Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri Pengukuhan FK3D Badung, Bupati Giri Prasta Minta Kaling dan Kelian Dinas Tingkatkan Etos Kerja

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa saat menghadiri pengukuhan FK3D Kabupaten Badung periode tahun 2020-2023, di Puspem Badung, Rabu (23/9). (ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri pengukuhan Forum Komunikasi Kepala Lingkungan dan Kelian Banjar Dinas (FK3D) Kabupaten Badung periode tahun 2020-2023, di Ruang Pertemuan Kertha Gosana Puspem Badung, Rabu (23/9). Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Panitia I Kadek Arya Minarta dimana I Gusti Ngurah Suwindra ditetapkan selaku Ketua Umum FK3D Badung.

Guna mentaati protokol kesehatan Covid-19, pengukuhan dilakukan secara simbolis yang diikuti 14 orang, sementara perbekel/lurah dan anggota FK3D yang lain mengikuti secara virtual dari kantor desa/lurah masing-masing. 

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Badung No. 52 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. 

Dalam arahannya Bupati Giri Prasta atas nama Pemkab Badung mengucapkan selamat kepada pengurus FK3D Badung yang baru dikukuhkan dan diharapkan  mampu menunaikan tugas lebih baik lagi  dengan tetap meningkatkan etos kerja serta jalinan komunikasi dengan Dinas PMD, camat, perbekel/lurah termasuk BPD dan LPM. Bupati juga meminta kepada perbekel, pj. perbekel, lurah untuk membuatkan pakta integritas terhadap kaling dan kelian dinas, untuk meningkatkan etos kerja.

“Saya sampaikan terima kasih, karena selama ini kita sudah bisa menyamakan pola pikir, dengan tujuan bersama-sama membuat krama Badung bahagia. Kita harus bekerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas,” tegasnya. 

Berkaitan dengan pencegahan Covid-19, Bupati mengatakan telah menerbitkan Perbup No. 52 Tahun 2020. Untuk itu FK3D diharapkan ikut bertanggung jawab terkait pelaksanaan regulasi ini dengan memberikan imbauan, menjadi contoh serta mampu melakukan tindakan untuk mengingatkan masyarakat yang tidak memakai masker jika beraktivitas di luar rumah. Di samping itu, Pemkab Badung juga telah menambah hotel sebagai rumah singgah untuk karantina mandiri. Diharapkan juga dalam waktu dekat vaksin atau obat Covid-19 bisa diproduksi baik oleh pemerintah pusat maupun luar negeri.

Baca Juga  Trisno Nugroho: Sinergitas Langkah Cepat Minimalisir Dampak Covid-19 terhadap Perekonomian

“Kami harap Bali dan Badung bisa mendapatkan prioritas dari vaksin maupun obat Covid ini. Sehingga nanti wisatawan yang berkunjung ke Bali dapat diberikan vaksin sebagai bagian dari mempercepat recovery pariwisata,” tambah Bupati.  

Selain itu, Bupati Giri Prasta memerintahkan kaling dan kelian dinas untuk memantau wilayahnya terutama yang berpotensi pajak, baik hotel, restoran maupun potensi pajak yang lain. Kaling dan kelian dinas dapat memberikan informasi yang bersinergi dengan Dinas Pendapatan Daerah. Juga mengantisipasi penduduk pendatang, siapa pun yang datang harus ada keterangan dan melengkapi diri dengan identitas KTP. Selanjutnya berkenaan dengan bumdes, diharapkan kaling dan kelian dinas selalu berkoordinasi dengan pengelola serta perbekel dan BPD. Dengan bumdes, Bupati ingin wujudkan reborn ekonomi, terlahirnya ekonomi baru.

“Ke depan akan masuk pada penguatan bumdes. Saya mau suatu saat nanti di suatu banjar ada electronic commerce (e-commerce) banjar itu sendiri. Di suatu desa/kelurahan A juga ada e-commerce sendiri. Saya mau ke depan ada e-commerce Badung, ” jelasnya. 

Sebagai salah satu daerah di Indonesia yang akan menyelenggarakan Pilkada 9 Desember 2020, Bupati juga mengingatkan kepada kaling dan kelian dinas agar mengikuti aturan dari KPU. “Wujudkan pemilu sehat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masing-masing wilayah. Kami tidak ingin dengan penyelenggaraan pilkada, kasus positif di Badung kian bertambah. Untuk itu tetap menjaga wilayah masing-masing,” pintanya. 

Giri Prasta juga mengajak FK3D ikut menyuarakan kesepahaman untuk masuk kepada smart village. Pihaknya ingin semua desa harus berani memasang di depan kantor desanya adalah smart village. Artinya semua dilakukan dengan teknologi, jangan semua dilakukan manual. Target ke depan di Badung harus sudah bisa wifi gratis masuk ke rumah-rumah. Ini bisa dilakukan, karena Badung sudah memasang fiber optik di atas 17 core. “Kami sudah memasang jaringan wifi di fasilitas umum. Bandwidth di banjar bisa ditarik untuk ke rumah-rumah, sehingga masyarakat yang tinggal di rumah dapat mengakses melalui handphone android,” jelas Bupati. 

Baca Juga  Jaga Keamanan Selama Hari Raya Idul Fitri, Kelurahan Sumerta Lakukan “Monitoring” Lingkungan di Banjar Buaji Sari

Sementara itu Sekretaris Panitia Pembentukan Pengurus FK3D Badung I Made Adiasa melaporkan, FK3D Badung sudah ditetapkan pada Senin, 21 September 2020 di Kantor Perbekel Darmasaba. Melalui rapat panitia yang dihadiri masing-masing pengurus kecamatan se-Badung. Berdasarkan musyawarah mufakat menetapkan Pengurus FK3D Badung, sebagai Ketua Umum I Gst. Ngr. Suwindra, Ketua I I Made Suarta, Sekretaris I I Gst. Ngr. Suardana serta Bendahara I I Nyoman Dana. Dibentuknya FK3D ini sebagai wadah komunikasi antar-maupun intern kaling dan kelian dinas se-Badung, untuk meningkatkan profesionalisme kerja, solidaritas dan konsolidasi dengan Pemkab Badung. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Ingin Salurkan Rp 400 Triliun pada 2027: Gerakkan Ekonomi Rakyat dari Daerah

Published

on

By

Presiden Prabowo Sampaikan Sambutan di Rakornas TPAKD
RAKOR: Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027 guna menggerakkan ekonomi dari daerah. Pembiayaan tersebut menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengapresiasi penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp 53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Presiden menginginkan agar jangkauan pembiayaan tersebut terus diperluas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan kredit merupakan bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh daerah. “Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang bekerja dan menjalankan usaha untuk menopang penghasilan keluarga.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.

Baca Juga  Jaga Keamanan Selama Hari Raya Idul Fitri, Kelurahan Sumerta Lakukan “Monitoring” Lingkungan di Banjar Buaji Sari

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan penghasilan riil masyarakat dan daya beli setiap keluarga. Hal tersebut menjadi arah kebijakan ekonomi yang diperjuangkan pemerintah.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Presiden mengingatkan tanggung jawab pemerintah pusat hingga daerah dalam menjaga dan mengelola kekayaan Indonesia. Menurutnya, pengamanan sumber daya alam dapat memperbesar kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan para kepala daerah bahwa kesejahteraan rakyat merupakan kebanggaan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi bangsa harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” kata Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi kekuatan nasional. Melalui perluasan pembiayaan hingga Rp400 triliun pada 2027, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan memastikan pembangunan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Presiden Prabowo, ekonomi yang kuat bukan hanya ekonomi yang tumbuh tinggi, tetapi ekonomi yang membuat rakyat semakin sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jambore KSPAN 2026, Pemkab Buleleng Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan HIV/AIDS

Published

on

By

Jambore KSPAN Buleleng 2026 di Pancasari
JAMBORE: Pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong peran generasi muda dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan serta pencegahan HIV/AIDS. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kepedulian terhadap isu HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi yang benar dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat di sekolah maupun masyarakat.

Mewakili Wakil Bupati Buleleng selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Melalui Jambore KSPAN ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak berhenti belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan, memperluas pertemanan, serta membangun keberanian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Ia juga berharap semangat yang diperoleh selama jambore tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi kesehatan remaja serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Puncak Karya Pura Luhur Pucak Gegelang

Salah seorang peserta, Komang Nila Handayani, mengaku senang dapat mengikuti Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus bertemu dengan siswa dari sekolah lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Senang sekali bisa ikut jambore ini karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Kadek Indra Kresna Yudistira, berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama jambore dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolahnya. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan secara positif.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada teman-teman di sekolah. Saya juga ingin semakin banyak siswa yang peduli, saling mendukung, dan berani menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan bahaya narkoba. Semoga kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan Jambore KSPAN Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Keterlibatan aktif para siswa diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Padukan Seni dan Kelestarian Alam, Pemkab Badung dan PPBI Sukses Gelar Kontes Bonsai Skala Nasional

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Kontes Bonsai dan Suiseki Badung 2026
PAMERAN BONSAI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersiap menancapkan tanda pemenang usai membuka Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Kabupaten Badung, Rabu (21/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 menjadi langkah nyata dalam memadukan pelestarian lingkungan, pengembangan seni, sekaligus penguatan daya tarik pariwisata daerah. Kegiatan yang mengusung tema “Seni Alam dan Tradisi” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (21/10).

Pameran berskala nasional ini menghadirkan daya tarik luar biasa dengan melibatkan sedikitnya 850 peserta yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kehadiran ratusan penghobi dan kolektor ini menjadikan Puspem Badung sebagai pusat perhatian para pecinta seni tanaman kerdil tingkat nasional sepanjang pekan ini.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini tidak sekedar menjadi ajang perlombaan keindahan tanaman, namun memiliki nilai edukasi lingkungan yang tinggi serta potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan lewat kehadiran peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Seni bonsai dinilai sebagai medium pelestarian yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan hayati.

“Bapak dan Ibu yang selama ini merawat pohon-pohon ini merupakan pahlawan lingkungan. Bonsai menjadi bagian dari pelestarian sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis pohon yang ada di alam kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Badung melaporkan bahwa partisipasi 850 peserta pada tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme komunitas bonsai dan suiseki di tanah air. Kunjungan para peserta dari luar daerah ini diyakini memberikan dampak positif (multiplier effect) terhadap sektor pariwisata lokal, terutama dalam meningkatkan tingkat hunian akomodasi perhotelan serta menggerakkan aktivitas ekonomi UMKM di Kabupaten Badung.

Baca Juga  Jaga Keamanan Selama Hari Raya Idul Fitri, Kelurahan Sumerta Lakukan “Monitoring” Lingkungan di Banjar Buaji Sari

Pameran yang dihadiri Ketua umum PBBI Pusat dan Korwil PBBI Bali ini diharapkan menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan pertukaran pengetahuan antar-penggemar sekaligus memperkuat citra pariwisata Badung yang berbasis seni alam dan kebudayaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca