Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Selaraskan Pendapatan dan Belanja APBD 2022, DPRD Badung Gelar Rapat Banggar

BALIILU Tayang

:

de
RAPAT BANGGAR : Suasana rapat Banggar DPRD Badung yang dipimpin Wakil Ketua I I Wayan Suyasa, S.H., Kamis (5/8/2021).

Badung, baliilu.com – DPRD Badung, Kamis (5/8/2021) menggelar rapat Badan Anggaran (Banggar). Acara yang berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Badung tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H. didampingi Sekda Badung yang diwakili Asisten II Ida Bagus Gede Arjana selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Hadir pada kesempatan itu sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Plt. Kepala BPKAD Luh Suryaniti, Kepala Bappeda Made Wira Dharmajaya, utusan dari Bapenda Badung serta Sekretaris Dewan Gusti Agung Made Wardika. Sejumlah anggota Dewan hadir secara offline dan sebagian lainnya melakukannya secara virtual.

Seusai rapat, Wakil  Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa mengungkapkan, rapat Badan Anggaran ini digelar untuk menyelaraskan pendapatan dan belanja pada RAPBD 2022 mendatang. “Pendapatan dan belanja dalam APBD 2022 dipastikan bisa balance atau berimbang,” tegas Ketua DPD II Partai Golkar Badung tersebut.

Saat ini, ungkap politisi asal Penarungan tersebut, APBD 2022 dirancang sebesar Rp 2,9 triliun. Anggaran ini diperoleh dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,931 triliun. PAD ini terdiri atas pajak daerah Rp 1,55 triliun, retribusi daerah Rp 40,6 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 165,9 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp 202,1 miliar.

Sisanya sekitar Rp 888,8 miliar lagi diharapkan datang dari pendapatan transfer Rp 728,9 miliar dan pendapatan transfer antardaerah Rp 159,9 miliar. Selanjutnya ada lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebesar Rp 80,2 miliar. “Dengan begitu secara keseluruhan pendapatan daerah menjadi Rp 2,9 triliun lebih,” tegasnya.

Pendapatan asli daerah (PAD) diharapkan datang dari pajak hotel dan restoran (PHR) tentu saja bagi hotel dan restoran yang tetap bisa beroperasi di masa pandemi, pendapatan dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak hiburan, pajak parkir dan pendapatan lainnya yang sah. Suyasa pun berharap eksekutif terutama instansi penghasil agar maksimal menggarap potensi yang masih ada sehingga pendapatan pun bisa maksimal.

Baca Juga  Studi Komparasi, Wayan Suyasa Terima Kunjungan DPRD Gorontalo Utara

Saat ini, ujar Suyasa mengutip data dari BPKAD, pendapatan per bulan mencapai Rp 124 miliar. Jika dikalikan setahun atau 12 bulan, katanya, menjadi mendekati Rp 1,5 triliun ditambah pendapatan lain-lain yang sah, pendapatan keseluruhan menjadi Rp 1,9 triliun. “Jika hitung-hitungan ini tak meleset, kami pastikan antara pendapatan dan belanja pada APBD Badung 2022 menjadi balance,” tegasnya.

Menyinggung soal belanja, kata Suyasa, Badung memasang belanja operasi senilai Rp 2,39 triliun. Terdiri atas belanja pegawai Rp 1,173 triliun, belanja barang dan jasa senilai Rp 993,7 miliar, belanja subsidi Rp 160 juta, belanja hibah Rp 202,7 miliar, dan belanja bantuan sosial Rp 26,8 miliar. Selanjutnya ada belanja modal dialokasikan Rp 52,7 miliar, belanja tidak terduga dialokasikan Rp 185,2 miliar, serta belanja transfer Rp 265,7 miliar.

Dalam APBD 2022 ada belanja wajib yang harus dilakukan sesuai perintah UU yakni biaya untuk pendidikan minimal 20 persen sesuai UU Sisdiknas serta minimal 10 persen untuk belanja kesehatan. Sisanya tentu saja bisa digunakan untuk program-program prorakyat yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Salah satunya, Suyasa menunjuk belanja hibah yang difasilitasi anggota Dewan agar tetap mendapat alokasi. Hibah yang difasilitasi Dewan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) merupakan program yang muncul dari masyarakat dan sangat dibutuhkan. “Hibah lewat pokir Dewan ini, kami minta tetap memperoleh alokasi anggaran,” katanya.

Karena kondisi APBD seperti sekarang, Suyasa pun meminta alokasinya disesuaikan dengan anggaran yang ada. Pada 2022, Bupati ada mengalokasikan untuk belanja hibah senilai Rp 202.707.795. “Ya alokasi inilah yang bisa diseplit untuk pokir-pokir Dewan,” ungkapnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ibu-ibu PKK Kumpulkan Minyak Jelantah Jadi Avtur, Legislator Apresiasi Terobosan Tersebut

Published

on

By

avtur minyak jelantah
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan dalam Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (23/4/2026). (Foto: dpr.go.id)

Yogyakarta, baliilu.com — Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga menjadi energi kembali mendapat perhatian. Minyak jelantah yang dikumpulkan ibu-ibu PKK di Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini diolah di Kilang Cilacap menjadi bahan bakar pesawat (avtur). Hal ini sebagai bagian dari upaya pemanfaatan limbah sekaligus penguatan ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyebut program tersebut sebagai terobosan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat. “Tadi Bapak GM MOR IV menyampaikan bahwa di Semarang, di MOR IV Semarang, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada ibu-ibu dari PKK yang mengumpulkan minyak jelantah ini yang diolah di Kilang Cilacap untuk dijadikan avtur,” ujar Rokhmat Ardiyan usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Legislator Dapil Jawa Barat ini menegaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah berbahaya kini memiliki nilai tambah ekonomi setelah diolah menjadi energi baru.

“Ini adalah terobosan yang sangat positif, di mana minyak jelantah atau minyak sampah yang bisa menjadi limbah berbahaya, kini diubah menjadi avtur,” jelasnya.

Menurut Rokhmat, keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, menjadi bagian penting dalam rantai pasok ekonomi sirkular. Selain mengurangi limbah rumah tangga, program ini juga berpotensi membuka sumber pendapatan baru di tingkat lokal.

Dengan demikian, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga ketersediaan energi nasional, termasuk BBM dan LPG. Hal ini guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Harapannya Pertamina meningkatkan kinerja, meningkatkan stok BBM dan LPG, sehingga bisa terwujud ketahanan energi, swasembada energi, dan kemandirian energi,” sebutnya.

Baca Juga  Bimtek bagi DPRD Badung, Wakil Ketua Wayan Suyasa Harap Ikuti dengan Baik dan Seksama

Program pengolahan minyak jelantah menjadi avtur ini dinilai sebagai contoh nyata sinergi antara masyarakat, BUMN, dan pemerintah dalam mendukung transisi energi berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakercab Pramuka Buleleng 2026, Fokus Susun Program Adaptif dan Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

By

Kwarcab Pramuka Buleleng
RAKERCAB: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang (DKC), serta Dewan Kerja Ranting (DKR).

Ketua Panitia Rakercab, I Dewa Made Susastra Ginata, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakercab menjadi forum penting untuk memperkuat perencanaan organisasi. Evaluasi program kerja sebelumnya dan penyusunan strategi ke depan menjadi fokus utama.

Ia menjelaskan, Rakercab 2026 mengusung tema penguatan Pramuka Buleleng dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan solusi atas berbagai kendala dalam pelaksanaan program.

Dalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam empat komisi. Komisi A membahas kebijakan strategis, pendirian lembaga atau badan usaha, tata kelola aset, serta inovasi kwartir. Komisi B fokus pada program bina muda, binawasa, kesakaan, satuan komunitas, dan gugus darma.

Selanjutnya, Komisi C membahas aspek organisasi dan hukum, rencana penelitian dan pengembangan, serta program usaha, aset, kreativitas, dan inovasi. Sementara Komisi D mengulas bidang pengabdian masyarakat, bela negara, serta kehumasan dan informatika.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarda Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan pentingnya transformasi organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita di pramuka ini hampir setiap hari bertemu lewat zoom, WA group, selalu bicara terkait organisasi yang kita cintai ini. Demi eksistensi organisasi ini, dan tetap relevan di kalangan muda, mau tidak mau kita harus merapat mengikuti digitalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program kepramukaan ke depan harus mengedepankan prinsip adaptif, kolaboratif, dan responsif. Menurutnya, tantangan seperti persoalan sampah di Bali perlu mendapat perhatian serius dari Gerakan Pramuka.

Baca Juga  Pinjaman Tanpa Bunga dan Jaminan, Putu Parwata Dorong Sosialisasikan Program Pegadaian Bangkitkan UMKM di Badung

Selain itu, ia mengingatkan bahwa keterlibatan Pramuka dalam penanganan bencana membutuhkan keterampilan khusus, tidak hanya mengandalkan tenaga dan semangat.

“Karena untuk terjun ke lokasi bencana perlu keterampilan khusus, tidak bisa modal tenaga dan semangat saja, perlu pengetahuan tentang teknik evakuasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan pentingnya Rakercab sebagai forum evaluasi dan perencanaan. Ia menyebut Rakercab 2026 menjadi wadah untuk mensosialisasikan program kerja tahun 2026 sekaligus merancang program kerja tahun 2027.

“Melalui Rakercab 2026 ini adalah wadah demokrasi mensosialisasikan program kerja 2026 dan merencanakan program kerja Kwarcab Buleleng 2027, serta melaksanakan evaluasi terhadap program kerja yang telah terlaksana,” ujarnya.

Pemerintah berharap Rakercab mampu menghasilkan program yang terukur dan sistematis, serta mampu menjangkau lebih banyak anggota Pramuka di Buleleng.

“Karena kami sangat yakin Pramuka menjadi salah satu organisasi yang sangat ideal untuk membentuk generasi muda yang cakap menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Melalui Rakercab ini, Kwarcab Buleleng didorong menyusun program yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanam Mangrove Bersama Jamintel Kejagung dan Kejati Bali, Gubernur Koster Ajak Sinergi Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau Bali

Published

on

By

gubernur koster
TANAM MANGROVE: Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, serta unsur Forkopimda Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan pentingnya mangrove sebagai benteng alami untuk menjaga ekosistem Bali sekaligus memperkuat daya saing pariwisata global. Ia mengungkapkan bahwa cakupan ruang hijau di Bali saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan peningkatan hingga minimal 30 persen, bahkan mencapai 35 persen dalam empat tahun ke depan.

“Bali tidak hanya membutuhkan ekosistem yang baik, tetapi juga karena Bali adalah destinasi wisata dunia, isu lingkungan menjadi sangat sensitif terhadap keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.

Bukan Sekadar Memelihara, Tapi Memuliakan

Koster menekankan bahwa upaya penghijauan di Bali tidak sekadar program lingkungan, tetapi berakar kuat pada kearifan lokal yang diwariskan leluhur, yakni konsep Sad Kerthi. Dalam konteks pelestarian tumbuhan dan hutan, ajaran tersebut dikenal sebagai Wana Kerthi, yang dimaknai sebagai upaya “memuliakan tumbuh-tumbuhan”.

“Bukan sekadar memelihara, tetapi memuliakan. Karena tumbuh-tumbuhan, terutama mangrove, adalah sumber kehidupan manusia penghasil oksigen, sumber pangan, sekaligus penjaga keseimbangan alam,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis mangrove dalam menyerap karbon, memperkuat struktur tanah, serta mencegah abrasi pantai yang terus menggerus daratan Bali, baik di wilayah utara maupun selatan.

Saat ini, luas mangrove di Bali diperkirakan sekitar 1.200 hektare di kawasan Denpasar dan sekitarnya, dan lebih luas jika digabungkan dengan wilayah lain seperti Buleleng dan Jembrana. Namun demikian, Koster menilai luasan tersebut masih perlu terus ditingkatkan untuk menahan laju abrasi.

Baca Juga  Disahkan Dalam Persidangan III, Pansus Ranperda P4GN DPRD Badung Gelar Rapat Finalisasi

“Daratan Bali terus berkurang akibat abrasi. Banyak lahan kini hanya tersisa sertifikatnya. Mangrove menjadi solusi penting untuk memperluas dan mempertahankan daratan,” jelasnya.

Koster juga mengaitkan gerakan penghijauan dengan momentum budaya lokal seperti Tumpek Wariga, hari suci dalam kalender Bali yang dikhususkan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanaman tidak harus menunggu hari tersebut, melainkan menjadikannya sebagai spirit berkelanjutan.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan pelepasan puluhan burung seperti cerucuk, kuntul, dan koak sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.

Jamintel Reda Manthovani Puji Kekompakan Era Kepemimpinan Gubernur Koster

Sementara itu, Reda Manthovani menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan pemerintah dan masyarakat Bali dalam menjaga lingkungan di bawah kepemimpinan Gubernur Koster.

“Menanam mangrove bukan hanya memulihkan alam, tetapi juga membentuk karakter diri. Apa yang kita lakukan hari ini akan tertanam dalam memori kita untuk terus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain dan memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, sebagaimana nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur Bali.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora diserahkan secara simbolis kepada komunitas pecinta mangrove di Bali, seperti Mangrove Care Forum, Simbar Segara, dan Mangrove Ranger. Dari jumlah tersebut, 200 bibit ditanam langsung oleh para peserta yang hadir.

Harap Rutinitas Tanam Mangrove Diikuti Instansi Pemerintah dan Swasta Lain di Bali

Koster berharap inisiatif yang digagas Kejaksaan Tinggi Bali ini dapat diikuti oleh berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun vertikal, guna mempercepat pencapaian target luasan hutan dan ruang hijau di Bali.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga masa depan Bali ekosistem yang sehat akan mengangkat citra pariwisata kita secara langsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bimtek bagi DPRD Badung, Wakil Ketua Wayan Suyasa Harap Ikuti dengan Baik dan Seksama

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca