Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringati Puputan Badung Ke-114 di Puri Agung Gerenceng, Ambara: Amerta Terinspirasi dari Arjuna Wiwaha dan Semangat Puputan

BALIILU Tayang

:

de
Gede Ngurah Ambara Putra, bakal calon walikota Denpasar Pilwali 2020.

Denpasar, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19, perayaan peringatan Puputan Badung Ke-114  digelar amat sederhana di Puri Agung Gerenceng Denpasar, Minggu (20/9-2020). Hanya melantunkan bait-bait geguritan Puputan Badung buah karya AA Alit Konta oleh para kawi puri. Tetapi terasa istimewa karena di pengujung kisah Puputan Badung, Gede Ngurah Ambara Putra hadir menyimak spirit Puputan Badung dimana para pejuang menjaga harkat martabat dengan mengorbankan jiwa, dengan ikut ngayah mewirama menukil kisah Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa.

Ambara Putra yang kini menjadi bakal calon walikota Denpasar yang berpasangan dengan Made Bagus Kerthanegara (Amerta-red) kemudian menerjemahkan bait pertama wirama Carddhula Wikridhita dari Kakawin Arjuna Wiwaha bahwa Raja Erlangga ketika memerintah tidak memikirkan duniawi atau tidak terikat oleh panca indria. Tujuannya hanya ingin mensejahterakan masyarakat.

‘’Apa yang menjadi harapan kami dari visi misi paket Amerta ini adalah dasarnya dari bait pertama Arjuna Wiwaha ini, dimana Amerta hadir tujuannya ingin mensejahterakan masyarakat,’’ tutur Ambara Putra yang fasih melantunkan wirama Carddhula Wikridhita.

Begitu pula ia sebagai anak veteran, diilhami spirit Puputan Badung. Bagaimana para pejuang menjaga harkat martabat dengan mengorbankan jiwa raga. Dalam konteks kekinian, tak perlu korban jiwa, tetapi bagaimana spirit puputan ditrasformasikan menjadi semangat juang dan bekerja keras sehingga bisa memberi paling tidak menghidupi keluarga yang lebih baik, masyarakat dan lingkungannya.

Ambara Putra memaparkan program Amerta Berseri, tentu Smart City Berbudaya dan Berdaya Saing. Berseri bersih, ia mengharapkan Denpasar sebagai ibukota Bali secara estetika mempunyai kemajuan dan nilai lebih tinggi dari kota yang lain. Berseri sejahtera, dimana untuk mewujudkan masyarakat sejahtera adalah dengan meringankan beban-beban budaya seperti 5P yakni puri, pura, para, purana dan purohita. ‘’Kelima inilah yang membentuk budaya yang harus dijaga,’’ terangnya.

Baca Juga  Resmikan Dua Lab PCR Covid-19, Gubernur Koster: Yang Dikarantina Bisa Cepat Pulang

Puri, pura, para, purana dan purohita yang membentuk budaya dengan konteks kekinian selain menjaga situs dan ritus juga etika, budi pekertinya. ‘’Kita mesti segilik seguluk atau gotong-royong bersama-sama membangun Denpasar,’’ ajak Ambara.

Menjaga puri identik dengan menjaga rumah, menjaga pura identik dengan menjaga tempat ibadah, menjaga para identik dengan menjaga rakyat, menjaga purana identik dengan menjaga silsilah krama pendatang yang ada di Denpasar serta menjaga purohita identik dengan menjaga pendeta atau pemimpin umat. Menjaga puri, pura, para, purana dan purohita ini diikuti kegiatan ekonomi yang berdaya saing, birokrasi, masyarakat dan pendidikannya yang berdaya saing, sehingga bisa membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Ambara Putra menerima kenang-kenangan kaos bergambar saksi bisu Puputan Badung 1906 dari Anak Agung Ngurah Agung, tokoh Puri Agung Gerenceng

Sementara Ambara mengakui smart city melanjutkan yang sudah ada namun bagaimana sesuai dengan zamannya. Seperti HP, mungkin hanya bisa dipakai dua-lima tahun saja atau casingnya enam bulan sudah baru. Begitu juga Denpasar harus mempunyai daya saing smart city, dan berharap mampu digitalisasi dan terintegrasi.

Ambara juga memberi perhatian besar pada bidang pendidikan karena Denpasar tergantung pada sector jasa. Bagaimana pendidikan mampu mempunyai daya saing, bahwa pendidikan tidak boleh mendikotomi antara negeri dan swasta. Khusus Denpasar, SMP negeri hanya bisa menampung 3 ribu siswa, sedangkan keluaran SD ada 7 ribu. Berarti 4 ribu tak mendapat perlakuan yang sama. Harapannya 4 ribu siswa ini mendapat pendidikan yang mampu seperti yang diharapkan.

‘’Itulah pentingnya pendidikan yang berdaya saing, birokrasi juga harus mampu bergerak cepat. Sekarang ini assasement sangat dibutuhkan. Secara transparan, kalau saya terpilih 100 hari apa sih targetnya, 1 tahun apa sih yang sudah dikerjakan,’’ ujarnya.

Menyinggung ASN, Ambara menginginkan tidak ada pegawai kontrak yang nilai gajinya di bawah UMR. Seharusnya ASN menjaga netralitas dan berpihak pada perfoma masing-masing paslon, mana yang kira-kira mampu membawa Denpasar ke arah lebih baik. ‘’Harapan saya bagaimana kesejahteraan itu, bila perlu lebih jauh lagi. Kalau sekarang 3 juta ke depan bisa 4 juta,’’ ungkap Ambara seraya mengharapkan dalam progran Amerta yang saya kejar adalah pertumbuhan ekonomi, selain tinggi tetapi juga merata.

Baca Juga  Terapkan Sekat Berlapis Cegah Covid-19, Bali Tempatkan Petugas hingga di Banyuwangi

Terkait masalah pandemi Covid-19, Ambara mengatakan tentu ada jalan keluar yang lebih baik. Kalau mengandalkan Bali hampir sama dengan Denpasar, dimana sekitar 70 persen pertumbuhan ekonomi bertumpu pada sector pariwisata. Tentu harus bisa menjaga, menjamin tenaga kerja yang ada di Denpasar kalau terjadi seperti pandemi ini bagaimana jaminannya misalnya setahun ini.

Di tengah pandemi Covid, kita sangat menjunjung bagaimana menjaga kesehatan. Karena Covid ini sangat mematikan, tentu kita menjaga protokol kesehatan dengan sangat ketat. ‘’Kami juga dengan relawan memanfaatkan virtual atau media online. Tak ada untungnya mengumpulkan masyarakat banyak-banyak jika terbentuk klaster baru, bisa repot kita malah tak dapat simpati masyarakat,’’ pungkasnya.

Tokoh Puri Agung Gerenceng Anak Agung Ngurah Agung menegaskan dalam Pilkada 2020 ini bahwa Puri Agung Gerenceng tetap mengambil posisi netral. Namun secara pribadi ia mengakui dukungannya kepada pasangan Amerta.

Ngurah Agung menegaskan politik ini pesta demokrasi. Denpasar ada dua kandidat dimana semuanya baik. ‘’Sekarang cari putra yang terbaik dan mudah-mudahan saudara saya ini bisa menjaga puri, pura, para dan purana dengan baik,’’ ujar Ngurah Agung usai perayaan Puputan Badung ke-114 yang mengingatkan kompyang dan kakeknya pejuang Puputan Badung. Kebetulan salah satu anak raja umur 3 bulan diselamatkan sampai umur 22 tahun diajak di Puri Gerenceng setelah dewasa dibangunkan istana langsung didudukkan sebagai Raja Pemecutan ke-10.

‘’Mudah-mudahan sebagai penyelenggara seandainya berhasil puri jangan dilupakan. Puri identik dengan rumah, pura identik dengan tempat ibadah. Jangan melupakan tempat ibadah bagian dari kita, baik pura, masjid, wihara dll. Bagaimana menjaga tempat ibadah bagian daripada wisata ke depan. Para, bagaimana menjaga rakyatnya, dalam keadaan Covid -19 seperti ini apalagi mungkin bisa tiga tahun sampai ketemu vaksin. Purana identik dengan silsilah. Denpasar yang penduduknya heterogin yang terdiri dari penduduk setempat dan pendatang dari berbagai daerah patut juga dijaga,’’ ujar Ngurah Agung mengingatkan seraya memberikan kenang-kenangan kaos Puputan Badung kepada Ambara.

Baca Juga  Momentum Bali Era Baru, Pertamina Dituntut Siapkan Program BBM Ramah Lingkungan

Ngurah Agung juga mengharapkan peringatan Puputan Badung bisa menjadi spirit puputan bagi penyelenggara pemerintahan ke depan. Bahwa nilai-nilai keutamaan dari spirit Puputan Badung adalah nilai kejujuran dan ketulusan, kebenaran dan keadilan, kehormatan, harga diri dan martabat, kesetiaan, keberanian, kesusilaan dan kesopanan, kemurahan hati, serta ketekunan dan keuletan. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bunda Rai Dukung Lomba Mustika Rasa, Karaoke Lansia, dan Busana Tridatu Semarak Bulan Bung Karno VIII 2026

Published

on

By

Bulan Bung Karno Tabanan
HADIRI LOMBA: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai saat menghadiri Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno, Lomba Karaoke Lansia, dan Lomba Busana ASN Nuansa Tridatu dalam rangkaian Bulan Bung Karno VIII Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rabu (24/6). (Foto: Hms tbn)

Tabanan, baliilu.com – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai rangkaian lomba Bulan Bung Karno VIII Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rabu (24/6). Di tengah kemeriahan acara, kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menjadi sorotan utama melalui perannya sebagai juri kehormatan, penampil istimewa, sekaligus pemberi apresiasi kepada para peserta.

Bunda Rai hadir dalam kegiatan yang meliputi Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno, Lomba Karaoke Lansia, dan Lomba Busana ASN Nuansa Tridatu. Kehadiran Bunda Rai memberikan semangat tersendiri bagi para peserta yang tampil membawa kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, yang mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, pimpinan Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal, BUMD, perbankan, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, para Camat se-Kabupaten Tabanan, dewan juri, serta para peserta lomba.

Sekda I Gede Susila, sesuai arahan Bupati, menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sosok Proklamator Bangsa, melainkan momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui ajaran Trisakti. Lomba memasak Mustika Rasa Bung Karno dikatakannya menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal sebagai wujud kemandirian bangsa.

Di sisi lain, lomba karaoke menjadi media memperkuat kebersamaan, kreativitas, serta semangat persatuan melalui seni dan budaya, sementara lomba busana ASN Nuansa Tridatu menjadi simbol pelestarian budaya dan kearifan lokal yang mencerminkan keseimbangan, persatuan, dan keharmonisan.

“Melalui lomba masak Mustika Rasa Bung Karno, kita diajak untuk mencintai dan memanfaatkan pangan lokal sebagai wujud kemandirian bangsa. Melalui lomba karaoke, kita menumbuhkan rasa kebersamaan, kreativitas serta semangat persatuan melalui seni dan budaya. Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar menjadikan perlombaan ini sebagai sarana mempererat persaudaraan, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa, budaya, serta produk-produk lokal Indonesia,” ujar Susila.

Baca Juga  Update Covid-19 Rabu (1/4) di Bali, Berhasil Sembuh 10 Orang, PDP 157 dan Positif 25

Namun, salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah final Lomba Karaoke Lansia yang diikuti lima peserta terbaik hasil seleksi video dari 19 perwakilan posyandu se-Kabupaten Tabanan. Dalam ajang tersebut, Bunda Rai dipercaya sebagai Dewan Juri Kehormatan yang memberikan penilaian langsung terhadap para finalis sekaligus memilih juara Favorit.

Dengan penuh perhatian, Bunda Rai menyimak setiap penampilan peserta sebelum akhirnya menentukan Juara Favorit. Setelah melalui proses penilaian, Posyandu Banjar Penatahan, Desa Penatahan, wilayah kerja Puskesmas Penebel II, berhasil meraih Juara I sekaligus Juara Favorit. Sementara Juara II diraih Posyandu Banjar Tengah, Desa Kerambitan, dan Juara III diraih Posyandu Banjar Lebah Belodan, Desa Dajan Peken.

Bunda Rai secara khusus mengapresiasi semangat para peserta lansia yang tampil percaya diri dalam lomba karaoke. Baginya, seni musik mampu menjadi media yang menyatukan masyarakat sekaligus menjaga semangat berkarya tanpa mengenal usia. Tidak hanya menjadi juri kehormatan, Bunda Rai juga memeriahkan suasana dengan menyumbangkan suara emasnya.

Ia membawakan dua lagu, yakni lagu daerah Bali berjudul “Kanti Umur Ngantiang” dan lagu nasional “Aku Makin Cinta”, yang mendapat sambutan hangat serta tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Usai penampilan tersebut, Bunda Rai melanjutkan kegiatannya dengan meninjau Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno.

Ia mengamati secara langsung berbagai kreasi olahan pangan lokal yang disajikan peserta, mulai dari tampilan hingga inovasi menu yang mengangkat cita rasa khas Tabanan. Beragam sajian tradisional yang dikemas menarik menjadi bukti kreativitas peserta dalam melestarikan warisan kuliner nusantara.

Menurut Bunda Rai, rangkaian lomba yang diselenggarakan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah yang efektif untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan hobi, serta memperkuat pelestarian seni dan budaya di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan aktif Bunda Rai sebagai juri kehormatan, penampil, sekaligus peninjau kegiatan, rangkaian lomba Bulan Bung Karno VIII Kabupaten Tabanan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga semakin memperkuat semangat pelestarian budaya, kreativitas, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Bung Karno.

Baca Juga  Update Covid-19 Minggu (26/4) 3 PMI Positif, 5 PMI Sembuh, Dewa Indra: Sebaiknya Tidak Mudik dan Tetap di Tempat

“Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini. Ajang seperti ini menjadi sarana yang baik untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan hobi, serta melestarikan seni dan budaya. Khususnya pada lomba karaoke, kita bisa melihat bagaimana seni musik mampu menjadi wadah ekspresi yang positif sekaligus mempererat kebersamaan,” tegas Bunda Rai. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Permudah Akses Layanan Kesehatan Pekerja

Published

on

By

Kartu Bhayangkara
LUNCURKAN KARTU: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan buruh melalui kemudahan akses layanan kesehatan. Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dilakukan dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengatakan bahwa melalui program tersebut para pekerja dapat memperoleh akses layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Polri memberikan berbagai layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh para buruh, ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi buruh dan keluarganya. Menurutnya, dukungan kepada pekerja tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan kesehatan yang dapat dirasakan secara nyata.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional,” ungkap Kapolri.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut baik peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Ia menilai program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu buruh yang ingin berobat ke Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia. Kartu ini menjadi hal yang luar biasa bagi buruh,” kata Andi Gani.

Baca Juga  Update Covid-19 Minggu (26/4) 3 PMI Positif, 5 PMI Sembuh, Dewa Indra: Sebaiknya Tidak Mudik dan Tetap di Tempat

Melalui program ini, Polri berharap akses layanan kesehatan bagi pekerja dapat semakin mudah dan merata, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri dan kalangan buruh dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Masyarakat untuk Pertama Kalinya

Published

on

By

logo hut 81
KETERANGAN PERS: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Hasya memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah secara resmi meluncurkan jajak pendapat (polling) pemilihan logo dan identitas visual Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyusunan identitas visual peringatan kemerdekaan, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam menentukan logo resmi HUT RI melalui mekanisme polling publik.

“Tahun ini menjadi tonggak baru dalam penentuan logo HUT RI. Untuk pertama kalinya, atas arahan Bapak Presiden masyarakat dilibatkan secara aktif dalam menentukan logo melalui mekanisme polling publik,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers kepada awak media.

Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menjelaskan bahwa sayembara logo HUT Ke-81 RI diikuti oleh 124 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi yang ketat, terpilih lima desainer finalis terbaik yang karyanya akan dipilih langsung oleh masyarakat.

“Mulai dari tanggal 24 sampai dengan tanggal 28 Juni 2026, masyarakat dapat berpartisipasi untuk memilih logo HUT ke-81 Republik Indonesia melalui kanal resmi yang telah disiapkan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa selain peluncuran polling logo, pemerintah juga telah menetapkan tema resmi peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Wamen Juri menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pemilihan logo merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar peringatan kemerdekaan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

“Pak Presiden menginginkan agar rakyat Indonesia terlibat langsung ikut serta dalam menentukan logo serta visual dari logo yang akan digunakan atau ditetapkan sebagai logo hari ulang tahun. Jadi arahan Bapak Presiden supaya kemeriahan hari ulang tahun ke-81 Kemerdekaan RI ini juga menjadi milik rakyat, milik seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga  Resmikan Dua Lab PCR Covid-19, Gubernur Koster: Yang Dikarantina Bisa Cepat Pulang

Menurut Juri, lima kandidat logo yang dipilih merupakan hasil karya desainer grafis profesional Indonesia dari berbagai daerah yang telah melalui proses kurasi berdasarkan kesesuaian dengan tema nasional yang telah ditetapkan. Kelima finalis yang dapat dipilih masyarakat berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni David Wirawan dari Surakarta, Fajar Novario dari Padang, Kanda Putra dari Denpasar, Riskiawan dari Malang, dan Tiffany Djohan dari Batam.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi 300 peserta terpilih. Hadiah tersebut terdiri atas 100 undangan menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 100 paket suvenir resmi peringatan kemerdekaan, serta 100 bantuan pendidikan.

“Panitia Peringatan HUT ke-81 RI menyediakan hadiah untuk 300 orang terpilih yakni 100 berupa undangan untuk hadir di upacara peringatan detik-detik proklamasi, kemudian 100 lagi adalah souvenir yang biasa diterima oleh peserta undangan upacara peringatan kemerdekaan, dan juga kita menyediakan 100 bantuan pendidikan untuk masyarakat yang terpilih,” ungkap Juri.

Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam polling pemilihan logo HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi bagian dari proses kreatif nasional, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap identitas visual yang nantinya menjadi simbol kebanggaan bersama dalam peringatan kemerdekaan tahun 2026. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca