Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua Pakar Covid-19 Wiku Adisasmito: Pemerintah Daerah Direkomendasikan Lakukan Penilaian Wilayah Menuju Aman dan Produktif Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
WIKU ADISASMITO

Jakarta, baliilu.com – Lebih dari dua bulan ini masyarakat Indonesia dihadapkan pada pandemi Covid-19. Pandemi berdampak kompleks dan berkepanjangan di kehidupan masyarakat. Ini mendorong upaya-upaya untuk menyikapi tindakan adaptif menuju aman dan produktif Covid-19.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan pemerintah daerah direkomendasikan untuk melakukan penilaian terhadap wilayah. Penilaian tersebut menentukan zonasi suatu daerah yang ditandai dengan warna yang berbeda-beda.    

“Pertama, kami ingin menyampaikan pemulihan daerah menuju kondisi produktif dan aman dari Covid-19 ini menggunakan indikator-indikator yang diadopsi dari WHO. Indikator-indikator ini terdiri dari tiga kriteria penting,” ujar Prof. Wiku dalam konferensi pers di Media Center GTPPC19, Jakarta, pada Kamis (4/6-2020).

Ia menambahkan kriteria itu adalah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. 

Kriteria tersebut berbasis data-data yang tersedia di setiap daerah, seperti laju kasus positif, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP). 

“Selain itu, kami juga menggunakan pendekatan tingkat kesembuhan, serta kematian atau mortalitas, digabung juga dengan pemeriksaan spesimen, dan yang terakhir juga dengan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan,” tambahnya. 

Pembobotan nilai dilakukan pada setiap kategori yang merupakan hasil dari kalkulasi untuk tiap daerah. Sumber data yang digunakan, berasal dari data surveilans dan database dari rumah sakit se-Indonesia, yang dari dulu selalu dikumpulkan ke Kementerian Kesehatan. 

Data-data yang akan dianalisis merupakan data kumulatif mingguan, sedangkan status risiko dari suatu daerah, akan dimutakhirkan secara berkala tiap minggu, per kabupaten dan kota, selain juga menjelaskan tentang kondisi kolektif dari sebuah provinsi.

Wiku menyampaikan Ketua Gugus Tugas Nasional telah memberikan arahan kepada pimpinan daerah, baik bupati dan walikota dan gubernur. Mereka sebagai kepala atau ketua gugus tugas di daerah perlu mempertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan pada kondisi yang ada. 

Baca Juga  Satgas Tonja Sidak Jam Malam, Ditemukan 6 Toko Lewati Batas Waktu

“Kemampuan daerah untuk betul-betul dapat menjalankan kegiatannya. Demikian pula, bahwa proses tersebut juga melakukan konsultasi dan koordinasi dengan para pihak yang ada di daerah, berkonsultasi dengan DPRD, dengan tokoh masyarakat, dengan media, sehingga semua pihak betul-betul ikut terlibat dalam pengambilan keputusan untuk masing-masing daerahnya,” lanjutnya.

Peran GTPCC19 melakukan monitoring dan evaluasi sehingga semua kegiatan itu dapat berjalan sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

“Jadi, tidak ada perlakuan yang sama untuk semua daerah dalam konteks pemulihan aktivitas sosial ekonomi yang aman Covid,” jelasnya. 

Ketua Tim Pakar GTPPC19 menyampaikan keberhasilan dari masyarakat aman dan produktif Covid-19 sangat bergantung dengan kedisiplinan dan kesadaran kolektif dari masyarakat, terutama dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Kita harus memastikan protokol 4 sehat 5 sempurna era Covid-19, yaitu  menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut, istirahat yang cukup, olahraga yang cukup, dan jangan panik, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi,” pesan Wiku. 

Ia menegaskan kembali Gugus Tugas Nasional bersama pemerintah provinsi akan memberikan informasi pendampingan, serta arahan, serta evaluasi sesuai dengan perkembangan keadaan dari setiap daerah.

“Kami berharap kerja sama dari semua pihak ini akan membawa kondisi yang lebih baik untuk Indonesia secara keseluruhan,” tutupnya. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gianyar Jadi Tuan Rumah Rakor BRIDA Se-Bali, Sinergi Mendukung Visi Pembangunan Daerah

Published

on

By

rakor brida bali
RAKOR: Rapat Koordinasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Rakor BRIDA) se-Bali diselenggarakan di Kori Maharani Villas, Kamis (30/4). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Rapat Koordinasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Rakor BRIDA) se-Bali diselenggarakan di Kori Maharani Villas, Kamis (30/4). Mengusung tema “Kolaborasi BRIDA se-Bali dalam Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Mendukung Visi Pembangunan Daerah”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar-BRIDA kabupaten/kota se-Bali dalam mengembangkan riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Rakor menjadi wadah koordinasi dan berbagi informasi terkait program, kebijakan, serta strategi pengembangan riset dan inovasi di masing-masing daerah. Kolaborasi yang terbangun mampu mendorong terciptanya ekosistem riset yang terintegrasi serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah berbasis inovasi.

Kegiatan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali (Asisten II), Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintahan, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri di bawah BSKDN Kemendagri, Dr. Ir. David Yama, M.Sc, MA, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan, Keuangan Daerah dan Desa (Pustrajakan Bangkeudades) Kemendagri, Dr. Dra. Rochayati Basra, M.Pd., Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos, M.H., Kelompok Ahli Pemprov Bali, Tim Pengendali Mutu serta BRIDA kabupaten/kota se-Bali.

Ketua panitia Rakor yang juga Kepala BRIDA Kabupaten Gianyar, Drs. I Ketut Sedana, AP., MAP, menyampaikan bahwa kegiatan bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-BRIDA se-Provinsi Bali.

Ketut Sedana menegaskan bahwa BRIDA Gianyar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset dan inovasi daerah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, termasuk akademisi dan pelaku usaha. “Kami terus mendorong hasil riset agar dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (25/9), Kasus Positif Bertambah 144 Orang, 4 Pasien Meninggal

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos, M.H., menyampaikan bahwa indikator pertumbuhan ekonomi Bali saat ini menunjukkan capaian yang baik bahkan berada di atas rata-rata nasional.

Namun demikian, dirinya menyoroti berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi. Selain memberikan manfaat bagi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat, pembangunan juga berpotensi menimbulkan permasalahan terhadap aspek alam, manusia, dan kebudayaan.

Untuk itu, diperlukan penguatan riset dan inovasi yang berlandaskan pada enam bidang prioritas pembangunan Bali, guna menjaga dan meningkatkan kualitas alam, manusia, dan kebudayaan Bali, sekaligus mendorong perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HKI). “Brida dalam melaksanakan tugasnya, tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali (Asisten II), Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., menegaskan bahwa keberadaan BRIDA sangat penting dalam menghasilkan inovasi yang berbasis data.

Lebih lanjut, Luh Ayu Aryani menyampaikan pengembangan riset dan inovasi perlu difokuskan pada berbagai bidang strategis yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya sinkronisasi program antar-perangkat daerah guna menghasilkan rumusan kebijakan yang lebih terarah dan efektif. “Melalui sinergi dan sinkronisasi yang kuat, diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Gede Supriatna Dorong Digitalisasi Bansos Tepat Sasaran dan Transparan

Published

on

By

bansos buleleng
PROGRAM PILOTTING: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna pimpin pelaksanaan program pilotting digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan public yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang BBC, Kamis (30/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mengimplementasikan program pilotting digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang BBC, Kamis (30/4).

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan digitalisasi bansos menjadi langkah strategis dalam mendorong penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan efisien. Pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan pilotting sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem perlindungan sosial.

Menurutnya, penyaluran bansos selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan validasi data hingga potensi ketidaktepatan sasaran. Melalui sistem digital, pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Digitalisasi ini menjadi kunci untuk memperbaiki sistem penyaluran bansos agar lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pihak, khususnya agen perlindungan sosial sebagai ujung tombak di lapangan.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran. Semua harus berbasis data yang valid dan terintegrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan yang juga selaku Sekretaris Tim Pelaksana Pilotting Putu Ariadi Pribadi, menjelaskan bahwa sasaran digitalisasi bansos mencakup keluarga pada desil 1 hingga 5. Namun, keluarga miskin yang secara faktual berada pada desil 6 hingga 10 tetap diprioritaskan untuk didaftarkan.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan rincian desil 1 dan 2 merupakan kelompok sangat miskin yang menjadi prioritas utama bansos reguler. Desil 3 (hampir miskin) diprioritaskan untuk program seperti PKH dan BPNT. Sementara desil 4 (rentan miskin) dan desil 5 (pas-pasan) masih berpeluang menerima bantuan dalam kondisi tertentu. Adapun desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas.

Baca Juga  Bendesa Madya MDA Denpasar Sebut Koster Reinkarnasi Mpu Kuturan, Berpikir Visioner Membangun Kantor MDA Se-Bali

Strategi pendaftaran dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang difasilitasi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di tingkat desa dan kelurahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Personel Polsek Kutsel Jalani Tes Urine Mendadak

Published

on

By

polsek kutsel
PEMERIKSAAN URINE: Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali melaksanakan saat pemeriksaan urine terhadap seluruh personel Polsek Kuta Selatan, Kamis (30/4/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Dalam upaya menjaga disiplin serta memastikan personel bebas dari penyalahgunaan narkoba, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali melaksanakan pemeriksaan urine terhadap seluruh personel Polsek Kuta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita di Aula Polsek Kuta Selatan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini dihadiri Kabid Propam Polda Bali beserta jajaran, Tim Biddokkes Polda Bali, Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., Wakapolsek, para Kanit, Panit, serta seluruh personel Polsek Kuta Selatan.

Setibanya di Mako Polsek Kuta Selatan, rombongan Kabid Propam Polda Bali disambut oleh Wakapolsek Kuta Selatan bersama para Kanit. Selanjutnya, pada pukul 10.15 Wita, tim Biddokkes langsung melaksanakan pemeriksaan urine kepada seluruh personel sebagai bentuk pengawasan internal dan penegakan disiplin di lingkungan Polri.

Pemeriksaan berlangsung tertib dan lancar, dan pada pukul 10.50 Wita seluruh rangkaian kegiatan telah selesai dilaksanakan. Rombongan Kabid Propam Polda Bali bersama tim Biddokkes kemudian meninggalkan lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh personel Polsek Kuta Selatan dinyatakan negatif atau nihil dari penyalahgunaan narkoba. Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan integritas dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  PKM di Dangri Kangin, Masih Ditemukan Warga Tanpa Masker
Lanjutkan Membaca