang biopori langsung kepada masyarakat, pagi itu.

Tak hanya soal lingkungan, Bunda Rai turut menghidupkan kembali program Hatinya PKK sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan keluarga. Ia mengajak ibu-ibu untuk senantiasa menanam tanaman pangan dan obat di pekarangan rumah. “Kelihatan kecil, tapi jika dimulai dan terus ditekuni akan memberikan manfaat besar,” ungkapnya. Hal tersebut juga berkenaan dalam persiapan menyambut HKG ke-54 tahun 2026, di mana TP PKK akan melaksanakan lomba “Aku Hatinya PKK” dan juga ajang pertunjukkan bakat ibu-ibu PKK melalui lomba karaoke pada puncak acara.

Selain itu, ia juga mensosialisasikan Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini mengalami pengembangan fungsi. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan balita dan ibu hamil, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu di tingkat desa. Melalui konsep ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan dan permasalahan, mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga aspek ketentraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan sosial. Dengan pendekatan tersebut, Posyandu diharapkan menjadi wadah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar (10/9), Pasien Sembuh Melonjak 43 Orang, Kasus Positif Bertambah 19 Orang

Apresiasi pun datang dari Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, Ny. Chandra Suyana Putra. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi bantuan yang diberikan. “Bantuan yang ibu berikan ini sangat berguna dan membantu warga masyarakat kami. Kami berharap semoga kegiatan yang mulia ini dapat terus berlanjut agar masyarakat kami yang belum mendapatkan manfaat saat ini bisa mendapatkannya di kemudian hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Kediri, Ny. Mas Trisnayanti Surya Dharma. Ia menilai kehadiran Bunda Rai sebagai sumber inspirasi dan semangat. “Gerakan ini adalah bentuk kepedulian dan juga kebersamaan dan kehadiran ibu sebuah penyemangat bagi kami dalam melaksanakan setiap kegiatan,” katanya.

Rasa syukur juga diungkapkan langsung oleh pihak keluarga, dari salah satu penerima bantuan bedah kamar untuk ODGJ di Desa Abiantuwung, Nyoman Ariati, di mana kamar tersebut diresmikan langsung oleh Bunda Rai pagi itu. Dengan penuh haru ia menyampaikan, “Terima kasih bapak dan ibu bupati, sudah diberikan bantuan bedah rumah, sangat sangat berterima kasih.” Bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa aksi sosial Bunda Rai benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan membawa perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Pemkab Badung dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Loading

Published

on

By

imigrasi bali
TANDA TANGAN NOTA KESEPAHAMAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menandatangani Nota Kesepahaman di Kampus Poltek IMPAS Tangerang, Banten, Senin (27/4). (Foto: Hms Badung)

Tangerang, Banten, baliilu.com – Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung. Kesepakatan ini berfokus pada optimalisasi pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenang di Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam penandatanganan yang berlangsung pada rangkaian Puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-62 Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pemasyarakatan: Kerja Nyata, Pelayanan Prima” dan digelar di Kampus Poltek IMPAS Tangerang, Banten, Senin (27/4). Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas. Kolaborasi ini mencakup penguatan layanan kepada masyarakat, perluasan akses terhadap layanan hukum dan HAM, serta dukungan terhadap program pembinaan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif. Pemerintah daerah pun berperan aktif memastikan program-program tersebut berjalan efektif hingga ke tingkat lokal.

Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan koordinasi lintas sektor hingga belum meratanya akses layanan. Dengan sinergi yang semakin solid, integrasi program pusat dan daerah dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pemasyarakatan sendiri merupakan bagian penting dalam sistem peradilan pidana, yang menitikberatkan pada pembinaan warga binaan agar dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik. Seiring waktu, komitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan, serta perlindungan hak asasi manusia terus diperkuat.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar (10/9), Pasien Sembuh Melonjak 43 Orang, Kasus Positif Bertambah 19 Orang

Sejalan dengan tema tahun ini, jajaran pemasyarakatan didorong untuk menghadirkan kerja nyata melalui program pembinaan kemandirian dan kepribadian, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan integritas petugas. Berbagai inovasi pun terus dikembangkan untuk menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat yang menjadi kunci penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyadari bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kinerja, dengan menjunjung tinggi dedikasi, profesionalisme, dan integritas.

Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tekad dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin maju, humanis, dan berkeadilan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Ajukan Koordinasi Teknis ke Kemendagri

Perkuat Mekanisme Pembiayaan dan Program Ekonomi Daerah

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
KOORDINASI TEKNIS: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat koordinasi teknis ke Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Kantor Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4). (Foto: Hms Badung)

Jakarta, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengajukan permohonan koordinasi teknis kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia guna memperoleh arahan terkait mekanisme pemenuhan kewajiban pinjaman daerah serta penyesuaian struktur penganggaran. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan keuangan daerah agar lebih akuntabel, sekaligus memastikan program-program ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami berharap melalui koordinasi ini dapat diperoleh arahan yang jelas, sehingga pengelolaan keuangan daerah bisa dilakukan dengan lebih baik, akuntabel, dan sesuai regulasi. Ini penting agar program-program yang langsung menyentuh masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni di Kantor Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4). Permohonan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan skema pembiayaan kreatif (creative financing) guna percepatan pembangunan. Pemkab Badung sendiri telah memanfaatkan fasilitas pinjaman daerah yang berdampak pada kewajiban pembayaran pokok dan bunga hingga masa pinjaman berakhir.

Dalam hal ini, Bupati Adi Arnawa menilai perlunya kejelasan mekanisme pengelolaan keuangan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), khususnya terkait penganggaran kewajiban pinjaman daerah dalam struktur pembiayaan. Selain itu, Bupati juga mengusulkan penyesuaian atau penambahan rekening belanja dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) guna mengakomodasi kebutuhan pembiayaan, termasuk pemenuhan tagging belanja infrastruktur melalui pos pengeluaran pembiayaan.

Bupati Adi Arnawa terus mendorong program penguatan ekonomi masyarakat yang terbukti mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Berdasarkan hasil evaluasi, program tersebut berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat, memperlancar perputaran ekonomi, serta membantu pedagang, pelaku usaha, dan petani dalam memasarkan produk mereka. Ia menilai masih diperlukan penyesuaian dalam sistem penganggaran agar program-program tersebut dapat terakomodasi secara lebih jelas dan memiliki dasar yang kuat untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Hybrid Drive Concert, Terapkan Prokes sangat Ketat

“Program ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pedagang kembali mendapatkan pembeli, produk petani terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Ini yang ingin terus kami jaga dan perkuat. Kami mengusulkan adanya skema atau rekening khusus agar program ini memiliki dasar yang kuat dalam penganggaran dan dapat berjalan secara berkesinambungan,” tambahnya.

Pengalaman penyaluran bantuan sebelumnya juga menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi secara langsung. Hal ini menjadi dasar bahwa program tersebut layak untuk terus dilanjutkan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, termasuk dalam mengantisipasi potensi inflasi.

Terakhir, Bupati Adi Arnawa ingin melalui koordinasi ini dapat diperoleh arahan yang komprehensif , sehingga pengelolaan keuangan daerah semakin efektif, sesuai regulasi, serta mampu mendukung pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca