Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Puncak ‘’Karya Panca Wali Krama’’ di Pura Luhur Uluwatu, Sekda Adi Arnawa Ingatkan ‘’Pemedek’’ Taat Prokes

BALIILU Tayang

:

de
MUNDUT: Sekda Wayan Adi Arnawa mundut Pralingga Ida Bhatara saat menghadiri puncak Karya Panca Wali Krama lan Pedudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (30/11). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung menghadiri puncak Karya Panca Wali Krama lan Pedudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (30/11).

Prosesi upacara Piodalan yang telah dimulai sejak pukul 10.00 Wita ini, diawali dengan tarian sakral Baris Gede, Tari Topeng Telek, Topeng Sida Karya, Wayang Lemah dan tabuh gong dan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.

Upacara Panca Wali Krama di Ayun Widi di-puput oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Keniten dari Griya Kediri Sangeh, Ida Pedande Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari, dan Ida Pedande Gede Jelantik Giri Santicita dari Griya Mas Jadi Tabanan. Sedangkan di Peselang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Dwaja Tembuku Manuaba dari Griya Kuwung Mengwi, Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari.

Selaku Manggala Karya Sekda Adi Arnawa menjelaskan, persiapan Karya Panca Wali Krama Pura Luhur Uluwatu telah dimulai sejak bulan September lalu. Dan puncak karya jatuh bertepatan dengan hari suci Anggarakasih, Medangsia, tanggal (30/11) tahun 2021. ”Mudah-mudahan dengan pelaksanaan upacara Panca Wali Krama, kita semua diberikan kekuatan, kesehatan dan kerahayuan, dalam menjalankan swadarma dalam kehidupan ini, walaupun dalam keadaan berat dalam kondisi Covid-19, setidaknya bisa melewati semua ini. Hal yang paling penting tentu harapan kita mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa menyaksikan supaya pandemi Covid-19 cepat hilang dari dunia ini,” ungkapnya.

Salah satu rangkaian upacara yang penting adalah upacara melasti lan mepekelem di Segara Labuan Sait pada (23/11) lalu. Makna dari mepekelem ini wujud subakti kehadapan Ida Bhatara, semoga karya ini terlaksana dengan baik dan labda karya, sidaning don. Selain itu upacara tawur juga telah dilaksanakan pada (26/11) yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan dana punia untuk mendukung karya ini sebesar Rp 4,7 miliar. Melalui karya ini diharapkan segala persoalan yang ada seperti wabah Covid-19 segera dapat ditekan, sehingga kehidupan masyarakat kembali normal.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa ‘‘Mendem Pedagingan‘‘ di Pura Dauh Pasar Binong Werdi Bhuwana Mengwi

“Khususnya di Kabupaten Badung kita berharap segera pasca-karya ini pariwisata bisa bangkit kembali. Sehingga harapan kita nantinya pendapatan dari sektor pariwisata dapat segera meningkat,” terangnya.

Di Bagian lain, Adi Arnawa mengajak dan mengingatkan masyarakat/pemedek yang akan tangkil ke Pura Luhur Uluwatu agar tetap mematuhi protokol Kesehatan (prokes). “Ini sangat penting dan menjadi satu jaminan buat kita. Karena kita tidak ingin setelah karya ini ada klaster baru Covid-19 di Badung,” pintanya. Mengenai pengaturan kunjungan wisatawan maupun pemedek yang tangkil, sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia karya agar kesucian pura dan i ini terjaga dengan baik.

Turut hadir Walikota Denpasar IGN Jaya Negara beserta istri, Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana, Kadis Kebudayaan I Putu Eka Sudarwitha, Camat Kuta Selatan, Penglingsir Jero Kuta, Bendesa Adat Pecatu, Pesemetonan Angga  Puri Ageng Jero Kuta dan para pemedek.

Sebelumnya, pada Senin (29/11) sore, dilaksanakan karya Memben yang di-i Ida Pedanda Istri Raka Griya Tegal, dan dihadiri Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa selaku Manggala Karya. Hadir pula Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta dan Penglingsir Puri Ageng Jerokuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya selaku Pengerajeg Karya.

Mengenai dudonan karya, setelah puncak karya, Ida Bhatara akan nyejer selama 11 hari dan upacara Penyineban Rsi Bojana dan Nuwek Bagia Pulakerti pada 11 Desember 2021. Dilanjutkan upacara Nyegara Gunung pada 18 Desember dan tutug bulan pitung dina pada 11 Januari 2022 mendatang. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Tinjau Lokasi Ogoh-ogoh Terbakar

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Survei Akreditasi RSD Mangusada

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Sembahyang Bersama di Pura Sarin Bwana Desa Adat Jimbaran

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca