Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Meski Pandemi, LPD Kedonganan tetap Berbagi Beras dan Daging Saat Galungan dan Kuningan

BALIILU Tayang

:

de
PRAJURU DESA ADAT: Dari kiri, Bandesa Adat Kedonganan sekaligus Manggala Badan Pengawas LPD Kedonganan Dr. Wayan Merta, Kepala LPD Kedonganan I Ketut Madra, Sekretaris Sabha Desa Adat Kedonganan Putu Suwendra, Badan Pengawas LPD Desa Adat Kedonganan Kadek Suparta. (Foto:ist)

Badung, baliilu.com – Meski setahun lebih pandemi Covid-19 berlangsung, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan tetap dapat berbagi daging dan beras menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Saat banyak LPD tempat lain tidak dapat bergerak, LPD Kedonganan mampu memberikan 10 ton lebih daging babi dan ayam. Begitu juga 29 ton beras kepada krama desa adat dan nasabah.

Sebagai lembaga melakukan usaha di sektor keuangan, lembaga keuangan milik desa ddat ini dikatakan memang tidak berorientasi pada keuntungan perusahaan semata, melainkan condong pada kemanfaatan.

“Jadi konsep LPD ini lebih condong pada labda atau kemanfaatannya, bukan profitnya tapi benefitnya dalam menopang kehidupan adat budaya agama masyarakatnya,” sebut Wayan Merta, Bendesa Adat Kedonganan, Senin (12/4).

Wayan Merta juga mengatakan pencapaian LPD Desa Adat Kedonganan tidak hanya lantaran jiwa tanggung jawab sosialnya kepada nasabah dan krama, baik krama wed (asli) maupun krama tamiu (pendatang), namun juga diakui tanggung jawab spiritual segenap pengurusnya dari dahulu.

“Para pengurus LPD ini saat itu maupasaksi (berjanji, red) di Pura Dalem, apa isinya, kita tidak hanya bertanggung jawab kepada manusia, tapi juga kepada beliau, sehingga membuat kami tidak berani macem-macem,” ungkapnya.

“Itu yang mensupport kita luar biasa, sehingga sesidan-sidan (sebisa mungkin), biar bagaimanapun berusaha agar bisa tetap survive,” tandasnya.

Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra saat ditemui di sela-sela pembagian daging dan beras mengatakan tidak ingin desa adat termarjinalisasi. Dan budaya selalu dikatakan menghabiskan dana.

Suasana pembagian sembako di LPD Kedonganan

“Bagaimana ke depan nasib adat dan budaya kita menjadi motivasi saya bersama Jro Bendesa, dan prajuru lainnya membangun LPD. Tidak ingin adat ini termarjinalisasi, dan budaya selalu dikatakan menghabiskan dana, tapi dari LPD ini dapat membiayainya,” ujar I Ketut Madra.

Baca Juga  HUT Ke-32 LPD Kedonganan, Sekda Adi Arnawa Serahkan Paket Daging Babi

“Hanya dengan LPD, Adat dan Budaya Bali ini akan kuat, itu yang saya yakini dan memotivasi. Tidak ada lembaga keuangan lain yang mampu seperti LPD. Mau tidak mau LPD ini harus dikuatkan, LPD harus berhasil,” imbuhnya.

Dengan komitmen tersebut, tak heran masyarakat pun sepenuh hati mendukung, salah satunya tidak menarik dana di LPD untuk keperluan yang dirasa tidak terlalu penting di tengah pandemi ini. Hal tersebut sangat mendukung kondusivitas perputaran dana dikelola LPD.

Mengingat, sebagian besar usaha ekonomi kramanya di sektor atau berkaitan erat dengan sektor pariwisata yang terpuruk dan berdampak sangat luas, sehingga LPD harus memberikan keringanan bagi krama nasabahnya yang usahanya terdampak.

“Krama kita hanya menarik dana jika ada keperluan yang benar-benar penting saat pandemi ini. Bahkan mereka bilang ‘ampure’ saat terpaksa menarik dana. Kalau di bank, orang kalau mau tarik dana mereka tidak peduli bagaimana kondisi bank,” sebutnya.

Perlu diketahui, pembagian daging ini untuk nasabah dan krama sendiri merupakan kegiatan rutin LPD Desa Adat Kedonganan serangkaian menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan setiap 6 bulan sekali ini untuk melestarikan tradisi mepatung di Desa Adat Kedonganan. 

Terdiri dari voucher senilai Rp 150 ribu daging, beras 10 kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 200 juta sampai dengan kurang dari Rp 300 juta.

Voucher senilai Rp 200 ribu daging, beras 10 kg, sedangkan bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 300 juta sampai dengan kurang dari 500 juta.

Dan voucher senilai Rp 250 ribu daging, beras 10 kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 500 juta ke atas dimana saldo tersebut wajib mengendap minimal 1 tahun.

Baca Juga  HUT Ke-32 LPD Kedonganan, Sekda Adi Arnawa Serahkan Paket Daging Babi

Sedangkan bagi krama tamiu yang memiliki pengendapan tabungan sebesar di atas Rp. 10 juta dan deposito di atas Rp 50 juta diberikan daging 3,5 kg dan beras 10 kg. Total krama tamiu yang mendapatkan manfaat tersebut sebanyak 1.405 krama.

Adapun jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembagian ini sebesar Rp. 677 juta lebih dengan total daging babi dan ayam sebanyak 10 ton lebih dan 29 ton beras yang bersumber dari program menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. (Tim BK)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Walikota Jaya Negara Ikuti Sidang Pleno Rakernas APEKSI XVIII

Dorong Penguatan Kolaborasi, Atasi Berbagai Permasalahan Perkotaan

Loading

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI RAKERNAS: Walikota Denpasar sekaligus Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya Dewan Pengurus Pusat APEKSI, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026, yang berlangsung di Grand City Hall, Medan, Kamis (2/7). (Foto: Hms Dps)

Medan, Sumut, baliilu.com – Walikota Denpasar sekaligus Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya Dewan Pengurus Pusat APEKSI, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Rapat Pleno serangkaian gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII Tahun 2026, yang berlangsung di Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

Berbagai program kerja dan rekomendasi dari masing-masing pengurus Komisariat Wilayah I-VI APEKSI, menjadi agenda inti yang dibahas dalam sidang pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, yang juga Walikota Surabaya, Eri Cahyadi didampingi Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, dan Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Beberapa usulan dan rekomendasi yang dimaksud meliputi berbagai persoalan dan isu strategis yang ada di masing-masing wilayah perkotaan. Antara lain, soal pengelolaan sampah, mitigasi bencana, penguatan fiskal dan keuangan daerah, penyederhanaan tata kelola pemerintahan hingga persoalan sumber pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pada kesempatan itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menekankan Rakernas APEKSI adalah momentum untuk membahas isu strategis perkotaan, serta komunikasi penyelesaian permasalahan yang dialami setiap kota.

“Apeksi merupakan wadah strategis guna memperkuat posisi pemerintah kota dalam pengambilan kebijakan nasional. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat merumuskan solusi atas persoalan perkotaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Walikota Medan beserta jajarannya yang telah mendukung kelancaran sidang pleno Rakernas XVIII APEKSI 2026 dan menjadi tuan rumah yang ramah dan baik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, Eri Cahyadi mengatakan, pemerintah kota saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi.

Baca Juga  HUT Ke-32 LPD Kedonganan, Sekda Adi Arnawa Serahkan Paket Daging Babi

“Kita diciptakan bukan untuk berkeluh kesah. Tapi kita diciptakan untuk terus berinovasi, membangun kekuatan kita dengan bersinergi antara satu kota dengan kota yang lainnya,” kata Eri Cahyadi.

Untuk itu, ia menegaskan APEKSI tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian persoalan daerah, tetapi harus mampu melahirkan solusi dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat.

Menurut Eri, tantangan pemerintah daerah tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri. APEKSI harus menjadi ruang kolaborasi agar setiap kota dapat saling belajar, berbagi inovasi, serta memperkuat kapasitas satu sama lain.

Direktur Eksekutif, Alwis Rustam menjelaskan, selain Rapat Pleno, rangkaian Rakernas XVIII APEKSI tahun 2026 yang mengusung tema “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat”, ini sendiri diisi beberapa agenda kegiatan. Antara lain, penyelenggaraan juga diramaikan dengan Ladies Program, city tour ke kawasan budaya Kota Medan, kunjungan ke Mal Pelayanan Publik dan Galeri Dekranasda, serta berbagai forum tematik yang mempertemukan perangkat daerah dari seluruh Indonesia.

Seluruh Walikota juga mengikuti olahraga bersama, penanaman pohon, dan peresmian Tugu Kota Tangguh di Taman Cadika sebagai simbol komitmen bersama membangun kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Sebanyak 88 walikota, 4 wakil walikota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI kali ini,” kata Alwis Rustam. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panen Jagung Manis Golden Boy di Subak Intaran Barat, Lahan Bera Hasilkan 3,21 Ton

Published

on

By

jagung golden boy
PANEN JAGUNG: Dinas Pertanian Kota Denpasar melaksanakan panen jagung manis varietas Golden Boy di lahan seluas 20 are yang merupakan bagian dari pemanfaatan lahan bera seluas 1 hektare di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (2/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang sementara tidak dimanfaatkan kembali membuahkan hasil. Melalui program pemanfaatan lahan bera, Dinas Pertanian Kota Denpasar sukses melaksanakan panen jagung manis varietas Golden Boy di lahan seluas 20 are yang merupakan bagian dari pemanfaatan lahan bera seluas 1 hektare di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (2/7).

Panen tersebut dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kota Denpasar, I GAN Anggreni Suwari, SP., M.Si., perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, jajaran Dinas Pertanian Kota Denpasar, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Pekaseh Subak Intaran Barat, serta para petani setempat yang selama ini terlibat dalam pengelolaan lahan.

Kepala Bidang TPH, I GAN Anggreni Suwari, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan bera merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang sementara tidak ditanami agar tetap produktif. Selain meningkatkan nilai ekonomi lahan, program ini juga diharapkan mampu menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program pemanfaatan lahan bera di Subak Intaran Barat dilaksanakan pada areal seluas 1 hektare dengan sistem penanaman secara bertahap. Pola tanam ini diterapkan agar masa panen berlangsung berkesinambungan, sehingga pasokan jagung manis ke pasar tetap stabil dan tidak terjadi penumpukan hasil panen dalam satu waktu,” ujarnya.

Pada panen tahap ini, lahan seluas 20 are mampu menghasilkan sekitar 3,21 ton jagung manis atau setara dengan produktivitas 16,02 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan bahwa lahan bera memiliki potensi yang sangat baik apabila dikelola dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan didukung sinergi antara petani, penyuluh, serta pemerintah.

Baca Juga  HUT Ke-32 LPD Kedonganan, Sekda Adi Arnawa Serahkan Paket Daging Babi

Melalui program ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap semakin banyak lahan bera yang dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Denpasar.

“Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus melahirkan inovasi pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak HKG PKK Ke-54/2026, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Lomba Paduan Suara Tingkat Provinsi Bali

Published

on

By

kristi arya wibawa
BERIKAN DUKUNGAN: Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat hadir memberikan dukungan penuh kepada kontingen Kota Denpasar yang berlaga dalam lomba yang diselenggarakan pada, di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Kamis (2/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Provinsi Bali, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kembali menggelar berbagai perlombaan, salah satunya Lomba Paduan Suara.

Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada kontingen Kota Denpasar yang berlaga dalam lomba yang diselenggarakan pada, di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Kamis (2/7). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, beserta seluruh ketua TP PKK se-Bali.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme seluruh peserta. Dalam pernyataannya, Ny. Putri Koster menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting untuk membangun kekompakan kader dari berbagai daerah.

“Lomba paduan suara ini bukan hanya soal suara yang merdu, tetapi tentang bagaimana kita menyelaraskan nada, selayaknya kader PKK yang harus bersinergi dalam menjalankan sepuluh program pokok PKK. Saya sangat bangga melihat semangat ibu-ibu kader yang luar biasa. Melalui seni suara ini, mari kita pupuk rasa persaudaraan dan kebersamaan untuk membangun Bali yang lebih baik dari unit terkecil, yakni keluarga,” ujar Putri Koster.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di sela perlombaan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim paduan suara yang telah berlatih keras. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antar-kader PKK se-Bali.

“Tampil di panggung provinsi adalah kebanggaan. Kami berharap melalui lomba ini, semangat kekeluargaan dan harmoni PKK di Kota Denpasar semakin kuat,” ungkapnya.

Baca Juga  HUT Ke-32 LPD Kedonganan, Sekda Adi Arnawa Serahkan Paket Daging Babi

Ny. Ayu Kristi menambahkan bahwa keterlibatan aktif kader dalam kegiatan seni merupakan bukti bahwa perempuan penggerak di Kota Denpasar memiliki potensi yang luas, tidak hanya di bidang sosial, tetapi juga seni dan budaya.

Kegiatan lomba yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se-Bali ini diharapkan dapat terus memotivasi kader PKK untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Tim paduan suara perwakilan Kota Denpasar sendiri tampil memukau dengan membawakan 3 buah lagu yang terdiri dari, Mars PKK, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Don Dapdappe

yang diaransemen dengan apik. Penampilan Kota Denpasar menunjukkan performa maksimal dengan harmonisasi vokal yang selaras serta kostum berwarna hijau dengan balutan kamen serta saput dan udeng endek berwarna merah yang mencerminkan kekhasan budaya Bali. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca