Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pelantikan Pengurus PWRI Mengwi, Ketua DPRD Badung Putu Parwata: Semangat dan Spiritnya Luar Biasa, Lanjutkan!

BALIILU Tayang

:

de
BERI SAMBUTAN: Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus PWRI Kecamatan Mengwi, Jumat (25/6) di ruang Madya Gosana lantai III Gedung DPRD Badung.

Badung, baliilu.com – Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Mengwi periode 2021-2025 dilantik Pembina PWRI Mengwi yang sekaligus Camat Mengwi I Nyoman Suhartama, Jumat (25/6) di Ruang Madya Gosana lantai III Gedung DPRD Badung. Turut hadir menyaksikan pelantikan pengurus dengan mengambil tema “Dengan Kerja Keras dan Cerdas Serta Ikhlas Kita Tingkatkan Pengabdian Wredetama Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa” tersebut, Bupati Badung diwakili Kadis Sosial Sudarsana, Ketua DPRD Badung Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M, Ketua PWRI Badung, Ketua PWRI Denpasar, dan wakil pengurus PWRI kecamatan dan desa/kelurahan se-Badung.

Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata yang memfasilitasi terselenggaranya pelantikan pengurus di gedung dewan tersebut dalam sambutannya memberikan apresiasi atas semangat werda-werda PWRI, baik PWRI Badung dan Mengwi.

‘’Tidak ada yang tidak semangat, ibarat lebih milenial dari milenial. Persiapan gladi dan program yang disampaikan ini menandakan PWRI semangat dan spiritnya masih luar biasa untuk melakukan pengabdian pada nusa dan bangsa ini, lanjutkan…!’’ ucap Putu Parwata.

Politisi asal Dalung dapil Kuta Utara ini menyatakan, sebagai generasi muda akan mengikuti jejak PWRI yang tidak pernah merasa ketinggalan dengan semangat yang luar biasa. ‘’Ini perlu kami tiru, sebagai ketua DPRD Badung saya Putu Parwata akan meniru jejak PWRI ini, semoga spirit saya di umur 60-70 masih tetap mengabdi khususnya di Kabupaten Badung,’’ ujar Putu Parwata, seraya mengucapkan selamat kepada pengurus baru.

Atas nama pemerintahan Badung, Putu Parwata juga memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat para wredatama dalam melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya pengabdian untuk Kabupaten Badung dan kecamatan masing-masing.  Sebagai wujud solidaritas, kebersamaan menyama braya yang luar biasa. ‘’Semangat ini membuat bapak ibu sekalian sehat. Semoga werda PWRI ini tetap memiliki semangat dan sehat selalu, bisa tetap berkarya memberikan ide-ide baiknya untuk desa, kecamatan dan Badung khususnya. Silakan gunakan puspem ini untuk menggerakkan badan, olah raga. Kalau ada rembug silakan gunakan gedung dewan ini,’’ ucapnya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Ketua Dewan Putu Parwata: Pelaksanaan APBD sudah Berjalan Baik
Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menyerahkan Surat Keputusan Pengurus PWRI Mengwi periode 2021-2025.

Sementara itu, Bupati Badung Giri Prasta sebagai pembina PWRI Badung dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Sosial Sudarsana menyampaikan pelantikan pengurus hari ini menunjukkan para wredatama yang telah merampungkan pengabdian dirinya pada bangsa dan negara masih tetap ingin terus memberikan sumbangsih pemikiran maupun karya sebagai wujud baktinya.

‘’Sebagai wujud penghargaan dan perhatian pemerintah terhadap PWRI yang telah berusaha turut menyumbangkan baktinya kepada pembangunan bangsa, kami pun terus berusaha untuk selalu memerhatikan para PWRI seperti mengusahakan penyempurnaan administrasi, penerimaan pensiun, mendorong berkembangnya di antara para wredatama maupun perbaikan penerimaan pensiunan,’’ paparnya.

Bupati lanjut berharap pelantikan PWRI Kecamatan Mengwi hendaknya dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan tekad dan semangat wredatama untuk tetap turut berpartisipasi dalam pembangunan bersama dengan BKKBN dan lembaga instansi lainnya. PWRI bersama jajarannya membina, membantu pemberdayaan keluarga dan bina lanjut usia di kecamatan dan di desa wilayah Mengwi untuk bersama-sama peduli dan meningkatkan pemberdayaan anggotanya guna ikut dalam pembangunan bangsa ini.

‘’Dengan bina lansia kita berupaya meningkatkan derajat kesehatan dan membantu pemberdayaan guna menurunkan tingkat kemiskinan dan mengusahakan berbagai upaya pemberdayaan menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera,’’ ujarnya.

Bupati juga berharap di tahun-tahun yang akan datang PWRI Badung dan juga Mengwi dapat merevitaliasi kaum wredatama untuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan sumbangsih pemikiran serta turut membina generasi muda sebagai kader generasi penerus bangsa ini.

‘’Atas nama pribadi dan pemerintah Badung saya menyampaikan selamat kepada pengurus PWRI Mengwi dan apresiasi atas segala usaha dan kerja jeras dedikasi pengurus periode sembelumnya,’’ pungkas bupati yang disampaikan kadis sosial.

Sesuai Keputusan PWRI Kabupaten Badung yang ditandatangani Ketua I Nyoman Wenten dan Sekretaris I Gusti Agung Ngurah Alit, susunan pengurus PWRI Kecamatan Mengwi  periode 2021-2025 sebagai berikut. Pembina: Camat Mengwi, Penasehat: Drs. I Gusti A Mayun Eman, Drs. AA Suyoga Yadnya, Pelindung:  Made Warda, Drs. I Nyoman Sukada, I Nyoman Puspa, S.Pd., I Made Saprug, A.Ma. Pd., I Wayan Reda, Ketua: Drs. I Gusti Made Putera, Wakil Ketua I:  I Made Suberata, S.Pd, II: I Made Redep, S.Sos, Sekretaris I: Drs. I Ketut Mudra, II: Ni Luh Ketut Martini, III: I Made Wania, BA, Bendahara I: Ni Luh Sudiati, S.Pd, II: I Gst. A Manik Wartini, S.Pd, III: Ni Nyoman Sukarni, S.Pd., juga dilengkapi koordinator perwakilan masing-masing desa/kelurahan, seksi SKDK, seksi gita dan tabuh serta seksi olahraga.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

PWRI Kecamatan Mengwi memiliki beberapa kegiatan untuk pengakrabadan diri para anggota antara lain, mengadakan pertemuan setiap bulan sambil berolahraga. Menghadiri apel bendera setiap 17 Agustus. Mengadakan ceramah tentang agama, arisan sekedarnya. Menjenguk anggota bila ada yang sakit juga melayat jika ada yang meninggal sambil memberikan doa. Juga mengadakan tirta yatra yang dibantu Dinas Sosial Kabupaten Badung. Mengadakan latihan sekaa santhi yang dibantu geguntangannya dari Dinas Kebudyaaan Badung. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

UDG XXXIII Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

Published

on

By

Persiapan UDG XXXIII Provinsi Bali 2026
Tim Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Made Surada, M.A. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, ajang seni dan sastra keagamaan Hindu ini akan berlangsung pada 11–16 September 2026 dan dipusatkan di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali.

UDG dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 11 September 2026. Selain menjadi ajang kompetisi, UDG XXXIII juga menjadi tahapan seleksi untuk menjaring duta terbaik Bali yang akan berlaga pada UDG tingkat nasional tahun 2027 di Sulawesi Tengah.

Salah satu anggota Tim Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Made Surada, M.A., mengatakan bahwa tahun ini terdapat 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Bidang yang dilombakan meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana bahasa Bali, dharmawacana bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, dan dharmacarita.

“UDG tahun 2026 ini untuk mencari juara I yang nantinya akan mewakili Provinsi Bali di tingkat nasional yang akan digelar tahun 2027. Sebanyak 11 bidang lomba ini disesuaikan dengan UDG di tingkat nasional yang akan diadakan di Sulawesi Tengah,” kata Prof. Surada di sela Rapat Pleno di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Selasa (8/9/2026).

Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini menambahkan, persiapan peserta dari sembilan kabupaten/kota di Bali telah dilakukan jauh hari. Pembinaan dilakukan oleh Widyasaba sejak Juli lalu, termasuk untuk mempersiapkan peserta pada 11 bidang yang dilombakan.

Kesiapan tersebut juga terlihat dalam technical meeting yang diikuti oleh Dinas Kebudayaan kabupaten/kota, Widyasaba, pembina, serta koordinator juri. Masing-masing daerah telah menyiapkan duta yang akan tampil membawa nama daerahnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Putu Parwata Dukung Program GenRe Edukasi Remaja soal Pernikahan Dini, Seks Bebas dan Napza

“Widyasaba telah melakukan pembinaan sejak Juli lalu untuk 11 bidang lomba di sembilan kabupaten/kota,” tegasnya.

Bahasa Inggris Jadi Salah Satu Perhatian

UDG Bali tahun ini juga memberikan ruang bagi dharmawacana bahasa Inggris. Menurut Prof. Surada, kehadiran kategori tersebut menjadi penting karena Bali merupakan destinasi pariwisata dunia.

Penyampaian nilai-nilai adat, budaya, dan agama Hindu, kata dia, tidak hanya membutuhkan bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Kemampuan menggunakan bahasa Inggris juga diperlukan agar pesan-pesan keagamaan dan kebudayaan Hindu Bali dapat disampaikan kepada masyarakat internasional.

“Dharmawacana bahasa Inggris juga untuk mendapatkan juara yang akan mewakili Bali. Di tingkat nasional juga ada dharmawacana bahasa Inggris dan bahasa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, untuk dharmawacana bahasa Indonesia, Bali memilih tidak melaksanakannya di tingkat provinsi. Bali tetap menggelar dharmawacana bahasa Bali sebagai bagian dari program penguatan dan pelestarian bahasa Bali.

Peserta yang menjadi juara nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebelum mengikuti kompetisi nasional. Materi dharmawacana bahasa Bali akan disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia saat berlaga di tingkat nasional.

“Bagi peserta yang menang nantinya, materi dharmawacana bahasa Bali tersebut harus diubah ke dalam bahasa Indonesia ketika mengikuti tingkat nasional. Oleh karena itu, akan ada pembinaan ulang,” jelasnya.

Persoalan Peserta dan Pendanaan

Di tengah persiapan tersebut, Prof. Surada menyoroti belum meratanya jumlah peserta yang dikirim oleh masing-masing kabupaten/kota. Tidak semua daerah mampu mengirimkan peserta secara lengkap pada seluruh bidang lomba. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan pendanaan.

Kabupaten Badung menjadi satu-satunya daerah yang mengirimkan peserta secara lengkap untuk seluruh 11 bidang lomba. Sementara itu, beberapa daerah lainnya hanya mengirimkan peserta pada sebagian bidang.

Baca Juga  Japem KUA-PPAS 2022, Putu Parwata: Program di APBD harus Kesepakatan Eksekutif dan Dewan

“Kabupaten yang mengirimkan peserta secara lengkap untuk seluruh 11 bidang hanya Kabupaten Badung. Namun, daerah yang paling minim mengirimkan peserta adalah Kabupaten Bangli dan Buleleng yang hanya mengirim tiga atau empat bidang saja,” imbuhnya.

Menurut Prof. Surada, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia berharap pelaksanaan UDG ke depan dapat dilakukan secara lebih serempak di seluruh kabupaten/kota, sebagaimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali.

“Kami rasa selama ini belum serempak sehingga jumlah peserta yang dikirimkan setiap daerah bervariasi. Daerah yang memiliki kemampuan pendanaan lebih besar, seperti Badung, mengirimkan peserta secara lengkap. Bahkan, sebelumnya mengadakan utsawa di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Ia menilai UDG memiliki posisi penting dalam pembinaan generasi Hindu. Sebab, para peserta terbaik nantinya tidak hanya bertanding untuk daerahnya, tetapi juga membawa nama Bali di tingkat nasional.

“Padahal, jika dibandingkan dengan Bulan Bahasa Bali, UDG juga penting karena nantinya para peserta akan bertanding di tingkat nasional. Dalam ajang tersebut, mereka akan membawa nama Bali yang selama ini berturut-turut menjadi juara umum UDG tingkat nasional,” katanya.

Bali Dituntut Pertahankan Tradisi Juara

Perkembangan UDG di sejumlah daerah menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap ajang tersebut. Prof. Surada menyebut beberapa provinsi kini mulai menggelar UDG secara mandiri untuk menjaring peserta terbaik sebelum tampil di tingkat nasional.

Lampung, Sulawesi Tengah, hingga Jayapura disebut telah melakukan pembinaan dan seleksi di daerah masing-masing dengan dukungan pemerintah daerah.

“Lampung bahkan juga melaksanakan UDG di daerahnya untuk menjaring juara yang akan dikirim ke tingkat nasional. Bukan comot-comot seperti sebelumnya. Demikian pula Sulawesi Tengah dan Jayapura yang juga melaksanakan UDG. Mereka didanai daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Giri Prasta Apresiasi Fraksi-fraksi DPRD Badung

Pada UDG tingkat nasional mendatang, sebanyak 38 provinsi diproyeksikan mengikuti ajang tersebut. Kondisi ini membuat persaingan semakin terbuka dan menuntut Bali mempersiapkan duta-dutanya secara lebih serius.

Bali selama ini menjadi salah satu barometer pelaksanaan UDG sekaligus dikenal memiliki tradisi prestasi yang kuat di tingkat nasional. Karena itu, UDG XXXIII tidak hanya menjadi panggung untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi Bali sebagai juara umum di tingkat nasional.

Dengan pembinaan yang telah berjalan sejak Juli, para peserta kini bersiap menuju panggung UDG XXXIII. Enam hari pelaksanaan di Art Center akan menjadi ruang pembuktian sekaligus penentu siapa yang berhak menyandang predikat terbaik dan melangkah membawa nama Bali ke UDG tingkat nasional tahun 2027. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satpol PP Denpasar Tertibkan Ratusan Baliho dan Spanduk di Fasilitas Umum

Published

on

By

Satpol PP Denpasar Tertibkan Baliho dan Spanduk
PENERTIBAN: Satpol PP Kota Denpasar bersama Regu Quick Response saat melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melalui Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (KUKM) bersama Regu Quick Response kembali melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9).

Penertiban menyasar sejumlah ruas jalan utama di Kota Denpasar, di antaranya Jalan Mahendradatta, Jalan Teuku Umar, dan Jalan P.B. Sudirman. Petugas menertibkan baliho, pamflet, banner, dan spanduk yang terpasang pada fasilitas umum dan dinilai mengganggu ketertiban serta estetika ruang publik.

Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 131 media promosi, terdiri atas 7 baliho, 37 pamflet, 56 banner, dan 31 spanduk.

Selain menertibkan media promosi, Satpol PP Denpasar juga menyasar kawasan sepanjang Pasar Phula Kerti Sanglah. Penertiban dilakukan terhadap aktivitas pedagang yang berjualan dengan memanfaatkan area trotoar.

Penertiban pedagang di atas trotoar dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya, khususnya sebagai ruang bagi pejalan kaki. Aktivitas perdagangan yang menggunakan trotoar dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Kabid KUKM Satpol PP Kota Denpasar, Yudie Asmara, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum sekaligus menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kegiatan penertiban ini merupakan upaya menjaga ketertiban umum dan memastikan fasilitas umum dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Kami juga mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak memasang media promosi secara sembarangan dan tidak menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan,” ujar Yudie.

Ia menambahkan, penertiban akan dilakukan secara berkala di sejumlah titik di wilayah Kota Denpasar. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik.

Baca Juga  Komisi III DPRD Badung Rapat Dengar Pendapat dengan Bapenda, Pendapatan Sampai Maret hanya Rp 228 Milyar

Satpol PP Denpasar juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dalam pemasangan media promosi maupun pemanfaatan fasilitas umum, sehingga wajah Kota Denpasar tetap tertib dan nyaman. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulia Buka YOUNITE Festival Volume 1, Dukung Ruang Generasi Muda Bertumbuh dan Berkarya

Published

on

By

Sekda Eddy Mulia Buka YOUNITE Festival Volume 1
BUKA YOUNITE FESTIVAL: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulia membuka secara resmi YOUNITE Festival Volume 1 bertempat di Gedung DNA Lumintang, pada Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulia membuka secara resmi YOUNITE Festival Volume 1 bertempat di Gedung DNA Lumintang, pada Rabu (9/9).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia, beserta tamu undangan lainnya.

Sekda Eddy Mulia menyampaikan disela-sela kegiatan, bahwa kegiatan ini bisa digunakan sebagai wadah bagi generasi muda Kota Denpasar untuk terus berkembang dan bertumbuh mengembangkan potensi dirinya.

“Saya percaya bahwa generasi muda Denpasar memiliki kreativitas, energi, dan potensi yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita arahkan menjadi kekuatan untuk membangun Denpasar yang semakin maju, inklusif, kreatif, dan berkelanjutan melalui YOUNITE FEST Volume 1 ini,” ungkap Eddy Mulia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menuturkan bahwa menjadi remaja bukan hanya tentang menikmati masa muda, tetapi menjadi masa untuk mempersiapkan masa depan.

“Saya berharap semakin banyak ide, kreativitas dan kolaborasi serta gerakan yang positif dari anak-anak muda Kota Denpasar. Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani mengambil peran,” tutur Sagung Antari.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, berkreasi, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan kota. (eka/bi).

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Giri Prasta Apresiasi Fraksi-fraksi DPRD Badung
Lanjutkan Membaca