Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringati Puputan Badung Ke-114 di Puri Agung Gerenceng, Ambara: Amerta Terinspirasi dari Arjuna Wiwaha dan Semangat Puputan

BALIILU Tayang

:

de
Gede Ngurah Ambara Putra, bakal calon walikota Denpasar Pilwali 2020.

Denpasar, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19, perayaan peringatan Puputan Badung Ke-114  digelar amat sederhana di Puri Agung Gerenceng Denpasar, Minggu (20/9-2020). Hanya melantunkan bait-bait geguritan Puputan Badung buah karya AA Alit Konta oleh para kawi puri. Tetapi terasa istimewa karena di pengujung kisah Puputan Badung, Gede Ngurah Ambara Putra hadir menyimak spirit Puputan Badung dimana para pejuang menjaga harkat martabat dengan mengorbankan jiwa, dengan ikut ngayah mewirama menukil kisah Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa.

Ambara Putra yang kini menjadi bakal calon walikota Denpasar yang berpasangan dengan Made Bagus Kerthanegara (Amerta-red) kemudian menerjemahkan bait pertama wirama Carddhula Wikridhita dari Kakawin Arjuna Wiwaha bahwa Raja Erlangga ketika memerintah tidak memikirkan duniawi atau tidak terikat oleh panca indria. Tujuannya hanya ingin mensejahterakan masyarakat.

‘’Apa yang menjadi harapan kami dari visi misi paket Amerta ini adalah dasarnya dari bait pertama Arjuna Wiwaha ini, dimana Amerta hadir tujuannya ingin mensejahterakan masyarakat,’’ tutur Ambara Putra yang fasih melantunkan wirama Carddhula Wikridhita.

Begitu pula ia sebagai anak veteran, diilhami spirit Puputan Badung. Bagaimana para pejuang menjaga harkat martabat dengan mengorbankan jiwa raga. Dalam konteks kekinian, tak perlu korban jiwa, tetapi bagaimana spirit puputan ditrasformasikan menjadi semangat juang dan bekerja keras sehingga bisa memberi paling tidak menghidupi keluarga yang lebih baik, masyarakat dan lingkungannya.

Ambara Putra memaparkan program Amerta Berseri, tentu Smart City Berbudaya dan Berdaya Saing. Berseri bersih, ia mengharapkan Denpasar sebagai ibukota Bali secara estetika mempunyai kemajuan dan nilai lebih tinggi dari kota yang lain. Berseri sejahtera, dimana untuk mewujudkan masyarakat sejahtera adalah dengan meringankan beban-beban budaya seperti 5P yakni puri, pura, para, purana dan purohita. ‘’Kelima inilah yang membentuk budaya yang harus dijaga,’’ terangnya.

Baca Juga  Ketua Pakar Covid-19 Wiku Adisasmito: Pemerintah Daerah Direkomendasikan Lakukan Penilaian Wilayah Menuju Aman dan Produktif Covid-19

Puri, pura, para, purana dan purohita yang membentuk budaya dengan konteks kekinian selain menjaga situs dan ritus juga etika, budi pekertinya. ‘’Kita mesti segilik seguluk atau gotong-royong bersama-sama membangun Denpasar,’’ ajak Ambara.

Menjaga puri identik dengan menjaga rumah, menjaga pura identik dengan menjaga tempat ibadah, menjaga para identik dengan menjaga rakyat, menjaga purana identik dengan menjaga silsilah krama pendatang yang ada di Denpasar serta menjaga purohita identik dengan menjaga pendeta atau pemimpin umat. Menjaga puri, pura, para, purana dan purohita ini diikuti kegiatan ekonomi yang berdaya saing, birokrasi, masyarakat dan pendidikannya yang berdaya saing, sehingga bisa membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Ambara Putra menerima kenang-kenangan kaos bergambar saksi bisu Puputan Badung 1906 dari Anak Agung Ngurah Agung, tokoh Puri Agung Gerenceng

Sementara Ambara mengakui smart city melanjutkan yang sudah ada namun bagaimana sesuai dengan zamannya. Seperti HP, mungkin hanya bisa dipakai dua-lima tahun saja atau casingnya enam bulan sudah baru. Begitu juga Denpasar harus mempunyai daya saing smart city, dan berharap mampu digitalisasi dan terintegrasi.

Ambara juga memberi perhatian besar pada bidang pendidikan karena Denpasar tergantung pada sector jasa. Bagaimana pendidikan mampu mempunyai daya saing, bahwa pendidikan tidak boleh mendikotomi antara negeri dan swasta. Khusus Denpasar, SMP negeri hanya bisa menampung 3 ribu siswa, sedangkan keluaran SD ada 7 ribu. Berarti 4 ribu tak mendapat perlakuan yang sama. Harapannya 4 ribu siswa ini mendapat pendidikan yang mampu seperti yang diharapkan.

‘’Itulah pentingnya pendidikan yang berdaya saing, birokrasi juga harus mampu bergerak cepat. Sekarang ini assasement sangat dibutuhkan. Secara transparan, kalau saya terpilih 100 hari apa sih targetnya, 1 tahun apa sih yang sudah dikerjakan,’’ ujarnya.

Menyinggung ASN, Ambara menginginkan tidak ada pegawai kontrak yang nilai gajinya di bawah UMR. Seharusnya ASN menjaga netralitas dan berpihak pada perfoma masing-masing paslon, mana yang kira-kira mampu membawa Denpasar ke arah lebih baik. ‘’Harapan saya bagaimana kesejahteraan itu, bila perlu lebih jauh lagi. Kalau sekarang 3 juta ke depan bisa 4 juta,’’ ungkap Ambara seraya mengharapkan dalam progran Amerta yang saya kejar adalah pertumbuhan ekonomi, selain tinggi tetapi juga merata.

Baca Juga  Wagub Dampingi Menteri Edhy Prabowo Tabur Benih Udang Vaname

Terkait masalah pandemi Covid-19, Ambara mengatakan tentu ada jalan keluar yang lebih baik. Kalau mengandalkan Bali hampir sama dengan Denpasar, dimana sekitar 70 persen pertumbuhan ekonomi bertumpu pada sector pariwisata. Tentu harus bisa menjaga, menjamin tenaga kerja yang ada di Denpasar kalau terjadi seperti pandemi ini bagaimana jaminannya misalnya setahun ini.

Di tengah pandemi Covid, kita sangat menjunjung bagaimana menjaga kesehatan. Karena Covid ini sangat mematikan, tentu kita menjaga protokol kesehatan dengan sangat ketat. ‘’Kami juga dengan relawan memanfaatkan virtual atau media online. Tak ada untungnya mengumpulkan masyarakat banyak-banyak jika terbentuk klaster baru, bisa repot kita malah tak dapat simpati masyarakat,’’ pungkasnya.

Tokoh Puri Agung Gerenceng Anak Agung Ngurah Agung menegaskan dalam Pilkada 2020 ini bahwa Puri Agung Gerenceng tetap mengambil posisi netral. Namun secara pribadi ia mengakui dukungannya kepada pasangan Amerta.

Ngurah Agung menegaskan politik ini pesta demokrasi. Denpasar ada dua kandidat dimana semuanya baik. ‘’Sekarang cari putra yang terbaik dan mudah-mudahan saudara saya ini bisa menjaga puri, pura, para dan purana dengan baik,’’ ujar Ngurah Agung usai perayaan Puputan Badung ke-114 yang mengingatkan kompyang dan kakeknya pejuang Puputan Badung. Kebetulan salah satu anak raja umur 3 bulan diselamatkan sampai umur 22 tahun diajak di Puri Gerenceng setelah dewasa dibangunkan istana langsung didudukkan sebagai Raja Pemecutan ke-10.

‘’Mudah-mudahan sebagai penyelenggara seandainya berhasil puri jangan dilupakan. Puri identik dengan rumah, pura identik dengan tempat ibadah. Jangan melupakan tempat ibadah bagian dari kita, baik pura, masjid, wihara dll. Bagaimana menjaga tempat ibadah bagian daripada wisata ke depan. Para, bagaimana menjaga rakyatnya, dalam keadaan Covid -19 seperti ini apalagi mungkin bisa tiga tahun sampai ketemu vaksin. Purana identik dengan silsilah. Denpasar yang penduduknya heterogin yang terdiri dari penduduk setempat dan pendatang dari berbagai daerah patut juga dijaga,’’ ujar Ngurah Agung mengingatkan seraya memberikan kenang-kenangan kaos Puputan Badung kepada Ambara.

Baca Juga  Update (9/8), 7 Orang Sembuh Covid-19 di Denpasar , Kasus Positif Bertambah 10 Orang

Ngurah Agung juga mengharapkan peringatan Puputan Badung bisa menjadi spirit puputan bagi penyelenggara pemerintahan ke depan. Bahwa nilai-nilai keutamaan dari spirit Puputan Badung adalah nilai kejujuran dan ketulusan, kebenaran dan keadilan, kehormatan, harga diri dan martabat, kesetiaan, keberanian, kesusilaan dan kesopanan, kemurahan hati, serta ketekunan dan keuletan. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

RDP Pansus TRAP DPRD Bali Tak Dihadiri BTID

Picu Tanda Tanya Besar Soal Tukar Guling Lahan Mangrove 

Loading

Published

on

By

BTID
RDP: Pansus TRAP DPRD Bali menyerahkan dokumen kepada pihak Kejati Bali di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, saat gelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) pada Senin, 4 Mei 2026. (Foto: gs)

Denpasar, baliuilu.com – PT Bali Turtle Island Development (BTID) tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali. Ketidakhadiran BTID tak sekadar memicu polemik politik, tetapi juga memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap transparansi pengelolaan kawasan pesisir Serangan.

Padahal, sejatinya menjadi forum penting untuk membahas isu strategis terkait tukar guling lahan mangrove. Agenda ini dinilai krusial karena menyangkut keberlanjutan ekosistem, tata ruang wilayah, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Hal tersebut mengemuka, saat RDP Pansus TRAP DPRD Bali di ruang rapat gabungan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Senin, 4 Mei 2026.

Namun, absennya pihak pengembang justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai momentum klarifikasi yang seharusnya dimanfaatkan untuk membuka informasi justru terlewatkan.

Alasan yang disampaikan BTID terkait agenda kunjungan Komisi VII DPR RI turut menuai sorotan publik. Pasalnya, jadwal kunjungan tersebut diketahui berlangsung pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, sehingga tidak beririsan langsung dengan agenda RDP yang digelar pagi hari.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha menegaskan bahwa forum RDP merupakan ruang resmi yang harus dihormati semua pihak, terlebih dalam isu yang sensitif seperti pengelolaan mangrove.

“Ketidakhadiran BTID dalam rapat resmi DPRD Bali ini sangat kami sesalkan. Kami melihat ini sebagai sikap yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai proses yang sedang berjalan,” tegas Made Supartha.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam meredam polemik yang berkembang di masyarakat. Terlebih, isu mangrove di kawasan Serangan kini menjadi perhatian luas karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan lingkungan Bali.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan langsung dan terbuka. Ketika mereka tidak hadir, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar,” lanjut Made Supartha.

Baca Juga  Wagub Dampingi Menteri Edhy Prabowo Tabur Benih Udang Vaname

Terkait ketidakhadiran dalam RDP, Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Zefri Alfaruqy menyatakan pihaknya menghargai undangan dari DPRD Bali terkait dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan hari ini.

Namun, ia mengaku belum dapat memenuhi undangan tersebut dikarenakan pada saat yang bersamaan pihaknya tengah mempersiapkan kunjungan kerja resmi dari Komisi VII DPR RI yang sudah direncanakan dari beberapa minggu yang lalu. “Kami telah menyampaikan permohonan kepada DPRD Bali untuk penjadwalan ulang RDP tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, DPRD Bali melalui Pansus TRAP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini. Langkah lanjutan bahkan disiapkan, apabila BTID tetap tidak menunjukkan itikad kooperatif dalam menjawab berbagai kekhawatiran publik.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, kasus ini menjadi ujian penting bagi komitmen semua pihak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi V DPR Dukung Turunkan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen Demi Kesejahteraan Ojol

Published

on

By

potongan aplikator
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Rencana penurunan potongan aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan tersebut dinilai membuka ruang pendapatan yang lebih layak bagi mitra pengemudi yang selama ini menanggung beban potongan platform cukup besar.

Menanggapi, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana penyesuaian skema potongan aplikator tersebut. Menurutnya, kebijakan itu akan memberi manfaat langsung bagi para pengemudi ojol karena porsi pendapatan yang diterima mitra dapat menjadi lebih besar dan proporsional.

“Komisi V DPR RI mengapresiasi instruksi Presiden terkait rencana penurunan potongan aplikator. Kebijakan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi driver ojol dan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi, maka seluruh perusahaan aplikator wajib menjalankannya secara konsisten. Ia menilai kebijakan itu tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan harus diikuti dengan komitmen pelaksanaan yang jelas agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pengemudi di lapangan.

Menurut Ridwan, keputusan pemerintah menata ulang skema potongan aplikator menunjukkan keberpihakan negara terhadap pekerja sektor informal digital yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi berbasis aplikasi. Oleh karena itu, ia menilai pelaksanaan aturan harus disertai pengawasan agar tidak menimbulkan ketimpangan baru antara aplikator dan mitra pengemudi.

“Kalau aturan ini sudah ditetapkan, maka harus dijalankan oleh aplikator. Pemerintah tentu sudah mempertimbangkan kepentingan semua pihak, baik aplikator maupun pengemudi, sehingga implementasinya harus berjalan adil dan konsisten,” tegas Politisi asal Dapil Sulawesi Tenggara itu.

Baca Juga  Update (9/8), 7 Orang Sembuh Covid-19 di Denpasar , Kasus Positif Bertambah 10 Orang

Ridwan pun menambahkan, Komisi V DPR mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor transportasi digital, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mitra pengemudi. Pihaknya juga berencana memanggil mitra terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif dan berpihak pada pengemudi.

Selain mendorong penyesuaian potongan aplikator, Ridwan menilai pemerintah juga perlu memperkuat skema perlindungan sosial bagi para pekerja gig economy, termasuk pengemudi ojol. Baginya, pekerja sektor digital perlu mendapatkan jaminan perlindungan dasar seperti asuransi kerja dan akses terhadap layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

“Komisi V mendukung pemerintah untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada pekerja gig, termasuk akses asuransi dan jaminan kesehatan. Mereka adalah bagian penting dari ekosistem ekonomi digital yang juga harus mendapat perlindungan negara,” jelasnya.

Menutup pernyataan, ia mengingatkan supaya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja tidak berhenti pada sektor transportasi digital semata melainkan juga diperluas ke sektor produktif lain. Satu di antaranya nelayan dan petani yang sama-sama membutuhkan keberpihakan negara dalam memperkuat kesejahteraan dan perlindungan sosial mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Buka Turnamen Ceki Gempa Banjar Pande, Abiansemal

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
TURNAMEN CEKI: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat membuka Turnamen Ceki tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pande (GEMPA) Banjar Pande, Desa Abiansemal, Abiansemal, pada Minggu (03/05/2026) di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta membuka Turnamen Ceki tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Pande (GEMPA) Banjar Pande, Desa Abiansemal, Abiansemal, yang ditandai dengan pemukulan gong, pada Minggu (03/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal.

Pada kesempatan ini, sebagai bentuk dukungan dan motivasi Pemkab Badung melalui Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan secara simbolis sebasar Rp. 30 juta diikuti oleh anggota DPRD Badung Dapil Abiansemal Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 5 juta.

Wabup Bagus Alit Sucipta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada GEMPA yang telah melaksanakan kegiatan ini yang mana memiliki tujuan yang sangat positif. Disampaikan lebih lanjut, melalui kegiatan ini diharapkan persatuan dan kebersamaan antar-Pemuda dan Pemudi bisa terjaga.

“Sebagai salah satu cabang olah raga rekreasi, permainan ceki dianggap sebagai permainan tradisional yang bertujuan untuk melestarikan budaya. Saya sangat mengapresiasi semangat persatuan dan kebersamaan anak-anak muda di Banjar Pande ini. Jika sudah bersatu dan bersama, astungkara pasti pemerintah selalu hadir untuk masyakat,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia sekaligus Ketua STT. Taruna karya, Banjar Pande Kadek Irvan Sasmika mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah mendukung kegiatan ini. Disampaikan lebih lanjut kegiatan ini bertujuan untuk penggalian dana untuk menunjang kegiatan kepemudaan di Banjar Pande.

“Saya ucapakan terima kasih kepada Pemkab. Badung dalam hal ini Bapak Wakil Bupati yang selalu mensupport kegiatan kami. Sebagai pemuda kami harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta beserta unsur tripika kecamatan, dan Perbekel Desa Abiansemal Ida Bagus Bisma Wikrama beserta Kelian Dinas dan Kelian Adat se-Desa Abiansemal. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Dampingi Menteri Edhy Prabowo Tabur Benih Udang Vaname

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca