Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SOSIAL

Gubernur Koster Terima Bantuan Beras dari OJK Regional 8 Bali-Nusra, Segera Serahkan kepada Masyarakat

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali dan industri secara mandiri. Pihaknya merasakan peran OJK dan lembaga keuangan lainnya yang turut membantu aktif masyarakat Bali dalam melewati beratnya masa-masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir.

Seperti yang nampak pada Kamis (Wraspati, Umanis Gumbreg) 7 Oktober di Jaya Sabha, Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menerima bantuan beras sebanyak 60 ton dari Otoritas Jasa Keuangan, Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali dan industri secara mandiri. Bantuan beras ini nantinya akan diserahkan langsung kepada kepala desa atau bendesa adat se-Bali untuk kemudian diserahkan kepada masing-masing warga yang ada di wilayahnya.

“Bantuan sekecil apa pun terlebih beras yang merupakan bahan pokok pangan masyarakat. Akan sangat berarti dan sangat membantu di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir,” ungkap Gubernur Koster dalam sambutannya.

Ditambahkan Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, bahwa pihaknya sangat bangga dengan solidaritas sejumlah pengusaha, pimpinan lembaga keuangan dan pimpinan partai serta pimpinan organisasi yang serta merta mengerahkan pegawai dan stafnya mengumpulkan sumbangan bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat Bali.

“Saya bangga kepada Bapak Agung Rai yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI yang senantiasa menyiapkan saluran bantuan kepada masyarakat Bali. Selain beliau juga banyak instansi, lembaga, organisasi termasuk ASN yang sudah menyisihkan rejeki untuk sesamanya di Bali. Dengan solidaritas yang tinggi, saya yakin kita semua akan mampu melewati masa-masa perjuangan melawan pandemi ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Polri Upayakan Stabilitas Harga Beras dengan Monitoring dari Hulu ke Hilir

Di tengah – tengah acara penyerahan, Gubernur meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga diri agar tidak sampai terpapar virus Covid-19 lagi. Karena Bali sedang bersiap-siap untuk membuka diri untuk penerbangan dan pariwisata. “Sekalipun sudah melandai, namun saya minta kepada seluruh masyarakat di Bali tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker yang baik dan sesuai anjuran terutama sedang berada di luar rumah. Jangan sampai kelalaian segelintir oknum menjadikan penularan Covid-19 kembali berkembang yang menaikkan kasus Covid-19 di Bali. Karena seperti yang kita ketehaui bahwa terdapat varian baru setelah varian delta yang berkembang di luar. Mari kita tetap perketat protokol kesehatan yang dimulai dari diri sendiri, sehingga tidak membahayakan diri kita dan orang lain. Demi pulihnya pulau tercinta kita, demi pulihnya perekonomian Bali dan demi pulihnya sektor pariwisata yang sesuai rencana akan dibuka pada 14 Oktober mendatang,” tegas Gubernur Koster.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia hampir dua (2) tahun ini menyebabkan angka pengangguran dan angka kemiskinan di Bali mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2019 lalu. Sekalipun masih terhitung paling rendah di Indonesia, namun kondisi ini kurang bagus untuk Bali. Karena tingkat perekonomian Bali mengalami kemerosotan dan keanjlokan yang mengakibatkan masyarakat terkendala dalam menjalani kehidupan, karena sebagian besar dari kami mengandalkan dari sektor pariwisata.

“Bali diharapkan akan semakin pulih dari pandemi sehingga perekonomian masyarakat akan kembali membaik dan kasus yang terjadi diharapkan terus mengalami penurunan,” tuturnya.

Kasus aktif menurun drastis berkat kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan. Hal ini menjadi apresiasi bagi Gubernur Bali terhadap masyarakat. Dan saat ini pihaknya sudah mulai melonggarkan aktivitas masyarakat khususnya bidang pariwisata, melonggarkan masyarakat untuk masuk ke mall dan aktivitas lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mewajibkan penerapan PeduliLindungi di setiap lokasi yang terkait dengan tempat kunjungan publik.

Baca Juga  Peduli Sosial DPD Perbarindo Bali, Bagikan 5 Ton Beras Buat Warga Terdampak Banjir
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) bersama Agung Rai Wirajaya, dan Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Giri Tribroto

“Bulan Oktober akan ada sejumlah kejuaraan dunia, salah satunya kejuaraan bulutangkis di Bali yang akan melibatkan lebih dari sepuluh (10) negara yang berlangsung hampir 10 bulan. Selain itu pimpinan parlemen dan pertemuan yang melibatkan 39 negara juga akan di Bali. Oleh sebab itu, Bali mendapat perhatian dan kontrol khusus dari pemerintah pusat, sehingga penerapan disiplin diharapkan ketat,” sebutnya.

“Longgar-longgar tetapi harus tetap protokol kesehatan dan vaksinasi dua (2) kali, karena banyak orang tidak mengetahui dirinya terkena Covid-19. Jangan sampai terlambat mengetahui kondisi tubuh sehingga terserang Covid-19 dan membahayakan kesehatan sendiri dan keluarga,” imbuh Gubernur Wayan Koster.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto menjelaskan bahwa selama masa pandemi Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara sudah turut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian di Bali. Program restrukturisasi kredit di Bali telah dilaksanakan oleh seluruh industri dengan baik selama ini. Selain itu, OJK juga turut aktif dalam membantu pemerintah daerah Bali untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi kepada masyarakat umum, ibu hamil, pelajar, dan penyandang disabilitas, yang hingga saat ini lebih dari 27 ribu masyarakat di Bali telah di fasilitasi proses vaksinasinya.

Dalam kegiatan sosial OJK bersama dengan Industri Jasa Keuangan di Bali telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti pembagian sembako dalam acara vaksinasi di Kabupaten Klungkung bersama Pegadaian sebanyak 7 ton beras, pembagian sembako dalam acara vaksinasi di 3 kecamatan di Kabupaten Buleleng bersama AAUI, BPD Bali, dan Perbarindo sebanyak 10 ton beras, penyerahan bantuan rehabilitasi fasilitas belajar mengajar kepada pasraman Gurukula Bangli, pemberian polis asuransi jiwa gratis kepada seluruh mahasiswa baru di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, dan Jumat besok OJK akan mengadakan kegiatan donor darah konvalesen di Kantor OJK.

Baca Juga  Antisipasi Dampak El Nino, TIM TPID Denpasar Pantau Stok Beras Bulog

Dengan semangat gotong-royong akan menyerahkan bantuan beras sebanyak 60 ton yang dikumpulkan dari OJK, BPD Bali, BPR Urban, Pegadaian, AAUI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank Jabar Banten, Jasindo, Jamkrida Bali Mandara yang diharapkan dapat meringankan masyarakat Bali yang membutuhkan.

Agung Rai, anggota Komisi XI DPR RI mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tetap menjaga imunitas dalam diri, sehingga tetap sehat dan tidak terpapar Covid-19. “Mari kita tetap menjaga diri dan lingkungan terdekat terutama keluarga, agar tingkat kasus Covid-19 di Bali tidak mengalami kenaikan lagi, agar rencana dibukanya penerbangan bagi wisatawan pada 14 Oktober mendatang dapat terlaksana dengan lancar dan baik,” ajaknya. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOSIAL

Implementasi Konsep Tanam Tuwuh, Generasi Penerus Bali Berbagi Kasih di Sidatapa

Published

on

By

tanam tuwuh
TANAM TUWUH: Generasi penerus (GP) Bali yang terdiri atas komunitas tanam tuwuh, Saya Giri Prasta dan komunitas Mahadewa bersinergi dan berkolaborasi ikut berkontribusi menanam benih kebaikan melalui program Koster Giri (KG) Movement, berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Desa Sidatapa Buleleng. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Selain mengusung konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam pilgub 2024, paslon Gubernur / Wakil Gubernur Bali no urut 2 Koster-Giri juga mengusung Konsep Tanam Tuwuh, yang merujuk pada ide menanam “benih-benih peradaban” untuk mendorong kesadaran kolektif dan kolaborasi dalam masyarakat.

Dikenalkan oleh Giri Prasta, konsep ini menekankan pentingnya kontribusi personal, komunal dan pemerintah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Dengan semakin banyak “benih” yang ditanam, semakin banyak pula kehidupan yang terwujud. Ini mencakup berbagai aspek pembangunan meliputi sosial ekonomi dan budaya di Bali.

Contoh nyata dari konsep Tanam Tuwuh yang telah diterapkan Giri Prasta di Bali meliputi Program Badung Angelus Buana adalah inisiatif Badung memberikan bantuan keuangan untuk kabupaten / kota di Bali, mencerminkan kolaborasi dalam pembangunan masyarakat. Badung juga memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan upacara keagamaan, mendukung pelestarian budaya dan tradisi Bali. Serta penguatan Sistem Subak sebagai organisasi pertanian tradisional, yang mengedepankan gotong-royong dan pelestarian lingkungan, hal ini sejalan dengan prinsip Tanam Tuwuh.

Dampak jangka panjang dari penerapan konsep Tanam Tuwuh di Bali mencakup peningkatan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini mendorong masyarakat untuk mandiri dalam mengelola sumber daya, meningkatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian dan konservasi. Pengembangan ekonomi berkelanjutan, melalui kolaborasi antardaerah dan dukungan finansial, Tanam Tuwuh berpotensi menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang lebih adil.

Hal-hal inilah yang menginspirasi generasi penerus (GP) Bali yang terdiri atas komunitas tanam tuwuh, Saya Giri Prasta dan komunitas Mahadewa bersinergi dan berkolaborasi ikut berkontribusi menanam benih kebaikan melalui program Koster Giri (KG) Movement, berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Desa Sidatapa Buleleng.

Baca Juga  Beli Beras dari Petani Denpasar, BMPD dan BCA Sumbang 5 Ton Beras ke Kota Denpasar

Sebagai generasi penerus Bali mereka memberikan apresiasi tinggi atas upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur fisik selama ini. Namun di sisi lain mereka juga berkomitmen untuk menanam kembali ide dan gagasan dalam menumbuhkan rasa solidaritas & peduli terhadap sesama, sebagai benih peradaban Bali yang adaftif atas perkembangan zaman tanpa pernah kehilangan akar jati diri sebagai krama Bali. Yang terikat dalam konsep “menyama braya” sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia Bali.

“Sinergi GP Bali bukan hanya kata, tapi komitmen untuk mendukung semua sektor yang ada di Bali bisa tumbuh dan berkembang dengan harmoni. Sebagai generasi penerus yang cerdas kita harus selektif memilih pemimpin Bali ke depan, Bali memerlukan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh potensi yang ada di Bali. Dan kami melihat itu ada pada pasangan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta,” ujar koordinator KG Movement di sela kegiatan. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SOSIAL

Pemkot Denpasar Sampaikan Duka Cita Atas Berpulangnya Korban Musibah Pohon Tumbang di Depan Pasar Badung

Published

on

By

korban pohon tumbang pasar badung
MELAYAT: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran Pemkot Denpasar saat melayat di Rumah Duka Anak Agung Ayu Lakshmi Devi, Jalan Gunung Semeru No. 5, Pemedilan, Pemecutan, Denpasar Barat pada Kamis (5/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Anak Agung Ayu Lakshmi Devi, korban musibah pohon tumbang di depan Pasar Badung, Kota Denpasar. Dimana, siswi berusia 9 tahun ini menghembuskan napas terakhir di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar pada Minggu (1/9) pukul 08.00 Wita setelah menjalani perawatan intensif sejak kejadian tertimpa pohon tumbang tepat sepekan yang lalu, Minggu (25/8) sore.

Ungkapan duka cita disampaikan langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran Pemkot Denpasar saat melayat di Rumah Duka, Jalan Gunung Semeru No. 5, Pemedilan, Pemecutan, Denpasar Barat pada Kamis (5/9).

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah dan berpulangnya Anak Agung Ayu Lakshmi Devi.

“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Denpasar turut prihatin atas musibah ini (tertimpa pohon tumbang) dan ijinkan kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum mendapatkan tempat yang utama di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dumogi Amor Ing Acintya,” ujar Walikota Jaya Negara.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pemkot Denpasar turut berbelasungkawa atas berpulangnya Anak Agung Ayu Lakshmi Devi, korban tertimpa pohon tumbang di depan Pasar Badung dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.

“Yang pertama kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ayu Lakshmi Devi, dan yang kedua semoga santunan dan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Kepala Lingkungan Banjar Pemedilan, Pemecutan Denpasar, Sutadijaya, mengatakan bahwa Anak Agung Ayu Lakshmi Devi yang akrab disapa Gek Devi yang masih berstatus pelajar SD ini adalah sosok yang baik, polos, penurut, dan ceria di lingkungannya.

Baca Juga  Peduli Sosial DPD Perbarindo Bali, Bagikan 5 Ton Beras Buat Warga Terdampak Banjir

“Devi sosoknya itu baik, polos, penurut, sering sama ibunya. Korban juga aktif di banjar, di lingkungan sini, intinya keluarganya tidak neko-neko, taat aturan,” ujarnya.

Untuk diketahui, terkait musibah ini, Pemkot Denpasar turut memberikan santunan yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam musibah ini. Santunan diberikan melalui berbagai instansi yakni Santunan Duka Cita dari BPBD Kota Denpasar sebesar Rp. 15 juta, Santunan dari Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar sebesar Rp. 35 juta, dan Santunan Asuransi dari DLHK Kota Denpasar sebesar Rp. 15 juta. Selain itu, pengawalan asuransi perawatan dan pengobatan saat perawatan telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan tanggungan Pemkot Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SOSIAL

‘Pemprov Bali Hadir’ Beri Bantuan Warga Kurang Mampu di Desa Bondalem

‘‘Ngrombo’’ Bersama Komunitas Satu Hati dan Stakeholder Lainnya

Loading

Published

on

By

indra
SERAHKAN BANTUAN: ‘Pemprov Bali Hadir’ yang dipimpin Sekda Bali Dewa Made Indra menyerahkan bantuan di 3 (tiga) lokasi penerima bantuan pada Minggu (23/6) di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui program ‘Pemprov Bali Hadir’ kembali memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Provinsi Bali. Bekerjasama dengan Komunitas Satu Hati, ‘Pemprov Bali Hadir’ menyerahkan bantuan di 3 (tiga) lokasi penerima bantuan pada Minggu (23/6) di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Penerima Bantuan Pertama atas nama Ayu Windrayani beralamat di Banjar Jro Kuta, Desa Bondalem telah lumpuh sejak lahir karena penyakit polio yang mengakibatkan tidak dapat beraktifitas normal seperti perempuan biasanya. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari ia sangat bergantung pada bantuan orang tua dan keluarga lainnya. Namun belakangan orang tua Ayu Windrayani yang merupakan nelayan pun tidak dapat membantu banyak dalam ekonomi keluarga karena sudah sering sakit-sakitan mengingat usia tua.

Pemerintah Provinsi Bali ngrombo bersama Komunitas Satu Hati memberikan bantuan berupa kursi roda, kasur, sembako dan uang tunai kepada Ayu Windrayani dan keluarga. Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu beban keluarga. “Harus dilatih pakai kursi roda biar terbiasa,” ungkap Dewa Made Indra saat menyerahkan bantuan kepada keluarga.

Selanjutnya di Banjar Suksuk, Desa Bondalem Pemerintah Provinsi Bali bersama Komunitas Satu Hati menyerahkan bantuan kepada Bapak Nyoman Kari yang telah 15 tahun lumpuh karena terjatuh dari pohon lontar (ental) ketika hendak mencari tuak. Bantuan yang diberikan berupa bantuan uang tunai, kasur, sembako serta bantuan rehab dapur dan kamar mandi. Bapak Nyoman Kari beserta keluarga tinggal di rumah sangat sederhana dengan dapur terbuka yang kurang layak. Dapur kayu bakar tersebut tidak memiliki dinding yang menyebabkan air akan masuk ketika hujan terjadi. Begitu juga dengan kamar mandi yang terlihat setengah terbuka karena pintu yang rusak.

Baca Juga  Polri Upayakan Stabilitas Harga Beras dengan Monitoring dari Hulu ke Hilir

Di lokasi terakhir di Banjar Lemo Sari, Desa Bondalem bantuan biaya sekolah diberikan kepada Novi (7 tahun). Selain itu diserahkan juga bantuan pakaian sekolah lengkap, tas, sembako, uang tunai dan bantuan rehab kamar mandi. Orang tua Novi merupakan penyakap (petani penggarap tanpa lahan) dan pengrajin tuak yang tinggal di lahan orang lain. Penghasilan kedua orang tua-nya nyaris tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Begitupun dengan kedua kakak laki-laki Novi, satu telah tamat SMA dan satu lagi harus putus sekolah setelah tamat SMP.

Sementara itu Sekda Dewa Made Indra berharap Novi memiliki masa depan yang lebih baik dan tidak putus sekolah. Ia meminta agar Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali beserta dengan Disdikpora Provinsi Bali dapat membujuk pihak keluarga agar Novi dapat menjadi anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Udyana Wiguna, Buleleng. “Nanti sekolahnya dijamin, makannya dijamin, kebutuhan hariannya juga dijamin. Kalau Galungan atau Sabtu, Minggu bisa dijemput,” kata birokrat asal Pemaron, Buleleng. Ia menyampaikan dengan menjadi anak asuh di PSAA binaan Pemprov Bali tersebut, pendidikan Novi dapat terjamin lebih baik.

Sebelumnya di Balai Desa Bondalem, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga memberikan pelayanan kesehatan gratis serta bantuan kaca mata baca gratis kepada masyarakat. Selain itu diserahkan juga bantuan paket sembako dan uang tunai kepada lansia, anak yatim piatu, balita terindikasi stunting dan penyandang disabilitas yang merupakan bantuan dari Instansi Pemerintah Provinsi Bali, Bank BPD Bali dan Yayasan Metta Mama Maggha. Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan ngrombo bersama berbagai pihak sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Provinsi Bali yang didukung oleh berbagai pihak termasuk Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Biro Pem Kesra Setda Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Antisipasi Dampak El Nino, TIM TPID Denpasar Pantau Stok Beras Bulog

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca