Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster: Tunjukkan Kualitas Diri sebagai Generasi Muda yang selalu Berkarya dan Berinovasi

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER, Ketua Dewan Kehormatan Pramuka Kwartir Daerah Bali.

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kehormatan Pramuka Kwartir Daerah Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan kegiatan pramuka berperan sangat penting dalam pembentukan generasi masa depan bangsa. Untuk itu Gerakan Pramuka diharapkan terus menggeliat terutama di era milenial dewasa ini.

‘’Jika dulu kegiatan Pramuka identik dengan kegiatan mencari jejak yang mengajarkan dekat dengan alam, dewasa ini secara basic kegiatan Pramuka tetap sama, namun wahananya yang berubah disesuaikan dengan era digital dan kebutuhan saat ini,’’ ujar Ny. Putri Koster saat menjadi pembicara utama dalam Webinar yang mengangkat tema ‘Pramuka Milenial di Tengah Wabah Covid 19’ yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom di Denpasar, Selasa (30/6-2020).

Lebih jauh, istri orang nomor satu di Bali ini menyampaikan, basic gerakan pramuka sesuai dengan lambang dari Gerakan Pramuka yaitu tunas kelapa. Punya akar yang nancep ke pertiwi artinya anggota Pramuka harus tahu jati diri dan berakar pada jati diri yang kuat dan tidak mudah goyah. Tidak generasi muda seperti air di daun talas, goyang ke kanan ke kiri.

de
NY. PUTRI KOSTER, Bersama anggota Pramuka di acara webinar Selasa (30/6).

Anggota Pramuka, lanjut Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri ini, terus melakukan inovasi serta kegiatan yang tidak hanya memberi manfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat serta negara. Demikian pula tumbuhnya anggota Pramuka diharapkan bisa seperti tumbuhnya tunas kelapa yang lurus ke atas mengejar mimpi atau cita-cita setinggi langit.

Setelah ditempa dalam Gerakan Pramuka, maka diharapkan akan terlahir anak bangsa yang berjiwa kuat dan bisa menggapai cita-cita. Seperti pohon kelapa semua bagiannya berguna, maka anggota Pramuka juga diharapkan dapat berguna bagi siapa pun juga dan dalam segala bidang. Ke depan, Gerakan Pramuka diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang cedas, beretika, berbudi luhur, memiliki loyalitas dan dedikasi pada negara. 

Baca Juga  Karyawan Freshindo Tiara Dewata Mengeluh di Depan Polisi Saat Jumat Curhat

Anggota Pramuka juga diminta meneladani semangat para pahlawan. Seperti kata Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat perjuangan pahlawannya. Maka apa yang diwariskan dan diamanatkan para pahlawan harus kita jaga dan kita wujudkan. Tri Sakti Bung Karno yang mencakup berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan kita implementasikan.

Ny. Putri Koster juga mengajak anggota Pramuka untuk tetap produktif di masa pandemi, di mana kegiatan akan lebih banyak dilakukan di dalam rumah. Aktivitas di rumah tidak akan membosankan jika diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti berkebun di pekarangan rumah, maupun menjalankan hobi lainnya termasuk kegiatan berkesenian dan sastra seperti menulis puisi, menulis novel, menulis cerpen serta kegiatan positif lainnya. “Covid tidak membuat kita tertidur, Covid tidak membuat kita berhenti beraktivitas, kita tetap berkreativitas dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan,” ucapnya.

Seniman multitalenta ini juga mengajak para anggota Pramuka di samping memanfaatkan teknologi untuk berkreasi dan berinovasi, juga bisa bijak dalam menggunakan teknologi khususnya gadget. Anggota Pramuka diharapkan bisa menyaring pemberitaan meluruskan informasi di tengah masyarakat serta menyebarkan hal positif ke tengah masyarakat. Hindari hal negatif sebagai dampak dari dunia maya.

Di akhir pengarahannya, Ny. Putri Koster berharap Gerakan Pramuka bisa mengambil peran nyata, sehingga bisa menjadi partner pemerintah. Anggota Pramuka diharapkan terus mengisi diri sehingga mampu menunjukkan kepedulian dan kemampuan dalam upaya bersama mewujudkan visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. “Dengan Gerakan Pramuka kita tunjukkan kualitas diri sebagai generasi muda yang selalu berkarya dan berinovasi,” katanya, menandaskan.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Bali I Made Rentin dalam arahannya menyampaikan kegiatan ini penting dalam rangka membangkitkan kembali Gerakan Pramuka di era teknologi. Pramuka tidak ketinggalan zaman dan mampu memunculkan ide inovasi sesuai perkembangan teknologi.

Baca Juga  Masuk Zone Kuning, PKM Desa Dangri Kangin Peringatkan 10 Orang Warga tanpa Masker

Terkait penanganan Covid 19 di Provinsi Bali, Ketua Kwarda Bali yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali menyampaikan, memasuki bulan keempat penanganan penyebaran Covid-19 di Pemprov Bali, berdasarkan data per 29 Juni 2020, terdapat 1.444 kasus terkonfirmasi positif dengan sebanyak 783 pasien sembuh. Meskipun persentase tingkat kesembuhan tinggi, namun perjuangan masih panjang dan belum selesai.

Perang belum berakhir, dan tidak ada satu pun pihak yang telah mendeklarasikan kemenangan.  Untuk itu, Kwarda Bali dan jajaran akan terus melaksanakan kegiatan untuk menggelorakan kembali semangat Gerakan Pramuka dalam rangka peduli dan membantu percepatan penanggulangan Covid-19 di  Provinsi Bali.

Kegiatan Webinar pada sore hari itu menghadirkan narasumber Prof. I Kt Gd Darma Putra, SKom MT yang merupakan guru besar Universitas Udayana. Ia menekankan Pramuka harus mampu bertransformasi sesuai perkembangan teknologi. Pramuka harus mampu menghasilkan inovasi dan menjadi penopang dalam upaya terwujudnya visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sudah Berjalan 9 Tahun, Gubernur Koster: Masyarakat Bali Respons Sangat Positif Kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Sampaikan Pergub Busana Adat Bali
SAMPAIKAN PERGUB: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali memberikan respons yang sangat positif terhadap kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang sudah berjalan 9 tahun. Hal ini terlihat dari semaraknya para pegawai pemerintah, hotel, restoran, bank, mall, para siswa, dan generasi muda, serta berbagai komponen masyarakat lainnya yang dengan bangga menggunakan Busana Adat Bali.

Antusiasme terlihat dari kegemaran masyarakat yang demikian semarak menggunakan Busana Adat Bali, tidak saja pada hari Kamis, Purnama, dan Tilem, tetapi juga tampak digunakan pada hari-hari lain.

“Titiang menyampaikan, bahwa penggunaan Busana Adat Bali merupakan bagian dari strategi untuk semakin memperkuat identitas, karakter, dan jati diri, serta rasa cinta masyarakat Bali dalam menampilkan diri sebagai Nak Bali yang berbudaya,” ujar Gubernur Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. Pura yang sakral dan bersejarah ini sebagai titik awal peradaban Bali Kuno.

Gubernur Koster lanjut mengungkapkan ternyata, penggunaan Busana Adat Bali berdampak sangat positif terhadap perkembangan industri busana adat, meliputi: penenun, penjahit, desain busana adat Bali untuk kegiatan adat dan kantor, peningkatan produksi busana adat Bali, UMKM, Butik, dan mata rantai lainnya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Masyarakat Bali.

Sebagai Gubernur Bali, pada Periode 2018-2023 pihaknya telah memberlakukan kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, mulai berlaku tanggal 26 September 2018, diluncurkan tanggal 11 Oktober 2018. Tepat pada hari ini, hari suci yang penuh anugerah ini, angayubagia kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali telah berjalan selama 9 tahun.

Baca Juga  Tatap Muka dengan Warga Jimbaran, Wabup Suiasa Imbau Masyarakat tetap Utamakan Prokes

Dalam Peraturan Gubernur diatur Penggunaan Busana Adat Bali, pada setiap Hari Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Provinsi pada tanggal 14 Agustus.

Penggunaan Busana Adat Bali dilaksanakan berdasarkan pertimbangan bahwa Busana Adat Bali merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang perlu dilestarikan dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya nasional.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Hari Penggunaan Busana Adat Bali bertujuan untuk: menjaga dan memelihara kelestarian Busana Adat Bali dalam rangka meneguhkan jati diri, karakter, dan budi pekerti; menyelaraskan fungsi Busana Adat Bali dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pemajuan Kebudayaan Bali dan Indonesia; mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Bali untuk digunakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Nasional; dan mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan industri busana lokal Bali.

Penggunaan Busana Adat Bali berlaku di lingkungan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Swasta. Diatur bahwa, bagi masyarakat adat Nusantara lainnya yang tinggal di wilayah Provinsi dapat menggunakan Busana Adat Bali atau busana adat daerah masing-masing.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kota/Kabupaten, instansi vertikal, lembaga pendidikan, hotel, restoran, mall, pelaku usaha lainnya, serta seluruh komponen Masyarakat Bali yang telah dengan tertib dan disiplin menggunakan busana adat Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018,” ucapnya.

Atas restu Ida Bhatara yang berlinggastana di Pura Puncak Duwur Sari ini, Koster mengimbau kepada semua pihak, terutama yang belum menggunakan busana adat Bali, hendaknya dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab mematuhi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018.

Koster menegaskan, bahwa kepatuhan dalam menggunakan busana adat Bali merupakan bentuk nyata tanggung jawab Kita bersama sebagai Masyarakat Bali dalam memuliakan Bali, melestarikan budaya Bali, menjaga masa depan Bali untuk generasi penerus.

Baca Juga  Masuk Zone Kuning, PKM Desa Dangri Kangin Peringatkan 10 Orang Warga tanpa Masker

“Kalau bukan kita masyarakat Bali, siapa lagi yang harus bertanggungjawab atas keberlanjutan masa depan Bali. Busana Adat Bali adalah Kita, Nak Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua WHDI Badung Dukung Lomba Tradisional di Festival Kapal

Published

on

By

Ketua WHDI Badung Hadiri Festival Kelurahan Kapal
HADIRI FESTIVAL: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, saat menghadiri langsung rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 yang dimeriahkan berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 kembali dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir langsung meninjau sekaligus menyerahkan dukungan nyata pada pelaksanaan Lomba Penjor Mini, Lomba Cane antar-Sekaa Teruna, serta Lomba Ngulat Tipat tingkat SD/SMP se-Kelurahan Kapal.

Acara yang terintegrasi dengan Tradisi Siat Tipat Tabuh Rah, Aci Pengangon, dan Jong Fest ini bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga eksistensi kearifan lokal di kalangan generasi muda.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, prajuru, serta adik-adik yowana yang turut menyukseskan rangkaian Jong Festival sekaligus Tabuh Rah Aci Pengangon dan Ngulat Tipat, yang merupakan tradisi luhur dari Desa Adat Kapal,” ungkap Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sementara Jero Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa terima kasih atas sokongan dana yang diberikan pemerintah daerah demi kelancaran ruang kreatif edukatif ini. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana hibah dari Kabupaten Badung sebesar Rp 500 juta, serta tambahan dana pribadi dari Ibu Wakil Bupati sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung sebesar Rp 3 juta yang diserahkan untuk para pemenang lomba,” ujarnya.

Peninjauan lomba tradisional yang berlangsung kompetitif ini turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP PKK Kelurahan Kapal, serta jajaran prajuru adat se-Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Masuk Zone Kuning, PKM Desa Dangri Kangin Peringatkan 10 Orang Warga tanpa Masker
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Jong Festival, Bupati Badung Komit Dorong UMKM dan Lestarikan Sejarah Desa Kapal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Jong Festival 2026 di Kapal
BUKA JONG FEST: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). Festival perdana yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 September 2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan pemukulan Gentora, sekaligus penyerahan dana stimulus pemerintah sebesar Rp 30 juta kepada pihak panitia penyelenggara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat dan yowana Desa Adat Kapal atas inisiasi festival yang dinilai sukses mengawinkan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan Jong Fest 2026 ini merupakan ajang yang sangat positif, tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi krama, tetapi juga menumbuhkan UMKM lokal melalui produk dan kuliner setempat. Selain itu, festival ini menjadi ruang hiburan karena hidup butuh refreshing. Kalau masyarakat bahagia, tingkat kesehatan meningkat dan berujung usia panjang. Tugas pemerintah memastikan warganya bahagia,” ujarnya.

Mengingat nama “Jong” memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan purana lokal, Bupati meminta agar festival ini dievaluasi secara matang agar bisa naik kelas menjadi agenda pariwisata tahunan. “Jong Fest yang pertama ini harus dievaluasi dengan baik untuk persiapan di tahun 2027 dan seterusnya. Kita ingin menyajikan suguhan yang semakin berkualitas dan membuat orang selalu penasaran untuk berkunjung,” tegas Adi Arnawa.

Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, memaparkan bahwa nama “Jong” diambil dari Purana Pura Kahyangan Jagat Purusada. Berdasarkan catatan sejarah tahun 1221 Masehi, wilayah tersebut dahulu bernama Desa Jong Karam (perahu karam) atau Paluwanegara, sebelum akhirnya berkembang menjadi Desa Kapal setelah kedatangan rombongan Kerajaan Kalingga Jawa. Melalui Jong Fest I ini, generasi muda diharapkan dapat melatih kemandirian dan menggali potensi lokal secara berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Anggota DPD RI Mangku Pastika: Terkait Virus Corona, Bali Aman untuk Dikunjungi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca