Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Lapangan Puputan Badung Ditutup, Cegah Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
Penutupan Lapangan dan Taman Kota oleh Dinas Perkim Kota Denpasar, Minggu (13/9)

Denpasar, baliilu.com – Meningkatnya intensitas penyebaran Covid-19 yang terjadi belakangan ini membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan. Karenanya, sebagai upaya mencegah terjadinya klaster fasilitas publik, Pemkot Denpasar memutuskan untuk menutup kembali fasilitas publik. Adapun sebanyak 3 fasilitas publik yang ditutup yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, dan Taman Kota Lumintang.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat diwawancarai di ruang kerjanya, Minggu (13/9) menjelaskan bahwa penularan yang semakin meningkat terjadi beberapa minggu belakangan ini. Tak hanya di Kota Denpasar, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Kasus Covid-19 mengalami lonjakan, untuk itu kita harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik, yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan Taman Kota Lumintang ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penutupan tiga fasilitas publik ini dilaksanakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal ini sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP Covid-19.

“Mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan, mohon agar masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolah raga maupun berekreasi, masyarakat diimbau untuk berolah raga di rumah saja, dan  masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan kita bersama,” harap Dewa Rai.

Pihaknya menambahkan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. Sehingga, fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan masih tetap dibuka. Sehingga tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali.

Baca Juga  Wawali Jaya Negara Hadiri Pemutaran Film Pendek, Harapkan Seniman Muda tetap Berkarya

“Sejauh ini lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam, sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat, jadi kami berharap masyarakat dapat memaklumi, dan semoga Covid-19 ini segera tertangani dengan baik,” pungkasnya. (eka)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bunda Rai Hadirkan Taman Ramah Anak di Pura Luhur Batukau

Hangatkan Kedekatan dengan Generasi Emas

Loading

Published

on

By

bunda rai
RESMIKAN: Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai hadir meresmikan Taman Ramah Anak dan Ruang Baca Bunda PAUD di kawasan Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (4/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Suasana hangat penuh keceriaan menyelimuti kawasan Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (4/5), saat Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai hadir meresmikan Taman Ramah Anak dan Ruang Baca Bunda PAUD. Tak sekadar seremoni, kehadiran Bunda Rai selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terasa begitu dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak yang menyambutnya dengan antusias dan penuh tawa.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, dan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Perwakilan Dinas PU, Camat Penebel, Bendesa Adat Desa Wongaya dan Perbekel Desa Wongaya, jajaran pengurus PKK Kabupaten Tabanan dan Bunda PAUD Kecamatan Penebel, serta anak-anak PAUD dan TK setempat yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bunda Rai, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung Taman Ramah Anak dan Ruang Baca.

Fasilitas ini dirancang sebagai ruang alternatif bagi masyarakat yang datang bersembahyang bersama keluarga, agar anak-anak tetap memiliki ruang bermain dan belajar yang aman dan menyenangkan. Di ruang tersebut tersedia berbagai fasilitas edukatif seperti buku bacaan anak, ayunan, mainan perosotan, jungkat-jungkit, hingga mangkok putar.

Kehadiran taman ini menjadi wujud nyata perhatian Bunda Rai terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak di ruang publik berbasis budaya dan spiritual. Momen paling hangat terlihat saat Bunda Rai yang juga selaku Bunda Literasi Kabupaten Tabanan menyapa anak-anak PAUD dan TK yang hadir. Dengan penuh kasih, ia duduk bersama, membacakan cerita (story telling), serta mengajak anak-anak berinteraksi secara langsung.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Tunjukkan Kualitas Diri sebagai Generasi Muda yang selalu Berkarya dan Berinovasi

Tawa riang dan respons polos anak-anak mencerminkan kedekatan emosional yang kuat antara Bunda Rai dan generasi usia dini tersebut. Tak hanya itu, Bunda Rai juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berisikan susu bubuk dancow, susu cair ultra milk, biskuit regal, buah apel fuji dan telur rebus kepada 50 anak sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak, dan juga bingkisan alat tulis untuk hadiah interaksi sesi tanya jawab dengan anak-anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Beji dan Pura Luhur Batukau, menambah nuansa spiritual dalam rangkaian acara.

Dalam sambutan singkatnya, Bunda Rai mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan anak-anak dan para guru. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar meresmikan fasilitas, tetapi juga untuk melihat langsung perkembangan anak-anak di wilayah tersebut. “Hari ini sangat berbahagia sekali, terutama melihat anak-anak di sini, tempatnya sudah semakin bagus, tamannya sudah bunda resmikan,” ujarnya dengan penuh haru.

Pesan penting kepada para orang tua juga disampaikan Bunda Rai agar lebih bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak untuk membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak dan mendorong mereka lebih aktif bermain serta membaca. “Sekarang tamannya sudah bagus sekali, kalau bisa dimanfaatkan taman ini, tidak harus saat sembahyang saja, ini bebas dibuka jam berapa saja. Hanya saya berpesan kepada semua yang ada di sini agar bersama-sama menjaga, dijaga alat permainannya, dijaga buku-bukunya, semua harus dijaga bersama biar tidak cepat rusak,” pintanya.

Sebagaimana diketahui bersama, kehadiran Taman Ramah Anak dan Ruang Baca ini bukan hanya menjadi fasilitas fisik semata, tetapi juga simbol kepedulian dan kedekatan Bunda Rai sebagai Bunda PAUD dengan masyarakat. Melalui sentuhan langsung dan interaksi hangat, ia terus menanamkan nilai pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam suasana yang ceria dan menyenangkan. (gs/bi)

Baca Juga  Peletakan Batu Pertama Pasar Umum Gianyar, Gubernur: Terus Solid Bergerak untuk Ekonomi Rakyat Gianyar

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polsek Densel Amankan Dua Kelompok Pemuda yang Terlibat Keributan di Jalan Hang Tuah

Published

on

By

polsek densel
DAMAI: Personel Polsek Denpasar Selatan saat mendamaikan dua kelompok pemuda yang sempat terlibat keributan di kawasan Jalan Hang Tuah, tepatnya di sebelah timur traffic light SMA Negeri 6 Denpasar, pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Personel Polsek Denpasar Selatan mengamankan dua kelompok pemuda yang terlibat keributan di kawasan Jalan Hang Tuah, tepatnya di sebelah timur traffic light SMA Negeri 6 Denpasar, pada Sabtu (2/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.02 Wita.

Kejadian tersebut bermula saat dua kelompok pemuda, masing-masing berjumlah sekitar empat orang yang berasal dari Alor dan Kupang, sebelumnya sempat bersinggungan di kawasan Pantai Sanur. Dalam pertemuan tersebut, terjadi cekcok hingga berujung pada aksi pemukulan terhadap salah satu pemuda dari kelompok Alor.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, kelompok pemuda dari Alor kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok Kupang hingga ke Jalan Hang Tuah. Setibanya di lokasi, salah satu pemuda menabrakkan sepeda motornya ke arah kelompok lawan dan sempat terjadi keributan di jalan.

Situasi tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan dan berusaha mengamankan para pemuda yang terlibat. Melihat kejadian tersebut, salah seorang warga kemudian melaporkan melalui Call Center 110.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Denpasar Selatan yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) segera menuju lokasi dan mengamankan seluruh pihak yang terlibat ke Mapolsek Denpasar Selatan untuk dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan informasi awal yang beredar di masyarakat sempat menyebutkan adanya dugaan pembegalan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, kejadian tersebut murni merupakan keributan antar-kelompok pemuda yang berujung keributan di jalan. Saat ini permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H. dalam keterangannya menjelaskan bahwa informasi awal yang beredar di masyarakat sempat menyebutkan adanya dugaan pembegalan. Namun setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, kejadian tersebut murni merupakan keributan antar kelompok pemuda.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) Bali, Positif Bertambah 28 Orang, Dewa Indra: Jika Disiplin Virus akan Cepat Berlalu

“Kami luruskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan tindak pidana begal, melainkan kesalahpahaman antar-dua kelompok pemuda yang berujung keributan di jalan. Saat ini permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Kapolsek.

Lebih lanjut disampaikan, kedua belah pihak telah sepakat berdamai dan saling memaafkan, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Polsek Denpasar Selatan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta selalu mengedepankan klarifikasi informasi dan melaporkan setiap kejadian melalui Call Center 110. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puslitbang Polri Gelar Supervisi Tipidkor di Polresta Denpasar, Perkuat SDM dan Integritas Berantas Korupsi

Published

on

By

Puslitbang Polri
TERIMA KUNJUNGAN: Polresta Denpasar menerima kunjungan dan kegiatan penelitian serta supervisi tindak pidana korupsi (Tipidkor) oleh Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Mabes Polri, yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) di Rupatama Polresta Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar menerima kunjungan dan kegiatan penelitian serta supervisi tindak pidana korupsi (Tipidkor) oleh Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Mabes Polri, yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) di Rupatama Polresta Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Polri dalam mengoptimalkan pemberantasan korupsi di tingkat kewilayahan.

Dengan dipimpin langsung oleh Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Ketua Tim Kombes Pol. Ida Bagus Made, S.I.K., M.M. beserta tim. Kedatangannya disambut Karorena Polda Bali Kombes Pol. Mohammad Basori, S.I.K., M.M., M.H. dan Karosdm Polda Bali Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H. dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., bersama Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H. serta Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Kombes Pol. I Komang Budiartha, S.I.K.

Dalam sambutannya, Kapolresta Denpasar menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada tim, selanjutnya menyampaikan paparan yang pada intinya menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap perekonomian negara, menghambat pembangunan, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Tipidkor melalui tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, dukungan teknologi, dan keberanian moral setiap personel.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya sinergitas antarunit serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan stakeholder terkait guna memastikan proses penanganan perkara berjalan cepat, tepat, dan akuntabel. Selain itu, Polri juga memiliki peran penting dalam mengawal program prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan.

Sementara itu, Kapuslitbang Polri dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme personel dalam penanganan perkara korupsi. Ia mengakui masih adanya keterbatasan SDM yang memiliki spesialisasi di bidang Tipidkor, sehingga diperlukan penguatan kompetensi serta penyamaan persepsi.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) Bali, Positif Bertambah 28 Orang, Dewa Indra: Jika Disiplin Virus akan Cepat Berlalu

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga menghasilkan data yang akan diolah menjadi rekomendasi kebijakan strategis dalam mendukung pemberantasan korupsi dan keberhasilan program nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ketua Tim Puslitbang juga memaparkan hasil penelitian dengan judul “Optimalisasi Pelaksanaan Fungsi Pemberantasan Tipikor di Kewilayahan“, yang menyoroti aspek sumber daya, mindset personel, serta kelembagaan. Disebutkan bahwa perkembangan modus korupsi semakin kompleks, mulai dari penggunaan perusahaan fiktif hingga dokumen elektronik, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan komprehensif.

Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) melalui pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, termasuk kuesioner yang melibatkan anggota Ditreskrimsus dan Satreskrim. Hasil penelitian diharapkan mampu merumuskan model kelembagaan yang lebih efektif dan efisien dalam menangani tindak pidana korupsi di wilayah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Polri, khususnya jajaran kewilayahan, semakin optimal dalam menjalankan fungsi pemberantasan korupsi, baik melalui upaya pencegahan maupun penindakan, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca