BERI SAMBUTAN: Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus PWRI Kecamatan Mengwi, Jumat (25/6) di ruang Madya Gosana lantai III Gedung DPRD Badung.
Badung, baliilu.com – Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Mengwi periode 2021-2025 dilantik Pembina PWRI Mengwi yang sekaligus Camat Mengwi I Nyoman Suhartama, Jumat (25/6) di Ruang Madya Gosana lantai III Gedung DPRD Badung. Turut hadir menyaksikan pelantikan pengurus dengan mengambil tema “Dengan Kerja Keras dan Cerdas Serta Ikhlas Kita Tingkatkan Pengabdian Wredetama Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa” tersebut, Bupati Badung diwakili Kadis Sosial Sudarsana, Ketua DPRD Badung Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M, Ketua PWRI Badung, Ketua PWRI Denpasar, dan wakil pengurus PWRI kecamatan dan desa/kelurahan se-Badung.
Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata yang memfasilitasi terselenggaranya pelantikan pengurus di gedung dewan tersebut dalam sambutannya memberikan apresiasi atas semangat werda-werda PWRI, baik PWRI Badung dan Mengwi.
‘’Tidak ada yang tidak semangat, ibarat lebih milenial dari milenial. Persiapan gladi dan program yang disampaikan ini menandakan PWRI semangat dan spiritnya masih luar biasa untuk melakukan pengabdian pada nusa dan bangsa ini, lanjutkan…!’’ ucap Putu Parwata.
Politisi asal Dalung dapil Kuta Utara ini menyatakan, sebagai generasi muda akan mengikuti jejak PWRI yang tidak pernah merasa ketinggalan dengan semangat yang luar biasa. ‘’Ini perlu kami tiru, sebagai ketua DPRD Badung saya Putu Parwata akan meniru jejak PWRI ini, semoga spirit saya di umur 60-70 masih tetap mengabdi khususnya di Kabupaten Badung,’’ ujar Putu Parwata, seraya mengucapkan selamat kepada pengurus baru.
Atas nama pemerintahan Badung, Putu Parwata juga memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat para wredatama dalam melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya pengabdian untuk Kabupaten Badung dan kecamatan masing-masing. Sebagai wujud solidaritas, kebersamaan menyama braya yang luar biasa. ‘’Semangat ini membuat bapak ibu sekalian sehat. Semoga werda PWRI ini tetap memiliki semangat dan sehat selalu, bisa tetap berkarya memberikan ide-ide baiknya untuk desa, kecamatan dan Badung khususnya. Silakan gunakan puspem ini untuk menggerakkan badan, olah raga. Kalau ada rembug silakan gunakan gedung dewan ini,’’ ucapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menyerahkan Surat Keputusan Pengurus PWRI Mengwi periode 2021-2025.
Sementara itu, Bupati Badung Giri Prasta sebagai pembina PWRI Badung dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Sosial Sudarsana menyampaikan pelantikan pengurus hari ini menunjukkan para wredatama yang telah merampungkan pengabdian dirinya pada bangsa dan negara masih tetap ingin terus memberikan sumbangsih pemikiran maupun karya sebagai wujud baktinya.
‘’Sebagai wujud penghargaan dan perhatian pemerintah terhadap PWRI yang telah berusaha turut menyumbangkan baktinya kepada pembangunan bangsa, kami pun terus berusaha untuk selalu memerhatikan para PWRI seperti mengusahakan penyempurnaan administrasi, penerimaan pensiun, mendorong berkembangnya di antara para wredatama maupun perbaikan penerimaan pensiunan,’’ paparnya.
Bupati lanjut berharap pelantikan PWRI Kecamatan Mengwi hendaknya dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan tekad dan semangat wredatama untuk tetap turut berpartisipasi dalam pembangunan bersama dengan BKKBN dan lembaga instansi lainnya. PWRI bersama jajarannya membina, membantu pemberdayaan keluarga dan bina lanjut usia di kecamatan dan di desa wilayah Mengwi untuk bersama-sama peduli dan meningkatkan pemberdayaan anggotanya guna ikut dalam pembangunan bangsa ini.
‘’Dengan bina lansia kita berupaya meningkatkan derajat kesehatan dan membantu pemberdayaan guna menurunkan tingkat kemiskinan dan mengusahakan berbagai upaya pemberdayaan menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera,’’ ujarnya.
Bupati juga berharap di tahun-tahun yang akan datang PWRI Badung dan juga Mengwi dapat merevitaliasi kaum wredatama untuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan sumbangsih pemikiran serta turut membina generasi muda sebagai kader generasi penerus bangsa ini.
‘’Atas nama pribadi dan pemerintah Badung saya menyampaikan selamat kepada pengurus PWRI Mengwi dan apresiasi atas segala usaha dan kerja jeras dedikasi pengurus periode sembelumnya,’’ pungkas bupati yang disampaikan kadis sosial.
Sesuai Keputusan PWRI Kabupaten Badung yang ditandatangani Ketua I Nyoman Wenten dan Sekretaris I Gusti Agung Ngurah Alit, susunan pengurus PWRI Kecamatan Mengwi periode 2021-2025 sebagai berikut. Pembina: Camat Mengwi, Penasehat: Drs. I Gusti A Mayun Eman, Drs. AA Suyoga Yadnya, Pelindung: Made Warda, Drs. I Nyoman Sukada, I Nyoman Puspa, S.Pd., I Made Saprug, A.Ma. Pd., I Wayan Reda, Ketua: Drs. I Gusti Made Putera, Wakil Ketua I: I Made Suberata, S.Pd, II: I Made Redep, S.Sos, Sekretaris I: Drs. I Ketut Mudra, II: Ni Luh Ketut Martini, III: I Made Wania, BA, Bendahara I: Ni Luh Sudiati, S.Pd, II: I Gst. A Manik Wartini, S.Pd, III: Ni Nyoman Sukarni, S.Pd., juga dilengkapi koordinator perwakilan masing-masing desa/kelurahan, seksi SKDK, seksi gita dan tabuh serta seksi olahraga.
PWRI Kecamatan Mengwi memiliki beberapa kegiatan untuk pengakrabadan diri para anggota antara lain, mengadakan pertemuan setiap bulan sambil berolahraga. Menghadiri apel bendera setiap 17 Agustus. Mengadakan ceramah tentang agama, arisan sekedarnya. Menjenguk anggota bila ada yang sakit juga melayat jika ada yang meninggal sambil memberikan doa. Juga mengadakan tirta yatra yang dibantu Dinas Sosial Kabupaten Badung. Mengadakan latihan sekaa santhi yang dibantu geguntangannya dari Dinas Kebudyaaan Badung. (gs)
PEMERIKSAAN HANDPHONE: Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., Selasa (8/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., sebagai langkah pengawasan dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel menggunakan perangkat komunikasi secara bijak serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng citra institusi Polri.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. “Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pengawasan internal. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi disiplin maupun kode etik sesuai tingkat pelanggarannya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. “Jangan sampai kesalahan pribadi berdampak pada tugas dan nama baik institusi. Gunakan teknologi secara bertanggung jawab, jauhi judi online dan pinjaman online ilegal. Polsek Denpasar Selatan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Dinas Damkarmat Buleleng saat melakukan pemadaman api di salah satu rumah penduduk yang terbakar. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam sehari, Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Desa Pangkung Paruk dan Ularan di Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih LC Baktisraga, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan enam kejadian tersebut memiliki karakteristik berbeda. Tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, masing-masing seluas sekitar 50 are di Desa Ularan dan 30 are di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa dan di Desa Pangkung Paruk. Sementara tiga kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, dengan bagian yang terbakar meliputi dapur dan bangunan rumah, kemudian di Jalak Putih LC 8 Blok B yang terbakar atap, rumah, kompor dan pakaian, lalu kebakaran rumah di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada kondisi kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, dalam penanganan enam kejadian tersebut, petugas menggunakan total sekitar 5 tangki air. Sebanyak satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki di lokasi kebakaran lahan Banjar Dinas Konci, Tigawasa serta Pangkung Paruk, dan satu tangki untuk penanganan kebakaran rumah di Gitgit.
“Dari laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi. Untuk kebakaran lahan di Ularan, pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di Tigawasa sekitar satu jam 40 menit, sedangkan kebakaran rumah di Gitgit dan LC serta di Desa Bengkel dapat ditangani sekitar 45 menit,” ungkap Arya.
Menurut Arya, respons cepat tersebut penting untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Terlebih, kebakaran lahan di wilayah pedesaan berpotensi meluas apabila kondisi vegetasi kering disertai hembusan angin.
“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan kecepatan, keselamatan dan ketepatan dalam melakukan penanganan. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisir agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari tiga kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa. Kerugian material juga dapat ditekan karena petugas segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi. Untuk itu, masyarakat diminta segera menghubungi Damkarmat apabila melihat adanya tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Musim kemarau saat ini, kami mengimbau masyarakat agar benar-benar berhati-hati terhadap sumber api. Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Kondisi angin kencang sangat mudah membuat api kecil menjadi kebakaran besar. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat,” pungkas Arya dikutip dari laman bulelengkab.go.id. (gs/bi)
IKUTI WAWANCARA: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).
Kegiatan ini berfokus pada penilaian kesiapan daerah dalam melakukan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, tim juga menilai kemampuan daerah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian ini diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Kabupaten Badung.
Ditemui seusai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kompetisi, melainkan forum diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung, yaitu program Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)