Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kapolda Bali Hadiri Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-Polri, Satu Juta Vaksinasi dalam Pengendalian Penanganan Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
TINJAU VAKSINASI MASSAL: Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. I Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., meninjau vaksinasi massal bersama Gubernur Bali Ir. Dr. I Wayan Koster, M.M., Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E. M.M. di parkir timur Lapangan Niti Mandala, Renon, Sabtu (26/6/2021).

Denpasar, baliilu.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. I Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., dengan didampingi sebagian PJU Polda Bali saat hadir dalam acara Serbuan Vaksinansi Nasional TNI-Polri, Satu Juta Vaksinasi dalam rangka Pengendalian Penanganan Covid-19, yang bertempat di parkir timur Lapangan Niti Mandala, Renon, Sabtu (26/6/2021).

Dalam acara tersebut tampak hadir Gubernur Bali Ir. Dr. I Wayan Koster, M.M., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., Kepala BIN Daerah Bali Brigjen Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H., Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E. M.M., dan tamu undangan lain yang turut hadir.

Acara yang dihadiri Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri secara virtual ini merupakan vaksinasi sehari satu juta orang yang dilaksanakan serentak di 34 wilayah polda seluruh Indonesia ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021, sedangkan untuk Polda Bali sendiri menargetkan 12.700 orang untuk divaksinansi dalam sehari.

Untuk tempat vaksinasi Polda Bali sendiri mengalokasikan 11 tempat. Parkir timur Lapangan Niti Mandala Renon, Desa Budaya Kertalangu untuk wilayah Denpasar, Wantilan Br. Medahan, Keramas untuk wilayah Gianyar, Gedung Gd. Manik Singaraja untuk wilayah Buleleng, Gedung Kesenian Bung Karno untuk wilayah Jembrana, Desa Tua, Marga untuk wilayah Tabanan, PT. Indomarco, Mengwi untuk wilayah Badung, Balai Br. Desa Sekaan, Kintamani untuk wilayah Bangli, Balai Br. Desa Tangkas untuk wilayah Klungkung, Aula Polres Karangasem dan SD 1 Kubu, Tianyar Timur untuk wilayah Karangasem.

Saat dijumpai awak media Gubernur Bali menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolda Bali dan juga kepada Pangdam XI/Udayana yang telah mendukung sehingga acara ini dapat terselenggara. Sehingga dengan adanya acara vaksinasi massal yang diadakan oleh Polda Bali ini, target vaksinasi guna menangkal Covid-19 di wilayah Provinsi Bali dapat cepat tercapai.

Baca Juga  Pasien Sembuh Bertambah 354 Orang di Bali, Total Sembuh 100.015 Orang

Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menyampaikan untuk daerah Bali sendiri masih memerlukan lagi 6 juta dosis vaksin Covid-19, dan di Bali sendiri telah menerima 4 juta dosis vaksin.

“Kita berharap akhir bulan juni ini bisa selesai untuk suntikan vaksinansi tahap pertama untuk 3 juta penduduk Bali, dan dua bulan setelah itu kita sudah selesai untuk suntikan vaksinasi tahap kedua. Untuk vaksin yang dibutuhkan sebanyak 6 juta dosis vaksin, dan bapak presiden sudah memastikan untuk kebutuhan vaksin akan diprioritaskan di Bali, dan 6 juta vaksin sendiri akan kita prioritaskan pada wilayah yang tingkat keramaiannya tinggi dan tempat-tempat destinasi wisata,“ ucapnya.

Selanjutnya Kapolda Bali bersama Gubernur Bali meninggalkan lokasi vaksinasi di Renon, untuk kemudian melanjutkan peninjauan vaksinasi yang diadakan di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

PKK Badung Dorong Peran Generasi Muda Dalam Kartini Sustainability Forum 2026

Published

on

By

Kartini Sustainability Forum
HADIRI KSF 2026: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya”, forum ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta melestarikan kearifan lokal Bali.

Hadir mendampingi Asisten Administrasi Umum, Kadis Sosial, Kepala DLHK, Kepala Kesbangpol Badung, perwakilan Dinas Perikanan, Kabag Prokompim, Plt. Camat Abiansemal, serta Perbekel Bongkasa Pertiwi.

Rangkaian acara diawali dengan aksi pelestarian alam berupa penebaran bibit ikan ke aliran sungai, pelepasan burung, hingga penanaman pohon kelapa gading bersama. Selain aksi lingkungan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif dan talkshow yang menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas isu lingkungan dan peran perempuan. Acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke pusat produksi kerajinan perak di Desa Bongkasa Pertiwi.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi inisiatif FAD Abiansemal dalam mengangkat isu yang relevan dengan tantangan zaman. “Semangat Kartini yang kita peringati dan teladani hingga hari ini adalah semangat pembangunan, keberanian, kemajuan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Tema Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya yang diusung dalam forum ini sangat tepat, karena ketiga hal ini saling berkaitan erat dan menjadi pondasi utama kesejahteraan keluarga maupun masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan. “Anak-anak dan remaja adalah penerus tonggak pembangunan. Melalui wadah seperti ini, kalian tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar bertanggung jawab menjaga warisan alam dan budaya Bali yang indah ini. Pemberdayaan perempuan pun menjadi hal penting, karena perempuan memiliki peran sentral di keluarga, dalam mendidik anak, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya kita,” tegas Rasniathi

Baca Juga  Kapolda & Ketua PD Bhayangkari Bali Hadiri Bhakti Kesehatan Hari Jadi Polwan RI Ke-76

Pihaknya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, bukan sekadar acara seremonial. “PKK Kabupaten Badung akan terus mendukung dan bersinergi penuh dengan Forum Anak Daerah, karena visi kita sama: mewujudkan masyarakat, keluarga, dan generasi muda yang tangguh, berbudaya, serta peduli pada kelestarian alam,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Women Ecopreneurs Market Day: Ruang Bertumbuh Baru bagi Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Akar Rumput

Published

on

By

WEA
Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day pada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day ecopddpada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. Acara ini adalah bagian dari Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang mendukung perempuan pelaku usaha dalam membangun produk yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Sejak 2025, para pelaku bisnis perempuan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, mengikuti pendampingan Women Ecopreneurs Lab menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas, bisa mengakses pasar sehingga ibu-ibu bisa terus semangat untuk memproduksi jikalau pasar yang disasar tepat. Kemudian mendapatkan feedback dan masukan dari para pengunjung maupun calon customer,” ujar Aziza, Founder Kriya Kite.

Dengan menggunakan WEA Eco-entrepreneurship Toolkit, mereka mengembangkan produk, memperkuat model bisnis, serta mengevaluasi praktik bisnis lestari mereka. Progres bisnis ini terukur dengan Eco-checklist yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan secara langsung dari para pembeli. Di sini pula kami membuka akses bagi mereka untuk terhubung dengan pembeli, jejaring, serta peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau oleh perempuan akar rumput,” ucap Melisa, WEA Indonesia.

Rangkaian Acara Women Ecopreneurs Market Day

Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang untuk membawa proses tersebut lebih dekat dengan publik. Acara ini menghadirkan: 20 stan Eco-market dari WEA Ecopreneurs dan merek lokal Bali; Sesi presentasi bisnis oleh 5 pengusaha Perempuan; Lokakarya interaktif, berupa pewarnaan tekstil alami dan menganyam limbah gedebog pisang; Sesi berjejaring bersama para pengusaha dan komunitas; dan Pertunjukan live music.

Beragam bisnis yang hadir mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang berbeda-beda, mulai dari produk upcycle berbahan limbah, tekstil pewarna alami, pengolahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan berbasis pemberdayaan komunitas perempuan. Melalui Market Day, para pelaku bisnis memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDGs 12. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 di Bali (26/8), Pasien Sembuh Bertambah 950 Orang, 51 Meninggal

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

Published

on

By

singakren
BUKA FESTIVAL: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra resmi membuka Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival yang pertama kali dilaksanakan ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai landasan awal menuju kemajuan. Kegiatan festival ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya lomba fashion show berpasangan PKK desa/kelurahan, lomba karaoke antar desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng, bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pap smear, donor darah, fun run, zumba, hingga pementasan seni budaya khas Buleleng. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, kuliner khas Buleleng, dan tenun endek yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi kepada Camat Buleleng beserta seluruh jajaran dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, festival kecamatan merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Buleleng, yakni “Terwujudnya Masyarakat Buleleng yang Mandiri, Unggul, Sejahtera, dan Berkepribadian Berlandaskan Tri Hita Karana”.

“Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan,” ucap Sutjidra.

Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra berharap Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, serta mampu melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal Buleleng sebagai bagian dari kekayaan daerah. Tradisi, seni, dan budaya yang sarat nilai filosofi diharapkan dapat menjadi penguat kemajuan daerah sejalan dengan tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”.

Baca Juga  Kapolda & Ketua PD Bhayangkari Bali Hadiri Bhakti Kesehatan Hari Jadi Polwan RI Ke-76

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema festival memiliki makna pentingnya pemahaman dan penghayatan nilai budaya, tradisi, serta filsafat sebagai landasan dalam membangun kemajuan masyarakat. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian material, tetapi juga dari kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya dan spiritual.

“Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Gopi Suparnaca.

Melalui Festival Kecamatan Buleleng ini diharapkan tercipta momentum untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca