Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Di Masa Pandemi, Ny. Putri Koster Ajak BKKBN dan Dasa Wisma Optimalisasi Peran untuk Dukung Pembangunan Keluarga

BALIILU Tayang

:

de
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster

Denpasar, baliilu.com – Kelompok Dasa Wisma sebagai ujung tombak peranan PKK memiliki tugas utama melakukan penyuluhan, penggerakan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, jumlah balita, anggota keluarga yang sakit, jumlah orang yang buta huruf dan sebagainya. Oleh sebab itu, peran aktif kelompok Dasa Wisma menjadi tonggak bagi suksesnya pembangunan sumber daya manusia yang ada di wilayahnya masing masing.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan “Review Program Bangga Kencana BKKBN Provinsi Bali 2020”, yang diselenggarakan secara virtual, di Jaya Sabha Denpasar, Rabu (9/9-2020).

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster mengatakan bahwa Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencanaan, pelaksana, pengendali dan  penggerak pembinaan teknis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan atas kerja sama dengan dinas/ instansi pemerintah terkait, LSM/LSOM, serta para ahli terkait. Sehingga salah satu strategi Tim Penggerak PKK dalam menjangkau keluarga dilaksanakan melalui kelompok Dasa Wisma, adalah mereka yang terdiri dari 10-20 kepala keluarga yang rumahnya berdekatan, yang dipimpin oleh Ketua Kelompok Dasa Wisma.

‘’Pemerintah kami anggap busur, kami adalah anak panah dan ujungnya kelompok Dasa Wisma. Begitu kuat bentangan busurnya diarahkan lalu kami melesat dan menancap sampai tujuan,’’ ungkapnya.

Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri ini menyatakan, ada beberapa strategi dalam mengoptimalisasi peran Dasa Wisma dalam melaksanakan kegiatan untuk mendukung pembangunan keluarga (8 fungsi keluarga) di masa pandemi Covid-19, di antaranya pertama, sebagai fungsi agama yakni mengajak seluruh anggota TP PKK, Dasa Wisma dan keluarga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan tuntunan agama masing-masing, sehingga seluruh anggota keluarga lebih tenang dalam menghadapi pandemi.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Walikota Jaya Negara Lepas Keberangkatan Peserta Mudik Ikawangi ke Banyuwangi

Kedua, sebagai fungsi kasih sayang, yakni meningkatkan rasa saling memiliki antar-sesama, sehingga tumbuh rasa gotong-royong melalui peningkatan sosialisasi Program Pola Asuh Anak Remaja (PAAR). Salah satunya, pembagian sembako untuk keluarga miskin dan panti asuhan. ‘’Seberat apa pun baik masalah keluarga maupun permasalahan bangsa, akan terasa ringan bila kita sudah bersatu bergotong-royong. Ibaratnya sapu lidi kalau hanya setangkai tidak akan berarti tetapi bila bersatu dalam satu ikatan, apa pun bisa dilakukan,’’ ujar Bunda Putri.

Ketiga, fungsi perlindungan, di mana TP PKK Provinsi Bali sudah melaksanakan sosialisasi dan turun ke lapangan langsung untuk melakukan edukasi kepada warga yang tidak menggunakan masker untuk diberikan pengetahuan terkait pentingnya penggunaan masker dan bahaya tanpa masker. Hal ini sebagai dukungan terhadap program PKK GEBRAK (Gerakan Bersama Pakai) Masker yang merupakan gagasan dari Ketua TP PKK Pusat. PKK bekerjasama dengan dekranasda Juni lalu sudah menyalurkan bantuan 410 ton beras kepada keluarga, kader PKK, para perajin tentunya sesuai dengan daftar nama alamat yang didapatkan dari desa-desa. ‘’Kami juga menyalurkan 130 ribu pcs masker kepada masyarakat,’’ ujar Bunda Putri.

Selain itu disarankan juga untuk rutin melaksanakan fogging untuk mengantisipasi DB, serta harus aktif melakukan sosialisasi penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui berbagai saluran media elektronik, khususnya televisi dan radio yang mudah dijangkau hingga masyarakat pedesaan.

Keempat, sebagai fungsi social dan budaya, yakni upaya yang dilakukan kelompok Dasa Wisma serangkaian membangkitkan peningkatan rasa nasionalisme melalui keluarga dengan membuat video lagu perjuangan, dialog interaktif melalui televisi dan radio untuk meningkatkan pengamalan Pancasila dalam keluarga.

Kelima, fungsi reproduksi, di mana selama masa pandemi sering disosialisasikan melalui dialog interaktif melalui televisi dan radio tentang pentingnya menunda kehamilan bagi pasangan usia subur (PUS) dimasa pandemi, karena selain mengakibatkan imun wanita yang sedang mengandung menjadi turun juga harus melakukan kontrol yang lebih ekstra dengan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster: Petugas Mesti Jemput Bola Proses HAKI para Perajin

Keenam, fungsi social dan pendidikan. Sosialisasi pentingnya pendidikan keluarga melalui televisi dan radio. Sosialisasi pendampingan keluarga dalam pendidikan anak di masa pandemi. Melaksanakan program keaksaraan fungsional.

Ketujuh, fungsi pembinaan lingkungan, dimana peningkatan pemeriksaan jentik di masa pandemi. Sosialisasi pengolahan sampah dapur.  Kampanye pengurangan penggunaan plastik serta pengolahan sampah plastik.

Kedelapan, fungsi ekonomi peningkatan program UP2K. Menggencarkan sosialisasi program Hatinya PKK melalui berbagai saluran media. Membuat kebun percontohan Hatinya PKK di Sekretariat TP PKK. Pembagian sembako bagi keluarga miskin. Ikut melaksanakan pasar gotong-royong bekerja sama dengan instansi terkait sosialisasi kreativitas ibu-ibu di masa pandemi melalui berbagai saluran media. Meningkatkan pengembangan kehidupan berkoperasi.

Melalui program  Bangga Kencana BKKBN Provinsi Bali 2020 diharapkan semakin bergeliatnya sosialisasi terhadap pencegahan penularan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Agus Proklamasi pada kesempatan itu juga menegaskan untuk mewujudkan pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) pihaknya mengajak seluruh instansi terkait terutama BKKBN se-Bali untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang meningkatkan kesadaran masyarakat umum dan banyak pihak untuk menjaga standarisasi kebutuhan pokok mulai dari konsumsi makanan yang bergizi dan kebersihan lingkungan yang bertujuan untuk melahirkan anak-anak yang sehat dan tidak stunting.

Secara umum, kondisi Covid-19 membuat pelaksanaan program mengalami hambatan, namun hal ini diharapkan tidak menjadi kendala bagi pemerintah dan instansi terkait dalam melaksanakan sosialisasi dan edukasi untuk pertumbuhan keluarga yang sehat dan berkualitas. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Hadiri Pengukuhan FK3D Badung, Bupati Giri Prasta Minta Kaling dan Kelian Dinas Tingkatkan Etos Kerja

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster: Petugas Mesti Jemput Bola Proses HAKI para Perajin

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Bendesa Madya MDA Denpasar Sebut Koster Reinkarnasi Mpu Kuturan, Berpikir Visioner Membangun Kantor MDA Se-Bali

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Satpol PP Kota Denpasar Gelar Sosialisasi Protokol Kesehatan Pergub/Perwali No. 46/2020

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca